
Meida membawa nampan berisi air putih dan semangkuk bubur ayam ke kamar Melvin. Ia meletakkan nampan itu di atas nakas, lalu membantu melvin untuk bangun, dan menyandarkan kepalanya di headboard ranjang. Melvin menatap malas kearah semangkuk bubur yang sangat tak menggairahkannya.
“Meida, kapan kita pulang ke Apartemen? Saya rindu jonathan, rindu masakan Bu Ina. Rindu semuanya.” Tutur melvin dengan wajah bosan memandang semua penjuru kamar. Karena sejak pagi ia berdiam diri di kamar, dan meida hanya memberinya makan bubur saja.
“Jika Tuan sudah sembuh, kita pulang. Sekarang pulihkan dulu kesehatan tuan, baru kita pulang!” Meida menyuapi melvin satu sendok bubur. Melvin ingin menolaknya, tapi ia pasrah memakannya setelah mendapat pelototan tajam dari meida.
“Besok kita pulang yah!” Melvin merengek kearah meida, dengan menarik-narik lengan bajunya seperti anak kecil. Meida melepaskan tangan melvin dengan mencebikkan bibirnya.
“Iya. Asal kondisi tuan sudah pulih, kita pulang! Yang banyak makannya! Habis ini minum obat dan istirahat!” Perintah meida yang tak bisa di ganggu gugat. Sedari pagi, ia telaten mengurus melvin, dari mulai pergi ke kamar mandi, hingga membantu melap tangan dan kakinya yang kotor.
“Nggih Gusti ratu. Hamba akan mengikuti semua perintah dari Gusti Ratu.” Ledek Melvin sambil membuka mulutnya, agar meida menyuapinya kembali.
“Mulai besok dan seterusnya kamu gak perlu lagi jadi asisten saya. Saya bukan CEO lagi. Saya sudah mengundurkan diri, walaupun belum disetujui sepenuhnya. Untuk sekarang dan seterusnya kita gak perlu pergi ke kantor lagi. Kita terbebas meida.” Sorak Melvin sambil mengacungkan kedua tangannya dengan bahagia. Akhirnya ia bisa terbebas dari perintah papihnya yang tidak bisa di tentang. Meida memandang kearah melvin dengan bingung.
“Kenapa Tuan mengundurkan diri jadi CEO?” Meida kembali menyuapi melvin. Hingga bubur itu tinggal beberapa sendok lagi.
“Gak papa, saya pengen resign aja. Sekarang kamu gak perlu jadi asisten saya lagi. Kamu hanya perlu ada di samping saya! Pekerjaan kamu hanya mendampingi dan menemani saya! Tak perlu takut, saya akan tetap menggaji mu! Mungkin saya akan menaikan gajimu sampai beribu-ribu kali lipat, dengan jaminan seluruh harta saya. Asalkan kamu siap jadi Istri saya.” Tutur melvin sambil mencubit gemas pipi meida.
“Ishhh sakit tahu! Tuan belum jawab pertanyaan saya! Kenapa Tuan mengundurkan diri menjadi CEO?” Tanya meida sambil menyuapkan bubur terakhir ke mulut Melvin. Melvin menelannya pelan-pelan sambil memikirkan jawaban atas pertanyaan yang meida ajukan.
“Gak papa, saya ingin keluar aja! Saya ingin terbebas meida, kalau saya kerja disana saya harus menghabiskan waktu saya dengan berkas-berkas yang menggunung, berkas-berkas yang sangat menyita waktu saya. Kalau keluar dari sana kan saya bisa bernafas lega , saya bisa memajukan bisnis yang saya bangun sendiri. Kamu pasti tahu pekerjaan CEO seperti apa!” Kilah Melvin dengan mengambil air putih di atas nakas lalu meminumnya hingga tandas. Meida terdiam, mengingat kata-kata yang melvin ucapkan tadj malam. Ia yakin, melvin mengundurkan diri jadi CEO pasti ada kaitan dengannya.
“Heyy kamu kenapa? Jangan melamun, nanti kesambet loh!” Jahil Melvin yang kembali mencubit pipi meida dengan tertawa. Meida menatap kesal kearah melvin yang selaliu mencubit pipinya ketika ia lengah.
__ADS_1
“Sembarangan! Jangan cubit-cubit pipi, sakit tahu!” Sewot meida mengusap pipinya yang bekas dicubit melvin dengan bibir manyun. Bukannya merasa bersalah melvin malah kembali tertawa.
“Lagian kamu ngegemesin! Oh yah, sebelum besok kita pulang ke Apartemen. Saya akan mengajak kamu keliling tempat bisnis saya. Saya ingin memperkenalkan kamu pada seluruh karyawan saya,” ucap melvin sambil mengambil mangkok di tangan meida dan memindahkannya ke nakas.
“Buat apa ngenalin saya Tuan? Saya gak mau! Saya malu!” Sahut meida sambil mengerucutkan bibirnya.
“Kenapa harus malu? Saya ingin memperkenalkan kamu kepada karyawan saya, bahwa kamu adalah calon istri sekaligus calon ibu dari anak-anak saya kelak. Saya sengaja memperkenalkan kamu, agar tidak ada orang yang berani curi-curi pandang kearah kamu, karena kamu hak paten milik saya. Dan saya sengaja melakukan ini, agar tidak ada wanita yang mendekati saya apalagi menggoda saya, karena saya adalah milik kamu. Saya tidak ingin mengecewakan apalagi menyakiti hatimu, love you more My Sunshine.” Meida menundukkan wajahnya yang kembali memerah karena ucapan Melvin. Melvin mengangkat wajah meida dengan lembut.
