Kita Berbeda

Kita Berbeda
Apa Dia Ayahku?


__ADS_3

“Saya hanya menyambutnya mi. Kasian kan? Tapi malam ini dress yang kau kenakan sangat memukau, kau punya target baru? Keluarga kaya mana lagi yang kau poroti?” Meida mengepalkan tangannya. Harga dirinya merasa di injak-injak oleh gilbert di hadapan banyak orang. Meida menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada disekitarnya, mereka memandang meida dengan wajah menghina dan merendahkan.


Bi ina mengusap dadanya pelan.


Jahat sekali ucapan ayah mu meida. Dia tak segan-segan mempermalukan mu di depan banyak orang. Malang sekali nasib mu Nak. Ternyata sikapnya sangat jauh berbeda dengan Abi mu dalam memperlakukan mu, walaupun kamu bukan darah daging nya. Batin bi ina dengan mengusap ujung matanya. Melisa, Jonathan, Johan, Biru, dan Dian mengepalkan tangannya menahan amarah. Tangan Jonathan mengepal dengan bergetar, matanya memerah mendengar cici nya di hina dengan keji oleh daddy-nya sendiri. Johan menatap Gilbert dengan sorot mata yang menikam. Ia sudah tak menikmati acara itu lagi, hatinya sangat sakit ketika keponakannya di hina di depan orang banyak oleh ayahnya sendiri.


“Berhenti menghina orang lain! Atau saya pastikan kau akan menyesal Gilbert!” Ancam johan menatap gilbert dengan mata penuh benci. Meida hanya terdiam dengan dada yang bergemuruh.


“Saya tidak ada urusan dengan mu! Saya hanya berkata pada wanita miskin itu!” Tunjuk gilbert dengan wajah meremehkan kearah meida. Meida sangat benci dengan tatapan itu, tatapan merendahkan yang mengingatkannya pada masa-masa kelam ketika masih tinggal di Bandung.


“Berhenti merendahkan harga diri saya! Karena anda tidak tahu hidup saya seperti apa! Jika anda tahu, anda boleh menghakimi saya sesuka anda! Belajar untuk mengintropeksi diri!” ucap meida dengan suara bergetar menahan tangis. Ia tak ingin menangis di hadapan gilbert, jika ia menangis, gilbert akan semakin merendahkannya.


“Saya tidak merendahkan harga dirimu! Jika kau marah, berarti kau merasa! Wajah mu emang lugu, tapi tak tahu kan dalamnya seperti apa? Bisa jadi kau simpanan lelaki berperut buncit? Wanita seperti mu biasa nya rela mengorbankan apa saja hanya demi uang!” Kekeh Gilbert mengejek kearah meida tanpa melihat wajahnya. Ia mengambil dompet dari kantong jasnya, lalu mengeluarkan beberapa kartu debit.


“Incaran kamu ini kan?” Gilbert mengacung-ngacungkan 3 kartu debit kearah meida dengan jumawanya. Ia tak sadar, secara tidak langsung ia telah mencederai harga diri anaknya sendiri.


“Jaga ucapan mu! Saya peringatkan! Saya bersumpah, kau akan menyesal dengan ucapan yang sudah terlontar dari mulut mu barusan!” Teriak Johan dengan jakun naik turun.


Untung pertikaian mereka tak disaksikan oleh banyak orang, hanya beberapa orang yang berada di sekitar meja mereka yang menyaksikan tanpa ikut campur. Karena pesta di ruang itu telah di mulai. Banyak tamu undangan yang berjalan ke stand makanan tanpa memperhatikan pertikaian mereka.


“Sesama orang miskin emang harus gitu! Harus saling membela!” Gilbert tertawa dengan merapikan jasnya. Di bangku itu tinggal Gilbert dan Grace berdua, karena zaina pergi ke toilet untuk merapikan penampilannya.


“Anda sok tahu tuan! Tahu apa anda dengan hidup saya? Saya memang orang miskin, tapi saya tidak seperti itu! Saya menjunjung tinggi harga diri saya! Apa gunanya hidup anda tuan, jika hanya digunakan untuk memandang rendah orang lain! Hati anda picik sekali! Hati anda terlalu kotor! Bersihkan hati anda agar tak memiliki penyakit hati!” Mendengar ucapan meida, bukannya introspeksi diri. Gilbert malah meresponnya dengan sebuah tawa sumbang. Dengan maksud agar meida semakin terpancing olehnya.


“Lagian saya bicara fakta. Tapi saya sangat bersyukur malam ini. Biasanya bertemu dengan mu, saya selalu tertimpa banyak kesialan! Yah, setiap berdekatan dengan mu pasti saja kesialan demi kesialan datang menghampiri saya. Tapi tidak untuk malam ini, pakaian itu membungkus kesialan mu, hingga tak mencemari saya. Tapi saya sarankan jangan memakai pakaian tu, muka mu tidak cocok sama sekali! Seberapapun usaha mu menjadi orang kaya, kamu tetap terlihat kampungan!” Meida menundukkan wajahnya menangis, hatinya sakit mendengar hinaan itu. Melihat tubuh meida bergetar, jonathan langsung berdiri dan memeluk cicinya. Wajah cicinya ia sembunyikan di dadanya. Ia menatap tajam kearah Daddy dan Oma-nya.


