
Surabaya internasional culture.
Jonathan baru saja keluar dari gerbang sekolah dengan menggendong tas ranselnya. Ia tersenyum membalas pesan dari Melvin yang memberitahunya mengenai hasil pendekatannya dengan meida.
Akhirnya ko Melvin mampu meluluhkan hati cici meida. Benar apa yang diucapkan ko melvin, wanita akan luluh dengan sebuah kebaikan. Semoga cici menemukan kebahagiaan, bila hidup bersama ko melvin. Ko melvin lelaki baik, dia sangat bertanggung jawab, dia sangat mencintai cici Meida dengan tulus. Semoga kalian hidup bersama dan bahagia. Lirih jonathan setelah melihat foto yang dikirimkan melvin. Foto selfi meida dan melvin yang sedang menonton televisi.
[Libur sekolah minggu ini, koko akan membawamu kesini. We are holiday together, ok!] Isi pesan itu. Ketika jonathan ingin membalasnya, tiba-tiba seseorang memegang tangannya. Jonathan langsung memasukkan ponsel ke kantong celananya. Senyum di bibirnya kini lenyap, berganti dengan wajah tak sukanya.
“Jo..na..than...”
“Untuk apalagi daddy menemui anak kurang ajar ini? Belum puas menghina kami? Belum puas mempermalukan kami?” ucap tajam jonathan kearah Gilbert yang sekarang berada dihadapannya. Jonathan melepas kasar tangan Gilbert yang sedang memegang sebelah tangannya.
“Daddy minta maaf atas kesalahan daddy. Beri daddy kesempatan untuk memperbaiki sikap daddy! Daddy ingin berubah, daddy sangat mencintai kalian.” Gilbert kembali memegang tangan Jonathan dengan mata yang berkaca-kaca. Jonathan mendengus menatap wajah Gilbert dengan senyum mengejek.
“Apa kata maaf daddy bisa merubah keadaan seperti semula? Tidak dad! Tidak sama sekali! Jo tahu daddy melakukan ini karena terpaksa keadaan, jika saja daddy tak mengetahui cici meida adalah Jaslin mana mungkin daddy mau berubah seperti ini! Bela-belain datang ke sekolah Jonathan minta maaf! Karena jo tahu watak keras Daddy seperti apa! Merasa tinggi hati, arrogant, dan egois! Kata maaf itu sekarang sudah basi dad! Sudah tak berlaku lagi!” Ketus jonathan menatap tajam kearah wajah Gilbert yang sudah menitikkan air mata. Ia melepas tangan Gilbert lalu pergi dari hadapannya. Gilbert tak bisa mencegah kepergian jonathan, tapi ia berusaha mengejar langkah anaknya.
“Jo, daddy sangat menyesal! Ampuni sikap daddy yang dahulu! Daddy memang salah, tapi tak bisakah kalian membuka pintu maaf sedikit saja untuk daddy? Daddy akan berusaha menjadi Ayah yang baik untuk kalian! Daddy janji jo!” Gilbert menghapus air matanya, karena tak berhasil mengejar jonathan. Ia menyesal sekaligus kecewa, jonathan sama sekali tak menggubris ucapannya. Jonathan lebih memilih pergi dan menghilang di balik hiruk-pikuk kendaraan yang berlalu-lalang.
Tuhan, apa karma itu benar-benar ada? Apa sekarang kau menghukum saya karena kesombongan saya? Tuhan, saya menyesal! Semua anak saya pergi karena keegoisan saya! Tuhan, apa ini karma untuk saya dan istri saya? Lirih Gilbert sambil menyenderkan kepalanya di pintu mobil. Ia berusaha menyembunyikan tangisnya dari beberapa orang yang menatapnya iba.
Tuhan, tolong luluhkan hati anak saya, agar mereka mau menerima saya kembali. Saya janji Tuhan, saya tidak akan menyia-nyiakan mereka lagi. Ucap getir Gilbert sambil menangkupkan kedua tangan diwajahnya.
