Kita Berbeda

Kita Berbeda
Konglomerat


__ADS_3

“Mom, kenapa mommy menangis? Ada apa? Tolong cerita sama andress?” Tanya andress melihat kearah zaina yang sedang menangis di kamar jonathan. Zaina sedang duduk di kursi meja belajar jonathan, yang tak pernah ia duduki sama sekali. Zaina memadang andress yang sedang berdiri disampingnya


“Jonathan kemana ko? Kenapa belum pulang sampai sekarang. Mommy merindukannya.” Tanya zaina  dengan menghiba kearah andress. Andress berjongkok disamping zaina, ia memegang tangan sang mommy.


Andai mommy tahu! Jonathan sudah di usir daddy mom, dia tak mungkin pulang kesini. Maaf andress tak mencari tahu keberadaannya, andress ingin memenuhi permintaannya, untuk tak mencarinya. Dia ingin sendiri mom, dia ingin kita merenungi sikap kita padanya selama ini. Ternyata dia terluka mom, padahal kita tak pernah memikirkan lukanya sedikit pun. Batin andress sambil mencium telapak tangan zaina.


“Jangan dipikirkan! Sebentar lagi jonathan pulang mom.” Zaina menolehkan pandangannya kearah andress, setelah mendengar perkataan anaknya.


“Kamu sudah menemukan keberadaan jonathan?” Tanya zaina dengan wajah berbinar walaupun air mata menetes dipipinya. Andress menelan ludah kasar melihat tatapan berbinar dari mata zaina.


“Be..be..lum mih. Ko..ko belum menemukannya," ucap gugup andress mengalihkan pandangan dari mommy nya. Zaina menatap andress tajam, ia seakan menguliti andress hidup-hidup.


“Ada yang kamu sembunyikan dari mommy?” Andress menggaruk kepalanya lalu menghapus keringat yang menetes didahinya.


“Tidak ada mom, andress tak menyembunyikan apapun dari mommy.” Jawab andress dengan senyum lebar menutupi kegugupannya.


“Jangan bohong! Kamu tak bisa membohongi mommy. Mommy yakin kamu sedang menyembunyikan sesuatu!” Zaina menangkup wajah andress dengan kedua tangannya. Ia menatap dalam mata andress, sehingga andress tak bisa berkutik.


“Tapi ...”


“Cerita sekarang! Atau mommy akan marah padamu!” Ancam zaina dengan suara yang cukup keras. Ia tak melepaskan tangannya dari wajah anaknya.


“Baiklah mom. Ini tentang jonathan?” Jawab pasrah andress sambil menundukkan kepalanya. Zaina langsung berbinar ketika mendengar nama jonathan disebut.


“Ada apa dengan jonathan?” Zaina mendongkakkan wajah andress untuk melihatnya.


“Jonathan ternyata diusir daddy. Ini alasan kenapa dia tak pulang selama ini,” ucap andress dengan mata berkaca-kaca. Zaina langsung menjerit setelah mendengar ucapan jonathan, ia langsung melepaskan tangannya yang berada di wajah andress.


“Apa??? Yaa tuhannn. Kenapa daddy sampai mengusir jonathan???” Tanya zaina menangis. Andress langsung memeluk mommy nya.


“Tanyakan sendiri pada daddy? Kenapa dia mengusir jonathan!” ucap parau andress sambil berusaha menenangkan zaina.


“Yaa Tuhan jonathan ... bagaimana keadaannya sekarang? Dimana ia tinggal?”


“Mungkin dia jadi gelandangan, tinggal di kolong jembatan. Jadi pengemis atau tukang rongsokan. Kita hidup enak disini, sedangkan dia disana panas-panasan demi sesuap nasi. Cucu seorang keluarga Atmaja pemilik Rumah sakit ternama yang cabangnya dimana-mana. Cucunya jadi gelandangan, karena kurang kasih sayang orang tua. Hahaha lucu sekali keluarga kita.” Gurau andress dengan nada suara getir, air mata bercucuran dari wajah nya.


