
Shinwa Nagara Corp.
Di lantai 20
Di ruang CEO lantai 20, Dion sekretaris melvin di buat aneh dengan perangai melvin. Tuan nya itu terus melamun menatap sebuah kartu seperti KTP. Melvin senyum-senyum sendiri, tertawa bahkan berteriak tak jelas. Dion sampai di buat geleng-geleng kepala, ia berpikir mungkin tuan mudanya itu kerasukan.
Ternyata nama lengkapnya Meida Khanza, kenapa Foto KTP nya jelek sekali. Seperti orang cacingan, kurang makan? Tapi tak apa, nanti dia pasti menghubungi ku, mengambil KTP ini. Trik mu pinter sekali melvin, gak sia-sia kuliah jauh sampai ke Amerika. Otak mu memang luar biasa, di atas rata-rata. Tak sabar nunggu dia menghubungiku hihihi. Batin melvin sambil tersenyum.
“Tuan sejak anda masuk kerja dua hari yang lalu, kenapa anda seperti orang gila? Apa yang tuan rasa? Apa perlu saya bawa Tuan ke Rumah Sakit Jiwa?” Tanya dion menatap aneh ke arah melvin, ia di buat takut oleh sang bos. Kadang tersenyum kadang tertawa kadang geleng-geleng kepala.
Akibat pukulan keras di kepalanya, mungkin otak nya sedikit geser. Aku harus memberitahu bos besar, bahaya kalau dibiarkan. Mana masih muda lagi, tampang lumayan. Apa akibat jomblo, mentalnya jadi tertekan? Ucap dion dalam hati dengan wajah sendu memandang bos.
“Dion, sembarangan kamu ngomong! Bosen hidup hah! Mau saya deportasi ke kandang singa!” Melvin mendelik kan mata ke arah dion, lalu ia memutar-mutar kursinya. Ia menyimpan KTP meida di mejanya setelah memandang foto nya lama.
Ternyata tuan masih waras, kenapa kelakuannya seperti orang gila? Mungkin akibat ia terlalu stress memikirkan pekerjaan, hingga dia jadi aneh seperti ini Aku tak tega melihat keadaannya. Pikir dion menggelengkan kepala kearah melvin, yang menjadikan kursi kebesarannya seperti mainan. Melvin memutar-mutar badannya di atas kursi seperti anak kecil.
“Lagian tuan gak jelas, udah tau kerjaan numpuk, masih aja melamun ria.” Dion berjalan ke arah melvin.
Dion memeriksa suhu tubuh melvin menggunakan tangannya. Lalu ia menempelkan tangan bekas memeriksa melvin ke pantat bohay nya.
Anehh, tapi tuan tidak panas.
“Apa yang kamu lakukan? Memegang dahi saya lalu memegang pantat mu! Tak sopan!” Delik melvin menatap tajam ke arah dion.
“Saya hanya memeriksa suhu tubuh tuan, takut tuan demam. Soalnya tuan bertingkah seperti orang gila.” Jawab dion tanpa rasa bersalah.
“Demam pala luh! Disini yang bos siapa? Mau saya potong gaji kamu bulan ini hah!” Ancam melvin menatap wajah dion yang sangat pias.
“Jangan tuan, gaji saya jangan di potong. Saya gak punya modal buat kencan buta,” ujar dion dengan wajah memohon.
“Makanya jangan ngomong sembarangan! Mau saya lakban bibir jelek mu itu!” Jawab tajam melvin sambil menatap wajah dion.
Kenapa wajah dion menjadi wajah meida? Kenapa bayangan meida ada dimana-mana? Kalau gini gue bisa gila mendadak. Ahhhh ... tidakkkkk! Gumam melvin pelan, sambil berjalan ke arah dion perlahan-lahan.
“Tuan saya tau tuan menyukai saya, karena saya tampan. Tapi tuan harus tau, bahwa saya lelaki tulen luar dalam. Saya mohon jangan nodai saya tuan.” Dion memandang takut kearah melvin, lutut ia bergetar, dengan tangan ditangkup kan di depan dada, tanda ia memohon.
Melvin langsung menoyor kepala dion.
“Ishh kurang asem, siapa yang mau sama kamu burung berkutut? Mana bibirnya lemes lagi. Walaupun stock wanita habis, mana mau saya sama kamu! Menjijikkan!” Cebik melvin sambil berkacak pinggang di depan dion.
