Kita Berbeda

Kita Berbeda
Hidup Akhirnya Harus Bahagia


__ADS_3

Mereka menghentikan perdebatan, karena acara itu telah di mulai. Susunan demi susunan acara  telah berlalu. Tapi, dua meja itu tak menikmati sama sekali. Mereka tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing. Jonathan, bi Ina dan Melisa sedang memikirkan meida. Sedangkan Gilbert dan Grace sedang memikirkan cara untuk mempermalukan keluarga Johan.


“Jo, meida mana?”  Bisik dian kearah Jonathan. Karena dari tadi ia tak menemukan keberadaan media. Jonathan menggelengkan kepalanya lemah,


“Cici bersama ko Melvin, tapi gak tahu dimana-mana nya. Jo berharap mereka tidak datang kesini.” Bisik jonathan kembali dengan mimik wajah gelisah. Ia tidak tahu, bahwa meida salah satu pengisi acara malam ini bersama melvin.


“Jangan takut! Ada kami disini!” ucap johan menenangkan. Ia menangkap raut gelisah dari wajah keponakan lelakinya. Jonathan membalas ucapan johan dengan senyum kecut.


“Iya om. Terlalu banyak hal yang jo takutkan, sampai jo seperti ini. Jo memikirkan cici meida, jo takut mereka bertemu.” Bisik lemah jonathan sambil meminum air yang ada di depannya.


“It’s ok, om paham. tapi lebih baik kamu menikmati party ini! Jangan banyak pikiran, semua akan baik-baik saja! Tenang, kami selalu ada untukmu!” Johan mengusap lembut tangan Jonathan untuk menenangkan kerisauan hatinya. Interaksi mereka tak luput dari pandangan mata zaina yang sedang mengusap airmata nya menggunakan tisu. Hati zaina merasa tesentil melihat kedekatan mereka, ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Anaknya lebih nyaman hidup bersama orang lain, dari pada dengannya dan keluarganya.


Berbeda dengan Grace dan Gilbert, mereka mengepalkan tangannya menatap keluarga yang di depannya dengan wajah merah, mereka merasa dipermalukan oleh tingkah laku anaknya sendiri.


“Lihatlah anakmu! Dia benar-benar mempermalukan kita secara tidak langsung! Kau tak becus mendidiknya!” Bisik marah grace kepada gilbert. Ia melihat cucunya lebih memilih dekat dengan anak tirinya dari pada dia sebagai oma nya sendiri.


“Kurang baik apa saya mendidik dia! Mami tahu sendiri kan saya mendidiknya seperti apa! Anaknya saja yang sudah diatur!” Bisik Gilbert menahan amarahnya. Matanya menatap nyalang kearah johan. Grace menatap sinis kearah zaina.


“Lihat anak mu! Sungguh memalukan! Tak ada satupun yang benar! Bisanya cuman membangkang doang!” Zaina menundukkan wajahnya mendengar umpatan mertuanya. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, anaknya seperti itu karena ulah dirinya dan keluarganya sendiri. Sikap mereka yang telah membentuk kepribadian anak-anaknya menjadi seorang pemberontak.


“Sudah mi! Jangan ribut disini! Kalian mau di tertawakan?” Sewot gilbert mengambil tisu untuk melap dahinya yang berkeringat.


Mereka semua menatap kearah panggung. Ketika pemandu acara menyebutkan perfomance kreativitas dari karyawan Nagara. Mereka tak mengetahui jika yang akan perfom sekarang adalah Melvin selaku CEO perusahaan Nagara dan Meida.


Lampu di ruang itu tiba-tiba padam, hanya ada sedikit cahaya yang berasal dari panggung. Ketika tirai itu di buka lampu diruangan itupun menyala. Semua orang yang berada di ruang itupun terkejut melihat kearah panggung, melihat sosok melvin sang Putra Mahkota duduk di depan pianonya. Meida dengan senyum kaku berdiri di samping melvin.


Ruangan itu tiba-tiba heboh, melihat melvin yang duduk dengan segudang pesonanya. Para kaum hawa ramai-ramai bersorak, seakan terhipnotis oleh paras tampannya. Ruangan itu kini berubah menjadi tempat konser.


“Jo, kenapa cici mu ada disana? Apa dia bilang sesuatu pada mu?” Tanya kaget Johan mewakili keterkejutan semua orang yang mengelilingi meja itu. Jonathan menatap kearah meida yang sedang melihat kearahnya dengan mengangkat bahunya lemah.


“Ini semua di luar prediksi jo!” ucap lemah jonathan. Menatap wajah cicinya dari jauh menuntut penjelasan.


