Kita Berbeda

Kita Berbeda
Ini tentang Adib Dek


__ADS_3

“Meida ...” Panggil seseorang memegang tangan kanan meida.


Meida membalikan badannya, guna melihat siapa yang berani memegang tangan kanan nya itu.


“Abang...” ucap meida kaget, menatap lelaki yang berada di depan nya. Mata lelaki itu sendu menatap kearah meida.


Sedangkan melvin dan dion di buat kaget dengan kehadiran lelaki itu. Mereka bertanya-tanya siapa lelaki yang berani memegang tangan meida dan menatap dalam mata nya?


Siapa lelaki itu, terang-terangan mendekati meida di depan ku. gerutu melvin dalam hati.


“Bang zidan ....” Meida menyebut nama lelaki itu dengan mata membulat pertanda kaget.


“Akhirnya abang menemukan mu dek.” Ucap zidan dengan mata berkaca-kaca.


“Siapa dia meida?” Tanya melvin dengan wajah tak suka menatap tajam kearah zidan.


“Ini bang zidan Tuan, keluarga saya dari Bandung.” Jawab meida dengan senyum hangat kearah zidan.


“Meida boleh abang bicara sebentar dengan mu, ada yang ingin abang sampaikan.” Ucap zidan dengan pandangan sendu kearah meida.


Dengan wajah memohon meida melirik kearah melvin, meminta persetujuan agar melvin menyetujui permintaannya, untuk berbicara dengan zidan.


“Pak boleh saya pinjam meida nya sebentar?” Zidan memandang melvin dengan wajah memohon.


“Ada keperluan apa anda dengan bawahan saya?” Melvin malah membalas dengan sebuah pertanyaan dengan nada suara yang ketus.


“Ada yang harus saya sampaikan pak.”


“Anda bisa menyampaikan nya di depan saya. Saya atasan meida.” Jawaban melvin yang mendapat pelototan meida.


Tuan muda, mulai mengatur-ngatur hidup orang. Kesal Dion dengan tingkah melvin, yang ingin mencampuri urusan orang.


“Mohon maaf pak, ini masalah personal.” Zidan menatap lembut kearah meida.


Melvin memperhatikan zidan yang menatap kearah meida.


“Anda ...” Tunjuk melvin kearah zidan


“Yuk bang, kita ke taman belakang aja!" Ucap meida memotong perkataan melvin. Meninggalkan melvin yang sedang menunjuk kearah zidan.


“Meida, gak sopan kamu memotong ucapan saya! Berhenti atau saya potong gaji kamu!” Ancam melvin dengan kesal karena meida berani meninggalkan nya.


“Dion lihat!!! Wanita batu itu mengabaikan saya.” Ucap kesal melvin sambil menendang pintu lift yang tertutup.


Kenapa tuan uring-uringan! Padahal gak ada yang salah?


“Siapa lelaki itu, apa mereka mempunyai hubungan istimewa?”


“Bisa jadi Tuan, mungkin itu pacarnya meida," ucap dion mengompori melvin.


“Dion kamu menertawakan saya?”  Delik tajam melvin kearah dion yang sedang mengembungkan pipinya.


“Sama sekali tidak tuan.”


“Saya potong gaji kamu bulan ini!”


-


“Meida gimana kabar mu? Kamu betah tinggal disini dek?” Tanya zidan mengawali pembicaraan.


Mereka duduk di taman kantor perpajakan tersebut. Kebetulan sedang jam kantor, jadi tidak ada orang yang berkunjung kesana, kecuali petugas kebersihan.


“Alhamdulliah bang, meida sehat. Keluarga di kampung sehat bang? Betah gak betah meida harus betah tinggal disini bang.” Jawab meida sambil memainkan kancing di blazer nya.


Zidan termenung cukup lama, ia menatap meida dalam lalu menatap bunga yang ada di depannya.


“Kamu sudah menemukan keluarga mu dek?” Tanya zidan mengalihkan pembicaraan.


