Kita Berbeda

Kita Berbeda
CHAPTERS 32


__ADS_3

Buih ombak bergemuruh melanda pasir putih. Banyak pohon yang berjejeran di pinggir pantai membuat pemandangnnya sangat indah semakin terlihat menyegarkan mata.


Sesampainya mereka di pantai, mereka turun dan menggelar tikar di bawah pohon yang teduh. Semua orang duduk dan memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum bermain air.


"Sayang, kalian makan dulu baru main air". ucap Keysha lembut pada Yasmin dan Aisyah yang tidak sabaran.


"Iya dek, kita makan aja dulu biar nanti puas main airnya". ucap Aisyah.


"Baiklah". jawab Yasmin patuh.


Mereka membuka bekal yang mereka bawa dan mulai menikmatinya.


"Makannya hati-hati sayang". ucap Nency.


"Kalian berdua tidak sabar ya?". tanya Nanta pada kedua bocah menggemaskan itu yang di anggukan keduanya.


Semua orang yang melihat balita menggemaskan itu hanya geleng-geleng kepala. Siapa yang tidak gemas dengan tingkah mereka berdua coba wkwk.


"Ayah ayok kita main air sekarang". pinta Yasmin setelah mereka selesai makan.


"Iya ayo paman". ucap Aisyah.


"Baiklah baiklah, Lettttt's goooo!!". ucap Nanta dan mereka bertiga berlari-larian menuju bibir pantai.


Sekali mereka semua di buat gemas dengan tingkah bocah menggemaskan itu.


"Sayang, kamu tidak mau ikut Ayah main air?". tanya Keysha pada Reya.


"Tidak Bunda". jawab Reya.


"Reya sama paman aja ayo kita main pasir-pasiran". ajak Eza.


"Tidak Paman, Rey mau disini aja sama Bunda". jawab Reya.


"Rey mau apa, bilang sama Aunty apa pun yang Rey mau". ucap Nency ikut ajak Rey bermain.


"Tidak ada Onty". jawab Rey sekali lagi membuat semua yang ada di sana menghela nafas karena memang Rey selalu seperti itu.


Nency yang melihat bagaimana sikap Rey yang dingin seperti Nanta dan terlihat dewasa dari umurnya sangat menyayangkannya. Karena bagaimana pun dia masih empat tahun untuk memiliki sikap seperti itu, dia tidak menikmati hari-harinya seperti anak seusianya yang suka bermain.


"Sini sama nenek". ucap Ibu Ida.


Rey yang mendengar itu segera berpindah di dekat sang nenek.


"Nenek sudah baikan?". tanya Rey setelah duduk samping neneknya.


"Nenek baik-baik saja, malah cucu nenek yang paling ganteng ini yang kenapa hm?". tanya Ibu Ida.

__ADS_1


"Rey tidak apa-apa Nek". jawab Rey dengan tersenyum meyakinkan neneknya dan semua orang disana.


*****


Setelah lama hanya duduk saja di atas tikar, Keysha akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar bibir pantai mengikuti Feby dan Sila yang sudah jauh berjalan.


Keysha sengaja tanpa alas kaki berjalan berkeliling menikmati liburan yang singkat ini. Keysha tersenyum manis melihat bagaimana senangnya anak-anak serta keluarganya.


Eza dan Aira tengah mengantri panjang di depan penjual es kelapa muda. Sedangkan Nency ikut dengan Ananta dan anak-anak yang sedang bermain air. Ibu Ida dan Rey masih setia duduk di bawah pohon rindang dan teduh itu, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


Ananta yang melihat Keysha berjalan sendirian menghampirinya.


"Bagaimana, kamu senang?". tanya Ananta.


"Iya Mas, terima kasih banyak ya mas sudah mengajak kami piknik bersama". ucap Keysha pada Nanta.


"Iya, kebahagian mu dan anak-anak adalah kebahagiaan aku juga". ucap Nanta tersenyum.


"Bagaimana dengan kerjaan mu, Mas?". tanya Keysha.


"Semua berjalan lancar". jawab Nanta.


"Alhamdulillah".


"Sebentar, tunggu aku disini aku mau ambil sesuatu di sana". ucap Nanta yang di balas anggukan Keysha.


"Cha, pejamkan matamu dan ulurkan jarimu". pinta Nanta lembut.


