
"Bim kamu masuk ke dalam bentar."
Kayla dengan berbisik, kedua tangannya membalik tubuh Bima kemudian mendorongnya masuk ke dalam tanpa menunggu persetujuan lelaki tersebut.
Nampak jelas kebingungan pada raut wajah gadis itu.
"Emangnya siapa yang datang Kay?" pelan Bima dengan tatapan menyelidik saat berada di ruang tempatnya melakukan hal tak senonoh pada Kayla semalam.
Ada sedikit rasa kesal dalam diri Bima karena suara yang terdengar dari balik pintu tersebut adalah suara laki laki. Dalam hati Bima mencoba menebak siapa gerang pemilik suara yang membuat Kayla nampak gugup dan bingung tersebut.
Jangan jangan laki laki itu kekasihnya... tebak Bima, tentu saja hanya di dalam hati saja.
"Duh aman gak ya... Gimana kalau mas Damar nanti curiga terus masuk sampai ke sini." Kayla menggumam bingung. Bahkan pertanyaan Bima tak ia hiraukan.
"Kay..." Bima menangkup bahu Kayla untuk menghadap kepadanya karena gadis itu tidak berhenti menggerakkan tubuhnya kebingungan.
"Siapa sebenarnya yang datang itu, apa dia kekasihmu?" tanya Bima dengan tatapan tajam menusuk.
Kayla tercenung sesaat mendapati kedua mata elang Bima seolah menghujam penuh rasa tidak suka. Belum lagi kedua tangan Bima yang terasa mencengkeram kuat pada kedua bahunya.
Hingga akhirnya kepala Kayla menggeleng perlahan.
"Bukan. Dia anak pemilik kontrakan. Aku takut kalau dia tahu aku bersama dengan lelaki, aku bakal diadukan pada ibunya dan membuatku diusir dari sini." Kayla mengatakan isi hatinya dengan jujur pada Bima. Karena memang itulah yang membuatnya bingung saat ini.
"Oh." Bima mengendurkan kedua tangannya dari bahu Kayla.
__ADS_1
Ternyata bukan kekasihnya, gumam hati Bima lega.
"Keluarlah. Temui dia dulu daripada nanti dia curiga."
"Tapi Bim..." Kayla masih terlihat ragu.
"Apalagi?" Bima dengan nada lembut setengah berbisik penuh perhatian.
"Aku takut dia tadi mendengar suaramu lalu curiga dan menyelidik sampai ke dalam sini." Kayla dengan raut wajah khawatir. Bagaimana tidak khawatir jika yang ditakutkan oleh Kayla benar adanya, Damar curiga dan menemukan Bima di dalam kontrakannya. Maka tamatlah riwayatnya. Kayla pasti akan kesusahan untuk mencari rumah kontrakan yang murah dan dekat dengan lokasi rukonya.
"Sudahlah keluar dulu. Biar gue ngumpet di tempat aman." Bima mendorong bahu Kayla keluar dari ruangan tersebut agar segera menyelesaikan urusannya dengan anak pemilik kontrakan. Bima sudah tidak sabar untuk segera berbicara banyak dengan gadis itu.
Dengan perasaan takut, Kayla akhirnya menuruti Bima. Gadis itu keluar dengan jantung yang berdebar debar karena takut jika keberadaan Bima di dalam kontrakannya diketahui oleh Damar. Meski selama ini anak pemilik kontrakannya itu selalu bersikap baik pada Kayla namun tidak menutup kemungkinan jika Damar akan mengadukan pada ibunya jika menemukan seorang lelaki di dalam rumah kontrakan yang ditempatinya. Bagaimana pun Bima tidak memiliki hubungan saudara dengan Kayla. Dan semua orang di lingkungan tersebut mengetahui status Kayla yang merupakan anak yatim piatu.
Huh...
"Apa yang terjadi Kay?"
Damar berdiri di depan pintu dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir. Wajahnya melongok ke dalam dengan memindai sekeliling ruang tamu rumah kontrakan Kayla.
"Tidak ada apa apa kok kak." Kayla dengan hati hati, takut jika Damar curiga. "Memangnya ada apa ya?"
"Tadi aku dengar kamu berteriak Kay."
Kayla mengerutkan kening, berfikir. Kayla menelan salivanya kelat saat mengingat dirinya memang berteriak mengusir Bima beberapa saat lalu.
__ADS_1
"Enggak ada apa apa kok kak, tadi aku cuma terkejut aja ada..." Kayla menjeda ucapannya sesaat untuk berfikir.
"Kecoak... tadi ada kecoak kak." Bohong Kayla dengan menyembunyikan kegugupan setengah mati. Baru kali ini Kayla belajar berbohong, keringat dingin mulai mengucur pada seluruh tubuhnya. Beruntung Kayla menggunakan gamis rumahan dan memakai penutup kepala sehingga Damar tidak menemukan keringat dingin hasil dari kebohongannya.
"Masa sih Kay... perasaan kamu bilang pergi gitu." Damar mengernyit seolah tak percaya pada ucapan Kayla.
"Bbe_nner kok kak, aku nggak bohong. Tadi beneran aku ngusir kecoak di dapur. Biar kecoaknya cepet pergi gitu." Kayla dengan sedikit gagap.
"Oh gitu ya." Damar merendahkan suaranya lega.
"Sekarang kecoaknya masih?"
"Masih kak... eh udah nggak ada kak udah pergi kok. Tadi akku usir pakek sapu, iya udah pakek sapu."
Damar memperhatikan gerak gerik Kayla yang menurutnya aneh. Damar sudah sangat mengenal gadis penghuni rumah kontrakan milik sang ibu. Untuk itu Damar merasakan sedikit kejanggalan akan sikap Kayla saat ini.
"Beneran udah pergi ya kecoaknya?" Damar terdengar tak mempercayai ucapan Kayla.
"U_udah kok kak." lagi Kayla tergagap dan itu membuat Damar semakin curiga.
"Aku periksa ke dapur ya..."
"Jjangann kkak..."
Sayangnya Damar mengabaikan peringatan Kayla, lelaki itu menerobos dapur setelah menyibak tirai penutup ruangan tersebut.
__ADS_1
🌷🌷🌷