“Apa keluarga Nagara sudah bangkrut! Tak mampu membayar artis, hingga menampilkan tampilan seperti ini! Kayak gak ada orang aja! Seharusnya pilih-pilih dulu, kenapa wanita itu yang harus tampil! Dari wajahnya daja sudah tak meyakinkan!” Ejek gilbert dengan menepuk-nepuk pelan telapak tangannya. Semua orang yang berada di meja Jonathan langsung mengepalkan tangannya, ketika gilbert menghina meida.


“Dad jangan seperti itu! Dia gadis baik-baik!” Bela zaina. Ia tak enak karena suaminya secara terang-terangan meledek meida.


“Hei tuan arrogant, kita bertemu lagi! Jangan nyinyirin orang mulu! Introspeksi diri dong, udah tua juga! Berhenti bicara unfaedah! Kuping saya sakit mendengar ucapan anda!” ucap santai melisa sambil merapikan rambutnya.


“Saya butuh ketenangan! Jangan kotori pendengaran saya dengan makian yang berasal dari mulut anda!” ucap melisa dengan senyum mengejek kearah gilbert. Ia kembali menolehkan kepalanya ke depan. Ketika melvin mulai menaikkan pianonya.


Perempuan itu saya pernah melihatnya! Tapi dimana?? Batin Gilbert menatap tajam kearah melisa.


Selamat malam semua ...


Sapa meida kepada semua tamu undangan.


“Apa yang anakmu lakukan disana?” Tanya Helena kepada Nagara yang duduk di sampingnya.


“Semoga saja dia tidak berbuat aneh-aneh!” Bisik Nagara dengan santai. Karena ia percaya pada anaknya, yang tak mungkin melakukan sesuatu yang dapat merugikan dirinya sendiri.


“Dia dari tadi menghilang! Sepertinya dia menghindari kita! Apa dia tak bisa memperkenalkan pasangannya pada kita?” Tanya Helena sambil merapikan dress yang dipakainya.


“Bisa jadi, mungkin itu alasannya! Sayang sekali anak mu, tampan-tampan tapi mubazir.” Helena mencubit pelan Nagara. Hingga wajah lelaki paruh baya itu meringis.


“Jangan seperti itu! Jangan meledek anak mu sendiri! Dia anak kita berdua!” Sewot Helena mendelikan matanya kearah Nagara lalu melihat kearah depan memperhatikan Meida.


Siapa wanita itu? Aku baru pertama kali melihatnya! Gaun yang wanita itu pakai senada dengan yang melvin kenakan. Wanita itu sederhana tapi aura kecantikannya terpancar alami, senyum wanita itu sangat menawan. Apa jangan-jangan itu meida, wanita yang di cintai melvin? Jika memang itu meida, pantas saja melvin mencintainya. Tebak Helena dalam hati, melihat chemistry anaknya yang terlihat sudah dekat dengan wanita yang berdiri di sampingnya.


🎵Menapak jalan yang menjauh

__ADS_1


🎵Tentukan arah yang ku mau


🎵Tempatkan aku pada satu peristiwa


🎵Yang membuat hati lara


Ya Tuhan, suara wanita itu sangat indah! Suaranya membuat bulu kudukku berdiri. Batin Helena dengan mulut menganga. Semua orang yang berada di ruang itu terkejut dengan suara indah  milik meida. Semua mata tertuju pada wajah cantik meida, mereka seperti terhipnotis oleh kata demi kata yang keluar dari mulutnya. Ia seperti punya magnet pengikat hati siapa saja orang yang melihatnya.


🎵Didekat engkau aku tenang


🎵Sendu matamu penuh tanya


🎵Misteri hidup akankah menghilang


🎵Dan bahagia di akhir cerita


Meida, akhirnya saya bertemu dengan mu lagi. Setelah Andress bilang kau pergi entah kemana. Saya bahagia bisa melihat mu lagi. Batin zaina dengan mengusap ujung matanya. Ia seakan terbawa suasana mendengar lagu yang meida nyanyikan.


🎵Cinta ... tegarkan hatiku


🎵Tak mau sesuatu merenggut engkau


🎵Naluriku berkata


🎵Tak ingin terulang lagi


🎵Kehilangan cinta hati


🎵Bagai raga tak bernyawa


Ternyata suara gadis miskin itu lumayan! Batin Gilbert menatap tak berkedip kearah meida.