“Stoppp andress!!! Jangan kau teruskan!!! Kau ingin mommy mati!!!” Teriak zaina sambil memegang kepalanya. Ia menangis sambil memukul-mukul kepala dengan kedua tangannya.


“Tapi inilah kenyataan nya mom. Keluarga kita berantakan! Jaslin hilang tak pernah ditemukan! Sekarang jonathan pergi! Mereka pergi karena keegoisan kita! Keegoisan keluarga kita! Andress harus apa mom? Sifat daddy sangat keras, dia terlalu otoriter! Dia bersikap sesuai kehendaknya, tanpa mempedulikan orang lain! Bicaralah dengan daddy mom! Bicarakan semua ini! Kepala andress rasanya ingin pecah, memikirkan setiap masalah yang hadir di keluarga kita,” ucap lirih andress sambil memegang kedua bahu zaina. Mendengar permohonan andress zaina semakin hanyut dalam tangisnya.


“Jonathan maafkan mommy ... maafkan mommy nak ... mommy belum bisa jadi ibu yang baik buat kalian.” Tangis pilu zaina sambil menjambak rambutnya sendiri. Andress memegang kedua tangan mommy nya, dan menatapnya lembut.


“Sudahlah mom, sekarang bukan waktunya lagi untuk menyesali kepergian mereka. Tapi sekarang waktunya kita memperbaiki semuanya!  Mommy harus menyadarkan daddy, bahwa sikap dia selama ini adalah salah!” Andress menangkup wajah zaina. Lalu mencium keningnya lama.


“Bicaralah yang tegas pada daddy mom! Demi keutuhan keluarga kita!”


-


-


Shinwa Nagara Corp.


Meida sedang menghimpun data di sofa. Sedangkan melvin sedang bergelut dengan beberapa berkas diruangannya.


Tok tok tok


Suara pintu membuyarkan konsentrasi meida, Ia melihat kearah pintu. Ketika ia akan berdiri dari duduknya,


Ceklek


Pintu itu terbuka dari arah luar. Menampilkan sosok melisa yang mengenakan dress selutut berwarna putih dilapisi jas warna hijau tosca.


“Mbak melisa ...” Panggil meida dengan wajah berbinar kearah melisa. Sontak melisa berlari kecil kearah meida.


“Meida!!!” Melisa langsung memeluk meida. Mereka seperti orang yang sudah bertahun-tahun tak dipertemukan.


“Mbak kemana aja selama ini? Sudah lama kita gak ketemu.” Melisa melerai pelukan meida, ia memegang tangan meida.


“Biasa dek, mbak banyak pekerjaan. Ulah dari Tuan mu itu.” Meida hanya tersenyum ketika melisa menunjuk kearah pintu ruang melvin.


“Mbak mau minum apa? Nanti kubuatkan ke pantry.” Tanya meida sambil memegang tangan melisa. Mereka terlihat seperti saudara kembar, saking dekatnya hubungan pertemanan mereka.


“Gak usah dek, udah disini aja temani mbak.” Melisa menggeleng kepalanya sambil menahan tangan meida yang akan berdiri,  agar meida menemaninya.


“Ko melvin ada diruangannya?” Tanya melisa sambil menelisik keruang melvin. Sedangkan dion masih anteng diruangannya.

__ADS_1


“Ada mbak. Mbak langsung masuk aja!” Jawab meida sambil menunjuk keruangan melvin.


“Yaudah. Mbak kesana dulu yah sebentar! Kamu jangan kemana-mana!” ucap melisa sambil berjalan kearah ruang melvin.


“Silahkan mbak.”


-


-


“Dek, koko sengaja manggil kamu kesini. Koko mau minta bantuan sama kamu! Tolong ajak meida keluar, nanti balik lagi kesini sorean aja! Ada yang ingin koko bicarakan dengan dion. Koko takut meida mendengarnya,” ucap melvin kearah melisa yang sedang berdiri didepannya. Melisa dibuat bengong dengan ucapan melvin, ia kira disuruh melvin ke kantornya untuk menghandle pekerjaannya, tapi malah disuruh untuk ngajak meida jalan-jalan.


