Kita Berbeda

Kita Berbeda
Pengawal


__ADS_3

“Ehh ... ada Pak Andrew. Maaf saya tak menyadari kehadiran bapak. Ada perlu apa bapak ke ruang saya?” Tanya melvin kearah pak andrew, ia tak menyadari kehadiran meida yang bersembunyi dibelakang tubuh pak andrew.


“Gini pak, saya mengantar karyawan baru ke ruangan bapak, untuk menjadi Asisten Sekretaris Pak Dion?” Ucap pak andrew sambil tersenyum melihat ekspresi kaget atasannya.


“Karyawan baru? Ruangan saya? Assisten sekretaris? Maksudnya gimana? Perasaan saya gak minta Assisten Sekretaris deh!” Tanya melvin dengan wajah bingung. Lalu melvin menatap tajam kearah dion. Ia berpikir dion lah dalangnya.


“Dion! kenapa kamu gak konfirmasi dulu sama saya kalau butuh assisten? Main ambil  keputusan aja, tanpa bicara dulu ke saya!” Delik melvin ke arah dion.


Kenapa mereka jadi perang? Kejutan macam apa ini? Biasanya kejutan bikin orang bahagia, terkejut, sedih. Ini kebalikannya. Apa yang direncanakan bu melisa? Tapi gak papa lah, itung-itung hiburan liat mereka bertikai. Batin pak andrew sambil memandang kearah mereka berdua.


“Saya gak tahu pak, sumpah! Saya juga aneh, perasaan saya gak minta Assisten deh. Jangan-jangan dia penyelundup!” Jawab dion menatap melvin sambil menunjuk seseorang di belakang pak andrew. Ucapan konyol dion membuat melvin melotot kearahnya, sedangkan pak andrew hanya geleng-geleng kepala.


Kenapa pak dion jadi bodoh gini? Perasaan dia lulusan universitas ternama. Apakah jadi sekretaris bisa bikin orang bodoh? Tanya pak andrew dalam hati.


“Kalau penyelundup kenapa lewat Pak Andrew bodoh! Dia bisa diam-diam datang kesini tanpa sepengetahuan kita!” Sungut melvin kearah dion, ia ingin menjitak kepala dion.


Akibat dapat pelototan dari melvin, sontak langsung menjernihkan pikiran dion dari keterkejutan.


“Pak Andrew tolong jelaskan! Kenapa membawa karyawan baru tanpa persetujuan kami?” Tanya Dion menatap dingin kearah pak andrew.


Meida makin mepet bersembunyi dibelakang pak andrew. Ia mengikuti kemana bahu pak andrew bergerak, saking keberadaan nya tidak ingin diketahui oleh melvin.


“Ini atas perintah bu melisa pak, dan sudah di setujui oleh Tuan Besar.” Terang pak andrew santai, melihat kedua orang didepannya yang bengong setelah mendengar perkataannya.


“Whattt?? Melisa??” Jerit melvin keras, menggema di ruangan itu. Sontak dion dan pak andrew menutup telinga mereka masing-masing, agar tidak terkontaminasi oleh suara cempreng melvin.


Apa hubungan lelaki rese itu dengan mbak melisa? Apa mereka pacaran? Bagaimana nasib ku setelah ini? Aku harus pura-pura patuh, biar selamat. Masa baru pertama kerja langsung di pecat, gak lucu kan? Tanya meida dalam hati, sambil menoyor kepalanya sendiri.


Apa jangan-jangan ini kejutan dari melisa? Ohh noo ... Melisa bertingkah seenaknya. Bagaimana kalau karyawan ini adalah mata-mata dari perusahaan lain. Anak itu benar-benar harus di kasih pelajaran! Kesal melvin dalam hati


“Iya pak, mohon berlapang dada. Terima saja keputusan bu melisa. Ini kejutan kan?” Cengir pak andrew, yang melihat wajah frustasi sang CEO.


“Diam pak andrew! Jangan memperkeruh suasana!” Sahut dion kesal, karena pak andrew malah mengompori melvin. Ia yakin, setelah ini ia pasti menjadi bualan kekesalan melvin.


“Silahkan perkenalkan diri mu mbak, kepada Pak Melvin selaku CEO perusahaan ini, dan Pak Dion selaku Sekretaris pak melvin. Dan mulai sekarang mbak bekerja di ruangan ini.” Ucap pak andrew menyuruh meida untuk memperkenalkan diri. Tapi meida masih bersembunyi dibalik punggung pak andrew, ia mengikuti kemana pun bahu pak andrew bergerak.


Meida tak menanggapi ucapan pak andrew, ia malah melamun memikirkan ucapan pak andrew.


Ternyata lelaki rese itu bernama melvin, dan parahnya dia CEO disini. Mau taruh dimana muka ku? Mana hobi ku mengumpatnya lagi. Perasaan ku sekarang campur aduk, antara malu dan butuh.


