
“Ko, pelan-pelan jangan lari-lari! Tenang mereka ada disana!” Teriak seorang lelaki muda mengejar seseorang yang berlari menabrak segala sesuatu yang berada di depannya. Suara keras lelaki itu menjadi pusat perhatian orang yang berada di ruang itu.
(Ko Andress baru pulang dari Surabaya wkwkwk)
“Berisikkk Jack! Ikuti langkah saya! Jangan banyak omong!” Andress terus berlari ke dalam ballroom. Ia tidak peduli dengan penampilannya yang berantakan. Setelah landing di Bandara Internasional Juanda pukul 19:00 tadi, ia langsung bergegas ke pesta itu sesuai petunjuk dari jack. Yah, jack yang memberitahunya jika meida dan orang tuanya menghadiri acara itu secara bersamaan.
Rambut andress berantakan, keringat yang membasahi kaos polos hitam nya. Ia memakai celana jeans warna hitam, tak lupa topi hitam bertengger di kepalanya. Matanya memandang kesegala penjuru arah, mencari adik perempuan dan orang tua nya.
“Ko, mereka disana!” Tunjuk Jack kearah orang yang berkerumun. Ia melihat Jonathan yang berderai air mata sambil memeluk meida. Di seberang sana terlihat Gilbert dan Grace dengan wajah memerah mengepalkan tangannya sedang bersitegang dengan Johan. Andress langsung melihat kearah yang di tunjuk andress. Ia membelalakkan mata, melihat beberapa anggota keluarganya yang sedang berkumpul. Dan yang membuatnya kaget, ia melihat gilbert marah-marah sambil menunjuk-nunjuk kearah meida dan Jonathan bergantian. Ia semakin mempercepat langkahnya, ketika Gilbert mendorong tubuh Jonathan dan meida secara bersamaan.
“Cukuppp!!!” Teriak Andress mendorong tubuh Gilbert yang sedang berdiri di samping Jonathan dengan senyum puas.
“Apa-apaan kau Andress!!! Kau melukai Daddy mu!! Dasar anak-anak kurang ajar! Anak-anak tak tahu diuntung!” Andress tak mempedulikan teriakan grace. Ia dan jack langsung menolong Jonathan dan meida untuk berdiri. Meida tercengang melihat Andress dan Jack yang datang menolongnya secara bersamaan. Melihat wajah adik perempuannya yang sedang menangis, andress langsung memeluknya erat. Semua orang yang berada di meja itu semakin tercengang, melihat andress yang tiba-tiba memeluk seorang wanita, dan kini tengah menangis di bahunya. Jonathan diam terpaku oleh tingkah andress, pikirannya pun berkelana.
Apa koko sudah mengetahui tentang cici meida? Jika ia tahu, darimana ia mengetahuinya? Batin Andress
Apa mas Andress ini adalah kakak laki-laki ku? Yah, dia memang kakakku. Aku sudah tahu dari dulu, lelaki paruh baya itu adalah ayahnya.
Meida terdiam kaku, tak merespon sedikitpun pelukan dari Andress.
Akhirnya saya menemukan mu Jaslin. Saya bisa memelukmu sekarang. Saya sudah mengikhlaskan kamu sepenuhnya. Saya sudah membebaskan rasa ini. Kamu sekarang adalah adik saya, saya merindukan mu bukan lagi sebagai Meida tapi sebagai Jaslin. Andress tersenyum kearah jack. Ia berterima kasih lewat tatapan mata pada jack, karena telah membantunya mencari jaslin di kota Surabaya yang luas ini.
“Andress apa-apa?? Kenapa kau peluk-peluk wanita ini?? Apa wanita ini kekasih mu?? Jangan bilang wanita ini yang memoroti harta kita! Dasar bodoh! Bisa-bisanya kau berhasil dimanfaatkan wanita miskin ini!” Teriak Gilbert sambil melepaskan pelukan antara andress dan meida. Andress mengepalkan tangannya, lalu berbalik arah kearah gilbert.
“Cukupp!! Jaga ucapan daddy!! Jangan bicara seenaknya!!” Andress menatap tajam kearah gilbert tanpa ada ketakutan sedikit pun.
Yaa Allah, lelaki ini ternyata kakak meida. Apa dia sudah mengetahui meida adalah adiknya? Bibi tak menyangka, hidup keluarga mu sangat rumit meida. Batin Bi ina yang sedang berpelukan dengan Melisa.
Ya Tuhan, apa ini benar? Cinta pertama ku adalah kakak lelakinya meida dan Jonathan. Mereka bertiga adalah saudara. Dan lelaki paruh baya yang sombong itu adalah daddy nya. Takdir ini lucu sekali, berarti selama ini aku dekat dengan adik dari lelaki yang kucintai. Kenapa sikap mereka sangat berbeda? Batin melisa sambil mengelus-ngelus pundak Bi Ina yang sedang menangis dipeluknya.