“Are you ready now?” Tanya Melvin sambil mengelus wajah meida pelan. Karena ia menangkap kekhawatiran di wajah meida.
“Apa ini tidak terlalu cepat Tuan? Masalah kita aja belum kelar.” Melvin menggenggam tangan meida untuk meyakinkan.
“Bukankah lebih cepat lebih baik? Saya ingin semua orang tahu, bahwakamu adalah milik saya. Tapi itu terserah kamu, saya tidak akan memaksa.” Jawab melvin sambil menepuk-nepuk punggung tangan meida yang berada dalam genggamannya. Meida memandang wajah melvin dengan sorot mata lesu.
“Yaudah. Tapi besok kamu antar saya kesana yah! Saya ingin memeriksa beberapa laporan keuangan bulan ini! Steven menyuruh saya kesana!” Terang Melvin sambil memijit pelan telapak tangan meida.
“Sekalian besok kita jemput jonathan dari sekolah.” Ajak Melvin dengan wajah antusias. Meida menyetujui ajakan melvin dengan menganggukkan kepalanya.
-
“Bos, setelah mengobrak-ngabrik kantor itu semalam. Kami hanya menemukan ini! Berkas ini tersimpan di laci paling bawah ruang lelaki yang bos tuju itu,” ucap 3 lelaki besar sambil menyondorkan map berwarna biru tua kearah wanita tua yang sedang duduk melipat kakinya dengan wajah angkuh di ruang privat itu.
“Kalian yakin tidak menemukan berkas penting selain ini?” Tanya wanita tua itu dengan wajah dingin. Wanita tua dengan rambut digelung itu tak lain adalah Grace, mami dari Gilbert.
__ADS_1
“Tidak bu. Kami sudah memeriksa berkas itu satu persatu. Tapi semuanya nihil, kecuali berkas ini.” Grace langsung membuka map biru itu. Ia membuka satu persatu lembaran demi lembaran kertas di mal itu. Di tengah pencariannya, ia menemukan salinan tulisan Max, ia sangat yakin itu adalah tulisan suaminya. Grace membaca coretan tangan suaminya dengan menyipitkan matanya, ia membaca coretan tangan itu dengan seksama. Wajahnya merah padam dengan gigi bergemulutuk membaca salinan tulisan itu. Ia langsung melempar map itu kelantai, dengan mengepalkan tangannya.
Sial! Jadi Max mewariskan harta kekayaan yang 75% itu ke tangan Johan dan Lily, dan 25% mewariskan ke tangan Jaslin. Bedebah! Aku dan Gilbert tak mendapatkan harta warisan itu sepeserpun! Max benar-benar keterlaluan! Aku yang berjuang selama ini, tapi semua warisannya malah jatuh kepada wanita bodoh itu! Ini tak bisa dibiarkan! Benar-benar tak bisa dibiarkan! Enak saja Johan mendapatkan harta kekayaan itu secara instan! Tunggu saja, apapun akan saya lakukan untuk merebut harta warisan itu supaya jatuh ketangan saya! Tidak ada orang yang berani menghalangi saya, karena saya adalah Grace Maharja Atmadja, semua keinginan saya harus terlaksana. Batin Grace tersenyum sinis dengan wajah menakutkan penuh dendam. Ia menatap foto suaminya dengan penuh kebencian.
Lihatlah Max, saya akan membuat orang yang kamu cintai hancur. Saya tak akan membiarkan darah daging mu bahagia. Lihatlah! Saksikan penderitaan johan, buah cintamu dengan Lily wanita bodoh itu. Selamat bersenang-senang. Kekeh Grace mengejek kearah foto Max yang tercetak besar diruangan itu.
“Ada yang harus kita kerjakan lagi bos?” Tanya anak buah grace dengan posisi yang masih berdiri. Grace berdiri dari posisinya, ia berjalan kearah 3 orang itu.
“Banyak! Pekerjaan kalian masih banyak! Rival saya masih hidup dan belum kalah. Kumpulkan semua anak buah kalian untuk mengeksekusinya. Untuk rencana selanjutnya saya akan hubungi kalian lewat sambungan telepon.” Ketiga lelaki itu menganggukkan kepalanya mematuhi perintah yang diucapkan grace selaku bos mereka.
“Kembali ke markas kalian, sebelum ada orang yang curiga.” Usir Grace dengan mengibaskan tangannya kearah anak buahnya.
“Baik bos!” Setelah anak buahnya pergi. Grace berjalan kearah figura yang memperlihatkan foto Max yang sedang tersenyum menggunakan tuxedo warna putih.
Max lihatlah! Sebentar lagi aku akan menghancurkan darah dagingmu! Menghancurkan semua orang yang berani melawan keinginan ku! Aku tak perduli dengan hubungan darah! Persetan itu semua!
-
Kopi mana kopi wkwkwk..
Jangan lupa like, komen, vote, rate, sama hadiahnya 🤗🤗😘♥️
Wilujeng wengi♥️
__ADS_1
Wilujeng dinten Sabtu 🤗