Andress, Jaslin, Jonathan ... maafkan daddy Nak. Karena daddy, hidup kalian berantakan. Karena daddy, hidup kalian tidak pernah mendapatkan kasih sayang. Karena daddy, hidup kalian terlantar. Ya Tuhan, bagaimana saya menebus dosa saya pada mereka? Terlalu banyak kesalahan-kesalahan yang saya perbuat pada mereka secara sengaja maupun tak disengaja. Tuhan ampuni saya! Tangis pilu Gilbert sambil membuka pintu mobilnya. Ia menangis dengan kepala yang ia sandarkan ke jok mobil.
Tuhan, bagaimana hidup saya kedepannya? Apa saya benar-benar kuat menerima hukuman-Mu ini!
Andress, Jaslin, Jonathan ... pulanglah nak ... Daddy dan Mommy menunggu Kalian. Mari kita rajut keluarga bahagia, keluarga hangat seperti apa yang kalian inginkan.
Daddy janji, daddy akan memberikan kebahagiaan untuk kalian. Mengganti waktu yang telah daddy sia-siakan. Ratap Gilbert.
-
“Meida, bagaimana menurutmu? Tempat ini indah bukan?” Tunjuk Melvin kearah air terjun buatan yang airnya mengalir ke kolam renang yang lumayan mungil. Pinggir kolam itu ditanami bunga, dan pinggirnya di kelilingi pohon-pohon tinggi yang menutupi halaman belakang rumah itu. Lampu taman menghiasi setiap penjuru kolam renang itu.
Meida berjalan kearah pinggir kolam dengan wajah yang terkagum-kagum. Tak lupa ucapan syukur terlontar begitu saja dari bibir nya, ia menatap kearah melvin dengan wajah tak percaya.
“Masya Allah. Ini indah sekali tuan! Ini yang desain tuan sendiri?” Tanya Meida sambil memainkan air itu dengan tangannya. Binar bahagia tak lekang dari wajahnya. Melvin berjalan kearah meida lalu duduk di sampingnya, ia mencelupkan kakinya kedalam air kolam itu.
“Saya sengaja mendesainnya sendiri. Ini belum selesai 100%, masih ada sedikit yang harus saya rombak. Saya bikin ini semua kurang lebih selama satu tahun, ini rumah impian saya meida,” Ujar Melvin dengan wajah penuh binar bahagia.
__ADS_1
“Duduk sini!” Melvin menepuk keramik yang terbuat batu alam yang ada di sebelahnya. Ia menyuruh meida untuk duduk di sampingnya.
“Kebetulan sebentar lagi matahari tenggelam, biasanya saya suka melihat sunset disini. Walaupun hanya terlihat warna jingga saja. Kamu ingin melihatnya meida?” Tanya melvin sambil memegang sebelah tangan meida lalu menautkan jari-jari ke tangannya. Meida menganggukkan kepalanya, melihat kearah cakrawala yang sudah mulai menguning.
“Saya tak bisa berkata-kata. Ini indah Tuan, ini sangat luar biasa. Saya betah berlama-lama duduk disini!” Melvin tersenyum menikmati wajah meida dari arah samping. Kebahagiaannya tak bisa diucapkan oleh kata-kata, ketika melihat wajah bahagia orang yang dicintainya yang kini berada di sampingnya. Meida menolehkan wajahnya kearah melvin dengan mengerutkan dahinya.
“Tuan kenapa menatap saya seperti itu?” Tanya meida dengan menyipitkan matanya menatap wajah melvin.
“Saya bahagia sekarang! Kebahagian saya tak bisa diukur oleh apapun. Orang yang saya cintai kini berada di samping saya, dia sudah membuka hatinya untuk mencintai saya. Saya tak peduli dengan apa yang terjadi kedepannya. Saya akan tetap mempertahankan dan memperjuangkannya sampai dia benar-benar menjadi milik saya.” Ucap melvin sambil menyandarkan kepalanya kebahu meida. Ia memejamkan matanya dengan tak melepas tautan tangannya. Jantung meida kembali berdetak cepat, wajahnya tiba-tiba memanas setiap mendengar pengakuan cinta dari melvin.