Syukurlah ... aku selamat. Sejak kemarin tuan jadi aneh, biasanya bicara seperlunya kenapa jadi bawel begini? Ujar dion sambil tangannya mengelus dada.
“Kenapa tuan memandang saya seperti itu. Jika tuan menyimpang, saya lebih baik pindah kerja sama bos besar.”
“Shitt ... kau kira saya nih gay?? Saya masih original luar dalam, saya lurus gak bengkok!” Kesal melvin seraya berjalan ke kursi kebesarannya.
-
“Dion panggil dokter kesini, secepatnya!” Perintah melvin setelah duduk di kursinya.
“Anda kenapa tuan muda?” Tanya dion bingung, sambil menghampiri melvin.
“Jantung saya sakit, berdebar-debar, perasaan saya gelisah. Kira-kira saya mengidap penyakit apa yah?” Tanya melvin sambil memegang dada sebelah kirinya
“Yaa Tuhan ... jangan sampai tuan kena serangan jantung. Jangan mati dulu tuan, sayang warisan tuan banyak." Dion menatap sendu ke arah melvin.
“Serangan jantung mata mu! Orang cuman berdebar-debar doang. Lagian tadi saya masih bisa makan banyak, gak mungkin saya jantungan,” ucap melvin kesal sontak ia menjitak kepala Dion.
__ADS_1
“Kan bisa jadi tuan, kan serangan jantung datang nya suka dadakan. Macam tahu bulat.” Kelakar dion yang sontak mendapatkan jitakan di dahinya.
“Ku tampol pala mu! Cepat panggil dokter!”
“Siap tuan.”
Papih salah memilih sekretaris, kenapa harus lelaki lemot dan PA ini! Ucap melvin sambil memegang kepalanya
-
-
Meida berjalan di lobby kantor yang sangat luas dan megah. Kantor berlantai 20, dengan banyak karyawan yang berlalu-lalang. Meida berjalan ke arah meja resepsionis yang di jaga 2 perempuan, dan 3 lelaki berseragam hitam.
Mungkin 3 lelaki itu bodyguard nya. ujar meida pelan.
“Selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu.” Ucap resepsionis itu ramah menyambut meida.
“Pagi mbak. Saya mau tanya, katanya disini sedang ada loker besar-besar yah?” Tanya meida sambil menatap resepsionis itu ramah.
“Mbak dapat informasi dari mana?” Resepsionis itu balik bertanya ke arah meida.
“Saya dapat referensi dari mbak melisa mbak,” jawab meida sambil tersenyum.
“Oh ... maksud mbak bu melisa? Bentar mbak, saya tanya kebagian ketenagakerjaan dulu. Mohon di tunggu sebentar yah mbak.” Ucap resepsionis itu ramah.
-
“Mbak di tunggu dilantai 15, Di tunggu pak andrew dan pak dion. Silahkan mbak ... ruangannya di sebelah kiri, mbak tinggal lurus saja ketika keluar dari lift.” Terang resepsionis itu sambil mengeluarkan sebuah kartu akses.
“Terima kasih mbak.”
“Tapi mbak ... KTP saya ketinggalan.” Dusta meida dengan senyum dipaksakan.
Padahal KTP nya di bawa melvin pergi, ketika ia jadikan sebagai jaminan rumah sakit.
“Wajib pakai KTP mbak, tanpa KTP mbak tidak bisa menukar dengan kartu akses ini. Tanpa kartu akses ini mbak tidak bisa melewati pintu validasi itu. Karena kegunaan kartu akses ini untuk mengakses seluruh ruang di gedung Shinwa Corp. ini.” Terang sang resepsionis menunjuk ke 6 pintu validasi yang berada disampingnya.
Harus gimana ini! Ohh iya mbak melisa! Aku harus minta bantuan mbak melisa. Mbak melisa pasti membantuku. Gumam meida sambil menepi dari meja resepsionis itu.
Meida mengambil ponsel yang diberikan melisa dari tas nya. Ketika ia akan memanggil, ia baru ingat, bahwa ia tak memiliki nomor kontak melisa.
Tapi di saat darurat seperti ini, meida malah mengingat surat yang diberikan melvin, yang tertera nomor kontaknya.
Meida buru-buru mengambil surat dari tasnya, lalu menekan beberapa digit nomor kontak melvin, untuk melakukan panggilan padanya.
Tut tut tut ...
Meida menunggu melvin mengangkat telepon darinya.
