
“Ko.. koko! Lihatlah! Meida tengah malam begini mau kemana? GPS ponselnya menunjukkan dia sedang menempuh perjalanan menuju sudut kota! Apa dia mengabari koko terlebih dahulu?” Andress yang sedang sibuk menginstruksikan anak buahnya langsung berhenti ketika mendengar teriakan panik sepupunya. Suaranya menggema di ruang kerjanya yang lumayan cukup besar.
Andress berlari kearah sepupunya yang sedang menunjukkan GPS ponsel meida yang tertera di monitor laptop nya. Konsentrasinya langsung buyar, ketika melihat GPS ponsel adiknya yang terus berjalan menjauh meninggalkan kediamannya.
Ya Tuhan, apa yang dilakukan Meida semalam ini? Kenapa berani-beraninya dia keluar sendiri di saat keadaan segenting ini? Nyawanya sendiripun sedang dalam bahaya, kenapa malah berkeliaran kemana-mana? Ya Tuhan! Meida! Apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mu, Dek? Kenapa kau malah menambah beban pikiran koko. Kau wanita, kenapa seberani ini? Gumam pelan Andress sambil menjambak rambutnya pelan karena mengkhawatirkan keberadaan adik perempuannya yang sedang menantang bahaya. Jack pun merasakan apa yang sepupunya rasakan, ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran sepupu perempuannya itu, yang berani pergi tanpa mengabari mereka terlebih dahulu.
Yah, mereka sangat mengkhawatirkan meida. Karena mereka tak mengetahui alasan di balik kepergiannya, yang akan menemui orang yang telah menculik Biru dan Jonathan.
Andress memukul pelan bahu sepupunya.
“Jack, antar saya untuk menyusul Meida! Biarkan para IT ini bekerja disini! Dia perempuan, kenapa berani-beraninya keluar tengah malam begini! Dia benar-benar membuat saya sakit kepala! Daddy saja masih di rawat, Jonathan belum ditemukan, dan sekarang dia pergi menantang bahaya. Dia benar-benar luar biasa!” Sungut Andress sambil memijit kepalanya pelan. Kepalanya benar-benar pusing tujuh keliling melihat tingkah adiknya yang berada di luar perkiraannya. Jack menyondorkan softdrink kearah sepupunya yang sedang membentur-benturkan kepalanya ke tiang stand hanger, memikirkan apa yang akan diperbuat oleh adik perempuannya di luar. Jack mengelus bahunya untuk menenangkannya, bahwa semua akan baik-baik saja.
“Entahlah ko. Mungkin telah terjadi sesuatu padanya. Mana mungkin dia mau keluar jam segini, kalau saja tidak terpaksa! Jangan terlalu dipikirkan! Aku yakin dia bisa menjaga diri! Yang penting kita susul dia sekarang! Mudah-mudahan dia baik-baik saja!” Andress mengganti jas putihnya dengan hoddie hitam kesayangannya. Tak lupa ia memberitahu assistennya, jika mulai malam ini sampai beberapa hari ke depan ia menyuruh assisten nya untuk mereschedule ulang jadwalnya agar di ganti oleh dokter lain.
Mereka berdua berjalan menuju basement rumah sakit untuk mengambil mobil Tesla terbaru milik andress.
“Jack, kau tahu keberadaan Melvin? Saya sudah beberapa hari ini tak melihatnya! Biasanya dia selalu ada di dekat Meida, kemanapun adik saya pergi. Tapi sekarang ... dia menghilang! Apa hubungan dia dengan Meida baik-baik saja?” Tanya Andress sambil melajukan mobilnya meninggalkan area Rumah Sakit. Malam ini, kondisi jalan raya cukup lengang, karena suasana masuk dini hari.
“Aku kurang tahu ko. Setelah berita yang sempat viral itu, dia seakan pergi bagai di telan bumi. Keluarganya pun ikut menghilang. Rumahnya ketat penjagaan, karena sudah beberapa hari ini di kepung oleh banyak wartawan. Aku juga aneh, kenapa dia gak klarifikasi, tapi malah menghilang. Padahal aku yakin dia lelaki bertanggungjawab, dan bisa menyelesaikan semuanya. Tapi aku kasihan dengan Meida, akhir-akhir ini dia tampak murung. Apalagi setelah penculikan Jonathan. Aku takut dia berbuat nekad.” Tutur Jack sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Ia menyalakan ponselnya, lalu membuka media sosial yang sudah lama tak di bukanya. Sementara Andress sedang termenung mendengar perkataan sepupunya. Ia nampak berpikir dengan mata yang tetap fokus pada jalan.
“Gak mungkinlah Jack! Dia masih punya Tuhan! Gak mungkin dia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri! Saya percaya dengan adik saya! Jika Melvin benar-benar menyakiti adik saya, saya sendiri yang akan membunuhnya! Saya tak ingin melihat adik saya terluka! Sudah cukup luka yang dirasakannya selama ini. Saya tak ingin menambahnya lagi!” Jack menganggukkan kepalanya.