“Saya ingin menghabiskan waktu saya seperti ini bersama mu. Menikmati senja dengan suasana penuh kehangatan dan cinta. Rasanya saya tak ingin beranjak dari waktu ini.” Meida tak merespon ucapan melvin. Ia malah mengelus kepala melvin dengan mata memandang kearah kakinya yang berada dalam air. Ia bahagia, karena melvin begitu tulus mencintainya.
“Meida, kita ke KUA yukk!” Gurau melvin sambil tersenyum menggoda kearah meida. Mendengar ajakan melvin, meida kaget dan spontan mendorong tubuh melvin hingga jatuh ke kolam renang. Pakaian melvin basah, dengan bibir yang bergetar.
Setiap menjahili meida, kenapa akhirnya begini? Kenapa saya yang selalu menjadi korban? Sungut melvin sambil menepi kearah meida. Meida terlihat cengengesan untuk menutupi rasa bersalahnya.
“Maaf gak sengaja! Tuan sih ngagetin. Kalau gak ngagetin, kejadiannya gak bakalan kayak gini. Tunggu sebentar, saya ambil handuk dulu!” Meida masuk ke kamarnya untuk mengambil handuk. Lalu memberikannya pada melvin yang sedang berjongkok dipinggir kolam.
“Padahal saya serius ngajak kamu ke KUA,” ucap lesu Melvin sambil menggosokkan handuk ke mukanya. Meida membantu melvin untuk mengeringkan rambutnya.
“Tuan jadi Muslim dulu, baru kita menikah. Karena saya tak ingin menikah dengan seseorang yang berbeda keyakinan dengan saya.” Seakan mendapatkan angin segar, melvin langsung menolehkan kepalanya kearah meida dan tersenyum.
“Nanti kamu antar saya menemui Ustadz di Masjid Agung dekat Apartemen kita. Saya ingin kamu menyaksikan bahwa saya sudah menjadi seorang Muslim. Kamu jangan khawatir.” Sahut melvin sambil memegang tangan meida.
“Saya sudah yakin meida. Saya sudah tertarik dengan Islam ketika saya menemani mu pulang ke Bandung dulu. Saya merinding ketika mendengar suara adzan, bulu kunduk saya berdiri ketika mendenganya. Apalagi hati saya tiba-tiba bergetar ketika mendengar kamu membaca Al-Quran. Jadi sekarang saya memantapkan hati saya untuk memeluk Islam. Tak ada alasan lain lagi saya untuk menundanya.” Terang Melvin sambil mencium tangan meida dalam. Meida cukup tenang mendengar jawaban melvin, ia mengusap rambut melvin sambil tersenyum.
“Apa keluarga Tuan sudah mengizinkan?” Melvin menganggukkan kepalanya samar.
“Mamih sudah merestui pilihan saya untuk masuk Islam. Begitupun Melisa, ia mendukung saya untuk menjadi seorang Muslim. Saya tinggal memperjuangkan izin dari papih saya. Tapi itu bukan masalah besar, perlahan-lahan papih saya pasti merestui pilihan saya.” Melvin menjawab lugas dengan wajah yang tenang. Ia ingin menjawab semua keraguan di mata meida agar tak meragukan ucapannya.
“Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.” Melvin mengusap kepala meida yang masih menatapnya. Ia memasang wajah ceria, agar meida tak menyadari kekhawatiran dihatinya.
“Nanti kamu bimbing saya! Jangan pernah bosan untuk membimbing saya yah! Terus ajari saya, jangan pernah lelah. Bimbing saya untuk menjadi lelaki yang baik, lelaki yang kamu harapkan, lelaki yang kamu impikan. Meida, ketika kamu memutuskan untuk hidup bersama saya, saya tak akan pernah membiarkan mu pergi dari hidup saya. Jadi jangan pernah berpikiran sedikitpun untuk meninggalkan saya.” Melvin memegang kedua bahu meida. Lalu menyondorkan jari kelingkingnya.