Apa Andress sudah mengetahui meida adalah jaslin? Darimana dia mengetahuinya? Ya Tuhan, padahal saya ingin mereka tidak tahu terlebih dahulu. Johan menggigit punggung tangannya pelan.
Akhirnya kalian dipertemukan disini. Tidak sia-sia aku mengawasi meida selama 2 hari ini. Aku harap kalian bahagia, semoga kalian menerima satu sama lain. Jack menepuk pelan bahu jonathan yang berdiri di depannya.
“Apa kau mencintai wanita ini anak bodoh? Memalukan!” Murka Gilbert memegang kerah baju andress dengan tatapan tajam. Bibir andress bergetar, matanya memerah, ia menatap daddy nya tak kalah tajam.
“Ya, saya mencintainya! Karena dia adalah adik saya!” Teriak Andress menggema di ruang itu. Hingga beberapa orang berkerubung kearahnya. Gilbert melepas cekalan itu dengan sedikit mendorong tubuh andress.
Zaina yang mendengar ucapan anak nya langsung menjatuhkan tas branded nya. Mata nya terbelalak dengan tangan menutup mulutnya. Ia memandang kearah andress, meida, dan jonathan bergantian.
Jadi meida adalah anakku yang kuabaikan dulu? Meida itu adalah jaslin! Ya Tuhan, kenapa baru kau buka tabir ini sekarang. Mata zaina berkaca-kaca, secara perlahan ia berjalan mendekat kearah keluarga nya, tanpa memikirkan tas branded nya yang terjatuh. Melvin berjalan dengan membawa seikat bunga untuk meida di tangannya, senyumnya sangat lebar dengan binar wajah bahagia. Ia mencium beberapa kali bunga yang ada ditangannya itu. Senyum melvin menghilang ketika melihat banyak orang yang mengerubungi meja meida. Pikirannya pun berkelana, menebak apa yang tengah terjadi pada wanita yang dicintainya. Ia berlari cepat, dengan menerobos. Seketika matanya terbelalak sempurna melihat gilbert yang sedang bertikai dengan seorang lelaki muda yang ia ketahui sebagai cinta pertama adiknya. Matanya beralih kearah meida yang sedang menangis di pelukan jonathan. Melvin langsung menjatuhkan bunganya dan berlari kearahnya.
“Sepertinya kau sudah terkena hasut oleh wanita ini! Tak mungkin anak ku jaslin seperti dia! Kau lucu sekali! Kau guna-guna apa anak saya! Hingga mereka lebih memilih membela mu daripada saya orang tuanya hah!” Gilbert berjalan kearah meida dengan mata melotot. Melvin langsung sigap memasang badan untuk meida, hingga orang yang menonton pertikaian itu membelalakan matanya.
“Jangan berani-berani sakiti meida! Satu langkah kau melangkah, saya pastikan kaki mu patah!” Gilbert langsung menghentikan langkahnya. Ia tak berani melawan ancaman melvin, karena ia tahu Melvin merupakan Pembisnis handal anak sulung dari Keluarga Nagara, yang wajahnya setiap tahun selalu bertengger di Forbes, setelah wajah ayahnya.
__ADS_1
“Anda siapa nya wanita ini Tuan?” Tanya Gilbert dengan nada suara yang kembali normal. Melvin melipat tangan di dadanya dengan tersenyum smirik.
“Tak perlu anda tahu saya siapanya Meida! Jika dia calon istri saya ataupun bukan, itu bukan masalah anda, Kan? Saya peringatkan! Jangan anda sakiti meida! Jika tak ingin semua saham milik keluarga saya yang berada di rumah sakit anda, saya tarik ulang! Ingat! Saya pemegang saham terbesar di perusahaan anda! Jika saya tarik sekaligus, saya yakin anda akan bangkrut mendadak!” Gilbert tak berkutik dengan ancaman melvin. Ia membalikkan tubuhnya berjalan kearah andress. Jack yang berada di belakang jonathan, mengeluarkan dua amplop besar dari dalam tasnya.
“Om, tunggu!” Gilbert membalikkan tubuhnya kearah samping. Ia mendengar seseorang memanggil namanya. Jack berjalan kearah gilbert dengan membawa dua amplop coklat itu.
