
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Aku mundur bukan karena aku sudah tidak mencintaimu lagi tapi karena aku menghargai apa yang kamu inginkan. Yaitu, aku pergi dari kehidupan mu."
~ Clarissa Xandria.
Happy Reading guys
"Ehh ada orang yang nusuk sahabat nya dari belakang yaa." sindir Naya kepada Nara yang baru saja datang.
"Nayy!! Udah dong, ini masih pagi loh jangan bikin keributan yaa!" sela Rissa sebelum Naya melanjutkan kalimat yang ingin dia sampaikan.
"Riss lo apa-apaan sih orang gue cuma pengen sapa penghianat gee." kesal Naya.
"Nayy, Nara itu sahabat kita! Engga seharusnya kita bersikap seperti ini ke dia." balas Rissa.
"Serah lah." ketus Naya.
"Naraa." sapa Rissa sambil tersenyum lembut.
Mendengar Rissa menyapa nya membuat Nara senang sekaligus merasa bersalah karena dia sudah menyembunyikan sesuatu dari nya dan termasuk Naya. "Eh Rissa selamat pagi." sapa balik Nara. "Pagi juga Nar."
"Assalamu'alaikum Naya." sapa Nara kepada Naya.
"Hmm wa'alaikumussalam." dingin Naya.
"Mau ngapain lo ke sini?" tanya Naya ketus. Mendengar pertanyaan Naya tersebut kepada Nara membuat Rissa merasa tak enak hati. "Eumm maaf yaa Nar." sesal Rissa. Nara pun tersenyum mendengar permintaan maaf Rissa. "Iya gapapa kok."
"Yaudah kalo gitu gue duduk dulu ya." pamit Nara.
"Yaudah sana huss huss." usir Naya.
"Nayaaa!!" peringat Rissa.
Lalu Nara pun berjalan menuju tempat duduk nya berada yang tepat di depan tempat duduk nya Rissa dan Naya.
🌻🌻🌻
__ADS_1
"Gila lo Ball kenapa kagak ngasih tau kita-kita tentang ini?!" kesal Rafa.
"Gue belum siap ngasih tau hal ini ke kalian. Dan lagian juga dia nya gamau kalo hal ini ke sebar ke orang-orang." jawab Iqbal.
"Bahkan dia belum kasih tau hal ini ke sahabat-sahabat nya." lanjutnya.
"Waitt waitt!! Jadi karena hal ini membuat persahabatan mereka bertiga renggang?" tanya Devan penasaran.
"Iyaa,, mereka pada salah paham ke dia. Sebenarnya ini juga salah gue sih karena engga terus terang langsung ke mereka." jawab Iqbal merasa bersalah.
"Kalo karena alasan itu membuat kalian menyembunyikan hal ini emang gamasalah sih menurut gue tapi kalo dari pandangan orang-orang pasti ini akan masalah dan akan menimbulkan kesalah pahaman. Sama seperti apa yang dia dan sahabat nya alami." jelas Rafa.
"Nah bener tuh apa yang Rafa bilang. Seharusnya kalian terus terang aja karena kalo tetep di sembunyikan akan makin besar masalahnya." ucap Devan menyetujui apa yang Rafa katakan.
"Yaudah nanti gue diskusiin dulu sama dia." ucap Iqbal.
"Okee. Kalo lo butuh bantuan kita kasih tau aja yaa, kita siap membantu lo kok." ucap Devan.
"Iya tenang aja." balas Iqbal.
"Eum kita gamau bikin persahabatan mereka baikan lagi Ball?" tanya Devan.
"Gue pengen nya sih gitu tapi dia nya gamau nerima bantuan dari gue. Karena dia mau nyelesain masalah ini sendiri" jawab Iqbal.
"Ehh ehh Ball liat tuh si Rissa udah datang." beritahu Rafa.
Mendengar Rissa berada di kantin membuat Iqbal menolehkan kepala nya kearah seorang gadis yang barusaja memasuki kantin bersama sahabat nya. Namun, Iqbal merasa seperti ada yang kurang dan ya tepat! Ternyata yang kurang tersebut yaitu biasanya mereka kemana-mana selalu bareng-bareng bertiga akan tetapi sekarang hanya berdua saja. Dan dimana keberadaan Nara? Itulah yang di fikirkan oleh Iqbal.
"Eh tapi kok tumben ya si Nara kagak ngikut mereka? Biasanya kan mereka kalo kemana-mana selalu bertiga terus tapi ini kok cuma berdua aja ya?" heran Rafa.
"Eh iya yaa ada apa ya sama mereka?" ucap Devan yang juga merasa heran.
"Tapi yaa yang gue denger-denger sih emang mereka lagi ada masalah yang serius gitu gatau masalah nya apaan. Yang jelas itu berita udah kesebar di seluruh penjuru sekolah." beritahu Rafa. Ya, mengapa Rafa mengetahui hal tersebut? Karena sejak tadi pagi di sepanjang jalan dia ingin memasuki kelas berita tersebutlah yang menjadi topik perbincangan hangat murid-murid SMA Galaksi.
"Ball jangan bilang ini masalah gara-gara elu?" tuduh Devan membuat Iqbal mendelik kesal kearahnya.
"Wihh sabarr boss hahaha." kekeh Devan.
"Tapi Ball kayaknya emang bener sih apa yang Devan bilang tadi soalnya gue juga denger anak sini bilang kalo mereka ribut gara-gara ngerebutin lu." balas Rafa.
"Gatau gue." singkat Iqbal lalu pergi begitu saja meninggalkan kantin.
__ADS_1
"Yee tuh anak malah kabur aja." kekeh Devan pelan.
Di Rooftop...
"Rissa." panggil Iqbal.
Rissa pun menolehkan kepala nya kearah belakang untuk melihat siapakah yang memanggil nya. Namun setelah itu dia pun terkejut karena yang memanggil nya Iqbal.
"Iqbal?" kaget Rissa
"Iya ini gue Iqbal." santai Iqbal.
"Ada apa ya?" bingung Rissa.
"Lo kenapa akhir-akhir ini berubah?" tanya Iqbal.
"Berubah gimana?"
"Ya itu apa sih nama nya lo kenapa kayak ngehindarin gue?" tanya Iqbal gugup.
"Gapapa." singkat Rissa. Mendengar jawaban dari Rissa membuat Iqbal belum merasa puas dan dia pun bertanya kembali. "Lo ngehindarin gue karena masalah kemaren?"
"Bukan kok." balas Rissa.
"Terus apa?" tanya Iqbal lagi.
"Karena aku ingin mulai hidup tanpa dirimu dan melupakan apa yang kita lalui bersama." jawab Rissa.
"Maksud kamu apa Ris?" bingung Iqbal yang masih tidak paham maksud dari perkataan Rissa.
"Aku mundur Bal."
Degg....
Hayoo ada apa ya kok sampe-sampe membuat Rissa memilih mundur? Apakah Rissa sudah tidak mencintai Iqbal? Atau karena hal lain?
Jika ingin tau jawaban nya....
Ikuti terus kisah inii!!!!
Bersambung....
__ADS_1
Salam hangat,
Anaa29❤️