
“Sesuka saya? Kamu salah! Disini kamu bekerja sebagai pengawal saya bukan assisten dion. Itu mudah kan? Kamu tinggal stay di samping saya, memastikan keadaan saya baik-baik saja. Assisten Sekretaris hanya formalitas diluaran saja, karena pekerjaan kamu sebenarnya adalah pengawal saya." Terang melvin dengan senyum tanpa dosa.
Lelaki bodoh ini, ternyata licik juga. Dia sedang membuat strategi untuk menekan ku.
Yaa Allah, aku harus apa??
“Tuan saya bukan baby sitter! Lagian tuan sudah tua, bisa menjaga diri tuan sendiri! Ngapain minta dijagain sama saya! Malu sama umur tuan." Ejek meida sambil menompang dagu dengan kedua tangannya.
“Kamu yakin mau nolak penawaran saya? Gaji nya 4 kali lipat dari gaji assisten. Saya orangnya baik hati dan tidak sombong, saya sengaja memberi gaji mu besar, karena kamu anak perantauan, butuh uang. Dimana biaya hidup disini lumayan tinggi. Dari gaji sebesar itu kamu bisa pindah dari kosan reot mu menuju apartemen. Saya yakin tidur mu nyenyak setiap malam, tanpa bantal batu sekalipun. Saya tidak bermaksud apa-apa menjadi kan mu pengawal saya. Saya hanya tertarik dengan kemampuan beladiri mu yang lumayan mumpuni itu. Yah, saya angkat kamu jadi pengawal pribadi saya tanpa mengikutiku seleksi apapun. Kurang baik apa saya?"
Wahh ... gaji nya besar juga. Ingat meida! kamu jangan tergiur, kecuali mendesak. Perang batin meida.
“Tuan gak malu di kawal perempuan?” Ledek meida kearah melvin.
Sabar melvin, agar dia masuk perangkap mu. Kamu harus giat merayunya. Batin melvin sambil tersenyum hangat kearah meida.
“Ngapain saya harus malu?? Saya bangga punya pengawal makhluk jadi-jadian kayak kamu." Melvin membalas ejekan meida.
“Ngerayu apa ngehina?” Sewot meida menatap tajam kearah melvin.
“Itu fakta! Jawaban kamu tinggal Yah atau Tidak?”
“Tapi itu sangat merugikan saya tuan. Jika saya keluar sebelum waktu kontrak habis, saya harus membayar denda dengan hitungan gaji yang saya terima. Itu sangat tidak masuk akal, itu merugikan saya! Mana saya harus standby disisi tuan, itu sangat membosankan! Kasih pekerjaan yang lain saja tuan.” Tawar meida dengan wajah memelas.
Semoga akting ku berhasil. Semangat meida dalam hati.
“Kamu tinggal pilih, mau jadi pengawal saya atau tukang bersihin toilet?" Tawar melvin tak kalah sadis.
“Itu buka pilihan tuan! Ok ok saya ngalah. Tapi, saya mengajukan syarat boleh kan? Kalau tuan menyetujui, saya juga setuju menjadi pengawal tuan.” Tawar meida sambil menyusun rencana diotaknya, agar ia tidak menjadi pengawal melvin, tapi menjadi Assisten dion.
Siapa yang butuh? Kesannya gue membutuhkan dia, wanita batu ini ternyata pintar strategi juga.
“Ok. Apa syarat nya?” Tanya melvin memandang serius ke arah meida.
“Yang pertama, tidak ada denda ketika saya keluar sebelum kontrak berakhir. Yang kedua, saya hanya standby disamping tuan sesuai jam kantor, bila lebih, itu masuk ke dalam jam lemburan. Yang ketiga, ada jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Yang keempat, tuan jangan berlaku semena-mena kepada saya, seperti memerintah diluar kesepakatan, jika tuan melanggar tuan harus membayar denda dengan nominal sesuai gaji saya selama sebulan. Yang kelima, tuan harus menyewa apartemen lengkap dengan fasilitas nya untuk saya tinggal, dan yang pasti tuan yang membayarnya. Setuju kan?" Ucap meida dengan tersenyum lebar mengejek kearah melvin.
Aku juga bisa lebih licik dari mu TUAN MELVIN!! Aku tidak akan masuk perangkap mu. Aku tak sebodoh yang kau kira. Semoga dia tak menyetujui penawaran ku.
Melvin dibuat shock dengan persyaratan yang meida ajukan. Tadinya ia ingin membuat meida masuk ke dalam perangkap nya, tapi yang terjadi malah ia yang masuk ke perangkap nya sendiri.
“Kamu mau merampok saya hah?” Ucap tegas melvin menatap tajam kearah meida.
__ADS_1
Yeayy ... dia pasti keberatan dengan persyaratan ku.
