Kita Berbeda

Kita Berbeda
CHAPTERS 32


__ADS_3

"Ayahhh...". teriak twins


Setahun berlalu, Keysha dan keluarga dikejutkan dengan kedatangan Ananta dirumahnya yang setahun belakangan ini tidak pernah terlihat entah kemana dia.


"Assalamualaikum anak-anak Ayah". salam Ananta.


" Waalaikumsalam.. ". jawab Yasmin dan Reya barengan dalam gendongan Nanta.


" Assalamualaikum Ibu, Mas Eza, Mba Aira, Key ". salam Ananta.


" Waalaikumsalam.. ". jawab mereka semua.


" Ayah kemana aja, kenapa gak tengokin kita ?". tanya Yasmin.


" Hm.. kangen yaa sama Ayah ? ". bukannya menjawab, Nanta malah balik bertanya.


" Iya.. ". jawab Yasmin sendu.


" Ayah pergi untuk memantaskan diri supaya bisa terus bersama kalian di masa depan. Maafkan Ayah, Nak ". jawab Nanta tulus.


Keysha memang membebaskan Ananta untuk bertemu dengan anak-anaknya, tapi Keysha tidak tau kenapa Ananta tidak pernah datang setelah setahun lamanya.


" Kalian bermainlah bersama kakak Aisyah dulu, Ayah sudah membeli mainan untuk kalian bertiga. ". ucap Nanta.


" Reya ingin main sama Ayah ". pinta Reya.


" Iya nanti kita main bersama, Ayah harus bicara sama Bunda dulu. Reya main sama Kak Aisyah dan Kak Yasmin dulu ya, Nak ". pinta Nanta.


" Baik Ayah ". jawab Reya, sebelum pergi dia mengecup pipi Nanta membuat si empu tersenyum senang.


" Key, Ibu, semuanya boleh kita bicara sebentar? ". pinta Nanta


" Silahkan duduk, Nak Nanta ". Pinta Ibu Ida.


" Baiklah saya datang kesini bermaksud untuk meminang Keysha, Bu Mas. Saya sudah memantaskan diri untuk memeluk agama Islam dan percaya Allah SWT. Tuhan satu-satunya. Key, mungkin kamu menolak keras untuk saya berpindah keyakinan karena mungkin kamu beranggapan bahwa aku berpindah karena dirimu, tapi ketahuilah Lillahita'ala aku berpindah atas dasar kemauan aku sendiri dari hati tidak ada pemaksaan. Setahun ini aku belajar banyak tentang agama Islam yang membuat aku semakin ingin mengetahui lebih dalam sampai akhirnya aku jatuh cinta dengan agama ini. Apakah kamu bersedia untuk menikah denganku, Key. Tapi maaf sebelumnya aku tidak membawa anggota keluargaku karena seperti yang kalian semua ketahui aku dan mereka sekarang berbeda. ". jelas Nanta berlinang air mata.


" Lalu bagaimana dengan Kak Nency ?". tanya Keysha meneteskan air mata.


" Aku ikhlas, Key. Tolong terima Nanta sebagai pendamping hidupmu ". pinta Nency yang tiba-tiba datang dari balik pintu.


" Iya Key, Lihatlah pengorbanan Kak Nanta yang sampai meninggalkan kami dengan keyakinan yang baru ia anut. Sampai pulang dari Makkah langsung kesini bukannya pulang kerumah, itu demi kalian Key ". Ucap Feby yang ikut serta dengan Nency.


" Terima Key ". pinta Nency dan Feby.


Keysha diam dan melihat Ibunya, Mas Eza dan Mba Aira. Mereka meneteskan air mata mendengar penjelasan Nanta dan pengorbanannya demi Keysha dan anak-anaknya, mereka menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.


Keysha samar-samar menganggukkan kepala menerima pinangan Nanta.


Jangan tanya bagaimana reaksi Nanta melihat jawaban yang diberikan Keysha.

__ADS_1


" Terima kasih Key, Terima kasih sudah menerima akuu. Ibu Mas Mba terima kasih ". Ucap Nanta bahagia.


" Kak.. ". ucap Nanta memeluk Nency.


" Selamat sayang, semoga bahagia ". ucap Nency.


" Selamat Kak ". ucap Feby.


" Kenapa semua olang nangis ? ". tanya Aisyah.


" Sini Nak ". kata Nanta.


Mereka bertiga lari kedalam pelukan Nanta.


" Apa kalian suka dengan mainan yang Ayah bawakan ?".


" Suka Ayah ".


" Suka Paman ".