Mati aku! Setelah ini, aku pasti jadi bualan lelaki rese ini. Aku harus bagaimana? Kabur gak mungkin, karena aku sudah resmi kerja disini. Tapi kalau disini, aku takut dia balas dendam, karena aku sering mengumpat nya secara terang-terangan. Meida terima nasibmu, palingan kamu jadi santapan bully penghuni ruangan ini.


Tiga lelaki yang berada di ruangan itu dibuat aneh dengan perilaku meida yang terus bersembunyi dibelakang punggung pak andrew, meida tak berani menunjukkan wajahnya.


“Perkenalkan diri kamu, jika ingin bekerja disini!” Ucap dion dingin, karena karyawan baru ini membuat ia mendapatkan umpatan dari melvin.

__ADS_1


Nambah-nambah tanggung jawab aja! Kesal dion.


Karena tak mendapat sahutan, melvin terpaksa mendekati karyawan baru itu. Melihat melvin mendekat sontak meida menundukan wajahnya.


“Heii saya atasan kamu disini! Tunjukan wajahmu? Emang saya hantu?” ujar melvin sambil memegang bahu meida. Genggaman melvin dibahunya sontak membuat meida panas dingin.


Apa wanita ini buruk rupa, hingga tak berani memperlihatkan wajahnya didepan lelaki tampan seperti ku. Alamat punya beban baru. Ujar melvin dalam hati.


Andai aku tak mengumpatnya kemaren, kejadiannya gak bakalan seperti ini. Yaa Allah tolong aku, mungkin aku harus pasrah saja. Batin meida dengan wajah lesu.


Melvin dibuat kesal, karena meida malah membelakangi nya. Tanpa aba-aba melvin membalikan tubuh meida agar menghadapnya.


Sudah, tak ada cari lain. Aku pasrah saja. Batin meida ketika melvin mengangkat dagu nya.


“Hehehehe” Meida cengengesan menutupi rasa malunya, ketika melvin mengangkat dagunya. Wajah meida merah seperti kepiting rebus.


“Yaasallaammmm!!!” Teriak melvin kaget melepaskan tangannya di dagu meida.


Apa aku terlihat seperti hantu? Padahal aku tidak menyeramkan. Jika ada hantu seperti ku, mungkin aku termasuk kategori imut, pasti banyak fansnya. Pikir meida sambil tersenyum.


Mimpi apa aku semalam? Wanita ini bekerja di ruangan ku! Bisa jadi hari-hari ku kacau, tensi darah ku bisa naik. Harus kah aku memakai baju besi agar terhindar dari amukannya? Tapi itu gak lucu, masa seorang melvin si ganteng kalem harus memakai baju pelindung agar terhindar dari serangan amukan harimau betina. Yang ada kejantananku dipertanyakan! Pikiran melvin melanglang buana dengan fokus menatap meida.


Wanita itu bukan kah yang mengumpat bos kemarin? Kalau dia orangnya aku tidak jadi kesal. Yesss aku punya pendukung baru, punya penyemangat baru. Bisa ku jadikan simpanan hihi. Tawa bahagia dion dalam hati, menatap penuh cinta kearah meida.


“Heii ... Perkenalkan saya Dion Prayudha Sekretaris pak melvin. Nanti kamu jadi assisten saya. Senang bisa bertemu dengan mu, semoga kamu betah kerja disini. Siapa nama mu?” Tanya Dion menyerobot menggeser posisi melvin, ia menyondorkan tangannya kearah meida, ia tak perduli dengan tatapan melvin yang dibuat bengong oleh ulahnya.


Melvin dengan sigap mendekat kearah dion, ia menjabat tangan sekretaris nya dengan tatapan sinis.


“Namanya meida! Kondisikan mata mu, kalau tak ingin saya cokel!”Sinis melvin kearah dion. Dion dibuat gelagapan dengan teguran melvin.


Kenapa lelaki rese ini aneh sekali? Walaupun begitu, dia terlihat baik. Batin meida menatap kearah melvin.


Apa yang Tuan bawel ini lakukan? Memalukan saja! Harga diri ku hancur di depan pak andrew. Omel dion dalam hati.


“Baik pak. Karena tugas saya sudah selesai, saya permisi dulu. Selamat siang pak.” Ucap pak andrew memecahkan ketegangan di ruang itu. Ia meninggalkan ruang CEO menuju ruangannya.


Aku bingung, kejutan macam apa ini? Tanya pak andrew dalam hati


-


“Hallo, melisa apa yang kamu lakukan? Mengambil keputusan tanpa bilang-bilang! Kamu anggap koko ini apa hah?” Tanya melvin di balkon ruangannya, dengan mimik kesal memarahi adiknya.


