Kita Berbeda

Kita Berbeda
Oma Pelakunya!


__ADS_3

“Rencana kita berjalan dengan baik. Saatnya kita melancarkan aksi selanjutnya! Siapkan tempat yang aman dan jauh dari jangkauan orang-orang! Kalian berpecar! Saatnya kita jalankan rencana selanjutnya!” Perintah tegas Grace. Ia sudah pergi meninggalkan rumah anaknya, menuju markas rahasianya yang terletak jauh dari pemukiman penduduk. Entah apa yang dipikirannya, ia begitu bernafsu ingin membunuh anaknya.


“Apa kepergian nyonya ini tidak terlalu cepat? Seharusnya nyonya memastikan dulu putra nyonya meregang nyawa. Kenapa mesti terburu-buru seperti ini?” Tanya Jonas, keponakan sekaligus tangan kanan Grace selama ini.


“Saya yakin dia pasti mati! Racun yang kamu berikan, sudah saya suntikan kedalam infusan nya. Jika saya menunggu dia mati, yang ada saya tertangkap lebih dulu!” Grace melepaskan kaca matanya. Sambil menyandarkan kepalanya ke jok mobil lalu memijit pangkal hidung nya. Kepalanya mulai terasa pusing, karena terlalu lama menempuh perjalanan.


“Sekarang mereka pasti mengetahui saya pelakunya! Ingat perjanjian kita! Jika saya mendapatkan harta warisan 100% itu, persentase kamu hanya 5%, setara dengan puluhan Triliun. Kerjakan rencana ini dengan apik. Setelah perhatian mereka buyar, dan kacau. Langsung saja kamu dan anak buah mu  bergerak. Nanti bawa anak itu kesini, kehadapan saya! Dan kamu langsung sekap saja! Ingat, keberadaan kita jangan sampai tercium media.” Perintah Grace sambil menyunggingkan bibir merahnya. Senyumnya merekah, mengingat seluruh harta kekayaan Atmadja akan jatuh ke tangannya.


“Siap Nyonya! Perintah nyonya akan saya laksanakan!” Jawab singkat jonas.


“Dan satu lagi, tambah pengawalan ketat di sekitar markas ini. Saya tidak ingin mereka sampai mengendus keberadaan saya disini!” Tunjuk grace sambil menunjuk kearah markasnya. Ia turun dari mobil lalu berdiri di depan markas besarnya, dengan senyum yang menyeramkan.


Tak masalah saya meracuni mu Gilbert. Sekarang kau tak ada gunanya sama sekali! Percuma saya membiarkanmu hidup! Kau pasti menjadi penghalang nantinya! Cita-cita saya dari dulu, akan segera tercapai. Saatnya saya menjadi penguasa Keluarga Atmadja! Dan benar-benar berhasil menghancurkan keluarga Atmadja! Mih, pih, saya berhasil menjalankan rencana mu setelah berpuluh-puluh tahun ini. Andai kau masih hidup! Kau bisa menyaksikan sendiri bagaimana saya bisa menghancurkan rival mu ini. Gara-gara mereka, papih jadi bangkrut dan jatuh miskin. Gara-gara mereka, mamih mengakhiri hidup. Tunggulah! Saya akan menghancurkan mereka sampai keakar-akarnya. Sinis Grace dengan wajah penuh kebencian. Ia mengepalkan tangannya dengan mata yang memerah, lalu tertawa seperti orang kesetanan.


-


Rumah Sakit Hospital Internasional Centre.


Meida, Jonathan, dan Bi Ina berlari terpogoh-pogoh menuju ruang UGD. Tempat dimana Gilbert sedang di tangani oleh para dokter sekarang. Mereka menghampiri Zaina yang sedang berdiri di luar menunggu hasil pemeriksaan. Jonathan dan Meida langsung memeluk Zaina yang sedang menyandarkan kepalanya ke pintu, ia tahu Mommy-nya sedang dihinggapi rasa ketakutan.


