
“Meida, bibi suka apartemen ini. Luas nda, bagus lagi,” ucap bi ina sambil berjalan ke ruang tamu.
Apartemen itu terdapat dua lantai. Di lantai pertama terdapat ruang tamu, satu kamar, dapur, dan kamar mandi. Lantai dua terdapat dua kamar, ruang santai dan balkon.
“Tuan, apa ini tidak berlebihan?” Tanya meida kearah melvin dengan wajah bingung.
“Tidak sama sekali meida. Kalian disini kan berdua. Saya sengaja menyediakan apartemen yang lumayan luas agar kalian merasa nyaman disini.” Jawab melvin tersenyum sambil berjalan kearah tangga menuju lantai dua. Apartemen itu seminggu lalu dibeli dadakan oleh melisa atas perintah melvin. Melisa sengaja membayar mahal orang yang menyewa apartemen itu, untuk pindah ke unit lain. Karena apartemen ini adalah apartemen incaran melvin, yang letaknya bersisian dengan apartemen miliknya.
“Pasti apartemen ini harga sewanya mahal tuan.” Raut tak enak meida mengikuti langkah melvin menuju tangga. Ia meninggalkan bi ina dan jonathan yang sedang asik melihat-lihat ruang dapur.
“Apartemen ini sengaja saya beli untuk tempat tinggal kamu dan bi ina, supaya kalian aman tinggal disini. Selama kamu bekerja dengan saya, kamu bebas mengakses apartemen ini.” Jelas melvin sambil menyusuri tangga satu persatu untuk naik ke lantai atas.
Percakapan demi percakapan terlontar dari bibir mereka, sampai tak terasa mereka telah sampai di lantai dua.
“Bu, ini kamar ibu!” Teriak melvin kearah bi ina yang masih di lantai satu bersama jonathan. Melvin menunjuk salah satu pintu kamar yang ada di depannya.
“Nanti ibu lihat kesana nak!” Teriak bi ina dengan menolehkan kepalanya ke atas, kearah meida dan melvin.
“Dan ini kamar kamu meida. Semua barang-barang milik kamu sudah ditata rapi di dalam.” Tunjuk melvin kearah pintu yang bersisian dengan kamar bi ina. Meida membuka pintu itu, untuk melihatnya kamarnya. Kamar itu terlihat rapi dengan nuasa berwarna putih dan mocca.
“Siapa yang menata barang saya di kamar ini tuan?” Tanya meida sambil membuka lemari kaca yang terdapat beberapa pakaiannya yang tergantung.
“Melisa yang menatanya kemarin.” Jawab melvin sambil melihat kearah kamar mandi yang terletak di dalam kamar meida.
“Saya tak enak tuan. Karena terlalu banyak merepotkan Tuan dan mbak melisa.” Ucap meida memandang melvin yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah sendu.
“Jangan dipikirkan! Yang terpenting saya ikhlas membantu kamu.” Sahut melvin sambil berjalan kearah balkon yang memperlihatkan hiruk pikuk kota Surabaya pada malam hari. Pemandangan itu memikat hati meida.
“Ini balkon, dan disebelahnya ada ruang santai. Dari sini kamu dapat menikmati keindahan kota Surabaya dengan kelap-kelip lampu pada malam hari. Lihat gedung-gedung itu indah sekali kan?” Tunjuk melvin kearah gedung-gedung yang berada di depannya.
"Iya Tuan. Pemandangannya indah sekali." Jawab meida sambil tersenyum melirik sebentar kearah melvin
“Iya bu. Besok sehabis pulang sekolah, jonathan akan langsung mengunjungi kafe om johan,” ucap jonathan kearah bi ina yang tak menyadari keberadaan melvin dan meida di belakang mereka.
“Besok kamu mau ke kafe Pak Louis jo?” Tanya meida mengagetkan mereka berdua. Meida berjalan kearah bi ina tanpa ada rasa curiga.
“I.. iya ci. Jonathan akan pergi kesana, sudah lama jonathan tidak mengunjungi kafe itu.” Jawab gugup jonathan melirik kearah bi ina lalu kearah meida.
“Ohh. Jika bertemu dengan Pak Louis, sampaikan salam dari cici yah.”
“Baik ci. Kalau nanti ketemu sama om johan, jonathan pasti sampaikan.” Senyum kikuk jonathan dengan terpaksa.