“Saya hanya ingin memberikan ini pada om. Lihat dan bacalah! Saya harap om tidak menyesal! Saya ingin memberitahu om dengan sebenarnya! Bahwa wanita yang om hina barusan adalah anak om sendiri. Dia jaslin, putri kandung om yang hilang 19 tahun lalu. Mungkin om tidak mudah percaya dengan ini, maka dari itu saya memberi om ini. Bukti-bukti jika wanita ini adalah jaslin. Saya hanya ingin om sadar! Agar tidak menyesal nantinya. Karena hal yang menurut saya paling sakit adalah, ketika kita di benci oleh darah daging sendiri!” Jack memberikan dua amplop itu kepada gilbert dengan wajah dingin. Gilbert menerima amplop itu dengan tangan bergetar, hatinya merasa tl kosong setelah mendengar ucapan jack, keponakan dari pihak istrinya.
“Anakku jaslin ... akhirnya kamu kembali nak.” Tangis zaina pecah dengan menatap nanar kearah meida. Sedangkan Grace malah mengepalkan tangannya, menatap benci kearah johan dan meida bergantian.
Kacau! Cucu brengsekk ku telah kembali! Aku harus segera mengamankan semuanya! Batin Grace dengan menatap tajam kearah meida.
“Meida. Ini adalah Daddy mu dan itu adalah Mommy mu.” Tunjuk Jack kearah Gilbert dan Zaina bergantian.
“Ini Kakak lelaki mu, dan itu adik lelaki mu!” Jack tersenyum kearah Andress dan Jonathan lalu menunjuk dirinya sendiri.
“Kamu pasti tahu siapa saya, kita pernah bertemu kan? Saya adalah sepupu mu Meida. Saya yakin kamu tidak mudah menerima ini, tapi saya berharap kamu akan menerima semua nya dengan perlahan-lahan, walaupun itu berat. Tapi ingat, Tuhan selalu bersama mu! Dia tidak akan pernah meninggalkan mu!” ucap bijak Jack sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong hoddie yang ia kenakan.
“Bukannya kau ingin bertemu dengan mereka dari dulu? Sekarang mereka ada di depan mu! Apa yang ingin kau ucapkan? Keluarkan unek-unek yang berada di hati mu! Agar kamu tenang! Saya pamit dulu, malam ini saya ada jadwal operasi, pasien saya sudah menunggu. Saya doakan kamu menemukan kebahagiaan mu meida! Saya permisi dulu!” Jack pergi dengan menenteng Tote bag hitamnya. Andress menatap lembut adik perempuannya.
(Ini babang jack yah, pake hoddie warna putih. Dokter ganteng♥️)
“Benar atas semua yang Jack ucapkan meida. Kamu adalah jaslin adik saya yang hilang. Dan saya adalah kakak mu. Saya senang bisa bertemu lagi dengan mu meida.” Meida menundukkan wajahnya dengan memegang erat tangan jonathan.
“Saya tahu hati kamu pasti kecewa dengan kenyataan ini. Saya juga sama meida! Saya kecewa! Saya kecewa bukan karena mu! Tapi saya kecewa karena sikap daddy!” Dengan suara bergetar andress berjalan kearah meida. Ia menatap wajah adiknya dari jarak dekat.
Gilbert dengan tangan bergetar membaca berkas itu satu persatu. Hatinya semakin tak karuan ketika melihat foto meida dari kecil sampai besar seperti sekarang.
“Meida ... maafkan mommy.” Zaina berjalan kearah tiga anaknya yang sedang berpelukan. Mereka melepaskan pelukan itu secara perlahan. Meida menatap zaina dengan wajah dingin.
“Maaf! Nyonya bukan ibu saya! Ibu saya sudah meninggal bersama Ayah saya!” Sinis meida sambil menolak pelukan zaina. Meida malah memundurkan langkahnya ke belakang.
“Maafkan mommy Nak. Mommy yang salah!” Zaina menangis lalu meluruhkan tubuhnya ke lantai. Ia memohon pengampunan dari anak yang telah diabaikan nya
“Anda bukan ibu saya Nyonya! Saya tidak punya orang tua, karena mereka telah membuang saya!” Kekeh meida sambil menghapus air mata di wajahnya.
Gilbert menjatuhkan berkas itu dengan mata memerah menahan tangis. Ternyata benar, wanita yang direndahkannya dari tadi adalah jaslin anaknya sendiri. Semua menatap kearah gilbert, karena ia menjatuhkan berkas itu dengan keras.
“Bagaimana perasaan mu Gilbert, setelah melihat bukti itu? Kau yakin meida adalah anak mu? Padahal kedua anakmu sudah memberitahu mu dari tadi! Tapi sayang, kau malah gelap mata! Apa kau tak melihat kemiripan dari wajah anak-anak mu? Saya yakin kau tak melihat nya! Karena hati mu sudah tertutupi oleh kebencian dari awal!” Johan menatap dingin kearah Gilbert dengan mengejek. Kini keadaan telah berbalik padanya.
