
“Apa-apaan kamu! Jelaskan semua ini pada Papih hah!” Teriak Nagara sambil melempar koran dan ipad nya ke tubuh melvin. Melvin membungkukkan badannya, memungut lembaran koran yang jatuh di depan kakinya. Ia menatap gambar dirinya yang sedang duduk bersebelahan dengan Jonathan di depan para Jama’ah. Sekarang ia tak bisa mengelak lagi, semua bukti sudah menunjuk kearah nya. Nagara menatap tajam anaknya yang masih diam sambil melihat membaca berita tersebut.
“TOLONG JAWAB MELVINNN!” Dengan menarik napas panjang, melvin kembali berdiri. Ia membalas tatapan Papihnya dengan penuh ketenangan.
“Semua berita yang beredar di media itu benar Pih! Berita itu benar adanya! Kemarin siang, Melvin sudah mengikrarkan pilihan Melvin untuk menjadi seorang Muslim. Maaf, Melvin tak memberitahu papih terlebih dahulu, karena melvin yakin papih pasti menentangnya!” Nagara dengan sekuat tenaga menampar wajah anaknya kembali. Wajah melvin terlihat memerah dengan sudut bibir yang berdarah.
“Kau benar-benar mengkhianati papih! Kau benar-benar menusuk papih dari belakang! Kau benar-benar menaruh kotoran di muka papih! Apa ini balasan atas semua kasih sayang yang papih berikan padamu selama ini hah? Apa ini balasannya! Kau bukan saja mengkhianati papih, tapi kau sudah mengkhianati Tuhan kita!” Teriak Nagara yang suaranya kembali menggelegar di ruang kerjanya. Ia mencengkram sweater anaknya erat dengan mata yang memerah dan gigi bergemulutuk.
“Kau anak kesayangan papih! Kau anak kebanggaan papih! Kenapa kau melakukan ini hah? Kau ingin buat paih malu di depan keluarga besar kita? Kau ingin menghancurkan martabat papih hah? Jawab!” Nagara semakin menyudutkan tubuh melvin ke dinding lalu menekannya. Melvin berusaha melepaskan cengkraman Nagara yang menyulitkan pernafasannya, dengan hati-hati ia melepaskan tangannya tanpa menyakitinya.
“Pih, Melvin sudah besar. Tak bisakah papih membiarkan Melvin menentukan jalan hidup Melvin sendiri? Masalah keyakinan, biarlah melvin yang memutuskan sendiri. Bukannya Melvin tak mematuhi ucapan papih, ataupun tak menghargai keberadaan papih. Tapi ini berkaitan dengan hidup Melvin! Berkaitan dengan Tuhan Melvin! Yang pilihanannya tak bisa di tawar-tawar lagi.” Jawab Melvin lembut dengan suara tenang. Ia tak ingin memancing kemarahan papihnya yang sudah marah besar. Nagara kini mengambil tongkat besi kesayangannya yang berada di bawah laci. Dengan menghilangkan rasa tega, ia memukul keras tongkat itu ketubuh anaknya.
“Apa karena wanita itu kau mengkhianati Papih? Apa yang dia tawarkan padamu hingga kau berani mengambil langkah ini hsg?” Tanya Nagara yang masih memukul tubuh Putranya. Rasa sayang pada anaknya kini telah tertutup oleh kekecewaan dan kebencian.
“Melvin menjadi seorang Muslim karena keinginan melvin sendiri! Bukan karena orang lain! Jalan Tuhan yang telah menuntun Melvin pih!” Teriak Melvin yang tak bisa menghalau pukulan dari Papihnya. Nagara menghentikan pukulannya, karena melvin hanya diam pasrah tak melakukan perlawanan sama sekali.
Ya Allah, hamba terima semua ujian-Mu ini dengan Ikhlas. Semoga ujian ini meningkatkan derajat hamba di sisi-Mu. Mungkin ujian ini tak seberat yang dirasakan orang-orang sebelum hamba. Tapi, jadikanlah hamba sebagai orang yang berserah diri. Lirih pilu Melvin sambil melihat kedua tangannya yang sudah membiru.
Nagara kembali menarik napasnya dalam. Ia berusaha mengatasi emosi di dadanya yang tengah bergemuruh. Ia kembali mendekati anaknya,
“Kembalilah pada keyakinan dulu mu Nak. Papih janji akan memberikan segalanya pada-mu! Kamu satu-satunya penerus sekaligus pewaris harta papih. Jika kamu tetap pada keyakinan baru mu ini, papih tak akan mewariskan sedikitpun harta papih pada mu! Papih mohon! Kembalilah pada Tuhan kita. Tuhan pasti memaafkanmu, karena Tuhan tahu, kamu sedang salah jalan Nak.” Pinta Nagara sambil membantu putranya berdiri. Bibir Melvin meringis, merasakan kengiluan diseluruh tubuhnya. Melvin melepaskan tangan papihnya dengan lembut.
“Maaf pih, Melvin gak bisa! Sekuat apapun Papih memaksa Melvin, melvin akan tetap teguh pada pendirian Melvin.” Lirih melvin yang langsung di dorong keras oleh papihnya. Ia melempar semua benda yang bisa dijangkau tangannya kearah melvin.