“Belum bang, meida sudah ikhlas. Meida akan bersyukur sekali, jika Allah mempertemukan meida dengan keluarga meida. Jika pun tidak, meida sudah ikhlas dan pasrah bang. Meida hanya mengikuti arus takdir yang Allah gariskan untuk meida," ucap meida dengan senyum manis sambil menatap  awan.

__ADS_1


“Abang kok ada disini?” Dengan menarik napas zidan menjelaskan alasan keberadaan nya kepada meida.


“Sebenarnya ... abang ada Tugas dinas selama 2 minggu di kantor perpajakan ini dek, sekalian abang nyari kamu. Alhamdulillah Qadarullah, di hari terakhir abang tugas disini abang menemukan mu dek. Padahal abang sudah pasrah, pulang dengan tangan kosong.” Terang zidan dengan mata yang menerawang, ia terlihat seperti seseorang yang sedang menanggung beban. Lalu zidan menatap kearah meida.


“Kenapa kontak mu tidak aktif dek? Kamu susah dihubungi. Kami di kampung sangat mengkhawatirkan mu, kami takut terjadi apa-apa sama kamu dek. Ibu, bi ina, adib dan ayah setiap hari mencoba menghubungi mu. Tapi sayang, sampai sekarang tak pernah terhubung ke ponsel mu. Padahal itu sangat mendesak sekali dek," ujar zidan dengan tatapan sendu menundukan kepalanya.


“Maaf, bukannya meida menghindari kalian. Tiga hari setelah meida tiba disini, ponsel meida rusak bang, sim card nya hilang. Kebetulan waktu itu uang meida pas-pasan, meida tak ada uang untuk memperbaikinya. Maafin meida yah bang, buat kalian khawatir,” ucap meida dengan suara bergetar menahan tangis. Dalam hatinya ia merasa bersalah, karena ponselnya rusak, ia tidak bisa memberi kabar kepada orang tersayang nya di kampung.


“Meida sejujurnya melihat mu disamping abang, perasaan abang kacau. Antara sedih dan senang. Abang ingin menangis, menangis bahagia karena telah menemukan mu, sehingga amanah yang dipikul abang berkurang. 13 hari pencarian abang untuk menemukan keberadaan mu dek, tapi sayang di hari yang 14 ini, disaat abang sudah menemukan mu, abang harus pulang ke kampung halaman kita di Bandung.” Terang zidan dengan tersenyum kecut, air mata lolos dipipinya.


“Cepat sekali abang pergi, padahal kita baru saja ketemu. Jadwal penerbangan abang jam berapa?” Tanya meida dengan wajah sendu. Ia bahagia bertemu zidan, sosok lelaki baik yang memberikan cinta yang begitu besar padanya. Walaupun tak mendapat balasan darinya.


“Jam 19:00 jadwal keberangkatan abang dek.”


“Yahh, meida gak bisa nganterin abang ke bandara kalau berangkat jam segitu.” Ucap meida dengan perasaan bersalah.


“Gak papa dek. Dek abang mau menyampaikan sesuatu.” Ujar zidan menatap meida dengan mata berkaca-kaca


“Ada apa bang?” Meida di buat bingung dengan tatapan mata zidan.


“Abang bingung mau mulai nya dari mana.” Zidan menundukkan wajahnya, sesekali mengusap air mata dipipinya.


“Katakan perlahan-lahan bang.” Perasaan meida dibuat serba salah dengan tingkah zidan.


“Ini tentang adib dek.” Akhirnya zidan memberanikan diri, menatap tajam sorot mata kecoklatan milik meida.


“Ada apa dengan kak adib bang? Apa dia baik-baik saja?” Tanya meida memandang wajah zidan dengan bingung.


Bukannya zidan menjawab pertanyaan meida, ia malah menangis dengan tangan menangkup wajahnya.


“Adib sudah pergi dek...” ucap zidan mendongkak kan kepalanya menatap meida.