“Bu, meida! Karena sudah malam, saya dan jonathan pamit undur diri. Kalau ada apa-apa, kamu bisa langsung hubungi saya. Kalau enggak datang aja ke apartemen saya yang pintunya bersebelahan dengan pintu apartemen ini.” Pamit melvin sambil melihat jam yang melingkar di tangannya. Ia berjalan kearah pintu untuk pulang.
“Emang apartemen tuan disebelah mana?” Tanya meida berjalan dibelakang melvin. Untuk mengantarnya sampai pintu.
__ADS_1
“Apartemen saya bersebelahan dengan apartemen ini meida. Tuhh pintu apartemen saya! Kita sekarang bertetanggaan meida. Kamu tetangga baru saya.” Ucap melvin menunjuk pintu apartemennya, yang berada di sebelah kanan meida.
“Pantesan saya merasa gak asing dengan apartemen ini.” Gumam pelan meida yang masih di dengar melvin.
“Iyalah. Kamu pernah saya bawa kesini pas kamu pingsan. Kita sekarang sama-sama dilantai 27 meida. Besok kamu sudah siap untuk kerja?” Tanya melvin yang masih setia di depan pintu apartemen meida. Ia menunggu jonathan yang masih ngobrol dengan bi ina.
“Inn Syaa Allah saya siap Tuan.” Jawab meida dengan tersenyum mantap.
“Besok pagi jam Tujuh saya tunggu kamu di basement yah! Kita berangkat bareng.” Ajak melvin kepada meida, supaya besok mereka berangkat bersama.
“Gak papa tuan, saya berangkat sendiri aja. Saya tak ingin merepotkan Tuan terus.” Jawab meida dengan raut wajah tak enak.
“Saya tidak menerima penolakan meida!” Tegas melvin yang langsung membuat ciut nyali meida.
“Baiklah! Besok saya berangkat dengan tuan.” Pasrah meida yang langsung disambut senyum oleh melvin.
“Jonathan ayo kita pergi dari sini. Biar ibu sama meida beristirahat, ini sudah malam.” Teriak melvin kearah jonathan yang masih berada di dalam apartemen meida.
“Iyaaa kooo! Jonathan pulang dulu bu, ci.. Selamat malam.” Jonathan keluar dari pintu apartemen meida setelah berpamitan dengan bi ina dan meida.
“Kamu pulang kemana jo? Ini kan sudah tengah malam.” Tanya meida menghentikan langkah jonathan yang sudah melewatinya beberapa langkah.
“Jonathan bermalam di apartemen saya.” Jawab melvin yang berdiri di depan pintu apartemennya.
“Ohh, baiklah.”
“Selamat malam media. Sampai bertemu besok! Jangan begadang, langsung istirahat yah!” Teriak melvin kearah meida yang akan menutup pintu apartemen nya. Meida menatap melvin aneh sambil menutup pintu. Sedangkan jonathan dibuat geleng-geleng kepala dengan sikap alay melvin.
-
“Jo, kamu tinggal di apartemen ini aja bareng koko. Apartemen ini jarang koko tempati, karena koko sering pulang ke rumah, sepi disini gak ada temen. Tapi kalau kamu tinggal disini, koko juga pasti sering nginap disini. Mungkin kedepannya koko akan tinggal disini,” ucap melvin tiduran di sofa sambil memegang remot tivi.
“Emang boleh jonathan tinggal disini untuk sementara ko?” Tanya jonathan sambil duduk di samping melvin.
“Kenapa gak boleh? Tinggallah disini semau mu jo. Lagian disini ada 2 kamar kosong, kamu bisa tempati kamar mana yang kamu mau. Koko tahu, daddy kamu ngusir kamu kan? Daripada kamu tinggal di tempat yang gak jelas, mending tinggal disini aja. Tenang, koko yang akan jamin segala kebutuhan mu, jika kamu tinggal disini,” ucap melvin sambil mengelus lembut kepala jonathan dengan penuh kasih sayang. Jonathan dibuat terharu dengan sikap melvin.
Andai ko Andress seperti Ko Melvin, mungkin hidupku tidak akan seperti ini. Batin jonathan sambil tersenyum hangat kearah melvin.
“Iya ko. Dari tadi juga jonathan bingung harus pulang kemana, mana udah malam lagi.” Jonathan menceritakan kegelisahan nya tadi, sebelum ditawari melvin untuk tinggal di apartemennya.