“Iya Ko. Tapi saya yakin Melvin adalah lelaki baik! Dia tak mungkin mempermainkan perasaan Meida! Mungkin masalahnya sangat besar, sehingga dia belum menampakkan diri di hadapan kita.” Seru Jack membela Melvin. Karena ia merasa, melvin memang memiliki niat yang baik pada meida, walaupun fakta nya sekarang dirinya menghilang.
“Semoga saja Jack. Karena saya tak ingin melihat adik saya kembali terluka! Karena prioritas saya sekarang adalah kebahagiaan mereka. Saya tak ingin menjadi kakak yang gagal lagi! Kakak yang tak bisa melindungi adiknya!” Kata Andress. Jack tersenyum mendengar ucapan sepupunya yang kini sudah menerima meida sebagai adiknya.
Alhamdulillah. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Koko dan Meida.
Mereka terus mengikuti GPS ponsel meida, sampai tak sadar mereka sudah berada di titik koordinat keberadaan meida. Mereka mengamati kearah gedung tua yang di pinggirnya terdapat lapangan yang cukup luas. Mereka turun dari mobil dengan mengendap-endap, agar tak ada orang yang mengetahui kedatangannya. Andress dan Jack mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan menemukan Meida yang sedang berdebat dengan seorang lelaki bertubuh tinggi kurus yang sepantaran dengan Pamannya. Mereka berjalan pelan agar lebih dekat dengan tempat Meida berdiri diantara kegelapan, lalu mereka bersembunyi di belakang pohon beringin besar yang tepat berada di belakang meida untuk mencuri dengar pembicaraan mereka.
“Saya sudah ada disini dengan tangan kosong! Apa maumu sebenarnya? Mana adik saya?” Mereka berdua membelalakkan mata mendengar teriakkan meida yang menanyakan keberadaan Jonathan. Mereka pun kini sadar, bahwa lelaki itu adalah orang yang telah menculik Jonathan. Mereka pun mengawasi kearah sekitar, takut ada orang yang menyerang Meida secara dadakan.
__ADS_1
“Tidak semudah itu Nona Jaslin! Keselamatan adik mu berada di tangamu! Jika kamu mau mematuhi perintah saya! Saya pastikan nyawa adikmu baik-baik saja!” Andress mengepalkan tangannya. Ia ingin menghampiri adiknya dan menghajar lelaki itu, namun tangannya di cekal kuat oleh Jack.
“Jangan gegabah! Kita tunggu disini! Jika koko keluar sekarang, ini bahaya bagi Meida dan Jonathan. Jika benar-benar keadaan sudah darurat, baru kita keluar dari persembunyian. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah merekam mereka!” Bisik pelan Jack yang masih berpikiran jernih. Karena dia melihat samar-samar, di belakang lelaki itu ada beberapa pergerakan yang diyakini sebagai anak buah lelaki itu. Andress mematuhi ucapan sepupunya, lalu mengeluarkan ponselnya dan menyalakan rekaman videonya dengan mengarah pada lelaki itu walaupun wajahnya tak terlihat jelas.
“Siapa kau sebenarnya?” Tanya ulang Meida sambil mengepalkan tangannya. Lelaki itu malah tertawa nyaring membelah kesunyian malam. Andress dan Jack pun dibuat merinding oleh suara tawanya.
“Nona tidak perlu tahu saya! Itu tidak penting!” Dada Meida bergemuruh menahan gejolak dihatinya dengan mata menikam tajam kearah lawannya. Batas kesabarannya telah habis, melihat respon lelaki itu yang malah mengejek kemarahannya.
“Dalam diri saya ada 4 sifat, yaitu Manusia, malaikat, binatang dan iblis. Anda ingin bertemu dengan yang mana? Itu tergantung cara anda dalam memperlakukan saya!” ucap tajam Meida dengan wajah dinginnya. Wajah imutnya kini sudah memerah dengan tangan mengepal keras, hingga kukunya berubah menjadi biru.
Ko, Meida benar-benar sedang marah. Suaranya sangat menyeramkan. Bisik Jack sambil mengelus pundaknya yang mulai merinding karena bersembunyi di bawah pohon beringin yang santer terdengar angker.
“Jika kau benar-benar lelaki! Sini hadapi saya!” Lelaki itu malah tertawa meledeknya. Lalu menjentikkan jari nya dan keluar 4 anak buah dari belakangnya, yang bersembunyi dari tadi di balik tumpukan karung.
Andress dan Jack pun saling pandang.
“Wah wah wah ternyata nyalimu ciut menghadapi saya, hingga mengajak anak buahmu. Sungguh memalukan! Apa kau benar-benar seorang lelaki? Atau hanya seorang lelaki jadi-jadian? Kau tak lebih dari seorang banci!” Ujar Meida dengan senyum mengejeknya. Dibalik wajah imut dan lugunya, tersimpan jiwa moster yang keluar disaat dirinya benar-benar merasa terusik dan terganggu. Wajah cantik putihnya kini telah berganti dengan wajah dinginnya karena terlalu banyak menahan amarah.