Keysha menuruti apa yang perintahkan Nanta. Sedangkan Nanta yang melihat Keysha sudah menurutinya segera berlutut di hadapannya.


"Sekarang buka mata mu". pinta Nanta.


"Key, aku tau aku bukan seperti pria yang kamu idamkan. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat mu bahagia selalu. Dan aku tau bukan pria yang bisa merangkai kata-kata romantis, tapi inilah aku yang sebenarnya. Maukah kamu menjadi istriku bukan untuk sesaat tapi selamanya?". ucap Nanta membuat Keysha terkejut dan terharu bahagia.


Keysha tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas ungkapan Nanta. Melihat jawaban Keysha, Nanta sangat senang dan memasangkan sebuah cincin permata diamond mewah itu di jari manis Keysha.


"Terima kasih Cha". ucap Nanta bahagia dan repleks akan memeluk Keysha jika Keysha tidak menghindar.


"Ehh, maaf maaf Cha".


"Terima kasih, Mas. Tapi bukankah kemarin Mas sudah meminang ku?". ucap Keysha bingung.


"Kemarin kan tanpa persiapan apa-apa, dan sekarang aku ingin kita memiliki kenangan indah di sini dan pastinya dengan cincin yang melingkar di jari mu itu". jawab Nanta.


"Astagfirullah Mas ini tidak perlu, lagian ini pasti mahal ya Mas?". tanya Keysha.


"Tidak ada yang mahal untuk mu". ucap Nanta.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menerima ku dengan segala kekuranganku. Terima kasih juga sudah melahirkan anak-anak ku". ucap Nanta tulus.


Kemudian mereka berdua memandang lautan biru di depan mereka. Mereka berharap semoga Tuhan mempersatukan mereka bukan hanya sesaat tapi selamanya.


Teriakan Eza membuat mereka berdua sadar dari lamunan mereka dan segera menyusul ke tempat Eza. Tidak lupa juga mereka memanggil Nency, Feby, Sila dan anak-anak untuk kembali dulu.


Tidak sia-sia Eza dan Aira mengantri lama, sekarang di tikar sudah ada kelapa muda siap makan dan beberapa cemilan yang di belinya.


Di saat Keysha dan Nanta tiba di tempat, semua fokus pada jari manis Keysha yang dilingkari cincin mewah, dia pun tersipu malu.


"Semoga Allah meridhoi hubungan kalian dan di berikan kelancaran". doa Ibunya tersenyum senang.


"Amiinn...". ucap semuanya, mereka turut bahagia melihatnya.


Nanta melirik jam tangannya, tidak terasa sudah jam sebelas lebih dua puluh dua menit. Nanta mengajak semuanya siap-siap pulang supaya bisa sholat zuhur di rumah.


"Yah Ayahh, aku belum mau pulang". ucap Yasmin merengek.


"Hei manis, nanti kita kesini lagi. Tapi sekarang kita pulang dulu". ucap Feby menenangkan.


"Nanti kalo ada waktu luang, kita kesini lagi". ucap Nanta.


"Janji?". tanya Yasmin menunjukkan jari kelingkingnya.


"Janji". jawab Nanta mengaitkan jari kelingkingnya.


"Sini Sayang, sama Ibu". ucap Aira pada Aisyah.


Ketika mereka akan beranjak pulang, datang seorang fotografer keliling.


"Ayo mas foto keluarga, tidak ada lima menit langsung jadi. Nanti bisa dapat figura juga". kata bapak tua itu menawarkan jasanya.


"Iya Pak boleh. Ayo swmua kumpul kita foto dulu". ucal Nanta.


Dengan beberapa pose mereka di foto. Selesai mereka foto, Nanta menyuruh mereka semua kembali ke mobil duluan. Sedangkan dia sendiri ikut bapak itu untuk menunggu fotonya jadi.


Ada empat pose yang jadi favoritnya dan itu Nanta meminta fotonya satu foto jadi lima ukuran masing-masing sepuluh R.


"Ini uangnya, Pak. Terima kasih". ucap Nanta.


"Mas ini uangnya kebanyakan". ucap bapak tersebut.


"Tidak apa-apa, rezeki Bapak". jawab Nanta.


...****************...


Jangan lupa share, vote, like and komen gengs.

__ADS_1


Jangan lupa juga follow ig aku @knririn_


__ADS_2