
“Ko, kamu sudah bertemu dengan meida? Sudah bilangin salam dari mommy?” Tanya zaina duduk di samping andress yang sedang duduk membaca buku di perpustakaan keluarga di lantai 2 rumahnya. Perpustakaan itu beralasankan kaca, dinding sekelilingnya terbuat dari kompenen kaca transparan. Dan dibawahnya terdapat kolam renang dengan ukuran besar yang sebagainya tertutup perpustakaan kaca tersebut.
Perpustakaan itu cukup luas, mampu menampung beberapa rak buku yang terbuat dari kayu jati yang bentuk ukurannya lumayan tinggi dan lebar dengan beberapa sekat. Rak buku tersebut berdiri dengan berjejer, dengan jarak 2 langkah dari setiap raknya. Di sebelah kanan rak itu terdapat meja belajar lengkap dengan komputernya. Di sebelah kiri tedapat satu set sofa berwarna abu-abu yang posisinya melingkar, dan satu set kursi kayu jati yang semuanya menghadap kearah jendela.
“Meida yah mom? Kenapa emang?” Tanya balik andress sambil menatap mommy nya lembut. Ia bingung harus menjawab apa, jika dihadapkan pertanyaan tentang meida oleh sang mommy.
Andress bersyukur setelah pertemuan Mommy nya dengan meida, keadaan sang mommy lumayan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sang mommy sudah nyambung di ajak bicara, sudah bisa bicara banyak, wajahnya tidak terlihat murung lagi, dan yang lebih mengejutkan sang mommy sudah bisa tersenyum dan tertawa. Dan perlahan-lahan keadaanya pulih seperti orang normal pada umumnya.
“Mommy pengen ketemu sama dia, pengen ngobrol-ngobrol gitu. Mommy ngerasa nyaman di dekat dia,” ujar zaina tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di sofa membelakangi posisi andress yang sedang duduk di kursi kayu yang menghadap ke jendela.
Mommy nyaman berada di samping meida, begitupun aku mom. Aku benar-benar nyaman berada di dekat dia. Tapi sayang, dia sudah pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Batin andress dengan pandangan jauh menerawang ke kolam renang yang berada bawahannya.
“Iya mom. Andress juga nyaman berada di samping meida.” Jawab andress dengan pipi merah sambil menundukkan wajahnya karena malu.
“Jangan-jangan kamu suka sama dia yah? Gak papa kalau kamu suka. Tapi saran mommy kamu jangan sampe deh, soalnya kamu dan dia berbeda keyakinan. Lihatlah dia memakai hijab, dia seorang muslim taat. Mommy takut kamu sakit hati nanti. Karena menurut mommy, cinta beda keyakinan itu jarang yang bersatu, Kecuali salah satu harus pindah keyakinan nya nanti. Tapi kalau gak ada yang ngalah, ujung-ujungnya kalian nanti gak bakalan bersama malah sama-sama terluka.” Nasihat zaina memandang dalam wajah andress yang tertunduk dari arah samping.
Andress langsung terdiam mendengar ucapan mommy nya, perpustakaan itu kembali hening. Zaina terus menatap wajah diam andress berusaha menyelami hati sang anak.
“Iya mom, mommy benar sekali. Memiliki hubungan dengan beda keyakinan itu rumit, antara bersatu dengan salah satu harus pindah agama atau tidak bersatu resikonya yah patah hati.” Jawab melvin dengan suara getir menatap kearah zaina.
Yah benar apa yang dikatakan mommy, mencintai meida takutnya aku yang terluka nanti. Lagian meida belum tentu mencintai ku. Batin andress sambil menutup buku yang ada di tanganya. Lalu ia simpan buku itu ke salah satu rak yang dekat dengan posisi nya.
“Kalau mommy sih setuju-setuju aja, gimana kamu nya. Mommy hanya bisa dukung kamu ko, selebihnya kamu kan yang ngejalaninnya,” ucap sang mommy menjawab kekhawatiran di wajah andress.
“Iya mom. Tapi sayang meida nya juga udah pergi,” ujar andress sambil duduk di samping zaina. Ia menyandarkan kepalanya ke bahu sang mommy.
“Pergi kemana? Kok bisa?” Tanya aneh zaina dengan mimik terkejut.
