Kita Berbeda

Kita Berbeda
Jaslin.. Bayi yang tak diinginkan


__ADS_3

Tok.. tok..tok


“ Mom.. Boleh Andress masuk ?” Ujar lelaki dibalik pintu, mengetuk kamar mommy nya.


“ Masuk aja ko, gak mommy kunci” jawab suara lembut didalam kamar


Ceklek


“ Mommy udah mendingan sekarang? “ Tanya andress menghampiri Zaina yang sedang berdiri memandang foto bayi yang dipajang di dinding kamarnya.


“Mommy gak papa ko, mommy sehat sekarang” Jawab zaina dengan suara lembut


“ Udah makan sama minum obat?”


Zaina hanya menganggukkan kepala, tanpa melihat sang anak.


“ Syukurlah kalau sudah” Tatapan mata andres tak lepas dari wajah pucat sang mommy.


“ Apa ada perkembangan tentang keberadaan jaslin?” Tanya sang mommy mengalihkan pandangan menatap anaknya.


Andress diam terpaku menundukkan kepala, pertanyaan sang mommy to the point langsung keintinya, ia bingung harus menjawab apa.


Zaina menarik nafas pelan, mengalihkan pandangan ke foto dengan bingkai besar.


“ Sudah mommy duga, kalian belum mengetahui keberadaan jaslin sampai sekarang kan??" Tanya sang mommy dengan suara bergetar


“ Apa kita sebaiknya mengikhlaskan kepergian jaslin mom?”  Jawaban andress sontak membuat zaina membelalakan mata kearahnya


“ Tidak, tidak akan pernah! Mommy tidak akan mengikhlaskan nya! Dia masih hidup, mommy yakin dia masih hidup!! mommy dapat merasakan keberadaannya!” Teriak zaina dengan mata melotot menatap andress. air mata mengalir perlahan diwajahnya.


“ Tapi mom, sudah 19 tahun pencarian jaslin, sampai sekarang tak menemukan titik terang.. Andress menyerah mom, andress putus asa” Jawab andres dengan suara parau, ia menundukkan kepala. Andres menagis tanpa suara.


“ Bersabarlah sebentar lagi nak.. mommy yakin jaslin pasti ditemukan” Zaina mulai menurunkan intonasi suaranya, ia mengusap lembut bahu andress yang bergerak naik turun. Ia memberikan energi positif agar sang anak tak menyerah.


“ Bersabar sampai kapan mom??!! Kita tak memiliki petunjuk lain, selain beberapa foto jaslin ketika bayi! Jika dia masih hidup, dia sudah besar mom... Entahlah rupanya mirip siapa? entah mirip mommy entah mirip daddy...


Mommy pun tak mengetahui pakaian apa yang dipakai jaslin terakhir kali! Bagaimana mencari nya hah!” Andress dengan bercucuran air mata, menatap tajam bola mata zaina


“ Stop!! Mommy tahu mommy salah!! Jangan ingatkan kesalahan mommy, itu membuat hati mommy terluka!!” Teriak keras zaina melepar segala sesuatu yang ada di dekatnya.


Penyesalan itu seakan membunuhnya..


Kamar itu berantakan seperti kapal pecah, tubuh zaina lurus ke lantai. Kedua tangan menutup wajahnya.


“ Mommy nyesel nak.. dulu mengabaikan jaslin, mommy sangat menyesal.. selama jaslin hidup mommy hanya beberapa kali menimangnya, itu pun terpaksa... Tapi sekarang mommy sangat merindukan kehadirannya nak.. mommy sampai ingin mati karena merindukannya...  Tolong nak, mommy mohon.. temukan jaslin, mommy ingin menebus kesalahan mommy padanya” Zaina menangis tergugu, tangis menyayat hati setiap orang yang mendengarnya. Tangisan yang menggores kalbu sang anak.


Andress berjalan menghampiri zaina, ia duduk di depan mommy nya, dan memeluknya.

__ADS_1


“ Tapi mom, kejadiannya sudah lama.. di tambah minimnya petunjuk! Kami kesulitan mencari jaslin! Andress dan daddy tidak diam saja mom, anak buah daddy  menyebar disetiap kota. Seluruh kota besar sudah kami telusuri untuk mencari keberadaan jaslin, tapi sampai sekarang hasilnya nihil!” Andress melerai pelukannya, ia menghapus airmata di wajah sang ibu.


“ Mommy mohon tetap cari keberadaan jaslin!! Atau kalian ingin mommy mati dalam keadaan bersalah!” Zaina memukul-mukul bahu anaknya, dengan bersimbah air mata andress memeluk erat zaina, walaupun mommy nya berontak.


“ Mom andress mohon jangan begini!!” Andress tak melepas pelukan mommy nya, walaupun sang mommy berontak ingin melepaskan diri.


