
Assalamu'alaikum wr wb
Hai teman-teman di sini cerita saya yang ke dua jadi saya memohon maaf jika cerita nya kurang nyambung atau banyak typo hehe...
Jangan lupa komen dan vote ya terimakasih🤗
"Aku masih sangat mencintaimu namun karena keadaan lah yang membuat diriku membohongi perasaanku sendiri."
~ Kanaya Nursyifa.
Happy Reading guys
My queen
*Assalamu'alaikum Nay*
Wa'alaikumussalam, apa?
*Aku ada di depan rumah kamu nih. Kamu gamau turun*?
Engga makasih. Gue sibuk!
*Yaudah deh tapi di depan rumah kamu aku simpan sesuatu, kamu terima ya*!
Hmm. Thanks.
*Yaudah aku pulang dulu ya, bye*.
Ya
"Semoga Naya suka deh sama pemberian aku ya walaupun hadiah nya ga mahal sih semoga aja dia suka dan mau pakai." batin Devan.
Setelah Devan mengirim Naya pesan akhirnya dia pun melajukan motornya meninggalkan rumah Naya untuk kembali pulang.
Sedangkan di sisi lain Naya sedang bingung apakah dia harus mengambil pemberian yang Devan berikan ataukah tidak? Karena dia takut kalau orang itu mengetahui jika dia masih dekat dengan Devan. Namun pada akhirnya Naya pun memilih untuk turun kebawah melihat apa yang Devan berikan kepadanya.
Akan tetapi di tengah jalan...
"Mau kemana kamu?" tanya seseorang tajam.
"Kedepan." singkat Naya.
"Ngapain?" tanya orang itu lagi.
"Paket."
__ADS_1
"Yaudah sana."
Setelah itu Naya pun melanjutkan jalan nya untuk mengambil barang yang Devan berikan kepadanya. Sesampainya di kamar..
"Ini isi nya apaan ya?" gumam Naya.
Lalu Naya pun membuka bungkus kado tersebut dan akhirnya terlihat lah apa yang Devan berikan kepadanya.
"G-g-g elang ini? Darimana Devan tau kalo gue mau gelang ini?" Naya tak percaya atas barang yang dikirimkan Devan tersebut karena barang yang Devan berikan adalah barang yang sangat ingin Naya beli ketika dia masih menjalin hubungan dengan Devan, akan tetapi sekarang apa yang Naya inginkan sudah dia dapatkan.
Namun, darimana Devan mengetahui nya jika dia menginginkan barang ini? Apakah para sahabatnya yang memberitahu? Atau Devan mencari tau sendiri? Ini benar-benar membuat Naya bingung walaupun di balik kebingungannya, dia merasa sangat bahagia karena Devan ternyata masih sangat tau apa yang dia sukai meskipun sikap Naya kepada Devan sudah sangat buruk.
"Makasih Dev dan maaf gue masih belum bisa kasih tau alasan yang sebenarnya kenapa gue minta kita putus." batin Naya sedih.
🌻🌻🌻
"Assalamu'alaikum dan selamat pagi guyss." salam Naya yang baru saja masuk ke dalam kelas dan menghampiri kedua sahabatnya.
"Wa'alaikumussalam dan pagi juga Nay." balik salam Nara.
"Pagi juga Naya." balas Rissa.
"Ehh ehh btw itu bukannya gelang yang selama ini kamu mau kann? Pas masih menjalin hubungan sama Devan." ucap Nara tiba-tiba karena tadi dia tidak sengaja melihat ke arah pergelangan tangan Naya yang terdapat gelang karena selama ini Naya tidak pernah memakai perhiasan apapun ke sekolah maupun di luar sekolah.
"Emang siapa Nay?" tanya Rissa penasaran.
"Siapa Nay?" tanya Nara juga.
"Yang ngasih gelang ini Devan." cicit Naya pelan.
"Hah? Serius lo?" kaget Rissa.
"Iya kan lo aja ga nyangka apalagi gue tapi di antara kalian gada yang ngasih tau Devan kan, kalo sebenernya selama ini gue kepengen banget beli gelang ini." tuding Naya.
"Engga kok, ngapain juga kita ngasih tau orang kamu sama Devan aja udah putus." bela Nara.
"Apalagi gue yang gatau apa-apa" balas Rissa.
"Terus kalo bukan kalian siapa dong? Kok si Devan bisa tau sih?" bingung Naya.
"Mungkin lo pernah ngasih tau Devan kali kalo lo mau gelang itu." pendapat Nara.
"Iya sih bisa jadi tapi gue lupa kapan bilang nya." balas Naya.
"Udah-udah yang penting barang yang Naya inginkan sekarang udah tercapai apalagi yang memberikannya orang spesial yang ada di hidup Naya." ucap Rissa menggoda Naya.
__ADS_1
"Ihh Rissa apaan sihh heheh." malu Naya.
"Ciee salting nihh hahaha." goda Nara juga ketika melihat rona merah di pipi Naya.
"Apa sih!! Engga kok!" bantah Naya.
"Ciee Nayaa yang di kasih hadiah sama doi hahahaha." goda Rissa lagi.
"Ckk kalian ini, udahlah gue malu nii hahaha." ucap Naya.
"Nah kan ngaku juga haha." ucap Nara.
"Ishh yaa kalian ini. Tapi yang jelas pokonya semalem gue bahagia bangett dapat barang ini." girang Naya.
Kringg Kringg Kringg...
Bel masuk berbunyi
"Ehh bel udah bunyi tuh balik sana ke tempat duduk lo Nar." usir Naya halus.
"Ckkk iya sih wihh sabar napa." kesal Nara lalu bangkit menuju tempat bangku nya berada.
"Assalamu'alaikum dan selamat pagi anak-anak." salam guru yang baru saja datang.
"Wa'alaikumussalam dan pagi juga bu." jawab para murid serempak.
"Yasudah ayo di siapkan buku dan peralatan tulis nya karena kita akan mulai belajar." perintah guru tersebut.
"Baik bu."
Setelah beberapa jam pelajaran berakhir ketiga sahabat tersebut langsung pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka masing-masing. Namun di tengah jalan tiba-tiba saja mereka berpapasan dengan Iqbal dkk tepat di depan pintu kelas Iqbal dan itu membuat Rissa senang karena bisa melihat Iqbal walaupun dia tidak bisa mengganggu nya terlebih dahulu. Rasa senang yang Rissa alami ternyata tidak hanya dia saja yang merasakan namun juga ada 2 orang lagi yang merasa senang karena bisa bertemu di sini.
"Ternyata Naya nerima pemberian gue terus juga barang nya di pake lagi. Alhamdulillah ya allah." batin syukur Devan.
"Makasih Dev karena udah mau nge beliin barang yang gue mau." batin Naya berterimakasih.
Setelah mereka saling berpapasan tersebut dan tanpa menyapa mereka pun langsung pergi untuk menuju kantin. Tanpa mereka sadari ternyata ada salah satu diantara mereka mengernyit bingung karena tidak biasanya Rissa tidak mengganggu dirinya dan itu membuat Iqbal bingung dan juga merasa ada yang kurang di dalam dirinya.
"Dia kenapa?" batin Iqbal.
Bersambung....
Salam hangat,
Anaa29❤️
__ADS_1