Gilbert menjatuhkan badannya ke lantai. Kepalanya menunduk dengan perasaan menyesal.
“Jaslin maafkan Daddy nak ... Maafkan Daddy telah menghina mu.” Lirih Gilbert dengan suara bergetar. Meida menghapus kasar air matanya, lalu ia menatap sinis kearah gilbert.
“Anda bukan Daddy saya! Bukan sama sekali! Bukankah anda mengatakan saya sebagai seorang wanita simpanan om-om berperut buncit! Bukankah anda menyebut saya sebagai orang miskin yang suka menjual harga diri! Orang miskin yang suka memoroti harta orang kaya! Masih saya ingat! Anda menyebut saya sebagai parasit! Benalu! Hidup dari belas kasih orang lain! Bukankah hidup saya sangat menjijikkan! Bukankah anda menyebut saya sebagai anak pembawa sial! Kehidupan anda selalu sial jika bertemu dengan saya!! Saya paham sekarang! Saya tidak akan mendekati anda, karena saya pasti membawa kesialan bagi anda!” ucap meida penuh penekan dengan air mata bercucuran. Semua orang yang menyaksikan itu menangis, tak terkecuali Gilbert, ia menangis tergugu sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
“Saya membenci kalian berdua! Karena kalian hidup saya menderita! Apa kalian tahu penderitaan saya seperti apa? Dan kau hanya menghina dan menghina, merendahkan dan merendahkan, tanpa mengetahui perjuangan saya bertahan di dunia ini seperti apa!!” Tunjuk meida kearah Gilbert dengan tangan bergetar.
“Saya membenci kalian!!! Sangat sangat membenci kaliann!!!” Teriak meida meninggalkan ruangan itu. Dengan menenteng tas hitamnya. Ia berlari kearah luar. Melvin langsung berlari mengejar meida, tanpa memperdulikan pandangan orang terhadapnya nanti.
“Dan karma itu ada! Sekarang kalian merasakannya! Nikmati penyesalan kalian.” Johan dengan di dorong biru keluar mengejar meida. Di susul yang lainnya. Meninggalkan Gilbert dan Zaina yang masih bersimpuh lesu di lantai.
-
Melvin berhasil mengejar meida. Ia menahan langkah meida dengan memegang bahunya dari arah belakang.
“Kamu mau kemana meida? Jangan pergi! Tetaplah disini! Kami semua menyayangimu!” Lirih melvin dengan suara terbata-bata, menahan tangis.
“Lepaskan saya Tuan! Saya butuh waktu sendiri! Saya ingin sendiri! Jangan ganggu saya!” Jawab pelan meida sambil menangis.
“Saya akan melepaskan mu, jika kamu berjanji akan kembali! Tidak meninggalkan saya dan lainnya!” Melvin dengan bibir bergetar mengucapkan kata itu. Ia menyandarkan keningnya di pundak meida, hingga dengan jelas meida mendengar isak tangisnya.
“Saya janji akan kembali! Saya hanya butuh waktu sendiri! Tolong mengerti dengan keadaan saya!” Meida memegang kedua tangan melvin yang ada di bahunya, secara pelan-pelan ia melepaskan pegangannya itu.
“Tolong biar saya pergi! Jangan pernah mencari saya! Karena saya akan datang dengan sendirinya!” Meida membalikkan tubuhnya kearah melvin. Ia menatap dalam wajah melvin dengan bibir bergetar. Meida mengusap air mata di wajah melvin dengan lembut, hatinya terenyuh melihat melvin yang menangis karenanya.
“Saya akan kembali! Saya Janji!” Ucap meida melepaskan tangannya dari wajah melvin. Dan berlari kearah taksi yang sudah menunggu nya. Melvin menangis melepas kepergian meida, melepaskan pujaan hatinya yang butuh waktu sendiri.
-
Bonus
Teteh meida mau pergi dolan-dolan
Kang Melvin lagi eksis wkwkwk
Jackson Alexander. Dokter muda yang ganteng uhuyyy
Senyum manis kang andress meni uwu pisan😂
-
-
Maaf yah guyss telat up, mati lampu🥴 Tau sendirikan kalau mati lampu gak ada sinyal 😢 Baru nyala jam set 4😌
__ADS_1
Jangan lupa yah like, vote, komen, rate, sama hadiahnya ♥️ Biar otor semangat nulis nya♥️♥️ Hatur nuhun buat yang udah ngelike, ngevote, ngerate, ngomen, sama yang ngasih hadiah ♥️♥️♥️
Pokoknya hatur nuhun pisan😘