
“Kamu bisa tunjukkan foto cici mu jonathan? Ibu ingin melihatnya?” Tanya bi ina dengan wajah penasaran, memegang erat tangan jonathan.
“Sayang sekali bu, aku tidak punya potretnya, kecuali di rumah. Di rumah, mommy menyimpan banyak foto cici ketika bayi.” Terang jonathan dengan wajah lesu
“Nak, bisa kau ceritakan sedikit saja tentang kehilangan cici mu dulu! Bibi yakin kamu pernah mendengar ceritanya, walaupun tidak secara detail.” Wajah bi ina memandang jonathan dengan wajah penuh harap, agar jonathan menceritakan sesuatu.
Jonathan memandang wajah bi ina dengan rasa iba, lalu ia memegang tangan bi ina.
“Cici ku pergi karena keegoisan keluarga ku bu. Mereka tak menginginkan kehadiran cici karena terlahir sebagai perempuan, dan bukan laki-laki sesuai harapan mereka. Cici terlahir dengan tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga ku bu, hingga cici di asuh sepenuhnya oleh Baby Sister. Daddy dan mommy melepaskan tanggung jawabnya atas diri cici, mereka hanya memberi fasilitas tanpa kasih sayang. Mommy enggan mengurus apalagi menyusui cici, memandang cici pun ia enggan. Cici jaslin tak pernah dianggap kehadiran nya di keluarga jo. Daddy hanya fokus mengurus perusahaan nya, sedangkan mommy hanya fokus mengurus Ko Andress anak sulung di keluarga jo. Mungkin karena itu, seseorang prihatin atas kehidupan cici, sehingga membawa cici pergi. Setelah cici pergi, mereka baru mencarinya, baru menyesali perbuatannya. Itu cerita yang jo dengar bu.” Terang jonathan dengan wajah sendu, ia menceritakan sekilas kehidupan cicinya dari orang-orang terdekatnya.
Jika cici jonathan yang hilang adalah meida, betapa hancurnya hati meida jika mengetahui kebenaran ini. Ia pasti terluka, karena keluarganya sendiri tidak mengharapkan kehadiran nya. Hidupmu malang sekali meida. Di keluarga mu hidup mu tak diharapkan, disini kehadiran mu terbuang.Yaa Allah bagaimana perasaan dia jika mengetahui semua ini, hatinya pasti hancur sehancur-hancurnya. Meida sekarang bibi harus berbuat apa? Bibi takut nda. Bibi takut itu adalah kamu. Batin bi ina dengan mata berkaca-kaca setelah mendengar cerita dari jonathan.
“Hati ibu sakit mendengar cerita mu jo. Bagaimana perasaan ibu jika di posisi bayi itu? Bagaimana perasaan cici mu itu jo? Merasa kehadirannya tak diinginkan di keluarga mu?” Tanya bi ina dengan mengusap air mata dipipinya.
“Jo pun merasa apa yang ibu rasakan. Itu hal yang jo takutkan! Jo harus berkata apa? Jika suatu saat nanti bertemu cici. Dan cici mempertanyakan asal-usulnya! Apa yang harus jo katakan? Lambat laun cici pasti mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, walaupun banyak orang yang menutupi nya." Jawab jonathan menatap bi ina dengan lelehan air mata diwajahnya.
“Kenapa mereka mencari nya jo? Padahal mereka tak menginginkan kehadiran bayi itu? Seharusnya mereka senang, karena bayi yang tidak diinginkan itu telah pergi!"
“Ibu pasti tahu, penyesalan datangnya pasti di akhir. Itulah yang keluarga jo rasakan. Mommy sampai depresi karena menyesali sikapnya dulu pada cici, begitu pun dengan daddy. Mereka bertahun-tahun mencari keberadaan cici, tapi sampai sekarang mereka belum menemukannya. Keberadaan cici sampai sekarang tidak menemukan titik terang. Mungkin itu teguran dari Tuhan untuk mereka, karena telah menyia-nyiakan darah dagingnya sendiri," ucap jonathan mengepalkan tangannya.
Dan sekarang mereka mengabaikan ku, karena terlalu meratapi kesalahannya dimasa lalu. Bukannya mereka mengambil pelajaran dari kejadian dulu, tapi kini mereka mengulanginya kembali pada ku. batin jonathan memegang dadanya.
“Entahlah setelah mendengar cerita mu, ibu merasa takut jo. Ibu sangat takut cerita mu ada kaitannya dengan meida. Ibu mohon sama kamu, tolong rahasiakan ini dari siapapun, terutama dari meida. Ibu mohon meida jangan sampai tahu ini dulu. Kita jangan cepat menyimpulkan ini, takutnya nanti ada hati yang kecewa. Kita harus memastikan sesuatu dulu jo, biar kita berdua tenang! Takutnya nanti ada kesalahpahaman," ucap bijak bi ina memegang tangan tangan jonathan.
“Jo, bisa minta keluarga mu untuk mengirim potret cici mu ketika bayi?"