“Penting banget yah ko?” Tanya melisa sambil duduk dikursi didepan melvin. Melvin menatap serius wajah adiknya


“Sangat penting! Ini tentang meida dek!” Jawab melvin sambil melonggarkan dasi yang berada dilehernya. Melisa langsung melipat tangannya, ia menatap melvin tak kalah serius.


“Kenapa dengan mereka?”


“Ini semua berkaitan dengan pencarian kita dek. Bukankah kamu ingin membantu meida mencari keluarganya?” Melisa menganggukkan kepalanya, pertanda menjawab perkataan melvin.


“Iya kok. Aku ingin membantu nya.” Melvin pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Bawalah meida jalan-jalan keluar! Setelah selesai semuanya, koko pasti beritahu kamu,” ucap melvin sambil menumpu dagu dengan tangannya.


“Yaudah deh, melisa mau ajak meida jalan-jalan dulu.” Melisa berdiri dari kursinya. Melvin pun mengikuti melisa berdiri.


“Ayoo koko antar kamu ke depan.” Melvin menggandeng bahu melisa keluar dari ruangannya. Mereka berjalan kearah meida yang sedang pura-pura sibuk membereskan berkas.


Mereka memang pasangan yang serasi. Batin meida sambil curi pandang kearah mereka berdua. Meida belum mengetahui bahwa melvin dan melisa adalah kakak beradik.


“Meida antar mbak yuk! Kita jalan-jalan keluar.” Ajak melisa yang masih digandeng melvin. Meida melirik kearah melvin sebentar.


“Mbak izinnya harus sama Tuan melvin. Karena saya bawahannya.” Jawab meida tak enak sambil menundukkan kepalanya.


“Saya mengizinkan kamu keluar dengan melisa. Saya tidak akan memotong gajimu sama sekali. Pergilah!” Meida menoleh kearah melvin dengan wajah serius


“Tuan yakin dengan ucapan tuan?” Tanya meida kemudian


“Iyalah! Pergilah temani melisa jalan-jalan! Sekalian kamu refreshing, saya tahu kamu jenuh disini.” Melvin melepaskan tangan yang berada di bahu melisa. Ia memberi kode kearah melisa, agar ia segera pergi membawa meida.


“Baiklah. Saya ikut dengan mbak melisa.” Senyum meida kearah melisa


“Be Carefull! Perginya diantar driver!” Melisa mengacungkan ibu jarinya kearah melvin


“Iya ko. Bye koko.”


“Saya pergi dulu Tuan. Permisi.”


Setelah mengambil tas selempangnya di sofa, meida dan melisa pergi bergandengan tangan keluar dari ruangan melvin. Mereka menuju lobby, karena driver pribadi keluarga nagara sudah menunggu disana.


“Mbak kita mau kemana?” Melisa menjawab pertanyaan meida dengan tersenyum.


“Mbak ada acara sosial di Panti Asuhan Harapan Bunda. Kamu temani mbak kesana yah! Gak lama kok, jam 2 juga selesai.” Meida hanya menganggukkan kepala sambil membuka pintu mobil itu.


“Baiklah mbak! Aku temani mbak kesana!” ucap meida tersenyum kearah melisa yang duduk disampingnya.


“Pak ke Swalayan dulu yah! Ada yang mau saya beli.” Perintah melisa kearah driver yang usianya berkisar 40 tahunan.


“Baik non.” Angguk supir itu sambil tersenyum.


-


Diruangan CEO


Melvin dan Dion tengah serius membaca beberapa lembar kertas yang berada dihadapannya.


“Dion, apa informasi ini akurat?” Tanya melvin menunjuk kesebuah kertas, ia mengacungkan kertas itu kearah dion. Dion menganggukan kepalanya lalu menjawab pertanyaan melvin.