“Kak adib pergi kemana kak?” Tanya meida dengan mata berkabut


“Adib sudah pergi meninggalkan kita 3 minggu yang lalu.” Ucap zidan dengan air mata bercucuran di pipinya.


“Abang jangan bohong? Kak adib gak mungkin meninggal secepat ini bang?” Tanya meida penuh penekanan menatap tajam sorot mata zidan.


“Gak mungkin bang, gak mungkin kak adib pergi.” Tubuh meida merosot ke tanah, tubuhnya bersimpuh di tanah.


Kak adib ... Kak adib ... jangan tinggalin meida. Meida janji akan pulang ke kampung setelah menemukan keluarga meida.


Kak Adib bohong! Kak adib pendusta! Kak adib Janji akan menyabut meida ketika meida pulang nanti, tapi ini apa?? Kak adib mengingkarinya. Kak Adib malah pergi... tanpa menunggu meida.


Ucap pilu meida menutup wajah dengan tangannya.


“Sabar meida, kami juga merasa kehilangan adib. Dia sudah tenang disisi Allah SWT. Kamu jangan seperti ini, kasihan adib dek.” Zidan menangis bersimpuh di hadapan meida.


“A-apa pe-penyebab kak adib meninggal bang?” Tanya meida dengan suara terbata-bata.


“1 bulan lalu adib kecelakaan, dalam perjalanan kesini, untuk mencari mu dek. Kami khawatir karena tak mendapatkan kabar mu sama sekali. Dengan doa restu kami, akhirnya adib memutuskan pergi kesini melalui jalan darat, mengendarai kendaraan sendiri. Mungkin sudah suratan takdir dari yang maha kuasa, di tol trans jawa ia mengalami kecelakaan parah hingga pendarahan diotaknya. Selama 3 hari ia koma. Selama ia koma, ia selalu menyebut nama mu meida. Adib sangat dalam mencintai mu dek, melebihi rasa cinta yang abang miliki untuk mu. Abang malu, adib mencintai mu begitu besar melebihi perasaan yang abang punya.” Zidan tak mampu melanjutkan perkataannya karena tercekat di tenggorokan nya.


“Setelah sadar adib selalu menanyakan keberadaan mu dek, ia mengkhawatirkan mu, ia menunggu kedatangan mu dek. Ia menunggu mu tapi sayang kontak mu belum bisa dihubungi dek. Dia menanti mu sampai akhir hayatnya.. Sampai Allah memanggil Keharibaan-nya.” Air mata bercucuran di pipi zidan, ia merasa sangat kehilangan adib. Hubungan mereka cukup dekat, setelah kepergian meida ke Surabaya.


“Kak Adib!!! Maafkan meida kak!! Maafkan meida kak!! Kak Adib rela bertaruh nyawa demi mencari keberadaan meida!! Kak adib rela berkorban nyawa demi meida!! Kejam sekali meida yang membuat kak adib menunggu!! Kak adib meida mohon kembali lah!! Meida sangat menyayangi mu kak!!” Teriak pilu meida sambil memukul-mukul dadanya yang sesak.


Yaa Allah kenapa kau ambil kak adib secepat ini?? Kenapa Yaa Allah??... Kenapa tak kau ambil nyawa ku saja Yaa Allah ... Aku tak punya siapa-siapa disini, kenapa harus kak adib Yaa Allah. Kak adib maafkan meida, dulu meida tak bisa membalas cinta kak adib. Dulu, terlalu banyak hal yang meida takut kan kak.


Kak kembali lah meida mohon. Jerit batin meida sambil membayangkan kebersamaan nya dulu dengan adib.


“Sudah meida, jangan seperti ini ... Adib pasti sedih melihat mu seperti ini. Ayoolah jangan seperti ini. Abang memberi tahu mu bukan untuk membuat mu sedih, tapi untuk mengikhlaskan kepergian nya dek.” Zidan memegang bahu meida untuk menatap nya. Ia terluka melihat keadaan meida seperti ini.