“Puas kalian menghina wanita yang tak bersalah! Puas kalian hah!” Teriak murka jonathan dengan air mata yang menetes di pipinya. Ia merasakan sakit seperti apa yang dirasakan cici nya. Bi ina dengan setia mengelus pundak meida yang sedang menangis tergugu di dada jonathan. Meida memeluk erat jonathan, agar jonathan tak melepaskan pelukannya.


“Lihatlah anakmu! Rupanya jadi pahlawan kesiangan! Pasukannya banyak hahaha.” Tawa grace menunjuk kearah jonathan yang sedang di tenangkan oleh dian.

__ADS_1


“Teruslah tertawa. Karena suatu saat nanti, tawa itu akan berubah menjadi tangisan!” ucap dingin johan yang sedang di peluk oleh anaknya..


“Sudah ... sudah ... jangan kau layani orang miskin seperti dia! Yang bisanya cuman begini! Pengen kaya dengan cara instan! Kayak yang gak tahu aja!” Johan terkekeh mendengar ucapan grace. Sehingga grace menatapnya tajam.


“Tidak jauh seperti mu mak lampir!” Sinis johan membalas tatapan tajam grace. Grace mengalihkan pandangannya dengan merapikan sanggul yang bertengger di kepalanya.


“Saya lahir dari keluarga kaya! Emangnya ibu mu! Nikah mau sama orang kaya, tapi tak sadar diri dengan status nya. Mimpinya pengen hidup jadi nyonya, tapi sayangnya gak kesampaian.” Kekeh grace sambil menutup mulutnya menggunakan tangan. Tanda ia sedang mengejek johan. Urat wajah johan bermunculan, ia paling marah jika ada orang yang menghina ibunya yang telah tiada.


“Jangan sebut nama ibu saya dengan mulut kotormu! Apa perlu saya membongkar semua kejahatan kalian disini! Agar mereka mengetahui semuanya! Mumpung banyak pembisnis yang menghadiri acara ini! Bukannya kalian takut miskin! Seharusnya kehancuran keluarga kalian menjadi pelajaran! Bukan malah semakin menjadi seperti ini!” Gilbert dan Grace terkejut dengan ancaman johan. Mereka terdiam untuk menguasai diri mereka masing-masing. Menguasai keadaan yang mulai memojokkan mereka.


“Jika kau berbuat seperti itu, saya pastikan hidup mu menyesal! Ingat, keluarga mu berada dalam genggaman saya! Saya tahu anak mu! Bukankah sekarang dia sedang di rumah di temani pembantu mu. Asal kau tahu, selama ini hidup kalian dalam pengawasan saya!” Ancam grace dengan melipat kedua tangannya. Johan mengepalkan tangannya.


“Jangan sekali-kali pun kau mengganggu keluarga saya! Belum cukup ibu saya menjadi korban keegoisan keluarga kalian! Belum cukup hah!” Teriak johan dengan mata melotot. Tapi sayang, suara nya tersamarkan oleh musik yang sedang di putar. Alunan musik dansa menggema di ruangan itu.


“Cukuppp!!! Berhenti berbuat jahat! Apa kalian belum puas! Apa kalian tidak takut kejahatan itu berbalik pada kalian! Sadarlah! perbuatan yang kalian lakukan itu salah! Kalian seperti tidak akan mati saja! Seharusnya kalian merenungi dosa-dosa kalian! Bukan seperti ini!” Teriak jonathan menangis dengan menunjuk-nunjuk wajah kedua orang yang di depannya.


“Jonathann mau daddy minta maaf kepada cici meidaa!!!” Teriak jonathan dengan air mata bercucuran. Bi ina, melisa, dian, biru dan johan terkejut dengan ucapan jonathan. Ia tak menyangka jonathan berani mengucapkan kata terlarang itu. Meida mengangkat kepalanya pelan, lalu mendongkakan wajah nya pada jonathan dengan wajah menuntut jawaban. Meida kembali meneteskan air matanya, ketika melihat wajah jonathan yang pasrah dengan bercucuran air mata. Meida menangis tergugu di dada jonathan. Otaknya mulai berputar, jika itu daddy nya jonathan, berarti lelaki paruh baya yang telah menghinanya itu adalah ayahnya.


“Untuk apa Daddy minta maaf! Daddy tak punya salah!” Tegas Gilbert dengan melipat kedua tangannya.


Meida berusaha berdiri dari posisinya. Ia memandang kearah jonathan, johan, dan dian secara bergantian.


“Jo ... apa yang kau ucapkan benar? Om, tante. Apa yang diucapkan jonathan benar?” Meida berjalan kearah johan dan dian. Lalu ia berjongkok di samping kursi roda johan.


“Om apa ini benar?” Tanya meida tergugu di samping johan. Ia menundukkan wajahnya, ketika Johan menganggukkan kepalanya pelan. Pertanda apa yang diucapkan jonathan adalah benar, bahwa lelaki paruh baya yang menghinanya adalah ayahnya. Meida menyenderkan kepalanya ke kursi johan dengan wajah nelangsa.