“Kamu disini aja dengan koko, sekalian kita jagain meida dan bi ina. Kita kan udah janji akan jagain mereka ketika mereka tinggal disini. Biar kita mudah ngontrol keadaan mereka. Koko kan gak bisa 24 jam berada dekat mereka. Biar gantian gitu ....” Terang melvin sambil menyandarkan kepalanya ke sofa.
“Tapi koko jangan bilang-bilang ke orang lain yah, kalau jo tinggal disini, apalagi ke keluarga jo. Jo ingin menghilang dulu dari kehidupan mereka. Jo ingin fokus mencari keberadaan cici jaslin dengan cara jo sendiri,” ucap jonathan menantap melvin dengan mengacungkan jari kelingking kearahnya. Agar melvin berjanji untuk tidak membocorkan keberadaannya kepada siapa-siapa.
Dasar bocah. Guman pelan melvin sambil menautkan jari kelingkingnya.
__ADS_1
“Gak bakalan lah jo, buat apa koko bilang-bilang. Besok kamu masuk sekolah gak?” Tanya melvin setelah melepaskan jari kelingkingnya dari tangan jonathan.
“Pengennya sih masuk ko. Tapi seragam dan buku jonathan ada di rumah. Jonathan gak mungkin kan kembali kesana, buat ngambil barang-barang jonathan.”
“Yaudah jangan dipikirin. Kalau mau sekolah besok sekolah aja, nanti koko beliin seragam yang baru. Besok pake baju biasa aja dulu, banyak tuh di lemari koko. Besok koko anterin deh kamu ke sekolahnya."
"Koko yakin, sekarang kamu sedang gak pegang uang kan?” Tanya melvin menyelidik wajah jonathan dengan tersenyum.
“Iya ko. Jo sama sekali gak pegang uang hehe” Cengir jonathan sambil menggaruk kepalanya.
“Aduh gimana ini, anak sultan gak punya uang sama sekali ... malu-maluin hahaha” Ledek melvin tertawa sambil menepuk pelan bahu jonathan.
“Jo bukan anak sultan ko, jo anak melarat hahaha.” Jawab jonathan sambil tertawa.
“Kalau gak ada baju, kamu pake baju koko dulu aja di lemari. Postur tubuh kita sama ini, pasti satu ukuran. Palingan baru besok koko beliin kamu baju baru," ujar melvin setelah menghentikan tawanya.
“Jangan ko. Nanti koko rugi beliin jo baju, udah gak papa, gak usah beli aja!"
“Asal kamu tahu jo. Koko gak bakalan bangkrut beliin kamu baju, bila perlu se mall. Kekayaan koko gak bakalan berkurang kalau hanya membelikan kamu beberapa potong baju doang.” Sombong melvin sambil menaikan alisnya bergantian.
Jonathan hanya mencebikan bibir mendengar ucapan melvin.
“Yaudah, terserah koko. Asal jangan di catet dibuku hutang yah! Sebenarnya jo juga bawa baju, tapi gak banyak sih, cuman beberapa potong aja. Jo gak tahu kejadian bakal gini, kalau tahu gini. Jo gak bakalan bawa baju seuprit ini.”
“Hahaha. Udah tuh pake baju koko aja yang disana! Sekarang bersih-bersih dulu gih, udah malem. Kalau udah nanti langsung tidur. Kamarnya pilih aja, terserah mau yang mana. Awas bangunnya jangan sampe kesiangan! Koko mau tidur dulu yah,” ucap melvin menguap sambil berjalan ke kamarnya. Meninggalkan jonathan yang masih asik menonton televisi.
“Siap ko.”
-
“Selamat siang mbak!” Sapa jonathan kepada seorang kasir yang sedang berdiri dimeja kerjanya.
“Selamat siang mas. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya ramah kasir itu sambil tersenyum kearah jonathan
“Emm ... apa Pak Louis Johan nya ada mbak?” Tanya jonathan yang membuat wajah kasir itu kebingungan.
“Ada keperluan apa mas sama pak Louis?” Tanya balik kasir itu sambil menatap dalam wajah jonathan.
“Saya keponakannya mbak,” ucap singkat jonathan yang langsung membuat kasir itu kaget dan malu.
-
-
Kuyylah like sama hadiahnya 🤗
__ADS_1
Hatur nuhun buat reader yang masih stay di novel receh ini😘🤗