
Huh...
Kayla menghembuskan nafas kasar setelah Damar meninggalkan rumah kontrakannya.
Kemudian buru buru menutup pintu utama rumah kontrakannya saat mendapati punggung Damar telah menghilang di balik pintu rumah yang berhadapan dengan rumah yang Kayla tempati, namun berjarak dua rumah dari rumah kontrakannya.
Untuk itu aktifitas Damar yang memasuki rumahnya masih dapat dipantau oleh Kayla yang tengah berdiri di teras rumah karena sebelumnya mengiringi kepulangan Damar.
Dengan segera Kayla memutar anak kunci pintu utama agar tidak lagi ada orang yang memasuki rumahnya. Kayla ingin segera menemukan keberadaan Bima yang tiba tiba menghilang tanpa jejak dari ruang dapurnya.
Tebakan Kayla yang mengira Bima bersrmbunyi di dalam kamar mandinya ternyata salah. Karena saat Damar muka pintu kamar mandi tersebut tidak menukan sosok Bima di dalamnya.
Kayla yang saat itu tegang menunggu apa yang bakal terjadi jika Damar menemukan Bima di dalam kamar mandinya seketika merasa lega.
Dan karena tidak menemukan bukti yang menjadi kecurigaanya, Damar pun segera pamit pulang.
Dan kini Kayla harus mencari keberadaan Bima dan mengusirnya segera dari rumah kontrakannya. Kayla tidak ingin berada dalam ketakutan dan juga ketegangan saat hanya berdua dengan Bima di dalam rumah kontrakannya.
"Bim... Bima..." panggil Kayla dengan pelan saat berada di ruang dapur.
Kaki Kayla pun bergerak menuju kamar mandi saat tidak mendengar sahutan suara Bima. Tangannya bergerak membuka kembali pintu kayu usang itu hingga menimbulkan bunyi yang berderit.
Kayla masuk ke dalam kamar mandi sempit itu dan melihat ke belakang pintu, menoleh ke kanan dan ke kiri hingga menengadah ke langit langit kamar mandi. Namun tetap saja keberadaan tubuh jangkung itu tidak dapat ditemukan oleh Kayla.
__ADS_1
"Mungkinkah dia..."
Kayla segera bergegas keluar dari kamar mandi dan menuju pintu kamarnya saat menyadari kemungkinan keberadaan Bima.
Dengan hati hati Kayla membuka pintu kamarnya. Sedikit mengintip kemudian membuka pintu kamar dengan lebar saat netranya menemukan sepasang telapak kaki tanpa sepatu di atas kasur miliknya.
Kayla segera memasuki kamarnya dengan niat mengusir Bima keluar dari kamar dan juga dari rumahnya.
Namun niat itu urung dilakukannya saat mendapati Bima tengah terlentang di atas kasur dengan kedua mata terpejam.
Kayla pun menghembuskan nafas dalam lalu berjalan pelan mendekati ranjang.
Kayla merasakan deg degan saat berhadapan dengan wajah Bima yang terlihat terlelap di atas kasurnya. Deru nafas dan detak jantungnya seolah tidak dapat terkontrol lagi. Padahal saat ini kedua mata pemuda balsteran itu tengah terpejam itu berarti dia tidak sedang menatap Kayla. Namun tetap saja Kayla tidak mampu menahan degub jantungnya yang berdebar dengan ritme rancak.
Dengan tubuh yang sedikit bergetar, Kayla mendudukkan diri di tepi ranjang. Tentunya dengan memberi jarak sejengkal dengan tubuh Bima yang terlentang nyaman di atas kasur usangnya.
Kayla yang memiliki sifat baik dan tidak tegaan merasa kasihan jika harus membangunkan Bima dan mengusir lelaki blasteran tersebut. Namun jika membiarkan Bima tidur di kamarnya dan menunggu entah sampai kapan lelaki itu bangun, bisa bisa mereka digrebek warga kompleks nanti.
Akhirnya Kayla memutuskan menarik ujung lengan seragam sekolah Bima untuk membangunkan lelaki itu dari tidurnya.
"Bima... Bim..." Kayla dengan menarik narik ujung lengan seragam Bima.
Hem...
__ADS_1
Lelaki itu hanya menggumam tanpa membuka kedua matanya.
"Bangun Bim... kamu harus pulang." Pelan Kayla berusaha membangunkan Bima.
"Bentar Kay... gue ngantuk banget. Semalem gue nggak bisa tidur, mikirin lo."
Kalimat yang keluar dari mulut Bima membuat Kayla tercenung, segera menghentikan aksinya menarik ujung lengan seragam Bima.
"Benarkah semalam kamu nggak bisa tidur karena mikirin aku Bim..." pertanyaan itu Kayla ungkapkan dengan hanya menggumam.
"Iya."
Hek...
Kayla tercekat, gadis itu tidak menyangka jika Bima mendengar ucapannya yang menurutnya hanya berupa gumaman saja.
Srett...
"Elo ngantuk juga kan Kay, tidur sama gue gih." suara Bima terdengar serak khas bangun tidur seraya menyusupkan kedua tangan memeluk pinggang Kayla dari belakang.
Dengan kedua mata membola Kayla mengarahkan pandangan pada kedua tangan Bima yang bertaut di depan perutnya lalu menoleh, mengarah pada Bima.
Deg... deg... deg...
__ADS_1
Seketika jantung Kayla berdetak dua kali lebih cepat saat pandangan matanya bersirobok dengan netra lelah Bima.
🌷🌷🌷