Meida memejamkan matanya, menyanyikan bagian reff lagu itu. Setetes air mata jatuh di pipinya. Lagu tersebut ia nyanyikan, sesuai apa yang pernah dialaminya selama ini. Lagu itu menggambarkan perjalanan hidupnya. Ditinggalkan orang yang sangat di cintai, sakit dan kehilangannya bagai seenggok raga yang tak memiliki nyawa.


🎵Aku..... junjung petuahmu


🎵Cintai dia yang mencintaiku


🎵Kini telah menepi


🎵Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia


Ternyata bakat mu tak pernah hilang Nak. Bibi kira, kamu tak pernah bernyanyi lagi setelah kejadian itu. Batin bi ina menatap meida dengan mata berkaca-kaca.


Cici. Mendengar suara mu, mampu menggetarkan hati jo. Jo tak menyangka suara cici seindah ini, jo bangga pada cici. Jo tahu, lagu ini menggambarkan hati cici. Jo berharap cici segera mendapatkan kebahagian, sesuai apa yang cici harapkan. Jonathan tersenyum kearah meida dengan bibir bergetar menahan haru.


Meida. Om tak bisa berkata apa-apa, kata demi kata seakan menceritakan jalan hidup kita. Suara mu membuat om menangis. Om seakan terbawa hanyut oleh kehidupan om di masa lalu. Dan kau benar, hidup kita harus berakhir bahagia. Semoga kamu segera menemukan kebahagiaan mu. Lirih johan pelan sambil menangkupkan tangan ke wajahnya.


🎵Didekat engkau aku tenang


🎵Sendu matamu penuh tanya


Meida menatap wajah jonathan dengan berkaca-kaca. Ia seakan mengungkapkan perasaan pada adiknya, bahwa berada di dekatnya hatinya merasa tenang.


🎵Misteri hidup akankah menghilang


🎵Dan bahagia di akhir cerita


Ya Tuhan, kenapa suara meida sekarang menyesakkan dada. Padahal ketika latihan, saya mendengarnya tak berpengaruh apa-apa. Kenapa sekarang berefek pada hati saya. Meida saya benar-benar jatuh cinta pada mu setiap hari! Batin melvin sambil memainkan pianonya. Sesekali ia melirik kearah meida

__ADS_1


🎵Cinta.... tegarkan hatiku


🎵Tak mau sesuatu merenggut engkau


🎵Naluriku berkata


🎵Tak ingin terulang lagi


🎵Kehilangan cinta hati


🎵Bagai raga tak bernyawa


Meida menghayati lagu itu dengan kembali memejamkan matanya. Tak sedikit tamu undangan yang meneteskan air mata menghayati nyanyiannya.


🎵Aku..... junjung petuahmu


🎵Cintai dia yang mencintaiku


🎵Kini telah menepi


🎵Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia


Ummah, Abi. Meida jungjung semua nasihat kalian. Mencintai mereka yang mencintai meida! Mencintai mereka yang selalu ada si samping meida! Meida sudah memaafkan mereka! Meida sudah lapang dengan takdir ini! Meida kan terus belajar menerima ketentuan atas hidup ini! Ummah, Abi. Do'akan meida tuk merajut kebahagiaan itu. Meida ingin merasakannya, walaupun hanya sebentar.


🎵Bagaimanapun hidup hanya cerita


🎵Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan


🎵Cinta..........


Kak Adib, apa meida harus membuka hati meida tuk yang lain?


 


Meida mengakhiri lagu itu dengan tepukan meriah dari para tamu undangan yang menggema di ruang itu. Mereka memberikan appluse terhadap penampilan meida yang menyentuh hati mereka.


Kamu hebat, kamu luar biasa! Suara mu indah, mampu memporak-porandakan hati saya. Terima kasih untuk performace ini. Lirih melvin kearah meida yang berdiri di sampingnya. Meida tersenyum kearah melvin dengan wajah yang berbinar.


Karena tuan, karena piano yang tuan mainkan, saya bisa seperti ini. Terima kasih untuk segalanya.  Mereka pun saling pandang dengan tersenyum. Lalu membungkukkan kepala mereka kearah tamu undangan sebagai bentuk hormat. Setelah itu mereka meninggalkan panggung itu.


“Sekarang waktunya saya memperkenalkan kamu pada orang tua saya!”


-


-


Otor up malam, karena dari siang hujan sama petir😢 Maklum lah sebentar lagi Tahun baru ...


Yang penting otor up yah hehe...


Jika suka dengan novel amatiran jangan lupa


Like♥️♥️♥️


Vote♥️♥️♥️


Komen♥️♥️♥️


Hadiah♥️♥️♥️

__ADS_1


Hatur nuhun😘🤗


Wilujeng wengi🤗😘


__ADS_2