
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Haruskah aku merelakan rasa cintaku kepadamu demi kebaikan kita bersama?"
~ Clarissa Xandria.
Happy Reading guys
Di ruangan uks terdapat 2 orang insan yang berbeda jenis kelamin. Yang satu sedang duduk diam di atas ranjang dan yang satunya lagi sedang mengobati luka dari orang yang telah dia tabrak secara tidak sengaja.
" Sorry karena gue lo jadi terluka." sesal pengendara motor tersebut.
"Iyaa gapapa." balas gadis tersebut.
"Sudah selesai." ucap pengendara motor tersebut tiba-tiba.
"Eh? Udah selesai? Yaudah kalo gitu Thanks yaa." ucap gadis tersebut kaget lalu berterimakasih kepada pengendara motor itu.
"Yaudah kalo gitu gue kan udah tanggung jawab nih berarti gue pergi yaa karena bentar lagi bel masuk bunyi." pamit pengendara tersebut.
Namun di saat dia mau melangkahkan kaki nya untuk berjalan keluar uks tiba-tiba saja tangan nya di tahan oleh seseorang yang tidak lain adalah gadis yang sudah dia tabrak.
"Eumm kalo boleh tau nama lo siapa ya?" tanya gadis itu ragu.
__ADS_1
"Iqbal" setelah mengatakan itu pengendara motor tersebut yang tidak lain adalah Iqbal langsung pergi meninggalkan ruangan uks untuk masuk kedalam kelas nya.
"Iqbal? Menarik." gumam gadis itu.
Ya kedua orang tersebut adalah Muhammad Iqbal Adli dan Clarissa Xandria. Di situlah awal mula Rissa dan Iqbal bertemu. Dan juga di situlah awal Rissa jatuh terhadap kebaikan dan pesona dari seorang Iqbal. Padahal Rissa itu dulu orangnya tidak percaya akan adanya cinta pada pandangan pertama, hubungan, dan komitmen karena menurutnya hal tersebut hanyalah akan membuat dia sakit namun dengan adanya pertemuan yang tidak di sengaja atau mungkin di rencanakan oleh Tuhan membuat Rissa sedikit percaya akan adanya cinta pada pandangan pertama karena dia sudah merasakannya saat ini dan ingin mencoba mempunyai hubungan serta komitmen terhadap seseorang walaupun mungkin dia akan mengalami rasa sakit hati yang akan datang, tetapi dia ingin berusaha memperjuangkan rasa cinta nya itu terhadap seorang Muhammad Iqbal Adli.
🌻🌻🌻
Tok tokk tokkk....
"Permisi non, ini bibi. Bibi cuma mau ngasih tau non kalo dibawah ada teman-teman non." ucap bik Surti memberi tau.
Mendengar ucapan bik Surti yang mengatakan jika sekarang di bawah sedang ada teman-teman nya akhirnya Rissa pun bergegas berganti pakaian dan langsung turun ke bawah untuk menemui mereka.
"Ya ampun Rissa lo gapapa kan?" cemas Nara.
"Eumm gue gapapa kok kalian gausah khawatir gitu hehe." balas Rissa sambil terkekeh pelan.
"Syukur deh kalo gitu tapi lo kenapa tadi bolos? Terus juga ga bilang-bilang sama kita!?" tanya Naya dengan tatapan mengintimidasi.
"Hehe gue tadi ga enak badan jadi gue ijin pulang deh." bohong Rissa.
"Kamu bolos bukan karena... Eum masalah yang di kantin itu kan?" tanya Nara ragu.
Degg...
Mendengar pertanyaan Nara tersebut membuat tubuh Rissa terdiam kaku dan mencoba mencari cara agar mereka semua tidak curiga dengan alasan dirinya bolos karena masalah kejadian di kantin tadi. Walaupun memang benar itu faktanya tapi Rissa tidak mau membuat para sahabatnya khawatir kepada dirinya.
__ADS_1
"Mana ada kayak gitu hehe... Ya tadi gue bolos karena gue ga enak badan aja Narr." gugup Rissa.
"Beneran?" tanya Naya memastikan.
"Iya lahh kalo kalian ga percaya tanya bik Surti aja." suruh Rissa.
"Ehh ehh iya dehh iyaa kita percaya kok hehe." cengir Nara.
"Syukurlah... " batin Rissa lega.
Setelah itu mereka pun mulai mengobrol seperti biasa nya di saat mereka sedang berkumpul. Ya apalagi kalo bukan ghibah hehhe... Hingga menjelang sore para sahabat Rissa akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing karena takut di cariin oleh kedua orangtua mereka. Kenapa mereka takut di cariin oleh kedua orangtua mereka? Di karenakan sebelum nya mereka tidak sempat untuk meminta ijin kepada mereka untuk menjenguk sahabat nya yaitu Rissa hingga akhirnya mereka pun takut membuat orangtua nya khawatir dengan keberadaan anak nya. Lagipula sekarang pun sudah menjelang sore dan tidak baik jika harus berlama-lama bertamu di rumah orang walaupun itu adalah rumah kerabat dekat kalian.
"Ball lo kenapa gabisa ngehargai Rissa sedikit pun sihh? Walaupun mungkin cara dia salah buat ngedeketin lo apalagi kalian beda agama tapi seharusnya lo ngehargai pemberian dia bukan malah kayak tadi. Gue bener-bener kecewa Ball!!" ucap seorang gadis kepada Iqbal.
" Lo tau sendiri kan kalo gue gasuka di deketin sama perempuan lain selain elu karena gue mau jaga batasan gue sama perempuan. Dan juga gue gamau membuat Rissa makin berharap sama gue karena mau sampai kapanpun walaupun gue sama dia saling cinta tetep aja gue sama dia ga bisa bersama." jawab Iqbal kepada gadis tersebut.
"Tapi gada salah nya dong kalo lo ngehargai pemberian yang dia kasih dengan cara jangan memberikan pemberian nya lagi kepada orang lain karena itu bikin Rissa sakit hati dan kecewa sama lo. Oh mungkin bukan hanya Rissa aja yang seperti itu tapi semua orang juga akan sama kalo di perlakukan seperti itu. " jelas gadis tersebut marah lalu meninggalkan Iqbal seorang diri.
Siapakah gadis yang mengobrol dengan Iqbal tersebut? Apakah sahabat Rissa atau yang lain?
Ikuti saja cerita ini hehe....
Bersambung....
Salam hangat,
Anaa29❤️
__ADS_1