“Benar sekali Tuan. Data itu sangat valid, saya mendapatkan data itu dari salah satu mantan pekerja disana.” Melvin meletakkan sebelah tangannya di dagu, dan mengelus-ngelus pelan dagunya. Ketika dion menunjukan foto buram seorang lelaki muda yang sedang memangku bayi dengan posisi menyamping. Melvin yakin lelaki itu adalah johan, lelaki yang sempat jonathan ceritakan.


Kenapa yang menculik Jaslin adalah Johan? Padahal jonathan menceritakan bahwa Johan ini adalah om-nya, dia adalah orang baik. Batin melvin sambil melihat gambar yang lain


“Lihatlah Tuan! Lelaki ini selama satu hari mengurus jaslin sebelum membuangnya. Dan yang membuat ku bingung. Lelaki ini salah satu orang yang menyayangi jaslin. Jadi ada yang ganjal tuan, jika memang lelaki ini ingin berniat jahat, kenapa dia malah mengurusnya selama satu hari sebelum membuangnya? Inilah misteri yang belum terpecahkan dari masalah ini. Hanya lelaki ini dan keluarga Atmaja yang tahu alasannya. Indentitas lelaki ini pun disembunyikan? Seperti ada yang ditutup-tutupi dari keluarga Atmaja.” Terang dion sambil menyondorkan beberapa berkas kearah melvin, agar melvin membacanya. Melvin menerima berkas tersebut dengan penuh teliti.


“Jelaslah! Johan ini adalah adiknya Gilbert Atmaja. Mereka satu ayah tapi beda ibu. Keluarga Atmaja sengaja membuang nya, karena ibu dari johan ini berasal dari keluarga miskin. Johan ini adalah anak dari istri pertama Atmaja, johan dan ibunya dibuang oleh keluarga atmaja. Dan johan ini menyamar jadi pelayan dikeluarga mereka.” Jawab melvin sambil membolak-balik berkas itu.

__ADS_1


“Apa??? Tuan tahu darimana?? Ini fakta yang sangat mengejutkan dari keluarga Atmaja.” Teriak kencang dion, yang langsung mendapatkan pukulan pelan dari melvin.


“Kau tak perlu tanya dari mana saya mendapatkan informasi itu! Yang terpenting sekarang, kau tutup mulutmu itu untuk tak membocorkan rahasia ini!” Delik tajam melvin kearah dion, yang langsung membuatnya diam seketika.


“Baiklah Tuan,” ucap dion menatap melvin dengan wajah ngeri. Dion kembali menyondorkan salah satu berkas dan menunjukkan langsung kepada melvin.


“Dan ini Tuan,  lelaki ini membuang jaslin di masjid Al-Istiqomah di kota ini. Selang beberapa menit dari menghilangnya jaslin, meida ditemukan di masjid yang sama dengan tempat jaslin dibuang. Meida ditemukan oleh orang tua angkatnya di serambi masjid ini. Jadi data ini jelas menyimpulkan, bahwa jaslin dan meida itu adalah orang sama. Berarti... meidaa adalah anak konglomerat!!!” Kaget dion setelah menyimpulkan penyelidikan nya. Melvin kembali menggetok kepala dion.


“Shut jangan banyak omong! Fokus dulu kesini.” Tunjuk melvin kesebuah berkas.


Bi ina pasti tahu tentang ini. Aku harus menanyakannya. Batin melvin


“Dion, kau tahu dimana johan tinggal?” Tanya melvin serius kearah dion.


“Menurut data disini, dia tinggal di malang Tuan. Datanya cuman menunjukkan itu, ia menutupi semua hal mengenai kehidupan pribadinya. Termasuk anak dan istrinya.” Jelas Dion kembali


“Baiklah. Saya harus menemuinya! Kau harus mengatur pertemuan saya dengannya! Kalau bisa besok!”


“Tapi tuan,”


“Tak ada tapi tapian!”


-


Meida dan melisa sedang berbelanja di sebuah swalayan terbesar di kota itu. Meida dan Melisa membawa beberapa paperbag berisi pakaian, sedangkan sang driver membawa beberapa plastik cemilan untuk anak panti asuhan nanti.