“Hallo ... mohon maaf, jangan ganggu! Saya lagi sibuk! Ini jam kerja, kalau mau telpon atur jadwal dulu dengan Sekretaris saya!” Ucap suara seorang lelaki disebrang sana.
Melvin tidak suka menanggapi siapa saja yang menelpon ke nomor pribadinya, karena nomor pribadi adalah privasinya, dan jarang orang mengetahui, kecuali orang terdekatnya. Untuk urusan bisnis, relasinya biasanya menghubungi melvin lewat dion, baru ke melvin.
“Dasarr lelaki rese! Mana KTP saya?” Umpat meida kesal, setelah mendengar suara melvin.
“Ini siapa? Nanya-nanya KTP sama saya, yang punya kan situ! Ngapain nanya ke saya? Emang saya Pak RT?” Sungut kesal melvin, mendengar orang yang tiba-tiba mengumpatnya.
__ADS_1
“Heii lelaki bodoh! KTP saya kamu bawa! Masih inget KTP yang kamu bawa dari Rumah Sakit? Saya meida, yang KTP nya kamu bawa!” Sungut meida kesal dengan memijat hidupnya. Baru mendengar suara melvin, meida sudah di buat kesal oleh nya.
Meida melirik ke arah samping, ternyata banyak orang yang sedang memperhatikannya.
“Meida ... meida, oh ... meida wanita perkasa yang mengajar delapan preman itu? Yang menunggu pangeran berkuda putih datang untuk menjemputnya, Iya kan?" Suara mengejek melvin di sebrang sana.
Padahal diruangannya, melvin sedang berloncatan di atas sofa, ia terlalu bahagia bisa mendengar suara meida.
“Pangeran berkuda putih cangkem mu! Sini KTP saya! Saya butuh!” Ujar meida to the point.
“Ini nomor ponsel kamu wanita perkasa? Jangan bilang kamu ngutang demi beli ponsel ini.” Kelakar melvin yang mengakibatkan kekesalan meida sampai ke ubun-ubun.
Jika melvin ada di depannya ia ingin membejek-bejek mulut lemesnya.
“Itu mulut, mau saya lem? Mau pake aibon apa lem korea biar rapet!” Kesal meida yang sontak membuat melvin menahan tawa di ruangannya.
“Lem kertas aja, biar gak rapet-rapet amat. Kan sayang kalau rapet, bibir seksi saya gak bisa menggoda kamu." Jawab santai melvin membuat meida memutar bola matanya malas.
Yaa Allah, kakarak manggih lalaki model kieu-kieu teuing. batin meida
“Jelema geloo! Jelema edan! Dasar Cileupeng!” umpat kesal meida mendengar ucapan melvin.
“Kamu ngumpat saya hah!” Tanya melvin yang mulai kesal, karena mendengar kata gelo dan edan.
“Siapa yang mengumpat? Saya cuman bilang mas ganteng. Gitu doang!” ujar meida asal.
“Emang saya ganteng dari dulu, baru tau yah?? Kemana aja! Makanya punya mata fungsiin yang bener!” Celoteh narsis melvin yang membuat kepala meida berdenyut.
Ihh ... amit amit jabang bayi, narsisnya minta ampun. Gumam meida pelan.
“Saya tunggu mas di alun-alun dekat rumah sakit kemaren, jam 16:00, jangan sampe ngaret!”
“Ckckck bilang aja kangen, jangan pake banyak alesan! Tenang, nanti pangeran tampan mu datang tepat waktu.” Jawab melvin dengan tawa sumbang.
“Awas telat! kalau sampai telat, saya potong leher mas!” Ancam meida sambil memutuskan panggilan sepihak.
“Nggihhh ... gusti ratu.” Jawab melvin tak sadar, bahwa meida telah memutuskan sambungan teleponnya.
"Hallo ... Hallo ... meida." Panggil melvin yang tak mendengar sahutan suara meida.
Shittt ... dia memutuskan panggilan teleponnya, padahal gue masih pengen ngobrol. Runtut melvin melihat layar ponselnya dengan kesal.
-
Bersambung
Penasaran ...
Huhh besok meida ketemu sama melvin, gimana reaksinya yah?
Melvin ganteng-ganteng ngeselin😂
Kuyy like, komen, vote sama hadiah nya.
Biat tau kelanjutan ceritanya.
Love buat reader yang masih stay nunggu perjalanan hidup meida♥️
__ADS_1
Salam dari orang Sukabumi 🤗
Hatur nuhun