“Bunuh perempuan sombong itu! Cingcang tubuhnya! Lalu buang ke sungai!” Teriak keras lelaki itu dengan mata merahnya. Mendengar itu. Andress dan Jack terkejut, ketika mereka akan keluar dari persembunyiannya untuk menolong meida. Ia dibuat kaget dan shock ketika melihat Meida sudah melumpuhkan 2 lelaki sampai pingsan dengan tangan kosongnya. Mereka pun terbelalak dengan perasaan tak percaya.
Apa itu benar-benar Meida? Apa Meida kerasukan? Bagaimana dia bisa sekuat itu. Gumam pelan Jack dengan mulut menganga. Akhirnya mereka kembali bersembunyi ketika Meida berhasil melumpuhkan keempat anak buah Jonas dalam waktu hanya dalam beberapa menit.
Ko, ini bukan mimpikan? Itu benar-benar Meida, Kan? Dia gak berubah wujud jadi power ranger, Kan? Tanya pelan Jack yang matanya masih terbelalak. Andress hanya menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sangat pias.
Saya pun bingung, apa itu benar-benar Meida adik imut saya? Apa dia titisan wiro sableng yang masih hidup? Tanya konyol Andress sambil mengatur nafas nya.
“Ayoo sekarang giliran mu!” Sinis meida sambil menggulung lengan sweaternya sampai ke siku. Jonas membanting jaketnya lalu mengeluarkan pisau yang berada di balik bajunya.
Hiiiyyyaaa...
Teriak Jonas sambil mengacungkan pisau tajamnya kearah Meida. Meida langsung menangkisnya lalu menghindar dari serangannya. Ketika Jonas berancang-ancang ingin menusuk perutnya, meida terlebih dulu menendang tangannya hingga pisau itu terjatuh tepat di samping Jack. Meida langsung menedang wajah Jonas, dan menonjok perutnya dengan sekuat tenaga. Hingga darah segar keluar dari mulutnya. Setelah tubuh jonas terbanting ke tanah, meida langsung menduduki perutnya dengan tangan mencengkram menghajarnya kembali tanpa ampun. Ia muluapkan amarahnya dengan pukulan yang bertubi-tubi mendarat di wajah dan perutnya.
__ADS_1
Arrgghhhhhh!! Teriak Meida dengan tatapan tajam membunuh lawannya
“Dimana keberadaan adik saya hah! Jangan main-main! Atau kau akan mati di tangan saya! Jawab!” Teriak meida kembali dengan air mata yang mulai jatuh dari matanya yang memerah.
[Ko, kita harus apa?] Tanya pelan Jack yang melihat Meida sedang menduduki tubuh lemah tak berdaya Jonas.
“Siapa kamu sebenarnya? Ini perintah siapa? Apa alasanmu hingga melakukan ini! Kau ingin benar-benar mati?” Jonas mengenggam erat tangan meida yang mencengkram erat lehernya. Ia berusaha melepaskan tangan meida yang berada di kerah bajunya karena menyulitkan pernapasannya yang mulai sesak.
“Tolong lepasin saya ... ampun ... saya menyerah ... Saya hanya diperintah ... tolong lepaskan saya!” ucap terbata-bata Jonas yang pandangannya mulai mengabur. Meida kembali mengguncang tubuh lemah itu, karena belum menemukan dalang di balik semua ini.
“Siapa yang memerintahmu!” Bukannya menjawab pertanyaan Meida. Jonas malah pingsan dengan wajah babak belurnya. Andress dan Jack keluar dari persembunyiannya lalu mengikat keempat anak buah Jonas dengan menggunakan tali rapia yang mereka temukan di sekitar lapangan tersebut, lalu memasukannya kedalam mobil Tesla nya.
Apa dia benar-benar adik perempuan saya? Yaa Tuhan, ternyata dia sangat mengerikan jika marah. Dia bisa melumpuhkan 5 lelaki kekar ini hanya dalam waktu 5 menit. Ya Tuhan, kenapa mukanya tak cocok sama sekali dengan kemampuannya. Meida, kau memang benar-benar wanita berbeda. Ujar pelan Andress melihat kearah adiknya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia masih tak percaya dengan kemampuan yang dimiliki adiknya.
Meida masih diam terpaku, si atas tubuh Jonas. Ia melepaskan cengkramannya sambil menangkup wajahnya. Jiwa rapuhnya kembali datang takala memikirkan adik lelakinya dan calon suaminya. Ia belum menyadari dengan keberadaan Andress dan Jack yang sudah berada dibelakangnya
“Siapa dalang sebenarnya dari semua ini? Apa benar wanita tua itu? Jo, dimana kamu Dek? Cici akan segera datang! Cici akan menolong kalian!” Lirih Meida sambil mendongkakkan kepalanya ke langit.
-
Maaf telat up🙏
Disini hujan badag sama petir dari siang😌 Pasti tahulah kalau hujan sama petir suka gak ada sinyal🙃
Jempolnya jangan pelit-pelit yah🤭
Vote, komen, sama hadiahnya di antos pisan🤗♥️
Musim hujan butuh☕☕☕☕☕ untuk menghangat wkwkwk
Hatur nuhun buat yang udah ngelike, ngevote, ngerate, ngomen, sama yang ngasih hadiahnya 🤗♥️
__ADS_1
Pokoknya hatur nuhun pisan😘