“Daddy mana mih?” Tanya Jonathan sambil melepaskan pelukannya. Zaina menunjuk kearah samping sambil menangis. Jonathan mengikuti arah telunjuk mamihnya, ia melihat kearah kaca dimana Daddy-nya sedang ditangani.


“Daddy-mu di dalam. Dia masih di periksa! Mudah-mudahan Daddy kalian baik-baik saja.” Meida mengaminkan ucapan mamihnya. Ia melihat kearah daddy-nya yang sedang di kelilingi oleh para Dokter handal. Jack dan Andress berdiri di antara para dokter tersebut.


“Daddy berjuanglah! Kami menyayangimu.” Meida mengelus kaca tersebut lalu mengalihkan pandangannya kearah Zaina yang sedang berpelukan dengan Bi Ina.


“Mommy. Mommy harus lihat ini! Kami menemukan rekaman CCTV  di lorong menuju kamar Mommy. Mommy pasti tak percaya melihatnya!” Zaina melerai pelukan Bi Ina lalu menatap heran kearah meida.


“Ada apa? Mana Mommy lihat!” Meida langsung menyondorkan ponsel ke tangan zaina lalu memindai wajah Mommy-nya yang terlihat membelalakan mata lalu menghapus wajahnya kasar.


“Ya Tuhan, kenapa Oma kalian setega ini! Apa yang dia inginkan sebenarnya? Tega-teganya dia meracuni anak kandungnya sendiri!” ucap Zaina tak percaya dengan kelakuan nekat mertuanya. Yang mencoba membunuh anaknya sendiri.


“Kami pun sama Mih. Jonathan dan cici pun gak nyangka pelakunya adalah oma. Ketika kami ingin menangkap oma, dia sudah pergi Mom. Pelayan pun tak ada yang mengetahui kemana perginya. Sepertinya Oma melakukan ini dengan sengaja dan sudah direncanakan.” Jawab Jonathan yang diangguki kepala oleh Meida dan Bi Ina.


“Ya Tuhan, baru saja keluarga kita bahagia. Sekarang Kau sudah memberi ujian yang lain lagi pada keluarga ini. Dad, berjuanglah untuk sembuh! Mari kita wujudkan keluarga yang kita cita-citakan.” Tutur pelan Zaina sambil memandang kearah suaminya. Mereka pun duduk di kursi tunggu, menunggu hasil  pemeriksaan Gilbert.

__ADS_1


Andress dan Jack keluar dari ruang itu dengan tersenyum walaupun wajah mereka terlihat lelah. Andress langsung memeluk zaina dengan perasaan bersyukur.


“Mom. Puji Tuhan, nyawa Daddy terselamatkan. Terjadi penyempitan pada otak daddy, hingga menyebabkan serangan jantung. Untung saja racun di tubuh daddy tak menjalar. Mommy kasih obat apa daddy? Hingga ia keracunan seperti itu?” Tanya Andress sambil melerai pelukannya.


“Mommy kasih obat daddy kan sesuai resep dari kamu. Mommy gak nambahin lagi! Tapi asal kamu tahu ko, sebenarnya ini yang terjadi!” Zaina menyondorkan ponsel meida pada Andress untuk melihat rekaman CCTV yang sudah meida ambil dari rumahnya. Andress tercengang melihat video itu lalu menatap kearah Mommy-nya.


“Ya Tuhan, oma pelakunya! Apa perlu kita laporkan Oma ke kantor polisi?” Tanya Andress menatap semua orang yang berada di kursi itu untuk meminta pendapat. Zaina mempertimbangkan ucapan anaknya dengan memijit keningnya pelan.


“Entahlah Nak. Mommy masih bingung! Apa motif Oma mu meracuni anak kandungnya sendiri? Dan anehnya, Oma mu sudah pergi dari rumah. Entah dia pergi kemana? Sepertinya oma mu berniat menghabisi daddy mu!” Jack yang berada di samping andress menyimak apa yang terjadi di keluarga tantenya. Ia menggigit bibirnya lalu mengucapkan sesuatu.