“APA KAU SANGGUP MENGHIANATI YESUS!!! TEGANYA ENGKAU DENGAN YESUS!!!” Teriak Nagara dengan membabi buta. Mata Melvin langsung berkaca-kaca melihat kemarahan papihnya yang selama ini sangat menyayangi nya.
Ya Allah, rasanya hati hamba teriris mendengar teriakan marah dan kecewa yang luar biasa dari Papih, orang tua hamba sendiri. Hamba pun memahami, jika semua akhirnya akan seperti ini. Seluruh keluarga besar hamba, tak terkecuali Papih hamba adalah seorang pemeluk yang taat. Om dan Tante hamba merupakan aktivis-aktivis gereja, mereka sering berkhotbah di gereja. Tidak ada satupun yang beragama lain. Dan hamba, yang diperkirakan juga akan mengabdi dengan sesungguhnya, malah menjadi orang pertama yang memeluk agama Islam ini Yaa Allah. Hamba tahu, ini hal yang berat bagi Papih dan Mamih. Anggapan-anggapan negatif baik dari pihak keluarga, jemaat gereja, rekan bisnis, dan keluarga besar lainnya tentu akan datang bertubi-tubi menekan mereka. Tapi hamba tak bisa berbuat apa-apa Ya Allah, hidup dan mati, hamba pasrahkan pada-Mu.
Ya Allah, kenapa pikiran hamba berkecamuk seperti ini. ‘Benarkah itu? Benarkah hamba harus menyembah Yesus? Benarkah jika hamba memeluk Islam, Yesus akan marah?’ Hamba berkutat pada kebimbangan, antara perkataan papih dan apa yang telah hamba pelajari dalam Islam.
“Jelaskan pada Papih, kenapa kamu memilih Islam?” Melvin menghapus air matanya. Ia memandang kearah papihnya yang sedang berjalan kearahnya sambil membawa tongkat besinya.
“Melvin belum pernah melihat begitu banyak cinta, saling pelukan dan cium antar mereka. Shalat 5 waktu dalam sehari. Wanita memakai pakaian yang panjang. Cara mereka makan. Melvin bisa pergi ke daerah manapun, ke negara manapun dengan menyapa ‘Assalamu’alaikum – Wa’alikumussalam. Melvin punya rumah. Melvin punya saudara. Melvin memilih Islam karena itu bisa menghubungkan persaudaraan Melvin kepada siapa saja.” Tutur Melvin pelan sambil menekukan kakinya yang terasa sakit.
Ia melanjutkan ucapannya, “Dalam Islam, Melvin merasakan kebaikan. Melvin merasakan kebebasan. Islam membuat Melvin bisa terhubung dengan orang manapun tanpa membedakan kasta. Oleh karena itu, Melvin memilih agama Islam,” Lirih melvin sambil memejamkan kedua matanya dengan menggigit bibir menahan sakit. Nagara kembali memukul tubuh putranya yang sudah kesakitan. Melvin tetap sabar menerima perlakuan itu dengan tetap teguh memegang keyakinannya.
“Kau ingin jadi Te*ori*s hah?” Nagara melemparkan tongkat besinya. Lalu mengepalkan tangannya, ia sudah tak tahan ingin menonjok wajah putranya. Ia yakin, putranya hanya kehilangan arah, dan ia harus cepat-cepat menyadarkannya.
“Melvin seorang Muslim. Tidak ada ajaran Islam tentang membunuh orang yang tidak bersalah. Di Bali, di Jakarta, atau di mana pun di dunia ini. Muslim sejati tahu, bahwa kekerasan dan kekejaman yang disebut Jihadis Islam sangat bertentangan dengan ajaran agama yang Melvin anut sekarang!” Jawab diplomatis Melvin sambil memegang wajahnya yang kembali di tonjok Papihnya.
Melvin memberanikan diri menatap Nagara yang sedang dikuasai api amarah. Dengan tangan bergetar ia memberanikan diri menggenggam tangan papihnya yang sedang menatapnya dengan air mata kekecewaan.
__ADS_1
“Pih, maaf ... melvin banyak salah sama Papih! Maaf, melvin belum bisa menjadi anak yang baik untuk Papih. Maaf, melvin selalu saja mengecewakan papih. Walaupun begitu, Papih tetaplah kesayangan Melvin. Melvin sangat menyayangi Papih,” ucap lemah Melvin sambil mengusap air matanya.
“Pih, Melvin masuk Islam tak serta merta karena orang. Melvin sudah memikirkannya dari jauh-jauh hari. Walaupun awalnya karena penasaran dan keraguan.” Nagara terdiam, menatap dalam anaknya dengan menghapus air mata yang akan terjatuh dari sudut matanya.
“Inilah yang benar-benar Melvin rasakan. Namun, Melvin tak ingin membiarkan rasa penasaran itu pergi, kemudian hanya menerima suatu keyakinan (agama) begitu saja. Melvin tahu jika Tuhan benar-benar ada, Dia tidak akan meninggalkan kita tanpa arah, atau bahkan tersesat. Tapi itu harus memiliki langkah nyata untuk mencari kebenaran nya. Dan Melvin harus menemukannya.” Melvin menghentikan ucapannya. Ia menahan rasa sakit disekujur tubuhnya yang terluka.