“Gak tahu mom meida pergi kemana. Kemarin andress sudah mengunjungi meida ke tempat kerjanya, tapi ternyata dia sudah resign. Padahal andress sudah menunggu dia selama seminggu disana.” Lirih andress sambil memegang tangan mommy nya lalu mencium nya.
“Padahal mommy pengen banget ketemu sama dia.” Zaina menjawab ucapan andress dengan wajah sendu. Ia sedih karena tidak bisa bertemu dengan meida lagi, salah satu wanita yang bisa membuat nyaman.
“Ketika kita bertemu di rumah sakit, sepertinya meida baru resign kerja mom. Temannya bilang, dia gak masuk kerja tanpa izin, bertepatan dengan dia bertemu kita.”
“Bisa jadi ko. Soalnya sebelum mommy gak sengaja nabrak dia, mommy denger dia ngomong gini “kerja bagai kuda gajinya cuman segini.” Mungkin itu gaji terakhir kalinya dia.” Ingat zaina sambil mengernyitkan sebelah alisnya.
“Bisa jadi mom. Ngomong-ngomong jonathan kemana? Udah seminggu koko gak liat dia.” Tanya andress menyadari ketiadaan jonathan dalam beberapa hari ini. Biasanya ia suka melihat jonathan termenung di depan kolam itu.
__ADS_1
“Emang dia gak ngomong sama kamu ko? Dia bilang sama mommy sih mau pergi, mau refreshing, tapi gak nyebutin mau kemana-mana nya. Tenang aja, nanti juga jonathan balik lagi kesini.”jawab santai zaina sambil merebahkan kepalanya di sofa.
“Tapi andress khawatir sama dia mom, takutnya dia pergi gak balik lagi kesini.” Khawatir andress yang mengkhawatirkan keberadaan jonathan. Biasanya ia cuek dengan keberadaan jonathan, tapi anehnya sekarang ia malah mengkhawatirkan nya.
“Gak mungkinlah! Dia masih butuh kita. Lagian dia itu laki-laki, pasti bisa jaga dirinya sendiri,” ujar santai zaina menyembunyikan rasa khawatirnya. Dalam hatinya, ia baru menyadari kekhawatiran pada anak bontot yang kurang kasih sayang darinya.
“Andress takutnya dia ngelakuin yang enggak-enggak mom.”
“Gak bakalanlah ko. Gak mungkin dia ngelakuin itu. Mana ada lelaki sejati ngelakuin hal aneh-aneh kayak gitu,” terang zaina sambil memijit kepalanya pelan. Ia membayangkan sikapnya selama ini pada jonathan, ia takut jonathan pergi seperti jaslin karena sifat abai yang dimilikinya.
“Tapi mom, andress merasa sikap kita sangat keterlaluan pada jonathan. Selama ini kita selalu mengacuhkan keberadaannya. Kita tak punya waktu sedikitpun buat dia. Kasihan dia, kalau ada apa-apa dia ngelakuinnya sendiri. Padahal usianya masih labil, dia masih membutuhkan bimbingan orang dewasa. Yang andress takutkan sekarang, andress takut jonathan berbuat nekat,” ucap andress sambil merenungi sikap dia kepada jonathan, yang tidak terlalu dekat. Ia terlalu sibuk kerja dan mencari keberadaan jaslin, hingga ia tak memiliki waktu untuk sekedar bergurau dengan adik bungsunya.
Zaina di buat terdiam dengan ucapan andress. Ia memikirkan sikap nya yang acuh selama ini terhadap jonathan, ia terlalu sibuk meratapi kepergian jaslin yang belum diketahui keberadaannya sampai sekarang.
“Iya ko. Sikap mommy sangat keterlaluan pada jonathan. Dia tumbuh sendiri, tanpa kasih sayang atau pun dukungan dari mommy.” Lirih zaina dengan mata berkaca-kaca. Ia merasa sikapnya terlalu abai pada jonathan, padahal anak itu tak punya salah sama sekali pada dirinya.
“Ia mom. Dia kurang kasih sayang dari kita, kita terlalu sibuk mencari keberadaan jaslin tanpa peduli dengan kehadiran dia. Untung juga dia masih nurut sama kita. Apa dia bilang mau pergi kemananya sama mommy?” Tanya sendu andress sambil memandang mommy nya dalam.