“Sepertinya Oma-mu ketakutan ko. Makanya dia memilih pergi! Dia seperti tahu, jika kita akan melaporkannya,” ujar Jack sambil menggaruk dagunya.


“Apa kita harus melaporkan Oma mu ke kantor polisi? Tapi Mommy gak tega, Oma-mu terlalu tua untuk masuk penjara. Dan dari kasus ini, keluarga kita pasti jadi sorotan. Mommy takut, bukannya masalah selesai tapi malah bertambah runyam.” Tutur Zaina yang diangguki kepala oleh Bi Ina.


“Tapi mom, kita harus memberikannya efek jera. Supaya oma gak ngulangin perbuatannya.” Timpal Jonathan sambil menggandeng bahu cici-nya. Meida hanya diam tak menimpali sedikit pun perdebatan keluarganya. Karena ia tak mengetahui sikap oma nya seperti apa, mereka bertemu pun hanya sekali.


“Ko. Boleh aku liat Daddy kedalam?” Tanya meida sambil menunjuk kedalam ruang UGD. Ia tak ingin terlibat pembicaraan tentang oma nya, karena ia tak tahu menahu tentang hidup oma nya sama sekali. Andress menolehkan kepalanya kearah adiknya dan tersenyum.


“Belum boleh Dek. Nanti liatnya di kamar VVIP aja. Karena Daddy akan dipindahkan kesana!” Meida mengerucutkan bibirnya dan menganggukkan kepalanya.


“Baiklah!” Sahut lemah Meida.


-


“Bos, sepertinya disini tempat yang cocok untuk Tuan muda. Di pesisir itu terlihat banyak rumah penduduk. Semoga mereka menemukan Tuan Muda, dan menolongnya.” Bagaskara keluar dari kabin kapal yacht milik kakaknya, lalu ia melihat kearah yang ditunjukkan pengawalnya menggunakan teleskop. Ia dapat melihat di depannya terdapat satu pulau yang terdapat titik-titik cahaya temaram yang menerang penduduk tersebut dari kegelapan, apalagi suasana masih tengah malam.


“Emang ini tempat yang saya maksud! Di pulau terpencil ini, keponakan saya akan diasingkan! Pulau ini berada di tengah-tengah laut, jika akan pergi ke kota harus menyeberangi laut itu! Sekarang kita menepi kesana!” Anak buahnya menganggukkan kepalanya mematuhi perintah apa yang diperintahkan oleh bosnya.


Setelah kapal yacht itu menepi, mereka berdiri menunggu perintah selanjutnya dari Bagaskara.


“Kamu bawa keponakan saya kedalam kampung itu! Lalu letakkan di tempat terbuka, agar masyarakat disini mudah menemukannya. Setelah itu kalian balik lagi kesini! Jangan lama! 20 Menit kalian sudah harus ada disini lagi!” Perintah Bagaskara yang diangguki oleh keempat anak buahnya. Mereka masuk ke dalam kapal, lalu mengangkat tubuh ringkih melvin yang tak sadarkan diri dengan menggunakan tandu. Bagaskara menatap lekat wajah keponakannya untuk terakhir kalinya.


“Selamat berjuang! Semoga kau bisa belajar arti hidup yang sesungguhnya! Semoga kau sadar dengan keputusanmu! Semoga kau bisa merenunginya, dan kembali pada kebenaran!” Bagaskara lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa melvin pergi memasuki kampung tersebut dengan berhati-hati, agar tidak ada orang yang memergoki keberadaan mereka.


Bagaskara menatap kepergian keponakannya hingga hilang dari pandangannya. Ia menghapus air matanya lalu menghubungi kakak lelakinya.

__ADS_1


“Saya sudah mengasingkan Melvin disini!” ucap Bagaskara ketika sambungan teleponnya terhubung pada Nagara.


