
“Gimana masakan buatan cici, enak gak jo?” Tanya meida kearah jo yang sedang makan. Mereka makan lesehan dengan beralaskan karpet kecil.
Di hadapan mereka terhidang sayur asem, sambal, ikan asin, dan kerupuk.
“Enak banget ci, jo belum pernah makan makanan kayak gini.” Jawab jonathan dengan mulut yang penuh makanan.
Lagian orang kaya mana pernah makan kayak gini, makan ikan asin dan kerupuk. Pikir meida
“Kamu suka? Nanti kalau mau makan kayak gini, jo kesini aja. Jangan lupa hubungin cici dulu, takut nya kamu kesini cici masih kerja.”
“Siapp ci. Nih masukin nomor kontak cici,” ujar jonathan menyondorkan ponselnya. Meida mengambil ponsel yang disondorkan jonathan.
“Foto tadi kamu jadikan wallpaper jo?” Tanya meida mengamati foto dirinya dan jo yang berselfie ria ketika memasak.
“Iya ci. Coba amati foto kita, kita mirip yah ci?”
“Iya jo, mata sama hidung kita mirip. Kamu percaya? Bahwa tuhan menciptakan 7 manusia yang rupanya sama di dunia ini? Mungkin kamu salah satu kembaran cici," kelakar meida kepada jo.
“Iya. Jo pernah dengar ci. Tapi berasa aneh gitu. Jo perhatikan wajah cici, sepertinya cici bukan asli keturunan sini."
"Emang kenapa? Ada yang aneh dengan wajah cici jo?"
"Enggak ci. Cici seperti orang blasteran Asia Timur, sama kayak jo. Mungkin cici keturunan China, Korea, atau Jepang."
“Kamu ada-ada saja jo, cici orang lokal loh hahaha ... makan yang banyak jo, bila perlu habiskan nasi nya. Cici bisa masak lagi nanti.” Ucap meida yang masih tertawa.
Apa aku keturunan apa yang Jonathan sebutkan? Tapi itu mustahil. Tapi perasaan ku jadi aneh setelah mendengar penuturan jonathan.
“Di rumah, jo belum pernah ngumpul makan kayak gini ci. Kalau sarapan jo suka sendiri, begitu pun makan malam. Ternyata makan sambil duduk gini nikmat yah ci.” Senyum manis menghiasi wajah tampan jonathan, remaja yang baru menginjak usia 16 tahun itu.
“Jo boleh cici tanya sesuatu?” Tanya meida dengan raut serius memandang Jonathan.
“Tanya apa ci?”
“Om Johan yang kamu ceritakan tadi, nama lengkapnya Louis johan bukan?” Tanya meida memandang serius ke arah jonathan.
“Iya ci. Cici tau darimana?” Tanya jonathan sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
“Pak Louis dulu pemilik cafe tempat cici bekerja jo. Makanya cici tau.” Ucap meida sambil minum air
“Pantesan, nama cafe nya Lilyhan kan ci?”
“Iya, betul itu. Pak louis pernah cerita masa lalunya sama cici sampai ia nangis, dan baru cici tahu ternyata pak louis itu om kamu jo. Dunia ini sempit sekali yah.” Ucap meida sambil menyuapkan kerupuk ke mulutnya.
“Pasti ci. Jonathan aja yang dengar cerita nya sampai nangis, bayangin bagaimana perasaan om johan waktu itu.”
“Jo sering bertemu dengan pak Louis?”
“Jarang ci, palingan sekali-kali ketemu, itu pun tak di sengaja. Om johan suka cerita sama jo, kalau cafe itu adalah cafe yang ia persembahkan untuk almarhum ibunya. Keluarga jo juga gak ada yang tahu kalau cafe itu milik om johan. Om johan hanya memberi tahu jo seorang. Karena hubungan kami dekat, melebihi keluarga jo yang lain.” Terang jonathan memandang meida, lalu ia melanjutkan ucapannya.
“Pasti cici bertanya kenapa om johan pake kursi roda?” Tanya jonathan sambil meletakan sendok di atas piring.
__ADS_1
“Iya jo, emang kenapa?” Tanya meida kembali sambil menompang dagu.
“Karena mata kaki dan lututnya om johan itu di tembak kakek, hingga ia tidak bisa berjalan sampai sekarang. Coba bayangin gimana perasaan om johan? Kaki ia di tembak ayahnya sendiri, alasannya karena kakek tidak mengetahui itu anaknya, saking tidak memperdulikannya. Nyelekit banget dihati yah ci.”
“Pasti sakit lahir batin jo,” ujar meida dengan suara pelan.
“Yahh begitulah yang om johan rasakan. Wajar kalau ia membenci kakek. Kalau aku jadi om johan juga, aku pasti membencinya!"
“Gimana hubungan kamu sama om johan?”
“Hubungan kami baik ci. Om johan punya alasan sendiri kenapa ia menculik cici jaslin, dan jo mendukung apa yang om johan lakukan. Biar keluarga jo bisa menghargai sesuatu yang diberikan tuhan. Itung-itung ngasih pelajaran sama mereka ci. Tapi, jo merasa kehilangan dengan kepergian cici jaslin." Ujar jonathan dengan mata berkabut.
“Rumit sekali keluarga mu jo.”
“Yah begitulah ci. Keluarga ku terlalu banyak drama.”
“Jo, kamu sudah kasih kabar ke keluarga kamu, kalau kamu disini? Takutnya mereka panik nyariin kamu.”