“Masa ngerampok bilang-bilang sih tuan! Ini namanya nyopet secara terhormat. Dilakukan secara terang-terangan, transparan, dan tak ada yang ditutup-tutupi. Jadi kita sama-sama tau. Masa seorang pengawal Melvin Nagara ngekos di pinggiran kota, kan gak lucu. Lagian tuan orang kaya? Uang segitu mah kecil, gadain satu ruangan ini aja jadi duit. Apa jangan-jangan tuan sudah bangkrut?” Tanya meida memancing emosi melvin.
“Sembarangan kamu ngomong! Ini enak di kamu gak enak di saya!” Teriak melvin sambil menggebrak meja.
“Enak dimana nya? Saya jadi pengawal tuan harus bertaruh nyawa, cuman bayar segitu aja perhitungan!”
“Cangkem mu! Baik lah saya setuju.” Ucap melvin yang mengagetkan meida.
Karena tak mau dihina meida terus-terusan, akhirnya melvin menyetujui persyaratan yang meida ajukan, yang sangat merugikan nya.
Bisa rugi bandar gue! Sebulan ngegaji pengawal sampai 100jt. Cuman meida yang bisa bikin gue kelabakan. Ternyata strategi dia lebih pintar daripada strategi gue. Pasrah melvin dalam hati.
Alamaaa, kok jadi gini! Tapi biarlah ... aku akan memanfaatkan peluang ketika menjadi pengawal pribadi nya. Aku harus pintar-pintar memanfaatkan kesempatan ini. batin meida sambil menatap wajah pasrah melvin.
“Ok. Senang bekerja sama dengan tuan! Jangan lupa bikin surat perjanjian sekalian pakai matrai. Kalau tuan bertindak kurang ngajar, biar bisa saya pidana kan. Saya permisi dulu tuan. Bye bye." Meida berjalan menuju pintu.
Setelah di pikir-pikir ternyata aku yang paling diuntungkan disini. Yeayy, aku gak perlu bayar kosan, gak perlu hemat makan, gak perlu stock obat progmah lagi. Dasar lelaki bodoh, pake main setuju aja. Rugi kan dia hahaha. Senyum mengembang di bibir meida.
“Tunggu dulu, kamu mau kemana?” Teriak melvin menghentikan langkah meida.
“Karena gak ada kerjaan, saya mau makan dulu Tuan," ucap meida dengan wajah tanpa dosa memamerkan gigi rapi nya.
“Lagian masih satu ruangan! Tuan gak bakal ada yang nyulik. Saya nungguin tuan di sofa, kalau ada apa-apa tuan tinggal teriak, nanti dengan senang hati saya datang."
“Ikuti perintah saya! Bawa makanan mu kesini! Tidak ada bantahan!”
“Baik tuan.”
“Nanti siang temani saya berkunjung ke departemen pusat perpajakan!”
“Nggih Tuan Caplin.” Jawab kesal meida keluar ruangan melvin mengambil kotak makanannya.
-
-
“Mingkem bibirnya! Gak usah tebar-tebar pesona, gak kering tuh gigi? Lagi iklan Pepsodent?" Ucap kesal meida kearah melvin, yang tak berhenti mencari perhatian orang.
Melvin dibuat kesal dengan ucapan meida,
__ADS_1
“Suka-suka saya dong! Yang senyum bibir saya, kenapa kamu yang repot.”
“Bukannya repot! Liat nohh mereka menatap kearah kita, saya risih tau!" Meida menunjuk sekumpulan orang yang melihat kearahnya menggunakan dagu nya.
“Suka-suka mereka lah, mata-mata mereka gak minjem ke kamu kan? Lagian, ini lah resiko berjalan dengan orang tampan, jadi pusat perhatian.” Narsis melvin dengan senyum mengejek merapikan dasinya.
Kenapa dua orang ini selalu bertengkar tak tahu tempat? Kalau bisa, ingin ku lakban bibir mereka, agar telinga ku merasakan kedamaian. Batin dion menatap malas ke dua orang yang berada di sampingnya.
“Pak dion anda bawa plastik?” Tanya meida, menyadarkan lamunan dion.
“Buat apa?”
“Saya mau muntah mendengar ucapan Tuan anda.” Ejek meida terang-terangan di depan dion.
“Kamu!!” Kesal melvin menatap meida.
Ketika mereka akan sampai di depan lift, tiba-tiba ...
“Meida ...” Panggil seseorang memegang tangan kanan meida.
Meida membalikan badannya, guna melihat siapa yang berani memegang tangan kanan nya itu.
“Abang...” ucap meida kaget, menatap lelaki yang berada di depan nya. Mata lelaki itu berkaca-kaca menatap kearah meida.
Sedangkan melvin dan dion di buat kaget dengan kehadiran lelaki itu. Mereka bertanya-tanya siapa lelaki yang berani memegang tangan meida dan menatap dalam mata nya?
Siapa lelaki itu, terang-terangan mendekati meida di depan ku. gerutu melvin dalam hati.
-
-
Bersimbing
Abang siapa??
Gimana respon meida??
Kuyy di tunggu next part nya besok.
Jangan lupa like, vote, sama hadiahnya ♥️
__ADS_1
Love buat reader yang masih stay di cerita receh ini.
Gomawoo ♥️