“Jo tidak yakin bu. Karena jo tidak dekat dengan keluarga di rumah. Mommy jo tidak suka memegang ponsel. Daddy selalu mengabaikan panggilan dari jo. Koko juga jarang menggubrisnya, kecuali jo menghubunginya lewat telpon rumah. Jadi itu sangat mustahil sekali bu." Jelas jonathan dengan wajah murung.
“Tak ada yang bisa kamu minta tolong jo?”
“Tidak bu. Keluarga jo itu tak seperti keluarga yang lain. Keluarga kita hanya terlihat indah di luar, tapi borok di dalam," ucap jonathan dengan senyum kecut, mengingat keluarga besarnya yang berantakan.
“Berarti satu-satunya jalan, kita harus pergi ke rumah Almarhum pak zulkifli, ke rumah orang tua angkatnya meida. Semoga disana kita menemukan sesuatu jo. Tapi sekarang rumah itu kosong, yang memegang kunci rumah itu wa halimah, orang yang memarahi meida kemarin. Bibi tidak yakin wa halimah akan meminjam kan kunci itu jo, tahu sendiri wa halimah itu seperti apa. Tapi Kita coba aja pinjam kunci itu kesana, mudah-mudahan dia memberikan nya.”
“Mari bu kita kesana secepatnya! Sebelum cici meida dan ko melvin pulang dari pemakaman," ujar jonathan berdiri memegang tangan bi ina.
“Ayo nak, rumah wa halimah tidak jauh dari sini. Rumah nya dekat dengan masjid itu” Tunjuk bi ina ke kubah masjid yang berada di sebelah selatan yang terhalang beberapa rumah.
-
Meida sedang duduk di kursi panjang yang berada disamping pusara adib, pengurus makam sengaja menyediakan kursi panjang untuk keluarga yang akan berziarah.
Melvin terus mengawasi meida yang berada disampingnya dengan ekor mata nya. Dia dibuat kagum dengan sikap tegar meida.
Melvin terdiam mendengarkan meida membaca Ayat Suci Al-Qur’an, yang tidak ia ketahui apa makna dan artinya. Melvin dibuat takjub mendengar suara merdu meida melantunkan salah satu surah dalam Al-Qur’an, yang cuman ia ketahui bahwa Al-Qur’an itu adalah bahasa Arab.
Kenapa hati ku terasa damai mendengar bacaan yang diucapkan meida? Suara nya mampu menggetarkan hatiku. Jiwa ku tenang ketika mendengarnya. Ya Tuhan aku belum pernah mendengar suara seindah ini, kecuali ketika mendengar suara pujian di Gereja. ujar melvin dalam hati sambil memperhatikan meida.
Setelah selesai membaca Al-Qur’an, meida berjongkok di samping nisan adib. Ia mengelus nisan itu dengan mata berkaca-kaca.
“Assalamualaikum kak adib.. meida datang kak,” lirih meida dengan suara bergetar. Melvin yang mendengar suara lirih meida dibuat berkaca-kaca.
“Kak adib maafkan meida.. yang baru datang kesini sekarang. Maafkan meida.. yang baru mengunjungi kak adib disini. Maafkan meida.. yang tidak mengetahui kepergian kak adib. Maafkan meida.. yang tak bisa mewujudkan mimpi kak adib untuk yang terakhir kalinya. Maafkan meida.. yang tak berada disisi kak adib di detik-detik perpisahan kak adib dengan dunia. Maafkan meida.. yang membuat kak adib menunggu... Maafkan meida kak...” Meida menyusut air mata yang bercucuran di wajah nya dengan lengan bajunya,
Ya Tuhan kenapa hatiku sakit sekali melihat meida seperti ini. Ia sangat mencintai lelaki itu, bagaimana dengan ku? Mampukah aku menghapus nama lelaki itu dihatinya? Tuhan, kenapa aku tidak rela melihat meida menangis seperti itu untuk lelaki lain. Tuhan jangan jadikan aku lelaki bodoh yang cemburu terhadap orang yang telah tiada!. Batin melvin memandang nanar kearah meida.
“Kak adib tahu? meida seperti orang gila ketika mengetahui kepergian kak adib. Jiwa meida serasa mati, meida merasa separuh hati meida hilang. Kak adib orang yang paling mengerti meida dari dulu. kak adib orang yang paling peduli kepada meida setelah kepergian ummah dan abi. Kak adib selalu setia disamping meida ketika meida berduka.
__ADS_1
Kak adib ingat? Dulu kak adib yang menemani meida ketika disini. Ketika meida tak tahu harus kemana meida pulang.... ketika meida kehilangan arah ... ketika meida tak punya tujuan hidup... ketika meida sudah menyerah akan keadaan. Kak adib yang berada di sisi meida, merelakan bahu kak adib untuk meida bersandar. Kak adib dengan setia mengikuti kemana meida pergi, kak adib orang yang selalu mengkhawatirkan keadaan meida.
Kak adib, siapa sekarang orang yang akan mengusap kepala meida ketika meida bersedih? Siapa orang yang akan menghapus air mata meida ketika meida menangis? Siapa orang yang akan memberikan sandaran ketika meida terluka. Siapa kak?