“Ishh koko heboh amat sih, kayak orang yang habis kena tipu aja! Ngomongnya pelan-pelan gak usah ngegas!"


“Pelan-pelan mata mu! Apa maksud kamu mengirim meida kerja disini? Kamu bisa bikin koko gila melisa!” ucap melvin dengan emosi, sambil memegang erat pagar besi didepan nya.

__ADS_1


Gue takut gila karena mencintai meida, apalagi keyakinan kita berbeda. Gue takut terluka. Apa yang kau pikirkan melvin bodoh!! Jangan sampai kau jatuh hati kepada gadis cerewet dan bar bar itu. Yang ada tulang mu patah, hidup mu tinggal nama, jika sedikit saja menyakiti perasaannya. Batin melvin menoyor kepalanya sendiri


“Jangan gila kok, sayang masih muda, mana masih jomblo lagi. Kejutannya luar biasa, Kan?” Tanya melisa dengan suara tak bersalah di seberang sana.


“Luar biasa kata mu! Kejutan itu bikin orang seneng, bukan bikin orang jantungan!” omel melvin kepada adiknya.


“Lebay amat! Itu jantung koko masih normal! Awas jangan ganggu meida, jangan sampai meida tak nyaman bekerja sama koko. Jika sampai meida resign, aku posting muka koko yang bonyok itu di media sosial!” Ancam melisa sambil mematikan teleponnya.


Dihh dimatiin, ngancam mulu kerjaannya. Pengen ngulek-ngulek mukanya pake sambel, tapi sayang.


-


Meida duduk sendiri di sofa, dengan perasaan serba salah. Rasanya ia ingin menghilang dari ruangan itu. Sementara dion dan melvin bergosip ria di ruangannya yang hanya terhalang sekat.


Melvin sengaja membawa dion ke ruangannya, agar meida tak mendengar obrolan mereka.


“Kira-kira kita kasih kerja apa wanita itu?” Tanya melvin kearah dion sambil memukul-mukul berkas yang dilipat ke kepalanya.


“Untuk sekarang, saya bingung tuan. Saya masih bisa menghandle pekerjaan saya sendiri. Rencana saya sih, nanti saya ajarin dia dulu, setelah dia paham baru saya akan memperkerjakan dia untuk membantu saya. Untuk sekarang saya menunggu persetujuan tuan saja, untuk memerintahnya.” Ucap dion dengan mimik serius menatap melvin.


Good dion, kamu memang paling mengerti saya. Saya tak sabar ingin mengerjai meida, membuat wajahnya kesal. Gumam melvin dalam hati sambil tersenyum.


“Saran saya kamu jangan macam-macam sama wanita itu, dia jago beladiri. Dalam waktu 1 menit dia bisa menanggalkan empat gigi preman. Saya harap kamu jangan dekat-dekat dengan wanita itu, kalau ingin wajahmu aman. Kita cari jalan aman saja sekarang, bukannya saya penakut, tapi untuk kebaikan kita bersama, kita harus berhati-hati dengan nya. Salah satunya kamu harus jaga jarak.” Perintah melvin secara tidak langsung, agar dion tidak mendekati meida.


Ngomong aja saya jangan dekat-dekat dengan meida, gak perlu banyak alasan, Tuan! Sungut dion dalam hati.


“Tuan tau dia bisa beladiri dari mana?” Tanya bingung dion sambil menompang dagu.


“Ehmm ... dari melisa. Dia yang menolong melisa ketika melisa akan di culik.” Ucap melvin sambil mengusap tengkuk lehernya.


Alasan gue gak salah kan? Ucap melvin dalam hati. Dia tidak ingin dion tau asal-muasal wajahnya babak belur.


“Kalau tukang bikin kopi gimana tuan?” Usul dion, cari jalan aman.


“Ide bagus! Tapi, masa jadi tukang bikin kopi doang? Mubazir gaji dion.” ucap melvin sambil menautkan alis.


“Terus pekerjaan apa tuan?” Tanya dion menatap pasrah melvin


“Gimana kalau dia jadi pengawal saya? Eh, maksudnya pengawal kita, di samping tukang bikin kopi. Saya berencana menjadikan dia pengawal pribadi saya, daripada jadi asisten kamu. Lagian untuk pekerjaan, kamu masih bisa menghandle sendiri kan?” Tanya melvin menatap dalam ke arah dion.


“Yaudah, saya ikut tuan saja. Untuk pekerjaan, pasti beres di tangan saya.” Jawab lemas dion, kesempatan untuk mendekati meida semakin kecil.


-


Bersimbing

__ADS_1


Kuyylah like, vote, comment sama hadiahnya.


Hatur nuhun buat para reader yang masih stay di novel receh ini♥️


__ADS_2