
Pukul 02:00
Melvin, meida, dan jonathan memutuskan untuk bermalam di apartemen meida, sesuai dengan permintaan jonathan. Meida mengantar mereka ke kamar tamu yang berada di lantai 1.
“Jo ada apa sebenarnya? Cerita ke koko? Siapa tahu koko bisa bantu?” Tanya melvin setelah meida meninggalkan mereka. Melvin menatap dalam wajah jonathan yang sedang berbaring dihadapan nya. Mendengar pertanyaan melvin, jonathan hanya terdiam sambil menatap lurus kearah lampu yang berada diatasnya. Melvin mengusap rambut jonathan, hingga jonathan menoleh kearahnya.
“Jo bingung apa yang jo rasa. Hati jo sakit ko.” Jawab lemah jonathan dengan mata berkaca-kaca menatap wajah melvin. Melvin lalu duduk di samping jonathan, menghapus air mata yang menetes di wajah nya.
“Ceritalah secara perlahan kepada koko, biar hati mu lapang. Jangan memendam nya sendiri, koko bisa memegang rahasia kok,” ucap lembut melvin sambil mengelus dada jonathan, agar perasaan jonathan menjadi tenang.
“Ko, ini tentang cici meida,” ucap jonathan sambil bangun dari posisi berbaringnya. Posisi ia kini berhadapan dengan melvin.
“Ada apa dengan meida jo?” Tanya bingung melvin memegang kedua bahu jonathan. Jonathan menangis sambil menundukkan wajahnya.
“Jo sudah tahu kebenarannya ko. Ternyata cici meida adalah cici jaslin. Cici jo yang hilang 19 tahun lalu.” Jawab jonathan dengan suara bergetar sambil mengangkat wajahnya menatap melvin. Melvin dibuat kaget, ia memandang dalam wajah jonathan.
Jonathan tahu darimana tentang ini? Batin melvin dengan pikiran berkecamuk.
“Kamu tahu darimana Jo? Apa kamu yakin dengan ucapan mu?” Tanya melvin terus menatap wajah jonathan. Jonathan menghapus air mata yang berada di hidungnya, menatap serius kearah melvin.
“Jo yakin ko. Tadi jo bertemu dengan om johan, jo memperlihatkan foto cici meida waktu bayi, yang persis fotonya seperti cici jaslin. Om johan pun kaget melihat foto mereka.” Terang jonathan dengan suara yang tersengal-sengal. Melvin langsung menepuk-nepuk pelan bahu jonathan.
“Siapa om johan jo?” Tanya bingung melvin.
“Dia orang baik, yang mengurus dan menyayangi cici jaslin ketika bayi. Hanya om johan yang mengetahui ciri-ciri cici jaslin. Itu sebabnya jo menemuinya tadi.” Melvin mulai paham apa yang jonathan ucapkan, ia mencerna ucapan jonathan dengan seksama.
“Jo sangat yakin ko. Tadi jo bertemu dengan om johan, jo ingin menanyakan ciri-ciri cici jaslin. Om johan menyebutkan kalau cici jaslin memiliki tanda lahir bulan sabit ditelapak tangan sebelah kanannya, dan tanda hitam dibawah telinga nya. Cici jaslin memakai kalung berlian berliotin biru sebelum kejadian penculikan itu.” Jelas jonathan dengan napas tersenggal dan air mata yang bercucuran dipipinya. Melvin di buat kaget dengan pernyataan jonathan.
“Liontin biru?” Tanya kaget melvin menatap dalam jonathan. Ia ingat kalung yang digunakan meida tadi ketika sedang tak mengenakan hijab. Melvin sekilas melihat meida memakai kalung berlian berliotin biru yang ia sembunyikan dibalik bajunya ketika ia menggelung rambutnya dengan dasi.
“Tadi koko melihat kalung berlian berliotin biru itu dipakai meida,” ucap pelan melvin sambil memejamkan matanya. Sontak perkataan melvin membuat jonathan membelalakan matanya dengan air mata yang makin bercucuran.
