Kita Berbeda

Kita Berbeda
Kita Berbeda 19


__ADS_3

Assalamu'alaikum wr wb


Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...


Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗


"Rahasia yang sudah kusimpan rapat-rapat selama ini akhirnya terbongkar begitu saja karena kesalahanku sendiri."


~ Unknown.


Happy Reading guys


Setelah Devan menarik Naya tanpa seizin nya akhirnya mereka pun sekarang sedang berada di atas rooftop untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. Itulah apa yang dikatakan Devan barusan.


"Ada apa?" tanya Naya langsung pada inti nya.


"Kamu kenapa ga kasih tau aku masalah itu Nay?" balik Devan bertanya dengan lirih.


Naya pun menaikkan satu alis nya bertanda dia bingung dengan apa yang Devan katakan. "Masalah apa?" tanya Naya.


"Masalah hubungan kita!" jelas Devan.


Deggg...


Ya, akhirnya Naya pun mengerti kemana arah pembicaraan yang sedang mereka bicarakan. Dan hal ini pun membuat Naya cemas sekaligus bingung untuk menjawab nya.


"Kita udah gada hubungan apa-apa lagi Dev!!" Tekan Naya.


"Memang sudah gada, tapi alasan di balik putus nya hubungan kita kamu ga ngasih penjelasan apapun itu Nayaa!!!" balas Devan.

__ADS_1


"Dan aku juga butuh penjelasan itu Kanaya Nursyifa!!" tekan Devan.


"Lo pengen tau alasan kenapa gue putusin lo gitu aja?" tanya Naya.


"Iyaa." balas Devan sambil menganggukan kepala nya.


"Oke kalo itu mau lo. Alasan kenapa gue mutusin lo gitu aja karena gue bosen sama lo Devann!!!!" jawab Naya.


Bagi Devan jawaban yang di berikan Naya itu bukanlah jawaban yang sebenarnya karena Naya menjawab pertanyaan dirinya dengan mata yang melirik kesana-sini bukan nya menatap dirinya dan itu menandakan jika Naya sedang berbohong kepada dirinya. Dan menurut Devan, Naya berbohong mengatakan itu karena dia sedang menyembunyikan sesuatu hal yang tidak dia ketahui.


"Hahahaha" tawa keras Devan yang membuat Naya bingung melihat nya. "Kenapa ketawa?" bingung Naya.


"Kamu kenapa sih selalu gabisa jujur sama aku? Padahal aku juga terlibat dalam masalah ini! Dan apakah aku gabisa bantuin kamu?" tanya Devan beruntun.


Degg...


"L-l-l-lo ngomongin apa sih Dev?" gugup Naya.


"*-*-* au apa?" tanya Naya terbata-bata.


Devan pun maju mendekat ke arah Naya dan membisikan sesuatu yang mampu membuat tubuh Naya menegang.


"Benar kan?" tanya Devan setelah dia menjauhkan tubuhnya dari Naya dan kembali di tempat semula dia berdiri.


"B-b-b ukan kok!! Kamu salah itu." elak Naya.


Devan pun tersenyum mendengar bantahan yang Naya berikan. "Tapi aku denger itu dari mulut kamu sendiri Nay. Mana mungkin kamu bohong kepada sahabat kamu juga!" jelas Iqbal.


"Kamu masih gamau ngaku juga Nay?" lanjut Devan bertanya.

__ADS_1


"Okee kalo emang lo udah tau alasan gue kenapa mutusin lo gitu aja tanpa penjelasan, gue hanya berharap kalo lo rahasiain masalah ini dari siapapun itu!! Karena gue gamau mereka jadi terlibat dalam masalah yang gue hadapi ini!! Dan juga gue berharap lo jauhin gue yaa!" ucap Naya mengiyakan apa yang Devan tadi bisiki.


"Gabisa gitu dong Nay!! Aku juga terlibat dalam masalah ini! Dan juga kamu harus inget baik-baik, KALO AKU GA AKAN PERNAH JAUHIN KAMU SAMPAI KAPANPUN, WALAUPUN NYAWA KU TARUHAN NYA SEKALIPUN!!" tegas Devan tak terima.


"Tapi ini bahaya Dev!!" lirih Naya.


"Mungkin ini memang bahaya, tapi kalo kita menghadapi nya bersama pasti kita akan berhasil menjalankan nya." balas Devan.


"Kita hadapi masalah ini bareng-bareng ya Nay! Aku juga pengen selalu ada di saat kamu sedang susah, sedih, maupun senang." lanjut Devan.


Lalu Naya pun menghamburkan diri nya ke dalam pelukan Devan dan membenamkan kepala nya di dada bidang milik Devan.


Devan yang mendapat serangan itu tiba-tiba menjadi tegang namun setelah dia tenang akhirnya Devan pun membalas pelukan Naya dengan sangat erat, seperti tidak ingin kehilangan. Beserta tangan nya yang menenangkan Naya dengan cara mengelus lembut rambut nya.


"Makasih Dev." ucap Naya terharu di tengah-tengah acara pelukan nya tersebut.


"Kita hadapi masalah ini sama-sama ya Nay. Aku harap kamu ga sembunyiin sesuatu lagi dari aku." balas Devan.


Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka sedang saling berpelukan tersebut dengan penuh emosi dan tangan yang terkepal kuat.


"Lo engga akan bahagia Kanaya Nursyifa." batin orang tersebut lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


Siapa ya orang itu?


Kalo ingin tau, ikuti terus kisah ini!!


Bersambung...


Salam hangat,

__ADS_1


Anaa29❤️


__ADS_2