" Terima kasih.. ".


Nanta mendapat kecupan yang tak terduga di pipi dari mereka bertiga, Aisyah Yasmin dan Reya yang membuat semua orang disana tertawa gemas.


Kebahagiaan yang Nanta dapatkan hari ini tidak bisa di ukur dengan apa pun di dunia ini. Ternyata bahagia itu sesederhana ini.


*****


"Bundaa, Ayah kok lama sih?". tanya Yasmin tidak sabaran.


"Sabar sayang, sebentar lagi Ayah pasti datang". jawab Keysha menenangkan anaknya.


"Bunda telpon Ayah". rengek Yasmin lagi.


"Iya Bibi, Aisyah sudah nggak sabar mau main di pantai". ujar Aisyah.


Semua orang yang ada disana hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan mereka.


Tin Tin Tinn


Tidak lama sebuah bus mini mewah datang yang ternyata Nanta, Nency, Feby dan Sila yang juga ikut serta dalam Famaly Time tersebut.


"Ayahh...." teriak Yasmin lari merentangkan tangan minta di gendong.


"Hmm anak Ayah cantik sekali". puji Nanta.


"Iya dong, itu harus Ayah". balas Yasmin dengan gaya centilnya membuat siapa saja yang melihatnya gemas.


"Ayok semuanya kita berangkat sekarang". ajak Nency dan dibalas anggukan kepala oleh semua orang.

__ADS_1


"YEY!!! GOOO". teriak Yasmin semangat empat lima membuat sebagian dari mereka tertawa karena gemas.


Disaat mereka semua sudah naik, Pak sopir langsung tancap gas. Suasana di dalam bus mini tersebut sangat ramai dengan celoteh Yasmin dan Aisyah, sedangkan Rey jangan tanya anak itu dimana, dia ada di pangkuan Bundanya. Seperti biasa dia hanya akan berbicara di saat di ajak untuk bicara dan menjawab seadanya. Memang irit bicara.


"Ayah, nanti Yasmin mau main air di pantai, boleh tidak?". tanya Yasmin.


"Boleh, tapi sama Ayah bahaya kalo Yasmin main air sendiri". jawab Nanta.


"Yasmin tidak sendiri kok Yah, Yasmin sama kak Aisyah, iya kan Kak?". tanya Yasmin pada Aisyah.


"Iya Paman, nanti Aisyah juga boleh ikut kan?". tanya Aisyah pada Nanta.


"Boleh dong, nanti kalian main airnya sama Ayah". jawab Nanta.


"Yes yes yes". semangat mereka berdua mendengar penuturan Nanta seperti mereka menang undian, memang anak yang menggemaskan.


Melihat senyum dan tawa anak serta keluarganya membuat Ananta bahagia, sangat bahagia. Kebahagiaannya sekarang ini tidak bisa di ukur dengan apa pun, ini lebih bahagia dari pada memenangkan suatu tender.


Tidak sabar rasanya, untuk menunggu sebulan lagi. Ya, sesuai kesepakatan bersama mereka akan melangsungkan akad sebulan lagi. Kenapa waktu berjalan begitu lambat, batinnya.


"Ibu nggak papa?". tanya Nency yang melihat wajah Ibu Ida sedikit pucat.


"Tidak nak, Ibu tidak apa-apa". jawab Ibu Ida.


"Kalo Ibu sakit kita ke rumah sakit aja dulu". ujar Nanta.


"Tidak usah, Ibu beneran tidak apa-apa hanya sedikit pusing". jawab Ibu Ida tersenyum.


Dia tidak ingin merusak kebahagiaan anak-anak dan cucu-cucunya.


"Baiklah, kalo ada apa-apa kasih tau Nency ya Bu". ujar Nency.


"Iya Nak". jawab Ibu Ida.


"Ibu beneran tidak apa-apa, nggak papa kita turun disini nanti kita cari taxi untuk pulang biar Aisyah sama Mas Eza, bagaimana Bu?". tanya Aira memastikan.


"Sudah nak, Ibu baik-baik saja kok". jawabnya meyakinkan menantunya.


"Baiklah, kalo Ibu merasa sakit kasih tau Aira ya Bu". ucap Aira yang dibalas anggukan Ibu Ida.


Aira sangat mengkhawatirkan keadaan Ibu mertuanya saat ini.


*****


Bagaimana chapters kali ini geng? Sedih atau baper nih?


Jangan lupa vote, like dan komennya yaa biar aku makin semangat.


new ig : @knririn_

__ADS_1


__ADS_2