“ Kalau kau tak ingin mommy mati, carilah jaslin !! .. Mommy ingin meminta maaf, dosa mommy terlalu besar padanya!” Pukulan tangan zaina melemah, ia menangis di dada bidang anaknya


“ Baiklah.. Andress akan mencari keberadaan jaslin sampai hari ulang tahunnya tahun ini. Jika sampai belum ditemukan, maaf Andress menyerah mom. Bukan andress tak menyayangi jaslin, tapi andress mencoba menerima takdir. Mungkin tuhan tak mengizinkan jaslin hidup di keluarga kita” Air mata andress menetes dikepala sang mommy, ia mendekap erat zaina, ia takut kehilangan sang mommy, cukup saja ia kehilangan adiknya.


Zaina menerawang ke masa lalu, ke kejadian 19 tahun lalu..


-


-


Penyesalan itu akan terasa ketika keberadaannya telah tiada, itulah gambaran hati zaina sekarang. Ia menyesal dulu mengabaikan anak perempuan satu-satunya karena tak sesuai harapan ia dan keluarganya. Yah.. ia ingat, keluarga besar dan suaminya menginginkan anak kedua mereka laki-laki, tapi kuasa Tuhan tak bisa ditolak, ia melahirkan bayi perempuan, yang sangat tidak diinginkannya.


Dulu.. sikap mereka terlalu egois dan jumawa, mereka tak pernah bersyukur atas apa yang tuhan berikan kepada keluarga mereka, mereka tidak  pernah puas apabila keinginan  mereka belum tercapai, walaupun itu bertentangan dengan hati nurani.


-


Tuhan menganugerahkan mereka bayi perempuan cantik yang harus mereka jaga dan mereka sayangi. Tapi kenyataannya, amanah yang harus mereka jaga, malah mereka abaikan bagai seenggok sampah.. Yah, mereka mengabaikan bayi yang tak berdosa itu, mereka tak menerima atas apa yang Tuhan berikan, mereka tak menerima atas apa yang Tuhan garis kan. Mereka menolak takdir yang Tuhan tetapkan, karena tak sesuai dengan harapan mereka.


Setelah keberadaan bayi mungil itu sudah tiada, mereka baru menyesalinya. Penyesalan yang tidak akan mungkin mengubah keadaan. Yahh.. mereka menuai apa yang mereka tanam.


Tuhan selalu menyelipkan pelajaran, agar mereka belajar dari kesalahannya


Tuhan mengajarkan mereka, bagaimana harus menghargai setiap apa yang Tuhan beri!


-


Bayi itu diberi nama jaslin, nama yang disematkan oleh kakek dari ibunya yang sudah pergi menghadap Tuhan. Karena ia dan sang suami tak mempersiapkan nama untuk sang bayi perempuan, saking mereka tak menginginkan kehadiran bayi itu.


Baby Jaslin hidup di bawah asuhan baby sister dan driver pribadi keluarganya, ia tak mendapatkan kasih sayang orang tua sepenuhnya, orang tuanya hanya fokus mengurus kakak lelakinya yang bernama andres.


Malang bukan nasib bayi itu?  dia hidup dikeluarga yang tak menginginkan kehadirannya. Hidupnya dikelilingi oleh orang yang tak mencintainya, mereka hidup di satu atap hanya karena keterikatan darah.


-


-


Bayi itu hanya berteman kesendirian, tangisan menggema mencari perhatian malah mendapat umpatan.


Jaslin...


Kehadiran yang tak menganggapnya ada...

__ADS_1


Hidup yang diasingkan, berteman sunyi..


Bayi itu merindukan kasih sayang orang tuanya..


Bayi itu merindukan peluk hangat ayahnya


Bayi itu merindukan belaian tangan ibunya..


Tapi kenyataannya.. hanya luka yang ia dapatkan...


Ia hanya bisa menatap orang tuanya..


Walaupun mereka hidup dekat, tapi serasa hidup berjauhan..


Sang ayah yang sibuk bekerja..


Sang ibu yang sibuk mengurus kakak lelakinya..


-


Malang sekali nasib mu Jaslin...


-


-


Bersimbing..


Nah.. perlahan-lahan tabir hidup jaslin terungkap. Nyesek banget hidup baby jaslin, dari kecil kurang kasih sayang, ehh malah diculik lagi..


Pasti bertanya-tanya kenapa jaslin sampai diculik paman nya sendiri ??


Apa alasan sang paman menculiknya??


Bagaimana nasib meida setelah pertengkaran dengan Gilbert ??


Jawabannya di next part yah..


Jangan lupa ... Tinggalkan jejak


Like


Vote


Commemt


Biar Author semangat ngehalunya

__ADS_1


Hatur nuhun..


__ADS_2