“Dari sana Melvin mulai membaca segala sesuatu tentang Islam. Semua yang Melvin baca benar-benar memuaskan dan dapat Melvin mengerti (logis). Seolah-olah semua potongan-potongan teka-teki ini terjawab dengan sempurna, dan gambaran yang jelas itu begitu nyata.
“Melvin begitu bersemangat, jantung melvin berdebar setiap saat, setiap kali Melvin membaca segala sesuatu tentang Islam. Kemudian, ketika Melvin membaca Al-Qur’an, Melvin merasa seperti benar-benar mendapat anugerah yang besar untuk dapat membaca kitab itu. (Setelah membacanya) Melvin benar-benar yakin bahwa kitab ini datang langsung dari Tuhan (Allah SWT) melalui Pelantara-Nya (Rasul-Nya ﷺ)” Pandangan Melvin kembali menerawang.
“Inilah dia kebenaran. Melvin merasa, sepertinya selama ini Melvin telah menjadi seorang Muslim, hanya saja Melvin tidak menyadarinya. Sekarang Melvin mulai hidup sebagai seorang Muslim. Melvin merasakan kedamaian dan keamanan setelah mengetahui apa yang melvin pelajari adalah kebenaran hakiki yang akan membawa Melvin lebih dekat kepada Allah.” Nagara membalikkan tubuhnya menuju kursi kerjanya. Walaupun masih di liputi rasa kecewa. Tak dipungkiri, ia ingin mengetahui sebab muasal putranya masuk agama Islam, agama yang begitu tak ingin dikenalinya.
“Al-Qur’an pun coba Melvin pelajari dan begitu juga dengan fakta bahwa ia belum pernah diubah-ubah. Tidak satu huruf pun! Dari awal di turunkan sampai sekarang.
Al-Qur’an di pihak lain adalah asli Kata-Kata Tuhan, seakan Ia sendiri yang menuturkannya pada Melvin. Sebagai tambahan, melvin pun menyimak sejarah akan berbagai mukjizat yang benar-benar terjadi serta ramalan tentang Muhammad dan Al-Qur’an.” Dengan tertatih-tatih melvin berdiri dengan wajah babak belurnya. Ia berjalan kearah Papihnya dengan sorot mata yang penuh iba.
“Pih, kebenaran itu sesuatu yang dicari dan diusahakan. Kita melihat realita banyak versi tentang Islam, maka jangan berdiam diri dalam kebingungan dan kekecewaan mengapa umat Islam berbeda-beda. Tapi terus kaji Islam hingga bertemu ajaran Islam yang hakiki. Melvin mohon Pih!” Mendengar ucapan anaknya. Nagara kembali berdiri, dan langsung mendorong tubuh anaknya.
“Sudahi celotehan-Mu! Kembali pada kami, atau Papih yang akan langsung menghukum mu! Jika kau masih teguh dengan keyakinan mu, jangan anggap papih sebagai orang tua mu lagi!” Ancam Nagara sambil menolak pinggang.
“Papih beri kesempatan pada-Mu sampai besok! Jika terus seperti ini Papih sendiri yang akan mengasingkan Mu!”
“Robeeerrttt!!! Jamessss!!” Panggil Nagara kepada dua pengawalnya yang sedang berdiri di balik pintu. Kedua pengawalnya datang dengan terpogoh-pogoh.
“Siap Tuan!”
“Seret lelaki ini ke ruang kosong di lantai 3! Jangan pernah beri makan sebelum mendapat perintah dari saya! Rampas semua barang yang berada di kantongnya! Berikan pada saya!” Melvin memandang Papih nya dengan wajah berkaca-kaca.
__ADS_1
Ya Allah, kuatkan Hamba dalam menjalani ujian ini.
Meida, tunggu saya! Tepati janji-mu! Sayapun akan menepatinya.
Jangan mengkhawatirkan saya, semua akan baik-baik saja.
Tunggu saya kembali untuk melamar-mu. Jerit batin melvin, ketika tubuhnya diseret keluar dari ruangan Papih-nya.
-
Pelajaran bagi kita kaum muslimin, jangan lupakan ucapan salam sesama umat Islam. Karena salam menunjukkan rasa cinta dan kasih sayang. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
لَا تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا ، وَلَا تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوْا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkanlah salam di antara kalian.”
Part ini gak ada unsur sara yah. Kalau suka, monggo di baca, kalau gak suka di skip aja yah hehe.
Otor tekankan ini cuman story yah😊
Cuman cerita Fiksi hehe
Otor harap review-nya gak lama. Mudah-mudahan sore juga udah keluar. Aamiin
Soalnya suka lama🤭
Inn Shaa Allah nanti langsung di lanjut🤗
Happy Monday ♥️
Ad-Dukhaan day😘
Jangan lupa, like, vote, komen, rate, sama hadiahnya. Hatur nuhun😘♥️
__ADS_1