“Promise!” Meida menganggukkan kepalanya dan menautkan kelingkingnya ke tangan melvin.
“Janji untuk menghadapi masalah kedepan bersama-sama!”
Senja itu kini menjadi saksi, saksi janji suci melvin menyerahkan seluruh cintanya untuk meida
__ADS_1
“Ko, wake up! Jangan kayak gini! Never give up! Ini bukan koko Andress yang aku kenal! Berhenti minum, koko sudah habis 5 botol! Minuman ini tak akan menyelesaikan masalah koko! Please! Ayo kita pulang!” Jack menyeret Andress dari keramaian bar. Ia memapah andress masuk ke dalam mobilnya.
“Lepasin saya Jack! Saya masih ingin minum ... jangan ganggu saya bodoh. Satu botol lagi ... mana minuman saya ... ayo kita terbang Jack ... hahaha.” Kekeh andress di tengah mabuknya. Ia mulai meracau tak jelas. Minuman keras sudah mempengaruhi alam bawah sadarnya. Jack membuka pintu mobilnya, lalu mendudukkan andress di sampingnya, tak lupa ia memasangkan safety belt ditubuh andress.
“Hahaha ... meida ternyata jaslin ... dia jaslin jack ... dia mengelabui saya ...” Tawa Andress. Tawa itu lama kelamaan berubah menjadi isakan. Jack tertegun melihat Andress yang sedang menangis, ia sedih melihat sepupunya yang kembali terpuruk. Jack memutari mobilnya lalu duduk di belakang kemudi, ia melihat kearah Andress yang masih menangis.
“Kenapa dengan Meida ko? Dia memang benar-benar Jaslin. Koko meragukan meida?” Andress malah tertawa di tengah tangisnya.
“Jack, kau tahu bodoh! Kenapa ucapan berlainan dengan hati? Walaupun bibir saya mengatakan sudah mengikhlaskannya, tapi kenapa hati saya masih sakit!” Tawa Andress yang kembali menangis. Secara perlahan-lahan ia mengungkapkan isi hatinya.
“Wanita itu membuat saya sakit hati hahaha dan lucunya dia adik saya. Kemarin saya sudah mengikhlaskannya, tapi setelah melihat wajah dan memeluknya rasa sakit itu kembali ada jack. Saya harus apa? Apa saya harus mati?” Kekeh Andress yang tiba-tiba tak sadarkan diri. Ia terlelap setelah kicauan panjangnya.
Ko, apa mengikhlaskan meida sesakit itu? Saya kira koko sudah benar-benar mengikhlaskannya. Tapi ternyata koko masih menyimpan sedikit rasa itu. Rasa cinta, kecewa, serba salah, dan marah akan keadaan. Saya kira hati koko sudah baik-baik saja ketika saya pertemukan dengan meida, tahu tahunya koko malah begini. Maafkan saya yang tak pernah mengerti perasaan koko. Saya janji, akan membantu koko untuk melupakan meida. Saya akan mengembalikan hubungan kalian sebagai kakak beradik yang rukun. Lirih Jack sambil membenarkan posisi tidur Andress.
-
Bonus
Visual cici meida sama ko andress
-
Wilujeng Weekend baraya sadayana 🤗
Kopi mana kopi wkwkwkwk
Tong hilap
Like♥️♥️♥️
Komen♥️♥️♥️
Vote♥️♥️♥️
Rate♥️♥️♥️
Gift♥️♥️♥️
__ADS_1
Hatur nuhun pisan kanu ntos ngelike, ngomen, ngevote, ngegift😘😘😘🤗🤗🤗
Hatur nuhun buat pembaca yang masih stay di novel ini.