“Berarti benar ko, cici meida adalah cici jaslin. Jo harus apa ko?” Tanya parau jonathan sambil menangkup tangan diwajahnya. Melvin langsung memeluk jonathan, untuk memberi jonathan ketenangan dan kenyamanan, apalagi sekarang hati jonathan sedang terluka.
“Kamu tunggu besok. Koko sebenarnya sedang menyelidiki asal-usul meida untuk membantu mencari keluarga nya, dan koko juga sedang berusaha mencari cici mu. Tapi setiap petunjuk mengarah dan menunjukan bahwa mereka adalah orang yang sama. Sudah seminggu ini, koko mencari kebenarannya. Jo tunggu besok yah, kita lihat laporan hasil pencarian dion dan rekannya. Koko sudah menugaskan mereka untuk mengumpulkan bukti dan data yang valid tentang mereka berdua,” ucap melvin sambil mengelus kepala belakang jonathan
“Tapi jo takut cici meida meninggalkan jo ... jo tak sanggup hidup, kalau cici pergi jauh dari jo.” Rengek jonathan dengan suara tertahan.
“Shutt! Kamu jangan ngomong kayak gitu! Koko yakin meida tak akan meninggalkan mu. Dia sangat tulus menyayangi mu jo. Lihatlah tadi! Saking paniknya dengan keberadaan mu, ia sampai tak memakai alas kaki untuk mencari mu jo. Dia sangat mengkhawatirkan mu. Percaya sama koko!” ujar pelan melvin membisikan ke telingan jonathan.
__ADS_1
“Koko harus bantu jo! Agar cici meida tak akan meninggalkan jo lagi. Koko harus memastikan bahwa cici meida selalu berada dekat kita. Hanya koko orang yang jo percaya sekarang,” ucap jonathan dengan menghiba sambil melerai pelukan melvin.
“Koko tidak akan berjanji, tapi koko akan berusaha menjaga kalian semampu koko. Karena kalian adalah bagian hidup koko.” Sahut melvin tersenyum memegang kedua pipi jonathan.
“Terima kasih ko. Terima kasih telah mempedulikan jo.”
“Kamu adalah adik koko, sudah kewajiban koko menyayangi dan melindungi mu.”
-
Pagi-pagi sekali meida sudah berada di kamar jonathan. Ia mendapat kabar dari melvin bahwa dari dini hari jonathan demam tinggi. Melvin sudah menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan jonathan, setelah di periksa oleh dokter pribadinya, melvin langsung undur diri, karena ia harus bersiap untuk berangkat ke kantor nya.
“Jo hari ini kamu gak usah masuk sekolah dulu, badan kamu panas. Nanti cici hubungi wali kelas kamu, kalau kamu tak bisa masuk kelas hari ini karena sakit,” ucap meida sambil menyuapi bubur ke mulut jonathan. Ia sengaja membuat bubur untuk jonathan setelah shalat subuh tadi.
“Kamu istirahatlah hari ini! Jangan sakit cici gak tega melihat mu terbaring seperti ini.” Lirih meida dengan suara sendu sambil menyuapi bubur lagi. Jonathan tersenyum samar mendengar ucapan khawatir cicinya.
“Jo tidak papa ci. Jo cuman lemas saja.” Jawab lembut jonathan sambil mengusap matanya.
“Jo, maaf cici gak bisa menemani kamu disini. Cici harus masuk kerja, tapi cici janji akan pulang cepat-cepat nanti. Kamu mau dibawakan apa nanti?” Tanya meida dengan wajah sendu, setelah bubur yang di mangkuknya habis di makan jonathan.
“Gak usah bawa apa-apa ci. Nanti siang juga jo pulih. Jangan mengkhawatirkan jo.” Jonathan menyentuh pelan wajah meida, dengan perasaan yang sulit dijabarkan.