Bayangan adib berputar-putar di kepala meida, ia selalu ada di samping meida ketika gadis itu terluka.


ini bukan soal menemukan dirimu sendiri, tapi hidup itu membuat  dirimu sendiri. Hidup adalah serangkaian perubahan yang alami dan spontan. Jangan tolak mereka karena itu hanya membuat penyesalan dan duka. Biarkan realita menjadi realita. Biarkan sesuatu mengalir dengan alami ke manapun mereka suka. Yah.. karena hidup ini perjuangan, jika kamu lelah maka berhentilah.


Nasihat adib terngiang-ngiang dalam pikiran meida, hingga tangis meida semakin kencang.


 

__ADS_1


Janganlah menyalah takdir, mungkin tuhan ingin menjadikanmu wanita kuat, wanita yang pandai bersyukur, wanita yang pasrah pada ketentuan takdir.


 


Nda.. dengerin kakak. Tak ada perjuangan yang dilakukan tanpa rasa sakit, namun kamu harus percaya bahwa rasa sakit itu hanya sesaat saja dan akan diganti dengan kebahagiaan. Percayalah... Kebahagiaan pasti akan datang, mungkin tuhan sedang mempersiapkan kejutan yang indah untukmu.


 


Meida semakin terisak mengingat nasihat adib yang menguatkannya ketika ia pasrah menghadapi takdir kejamnya kehidupan. Ketika meida terluka, adib selalu setia memberikan bahu bidangnya menjadi sandaran meida.


Kak adib, siapa yang akan memberikan bahu sandaran ketika aku menangis?


Kak adib ... Kak adib lelaki luar biasa yang hadir di hidup meida.


Kak adib selalu ada di samping meida disaat keadaan suka maupun duka.


Kak adib selalu menjadi perisai pelindung meida, ketika keadaan genting sekali pun.


Kak adib ... harapan meida, semoga kelak kita bisa bertemu lagi di surga Allah SWT.


Yaa Allah ... Kak adib orang baik.


Jagalah ia seperti ia menjaga ku dulu ..


Cintailah ia dengan sebaik-baiknya cinta..


Yaa Allah ... Lindungi ia dengan sebaik-baiknya perlindungan mu.


Yaa Allah, aku tak tahu perasaan ini apa? Yang jelas aku sangat menyayanginya...


Lirih pilu meida, menyayat hati siapa saja yang mendengar nya. Zidan dibuat tergugu dengan ucapan pilu meida.


  


Yaa Rabbi Yaa Tuhan ku, Engkau yang maha tahu Yaa Allah ...


Engkau yang telah memilihkan jalan mana yang harus ku tempuh ...


Hanya Engkau yang tak pernah membiarkan diri ku sendirian menempuh ...


Engkau lah juga yang menanamkan cinta dalam hati ini ...


Engkau selalu menjaga cinta ini, sebagai mana kau menjaga jiwa ini ...


Tak ada seutas tali pun tempat ku bergantung, melainkan tali mu Yaa Allah...


Tak ada satu pun pintu yang ku ketuk, selain pintu mu.


Yaa Rabbi .. Yaa Tuhan ku yang maha pengasih dan penyayang.


Kuserahkan cinta dan jiwa ini pada mu Yaa Allah..


 


Do'a pilu meida memandang langit, dengan penuh kepasrahan.


-


-


Bersimbing


Pasti sedih banget, di tinggal seseorang yang selalu stay di samping kita, dalam keadaan seburuk apa pun😥 Apalagi waktu meninggal nya kita gak tahu 😥


So, hargai kehadiran seseorang ☝️


"Bersyukurlah atas semua hal yang dimiliki sekarang, karena kamu tidak pernah tahu kapan akan kehilangannya."


Kuyy lah like, vote, comment, sama hadiahnya.🤗

__ADS_1


Peluk sayang buat reader yang masih stay di cerita ini♥️


Hatur nuhun


__ADS_2