
“ Stopp... stoppp.. honey” tiba-tiba maya memukul pelan bahu alex
“ Ada apa sayang, jangan mukul-mukul sakit tau!” runtuk alex kesal, menatap malas maya dari spion motor.
“ Lihat honey, bukankah itu meida” Tunjuk maya ke arah wanita berhijab yang menggunakan celana kulot warna putih dipadukan dengan kemeja warna biru garis garis putih, yang lengannya di gulung seperempat, wanita itu berdiri menunggu angkutan umum.
Pencarian maya tidak sia-sia sudah hampir sebulan ia mencari keberadaan meida, dan nasib baik hari ini memihaknya. Senyuman tersungging dibibir merahnya.
“ Mana sayang??” Tanya Alek melihat kearah kiri dan kanan
“ Itu yang lagi berdiri di perempatan jalan.. Tuhh tuhh yang naik angkot... ayoo cepat kita ikutin angkot itu! sebelum kehilangan jejak si tolol itu lagi!” ucap maya dengan semangat menggebu-gebu, akhirnya sang target ditemukan.
“ Perhatikan angkot itu! Jaga jarak jangan terlalu dekat! Awas jangan sampe kecolongan!” ancam maya kepada alex
Mereka mengikuti angkot yang ditumpangi meida, mata mereka menatap jeli penumpang angkot yang naik maupun turun.
“ Sayang.. lihatlah, bukan kah itu teman bodoh mu?” Tunjuk alex melihat wanita berkerudung pashmina warna putih turun dari angkot dan langsung menuju sebuah cafe berlantai dua. Mereka mengintai meida sampai meida masuk ke kafe.
“ Kita tunggu disini sekitar 30 menit, memastikan wanita itu berkunjung atau kerja di cafe itu” Saran alex kepada maya..
Setelah 15 menit, mereka melihat seorang pria berseragam dengan logo nama cafe itu keluar membuang sampah ke arah mereka, tapi terhalang jalan raya.
“ Sayang lihat pekerja itu, aku turun dulu. Ini kesempatan kita untuk menanyakan meida” Maya cepat-cepat turun dari motor lalu membuka helm dikepalanya
“ Good girl” alex menepuk pelan kepala maya dengan senyum manis yang mematikan
Maya berlari pelan langsung menghampiri pegawai cafe itu, yang tak lain adalah mas heri teman dekat meida di tempat kerja.
“ Permisi mas” maya menepuk pelan lelaki yang sedang membuang sampah ke tong sampah, posisi lelaki itu membelakangi maya.
“ Ada keperluan apa yah mbak ?” Tanya mas heri membalikan badan setelah buang sampah dengan menepuk-nepuk kedua tangannya
“ Mau tanya mas, disini ada karyawan yang bernama meida?” Tanya maya dengan suara lembut
“ Emang kenapa yah mbak? mbak siapa nya meida?” Tanya mas heri dengan curiga.
“ Saya sedang mencari temen saya mas, namanya meida. Kami satu kampung, keluarga meida dari kampung kemarin menitipkan sesuatu pada saya buat meida, tapi sayangnya meida lost contact, sehingga saya belum bisa menghubunginya sampe sekarang. Kata keluarganya meida bekerja di surabaya. Kebetulan tadi ketika saya lewat jalan sini saya melihat orang yang mirip meida masuk ke cafe ini, makanya saya tanyain ke mas, barangkali mas kenal..“ Dusta maya dengan mimik muka yang menyakinkan.
“ Ohh.. yang mbak maksud itu meida yang suka pake hijab yah? Orangnya yang cantik, ramah, dan bersahaja itu kan?” Tanya mas heri yang langsung disambut jawaban oleh maya
“ Iya mas itu.. yang matanya sipit, yang dari bandung” Maya menjawab dengan tersenyum. Padahal hatinya dongkol, karena banyak orang yang memuji kelebihan meida.
“ Berarti bener yang mbak maksud itu si cantik meida, ia baru beberapa minggu kerja disini mbak” Terang mas heri dengan nada bersahabat, karena ia tak tahu bahwa wanita yang dihadapannya itu tak lebih seorang penjahat yang sedang mengincar targetnya.
“ Berarti bener yah mas, kalau meida kerja disini” Tanya maya dengan antusias
“ Betul mbak”
__ADS_1
“ Kalau gitu terima kasih mas infonya.. Saya permisi dulu” ucap maya dengan senyum tak lepas dibibirnya. Karena sekarang ia menemukan harta karunnya, yang sebulan ini dicarinya.
Maya berlari pelan kearah alex, iya langsung memeluk alex.
“ Honey... target kita di depan mata, si tolol itu bekerja disini. Kita awasi dia sampe dia pulang kerja.. Abis itu langsung kita eksekusi saja haha” ucap maya memeluk erat leher alex.
Karena ia berfikir setelah ia menyerahkan meida, ia akan terbebas dari ancaman anton yang sudah menjadikan dirinya sebagai pemuas ***** menggantikan meida.
“ Pinter banget pacarku ini” kekeh alex pelan disertai senyum iblis.
“ Iyalah.. karena sekarang aku punya jaminan hidup, hidup kita pasti nyaman dan makmur honey.. gak perlu memikirkan ancaman si anton lagi, yang ada kita akan membungkam mulut pedasnya agar tak selalu menghina kita. Yang pasti hidup kita kedepannya pasti banyak uang, hasil dari memanfaatkan wanita tolol itu” Maya tersenyum bahagia, ia sudah memikirkan rancangan hidup kedepannya, padahal belum tentu hidup meida berada digenggaman tangannya.