Kak, meida selalu ingat kata-kata kak adib waktu menenangkan meida disini.
“Menangislah dek jika itu membuat mu tenang, setelah itu lupakan” Meida mengingat nya kak. Kak adib mengatakan itu sambil memeluk meida, mengelus kepala meida agar meida tenang. Sekarang meida menangis? Kenapa kak adib tidak datang? Kenapa kak adib malah pergi! Teriak pelan meida sambil memeluk lututnya erat.
“Dek tatap kakak, kamu bukanlah anak haram Kamu bukanlah anak pembawa sial! Di dunia ini tak ada istilah itu dek. Janganlah berkecil hati, kakak akan selalu ada disamping mu. Kakak sungguh mencintai mu dek.” Kak adib ingat kata-kata itu? Itu kata pamungkas kak adib yang mampu menenangkan hati meida. Meida selalu mengingat itu, mengingat ketika kak adib mengutarakan perasaan untuk meida. Ketika kak adib ingin menikahi meida.
Meida mengingat saat itu, saat kita sama-sama terluka oleh keadaan. Seharusnya kak adib mengerti, kenapa dulu meida menolak kak adib! Asal kak adib tahu, meida tak ingin mengambil resiko karena mencintai mu kak. Hidup meida sudah sangat menderita, meida tak ingin menambah nya dengan perasaan cinta meida. Meida berusaha sekuat tenaga menepis rasa itu. Asal kak adib tahu, meida terluka ketika menolak perasaan cinta kak adib, hati meida sakit ketika melihat kak adib menangis karena meida. Maafkan meida kak... maafkan meida untuk kejadian itu ...
Meida apa kamu sangat mencintai lelaki itu?
Asal kakak tahu! Meida juga mencintai kakak, walaupun beribu cara meida berusaha melawan nya. Tapi perasaan ini selalu hadir, ketika meida berusaha keras menolak nya. Ketika meida menghindar perasaan ini malah semakin mengejar meida. .
Ya Tuhan meida benar-benar mencintai lelaki itu!
Kak doakan meida, semoga meida bisa menjaga cinta suci kakak. Meida akan membawa nama kak adib kemana pun meida pergi, karena kak adib selalu berada dihati meida.
Semoga Allah mengabulkan doa kak adib, agar meida menemukan kebahagiaan meida.
🎵Entah mengapa
🎵Hatiku t'rus gelisah
🎵Apa yang kan terjadi?
🎵Air mata pun jatuh tak tertahan
🎵Melihatmu terdiam
🎵Ternyata kau pergi
🎵'Tuk selamanya
🎵Tinggalkan diriku
🎵Dan cintaku
🎵Dan mendengar ...
🎵Tangis kehilangan dariku ...
🎵Baru saja ...
🎵'Ku ingin kau tahu perasaanku ..
🎵Padamu ...
🎵Mungkin Tuhan
🎵Tak izinkan sekarang
🎵Kau dan aku bahagia
🎵Ternyata kau pergi
__ADS_1
🎵'Tuk selamanya
🎵Tinggalkan diriku
🎵Dan cintaku
🎵Dan mendengar ...
🎵Tangis kehilangan dariku ...
🎵Baru saja ...
🎵'Ku ingin kau tahu perasaanku ...
🎵Dan mendengar ...
🎵Tangis kehilangan dariku ...
🎵Baru saja ...
🎵'Ku ingin kau tahu perasaanku ...
🎵Kau mendengar ...
🎵Kau melihat ...
🎵Oooh
🎵Dan mendengar ...
🎵Tangis kehilangan dariku ...
🎵Baru saja ....
🎵'Ku ingin kau tahu perasaanku ...
🎵Padamu ...
-
-
“Bu gimana? Wa halim meminjamkan kunci rumah itu?” Tanya jonathan yang berdiri didepan pagar rumah wa halimah. Ketika bi ina menghampirinya setelah keluar dari rumah itu.
“Sayang sekali nak, dia tidak meminjamkannya. Tapi ibu tahu, ada pintu rahasia yang menghubungkan ke rumah itu. Pintu rahasia itu berada di dalam gudang yang menyambung langsung kesebuah kamar. Pintu rahasia itu tak ada yang mengetahui. Kecuali ibu, dan orang tua angkatnya meida." Terang bi ina dengan mata berbinar setelah mengingat sesuatu.
“Ayoo bu kita kesana!” Semangat jonathan menuju rumah itu.
-
-
Maaf otor telat up.
Ceritanya mau up tadi jam 3, otor coba up tapi tak tersambung mulu. Setelah di cek ternyata kuota otor abis🤭
Setelah dapat hotspot, otor langsung coba mau up jam 5 sore, ternyata gak ada jaringan guys. Jaringan normal di jam setengah sembilan😥(Curhat😂)
__ADS_1
Otor gak tau novel ini keluar jam berapa.
Otor mau ucapin, makasih buat reader yang setia nunggu up novel ini😘 Pokoknya love u🥰 Maaf bikin kalian nunggu🙏