-


“Baiklah, sebentar lagi saya kembali ketengah lautan. Tunggu sekitar 1 jam lagi! Saya menunggu anak buah saya kembali” Bagaskara menutup teleponnya ketika melihat keempat anak buahnya kembali dengan menenteng tandu.


“Kalian letakkan Melvin di tempat aman, Kan?” Keempat anak buahnya menganggukkan kepalanya, satu diantara mereka maju dan menjawab pertanyaan yang dilontarkannya.


“Benar Bos. Kami letakkan Tuan Muda di depan gerbang rumah besar. Kami tak bisa membaca tulisan gerbang itu, karena minimnya cahaya disana.” Jawab anak buahnya.


“Baiklah! Ayo kita berangkat! Helikopter sudah menjemput kita disana!” Keempat anak buahnya lebih dulu masuk ke kapal itu. Bagaskara berjalan pelan, sebelum dirinya masuk. Ia menolehkan kepalanya kebelakang untuk terakhir kali.


Selamat tinggal Melvin. Semoga kau disana baik-baik saja!


-


“Ci, ko Melvin belum mengabarin cici selama 5 hari ini?” Tanya jonathan kepada meida yang wajahnya terlihat sangat murung. Mereka duduk bersisian di kantin rumah sakit setelah melaksanakan shalat Dzuhur. Meida menggelengkan kepalanya lalu melepaskan sedotan yang berada dimulutnya.


“Sudah 5 hari ini nomornya gak aktif, begitupun keluarganya. Apa masalahannya sebesar itu sampai ia tak sempat menghubungi cici? Cici takut dia memilih pergi meninggalkan cici.” Lirih Meida dengan mata yang mulai mengembun. Jonathan terkekeh lalu memegang tangannya.


“Ko Melvin gak mungkin ninggalin cici. Orang dia udah cinta mati sama cici. Bukannya koko menyuruh cici untuk menunggu? Cici harus sabar! Kayak ko Melvin yang selalu sabar menghadapi sikap cici selama ini. Cici harus ngerti keadaan dia sekarang seperti apa. Yang penting, selalu doakan dia di sujud panjang cici.” Meida mendengar petuah adiknya dengan seksama. Tapi tetap saja ia tak merasa puas dengan petuah adiknya, ia merasa kehilangan atas kepergian melvin yang belum memberinya kabar sampai saat ini.


“Ingat komitmen kalian. Mungkin ini salah satu ujian cinta kalian,” ujar adiknya sambil menyeruput jus buahnya kembali.


“Kamu merasa ada sesuatu yang terjadi gak sama ko Melvin?” Tanya meida sambil memandang wajah adiknya yang sedang  menyeruput jus. Jonathan meletakkan jusnya kembali ke meja.


“Entahlah, sebenarnya perasaan Jo juga gak enak. Tapi Jo berusaha Positive thinking aja. Mudah-mudahan ko melvin cepat menyelesaikan masalahnya dan kembali pada kita. Jo juga merasa kehilangan, ko Melvin orang nya baik dan pengertian. Jarang ada orang care kayak dia. ” Kenang Jonathan sambil tersenyum mengingat kebaikan melvin padanya selama ini.


KAPAL JENIS YACHT YANG DI DUGA MILIK PERUSAHAAN SHINWA NAGARA Corp. TERBAKAR Di KEPULAUAN KARIMATA, UNTUK SAAT INI BELUM DITEMUKAN ADANYA KORBAN JIWA.


Jonathan dan Meida terbelalak mendengar berita itu, mereka langsung membalikkan tubuhnya melihat kearah telivisi yang terpasang di dinding rumah sakit itu.


-


Cusss ☕☕☕☕☕ nya

__ADS_1


Tong hilap like, komen, vote, komen, sareng hadiahnya ♥️♥️😘


Di antos pisan😘♥️


__ADS_2