“Tak perlu ci. Mereka gak bakal nyariin jo, mereka sedang fokus mencari keberadaan cici jaslin. Mustahil mereka mengkhawatirkan jo.”
-
-
Shinwa Nagara Corp.
Meida dari pagi hanya duduk selonjoran di sofa, karena tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan nya. Dion tidak memberikan perintah apapun, kecuali menyuruh meida membuatkan kopi untuk melvin. Dan selama 3 jam ini, meida uring-uringan karena bingung harus melakukan apa.
Pekerjaan Assisten Sekretaris macam apa ini! Masa kerjanya cuman rebahan doang. Sungut meida dalam hati.
Anjirrr ... nih cewek galak amat. Atasannya siapa? Bawahannya siapa? Berani-beraninya dia menggebrak meja dengan berkaca pinggang seperti itu. Bawahan macam apa ini? Beraninya memerintah atasan. Kalau gini, bisa-bisa aku jadi budak nya. Ih amit-amit cabang bayi. Aku black list dia dari daftar calon istri idamanku. Omel dion dalam hati
“Emang tuan melvin belum menjelaskan pekerjaan pada mu meida?” Tanya dion lembut, dengan penuh kharisma. Padahal hatinya jengkel luar biasa.
“Belum pak! Makanya saya kesini! Masa kerja saya cuman bikin kopi doang?” Omel meida sambil duduk di kursi, di depan dion dengan tak tahu malu.
Kalau gini, biarkan tuan melvin yang menjelaskan nya. Aku takut tak bisa mengatasi omelannya, bisa puyeng kepala ku.
“Kamu bisa langsung tanya ke tuan melvin saja. Saya sibuk, kalau ada apa-apa ketuk pintu jangan langsung gebrak meja!" Sindir dion kearah meida, sekaligus mengusir nya secara halus.
“Saya sudah ketuk pintu bapak dari tadi! 30 menit saya nunggu di depan pintu! nunggu perintah masuk dari bapak! Kaki saya sampai pegal, menunggu sahutan dari bapak! Karena kesal, saya langsung masuk dan gebrak meja bapak. Atasan macam apa ini? Atasan yang tak berperikemanusiaan! Membiarkan bawahannya menunggu lama!” Sungut meida dengan cemberut.
Apa aku sebudeg itu. Batin dion dalam hati.
Meida keluar dari ruangan dion menuju ruangan melvin.
Tok tok tok
“Masuk!” Ucap suara bariton, menyuruh meida masuk.
Ceklek
__ADS_1
Melvin melihat sebentar kearah meida, lalu melihat kembali kearah berkas yang berada di depannya. Dalam hati, dia sudah menunggu kedatangannya meida dari tadi.
Akhirnya dia datang juga, pasti ngomel-ngomel.
“Ada apa kamu kesini?” Tanya cool melvin menutupi perasaan gugup nya, karena di tatap tajam meida.
“Mana pekerjaan saya tuan?” Tanya meida sinis, sambil menyebut melvin dengan sebutan tuan.
“Duduk dulu baru saya jelaskan pekerjaan kamu!” Perintah melvin kearah meida yang masih berdiri di depannya.
“Jelaskan sekarang! Saya pusing dari tadi diam di sofa! Masa kerjaan saya cuman bikin kopi aja? Gak ada kerjaan lain apa? Minta pekerjaan ke pak dion malah di suruh menghadap kesini! Apa-apa coba? Apa perusahaan ini gak punya kerjaan? Kalau gak punya kerjaan, kenapa rekrut karyawan baru hah!” Omel meida sambil duduk di depan melvin.
“Kamu berani memerintah saya! Harusnya kamu berinisiatif, bukan nya nunggu!” Omel melvin menyalahkan meida.
“Ini saya berinisiatif makanya saya datang kesini! kalau tak berinisiatif mungkin saya sudah ketiduran di sofa!” Sewot meida menjawab ucapan melvin.
“Ok, baiklah. Tunggu sebentar!” Ucap melvin mengambil sebuah surat dari laci kerjanya.
“Ini apa??” Tanya polos meida.
“Jangan banyak tanya! Baca aja!” Perintah melvin
Meida membuka surat itu, mata nya melotot kearah surat lalu memandang melvin dengan perasaan yang susah di jabar kan.
“Saya gak ngerti maksud surat ini! Saya disini kerja sebagai Asisten Sekretaris, kenapa jadi pengawal?” Pelotot meida kearah melvin.
“Santai aja kelesss, gak usah melotot gitu!” Ucap santai melvin, melipat tangannya.
“Gimana saya gak melotot, tuan membuat peraturan sesuka hati tuan!"
“Sesuka saya? Kamu salah! Disini kamu bekerja sebagai pengawal saya bukan assisten dion. Itu mudah kan? Kamu tinggal stay di samping saya, memastikan keadaan saya baik-baik saja. Assisten Sekretaris hanya formalitas diluaran saja, karena pekerjaan kamu sebagai pengawal saya." Terang melvin dengan senyum tanpa dosa.
Lelaki bodoh ini, ternyata licik juga. Dia sedang membuat strategi untuk menekan ku.
Yaa Allah, aku harus apa??
-
-
Bersimbing
Cerita nya mau update dari jam 2, ternyata gak ada sinyal. Nonghol-nonghol jam segini😥
Untuk hari ini sengaja otor up double.
Kuy like, vote, sama hadiahnya.
Biar otor makin kenceng up date nya.
Hatur nuhun ♥️
__ADS_1