Meida dibuat heran dengan sikap jonathan, yang akhir-akhir ini terlihat aneh.
“Kamu kenapa jo?” Tanya heran meida yang melihat mata jonathan berkaca-kaca.
“Jo gak papa ci,” jawab jonathan sambil menghapus cairan yang berada diujung matanya. Meida memaklumi sikap jonathan, mungkin karena jauh dari keluarganya makanya jonathan jadi melow seperti ini.
“Sebenarnya cici gak tenang ninggalin kamu. Gak papa kan kamu ditemani bi ina?” Tanya meida sambil membereskan peralatan bekas makan jonathan.
“Gak papa ci. “
“Cepat pulih! Jangan lupa minum obat! Cici mau siap-siap dulu.” Senyum meida sambil mengelus rambut jonathan. Ia lalu keluar dari kamar jonathan.
“Baik ci.”
-
Di kamar tamu.
__ADS_1
Jonathan dan bi ina sedang bercengkrama dengan riangnya. Tiba-tiba jonathan menghentikan tangan bi ina yang sedang mengupas buah-buahan untuk dimakannya. Jonathan memandang serius wajah bi ina. Suasana riang itu kini berubah menjadi tegang.
“Bu ada yang ingin jo sampaikan pada ibu,” ucap jonathan tak beralih dari wajah bi ina. Bi ina dibuat bingung dengan ucapan jonathan.
“Apa cici jaslin memiliki kalung berlian berliotin biru?” Tanya jonathan menatap dalam mata bi ina. Bi ina dibuat kaget dengan pertanyaan jonathan, jonathan tahu darimana meida memiliki kalung liontin itu, setahu dia meida tak pernah melepaskan hijabnya dihadapan lelaki manapun.
“Kamu tahu darimana jo?” Jawab bi ina dengan sebuah pertanyaan. Ia membalas tatapan mata jonathan tak kalah dalam. Bukannya menjawab, jonathan malah mengajukan pertanyaan lagi.
“Apa cici meida memiliki tanda hitam dibawah telinganya?” Tanya jonathan kembali dengan suara parau. Ia menjeda ucapannya untuk mengatur napasnya yang kian sesak.
“Apa cici meida memiliki tanda lahir bulan sabit ditelapak tangan kanannya?”
“Apa itu benar bu?” Tanya Jonathan kemudian dengan mata yang sudah berembun. Ia meminta bi ina untuk menjawab pertanyaan darinya
“Kamu tahu itu semua darimana jo?” Tanya bi ina dengan wajah bingung
“Cici meida memilikinya atau tidak bu?” Tanya jonathan sambil memegang erat lengan bi ina
“Yah... Meida memiliki semua yang kamu ucapkan barusan!” Tegas bi ina dengan suara penuh penekanan. Ia dibuat aneh dengan semua pertanyaan jonathan yang menyebutkan ciri-ciri meida. Jonathan kembali menangis sambil menundukkan wajahnya.
“Itu yang om johan katakan mengenai ciri-ciri cici jaslin bu.” Lirih jonathan sambil menangis menundukan kepalanya
“Apa???” Teriak kaget bi ina. Menatap jonathan dengan wajah shock, berbagai pertanyaan berkecamuk di otaknya.
“Cici meida adalah cici jaslin bu. Mereka adalah orang yang sama. Bagaimana kita memberitahu cici meida mengenai kebenaran ini? Kita harus berkata apa bu?” Tangis jonathan sambil menggigit tangannya. Dengan wajah pias bi ina langsung memegang tangan jonathan.
“Jo, apa boleh ibu bertemu dengan om mu? Ibu hanya ingin memastikan yang sebenarnya!” ucap lirih bi ina sambil memegang lengan jonathan. Ia berharap Jonathan mengabulkan permintaannya.
-
-
-
Maaf up nya malam-malam, kuotanya abis hehe
Kuyylah like, vote, komen sama hadiahnya ♥️
Hatur nuhun😘
__ADS_1