“Enggak ko. Dia cuman bilang mau pergi, minta izinnya juga jam 10 malem sama mommy. Tahu-tahu pagi-pagi dia udah gak ada. Kata bi tuti dia pergi bawa koper sama kamera.” Terang zaina menoleh kearah anaknya.
“Koko takutnya dia minggat mom. Tapi setelah mendengar kata mommy, koko yakin dia pergi berlibur, karena membawa kamera. Setelah jonathan pulang, koko ingin memperbaiki hubungan koko dengan dia mom. Dia adik koko satu-satunya setelah kepergian jaslin. Koko harusnya menyayangi dia, menjadi sosok kakak yang baik buat dia, bukan malah bersikap bodo amat kayak gini.” Janji andress memegang tangan sang mommy dengan mata berkaca-kaca.
-
Di dalam kamar bernuansa biru, seorang laki-laki sedang menangis di atas sajadah, dengan menangkupkan kedua tangan nya keatas. Isak tangisnya menyayat hati siapapun yang mendengar rintihannya. Tak terkecuali sang ibu yang sedang menangis mendengar rintihan anaknya di balik pintu.
Lelaki itu meratapi nasib cintanya yang begitu tragis, cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyakiti kalbunya. Penantian lamanya selama ini tak membuahkan hasil, yang ada malah menghadirkan luka.
Zidan bangkit dari duduknya, ia mengambil Al-Qur’an dan membacanya dengan terbata-bata bercampur dengan air mata. Suara bacaan itu mampu menggetarkan hati sang ibu, hingga ia menangis sampai luluh ke lantai.
Yaa Allah ... kenapa hati semakin sakit, ketika mengingat dia...
Yaa Allah ... bagaimana caraku mengobati rasa sakit ini agar segera pulih ... Lirih zidan memukul dadanya berulang-ulang dengan kepala tertunduk.
Yaa Allah Yaa Tuhan ku ...
Hanya engkau yang maha tahu sedalam mana luka ini Yaa Allah. Hanya engkau lah yang sanggup mengobati luka ini ...
__ADS_1
Yaa Allah... lapangkan hati hamba, buang rasa sesak ini. Jangan kau buat hidup hamba kembali dalam kehancuran, kembali dalam kesengsaraan cinta ...
Yaa Allah ... Yang maha membolak-balikkan hati ...
Hanya engkau yang mampu membolak-balikkan hati ini..
Hamba mohon, hilangkan dia dalam pikiran hamba, hilangkan nama dia dari hati hamba, hilangkan rasa ini dari diri hamba, hilangkan rasa ini Yaa Allah ... karena rasa ini sangat menyakitkan ...
Yaa Allah ... Ikhlaskan hati hamba untuk mengikhlaskan dia, walaupun hati ini tak mampu untuk melepaskan nya ...
Mungkin dia bukan wanita terbaik yang dikirim engkau untuk hamba Yaa Allah, walaupun hati hamba sangat mencintainya ...
Yaa Allah Yaa Tuhan ku yang maha pengasih lagi maha penyayang ...
Mungkin inilah akhir cinta hamba, takdir cinta yang tak pernah berpihak pada hamba ...
Yaa Allah ... Berilah dia sebuah kebahagiaan, kebahagiaan yang ia cari... walaupun tak bersama hamba ...
Yaa Allah sang maha pemilik cinta, berilah hamba dan dia dengan sebaik-baiknya cinta, lepaskanlah belenggu diantara kami ..
Yaa Allah, beri hamba ganti yang lebih baik dari ini, atas kesabaran hamba melewati ujian dari mu.. Lirih zidan tergugu sambil menangkup Al-Qur’an di dadanya.
“Kamu kenapa nak?” Tanya sang ibu menangis sambil memegang bahu zidan.
“Bu hati zidan sakit bu ... sakit sesakit-sakitnya ... penantian zidan selama ini sia-sia bu ... “ Tangis zidan pecah di pangkuan sang ibu.
-
Bersimbing
Jam segini baru up, karena mati lampu dari jam 10 nyala² jam 4 Sore😥
Mana gak ada jaringan, baterai habis, mana lagi ngedit, lengkap sudah penderitaan kuhh😥
Tadinya hari ini mau up 2 bab, tapi yang satu lagi baru di edit, gak tau kelar jam berapa😁
Kuyylah like vote subkreb komen sama hadiahnya ♥️ (Maruk hahaha)
__ADS_1
Hatur nuhun♥️😘