Mereka berjalan sambil bercengkrama ria, tiba- tiba lelaki berjas hitam menabrak meida dari arah yang berlawanan.


“Bisa gak sih jalannya hati-hati!” Ketus suara itu sambil menepuk-nepuk jasnya. Padahal lelaki itu yang salah karena telah menabrak meida. Meida memunguti paperbag nya yang berjatuhan dilantai.


“Maaf saya gak sengaja!” Permintaan maaf meida sambil berdiri dan membungkukkan badannya. Ia meminta maaf, walaupun ia tak salah. Meida tak ingin memperpanjang hal sepele seperti ini.


“Gak sengaja gak sengaja! Jalannya pake mata!” Lelaki itu malah nyolot memarahi meida.


“Semua jalan pake kaki pak, bukan pake mata!” Lirih meida yang masih menundukan kepalanya.


“Dasarr tak tahu sopan santun!” Meida langsung mengangkat kepalanya mendengar umpatan lelaki itu. Lelaki itu melotot kearah meida, ia menatap tajam kearah meida.


“Cuihh perempuan ini.”Sinis lelaki paruh baya itu tersenyum kecut.


“Tuan Arrogant!” Balas meida, sambil memutar bola matanya malas.


“Setiap bertemu dengan kamu hidup saya pasti tertimpa sial! Pergi jauh-jauh dari saya! Saya muak melihat wajah mu!” Ucap sinis lelaki itu sambil mengibaskan tangannya, pertanda meremehkan meida.


“Saya pun muak bertemu dengan anda!” Jawab ketus meida. Melisa langsung memegang tangan meida untuk pergi dari hadapan lelaki sok itu.


“Sudah sudah meida, ayoo kita pergi dari sini! Buang-buang energi saja!”


“Wah wah wah ternyata sekarang kau punya mangsa baru! Pasti isi paperbag ini dibelikan dia? Menyedihkan sekali hidup mu, hidup bergantung pada orang lain. Berhentilah jadi benalu!” ucapan itu berhasil menyakiti hati meida sampai meida diam terpaku. Melihat itu, melisa tak tinggal diam


“Bukankah bapak adalah keluarga Atmaja? Apa keluarga bapak mengajarkan sopan santun? Apa keluarga bapak mengajarkan untuk saling menghormati? Beginikah didikan keluarga atmaja pada orang lain? Merasa paling kaya?? Atau merasa paling berkuasa?? Jangan merendahkan orang lain! Karena kita belum tentu lebih mulia dari dia! Ingat! di atas bumi masih ada langit, di atas langit masih ada langit!” ucap tajam melisa, yang membuat wajah lelaki itu merah.


“Yukk meida kita pergi! Jangan buang-buang waktu menghadapi Tuan sombong ini!” Melisa menggandeng tangan meida untuk meninggalkan lelaki sok itu.


“Heii berani-beraninya kamu menggurui saya! Siapa kamu? Mau saya hancurkan keluarga mu!”


“Saya kakak dari perempuan ini! Silahkan hancurkan keluarga saya bila anda mampu! Saya hanyalah orang miskin yang tinggal dipinggiran kota. Anda akan rugi membuang-buang waktu anda jika mengurusi keluarga saya!”


-


Meida dan melisa sudah sampai di panti asuhan, suasana panti itu sedang ramai seperti ada kunjungan.


“Meida ...” Panggil seorang lelaki yang mengagetkan meida. Ia lalu menolehkan wajahnya kesamping untuk melihat wajah lelaki yang memanggilnya.


-


Otor sengaja nulis ceritanya banyak, agar kalian puas bacanya🤗 Otak otor sampe oleng wkwkwk


Jangan pelit-pelit kasih like sama hadiahnya🤭🤗♥️


Apalagi komennya hehe


Seperti biasa hari minggu otor libur.


Kembali up hari senin..

__ADS_1


Happy weekend di musim hujan😂 Hanya bisa rebahan cantik sambil nonton drakor wkwkwk.


Hatur nuhun


__ADS_2