-
-
Setelah mendapat surat peringatan, pekerjaan meida berubah, dia ditugaskan dibagian dapur, bukan lagi menjadi seorang waiter. Itu merupakan konsekuensi karena meida berani melawan pelanggan dan membantah sang supervisor.
Karena pasal kembali lagi ke pasal satu, orang kaya tak pernah salah! Orang berkuasa tak pernah salah! Orang punya jabatan tak pernah salah! Yang salah itu hanya orang miskin! Orang yang mudah di tindas! Dan orang yang tak memiliki kekuatan apa-apa! Itulah pasal yang melekat dipikiran meida.
Ketika meida sedang mencuci piring, tiba-tiba heri datang membantu meida membersihkan peralatan membuat kue.
“ Meida tadi ada yang nanyain kamu loh, ketika mas buang sampah” Mas heri mengawali pembicaraan sambil melirik meida
“ Siapa mas? “ Tanya meida sambil membersihkan piring
“ Tapi perempuan itu ngomong, katanya dia teman kamu ketika di kampung" Sahut mas heri pria beranak satu itu melanjutkan ucapannya.
“ Siapa mas?? Perasaan meida gak punya temen deket waktu di kampung deh” Ujar meida sambil meletakkan cucian dan menghadap heri,
“ Kata perempuan tadi, dia mau ngasih titipan sama kamu dari keluarga kamu yang dikampung” ucap mas heri sambil melakukan kegiatannya mengelap peralatan kue, sesekali ia melirik ke arah meida.
Meida pun terdiam, ia memikirkan siapa yang mencarinya sampai kesini..
Perempuan?? Titipan?? Keluarga di kampung?? Itu mustahil! lagian yang menganggap ku keluarga dikampung cuman bi ina sama orangtuanya bang zidan! Lalu siapa?? Gak mungkin bibi sampe kesini, kalau kesini pasti dianter kak adib. Ibu mas zidan juga gak mungkin kesini, kalau kesini pasti dianter pak wira suaminya. Lalu siapa, selain mereka aku tak punya keluarga lagi!
Apa jangan-jangan maya?? Pasti Maya, karena dia mengaku temanku dari kampung. Pasti maya mencariku karena tiba-tiba aku menghilang dari hidupnya. Apa dia kelelahan melayani lelaki tua genit itu?? Apa dia mencariku untuk menjadikanku tumbal selanjutnya menggantikan posisi dia melayani ***** lelaki tua itu??
Berbagai pertanyaan melintas di benak meida, ia terus mengerutkan dahi dengan telunjuk menempel didagunya.
“ meida..heii.. jangan melamun, nanti kesambet loh” heri menoel-noel pipi meida
“ Ehh kenapa mas?? Maaf aku mgelamun. Perempuan tadi ciri-cirinya seperti apa mas?” Tanya meida memandang serius wajah heri.
“ Rambutnya lurus, ujung rambutnya warna coklat, dandanannya menor, sama bajunya kurang bahan” Terang mas heri sambil melihat ke atas, pertanda dia sedang mengingat- ngingat kejadian tadi.
__ADS_1
Fix itu pasti maya.. jawab meida dalam hati
-
-
Malam ini seperti biasa meida menunggu transportasi umum, dipinggir jalan. Karena tukang ojeg gak ada yang mangkal, ia berinisiatif jalan kaki sambil nunggu angkot lewat.
Tak seperti biasa, keadaan malam ini cukup sepi, mungkin karena tengah malam, ditambah hujan gerimis yang memgguyur kota Surabaya ini.
Di depan sebuah ruko kosong tiba- tiba meida di hadang sekelompok preman yang berjumlah 8 orang.
Meida lumayan panik, sampai tak bisa melakukan perlawan, karena ia di hadang secara tiba-tiba.
“ Lepasin tangan saya, kalian mau apa hah! Kalau berani jangan main serbu kayak gini!! Sini satu- satu lawan saya! Kalian pengecut! Beraninya sama perempuan! Mana keroyokan lagi!” Umpat meida dengan suara keras, sambil berusaha melepas cekalan di kedua tangannya
“ Sudah jangan berisik, kalau ingin selamat jangan banyak omong!” Ancam lelaki bertato itu tepat didepan meida.
“ Lepasin saya gak?? Kalian mau bawa saya kemana hah? Jangan macam-macam kalau tidak saya akan patahkan tangan kalian nanti!” Ucap meida berontak berusaha melepaskan diri.
“ Kata si bos bawa ke tempat seperti biasa” ucap salah satu preman ke preman yang mengancam meida tadi.
“ Tolong.. tolong.. lepasin saya!! Kalian akan menyesal kalau tak melepaskan saya sekarang!” Ancaman meida yang tak digubris ke 8 preman itu.
Mereka mulai menyeret tubuh meida ke sebuah mobil pick up, tapi tiba-tiba..
“ Heii brengsekk!! Lepasin tangan wanita itu!!! Jangan macem-macem!! Jangan beraninya sama perempuan!! Sini hadepin gue!” Teriak lelaki itu dengan suara menggelegar mengejutkan ke 8 preman itu.
-
-
Bersambung
Kira-kira siapa yah yang menolong meida dari cengkraman 8 preman itu ??
Kira-kira meida berhasil di culik apa enggak yah??
Jangan lupa tinggalkan jejak, supaya bisa mengetahui keadaan meida selanjutnya.
Untuk hari minggu author gak up yah, jadi jangan di tunggu.. 🤗
Author mau refresh dulu, biar otak nya gak blank lagi..
Up selanjutnya hari senin yah.
__ADS_1
Terimakasih buat reader yang masih setia membaca novel ini.. makasih buat support nya.😍
Hatur nuhun pokoknya🤗🥰