Ya Allah, apa dia orang tuaku? Apa lelaki jahat itu adalah ayah ku? Ya Allah, aku tidak bisa menerimanya sebagai ayah ku! Hinaannya sangat menyakiti hati ku! Lirih meida menatap Gilbert diantara air matanya. Jonathan kembali berjalan kearah meida, ia membantu cicinya untuk berdiri.


“Minta maaf sekarang! Kau harus minta maaf padanya! Jika tidak, kau akan menyesal! Kau sangat bersalah karena telah menghinanyaa! Bagaimana jika wanita ini adalah jaslin anak perempuan mu yang hilang dulu hah!” Murka jonathan kembali menunjuk-nunjuk wajah Gilbert. Rasa hormat terhadap orang tuanya telah hilang, seiring dengan sikap jumawa daddy nya yang berani menghina orang lain.

__ADS_1


“Sikap mu semakin kesini semakin kurang ajar! Dasar anak tak tahu diri! Asal kau tahu! Wanita ini bukan jaslin! Apa sekarang gadis ini mengaku-ngaku jadi kakak mu yang hilang itu? Mengaku-ngaku Jadi Jaslin? Jangan percaya! Itu trik orang miskin untuk menguasai harta keluarga kita! Kau jangan terperdaya dengan orang yang baru kau kenal! Bisa saja wanita ini menjadi malapetaka untuk keluarga kita!” Melisa langsung menggeprak meja keras. Ia berjalan kearah meja yang Grace dan Gilbert tempati. Ia menggeser kursi yang ada di meja itu, dan berhadapan langsung dengan gilbert yang hanya terhalang meja.


“Berhentilah bersikap pongah! Karena hidup ini pasti ada karmanya! Mungkin sekarang kalian bahagia karena merendahkan dan menghina orang lain, merasa berkuasa terhadap harta yang Tuhan titipkan. Bisa saja besok atau lusa keadaan itu berbanding terbalik kepada kalian. Apa yang patut kalian sombong kan? Malulah terhadap Tuhan! Karena di dunia ini banyak orang yang lebih kaya dari kalian, dan sikap mereka tidak semena-mena seperti ini! Attitude kalian sangat minim. Kalian perlu sekolah ulang!” Sinis melisa sambil menunjuk kearah Grace dan Gilbert secara bergantian. Wajah gilbert dan grace memerah.


“Punya kuasa apa kau berani bicara itu pada saya! Asal kau tahu, saya bisa menghancurkan mu hanya dalam sekali sentilan.” Melisa malah tertawa mendengar ucapan gilbert, dengan santai ia melipat tangannya.


“Silahkan jika anda ingin menghancurkan saya! Saya tunggu!” ucap Melisa dengan wajah mengejek kearah gilbert. Ia menepuk-nepuk tangannya lalu meniupkan kearah Grace dan Gilbert.


“Kau berani menantang saya? Saya pastikan kau akan menyesal!” Johan berdiri dari posisi duduknya dengan tolak pinggang.


“Well ... saya tunggu! Silahkan hancurkan saya! Sebelum anda menghancurkan saya, saya lebih dulu menghancurkan anda!” Kekeh melisa dengan menompang tangan di meja.


“Saya Melisa Nagara! Putri dari Pembisnis ternama Shinwa Nagara! Orang terkaya nomor 1 di Negeri ini. Bukankah anda yang mengajukan proyek seharga 5 Triliun kepada perusahaan saya?” Gilbert dan Grace langsung melototkan matanya kaget. Ia tak menyangka dengan apa yang diucapkan gadis yang berdiri di depannya. Semua orang yang duduk di meja itu tak kalah kaget dengan ucapan melisa.


“Anda mungkin not believe it! But, realitanya seperti itu! Apa yang harus saya pertimbangkan setelah melihat sikap anda yang seperti ini!” Kekeh meida sambil mengangkat kedua tangannya.


“Tunggu surat dari Mr. Simon! Saya memutuskan untuk membatalkan proyek ini! Banyak orang yang lebih berkompeten dari pada anda. Yang terpenting orangnya yang memiliki good attitude!” Melisa membalikkan tubuhnya. Meninggalkan meja gilbert dengan tersenyum puas. Ia bisa mengskak mati kesombongan keluarga Atmadja.


“Ko, pelan-pelan jangan lari-lari! Tenang mereka ada disana!” Teriak seorang lelaki muda mengejar seseorang yang berlari menabrak segala sesuatu yang berada di depannya. Suara keras lelaki itu menjadi pusat perhatian orang yang berada di ruangan itu.


-


-


Otor nonton bola dulu yah♥️ Nanti tak lanjut lagi setelah nonton bola😁 Butuh☕ untuk menemani begadang otor malam ini♥️


Jangan lupa like, vote, komen, sama hadiahnya 🤗♥️♥️♥️


Love sagede gunung buat reader yang masih setia di novel receh ini🤗♥️

__ADS_1


__ADS_2