
"Lo mau pedes atau nggak Kay?" tanya Bima menoleh ke belakang.
Tidak ada sahutan dari mulut Kayla. Meski gadis itu terlihat memandang Bima tanpa sedikit pun mengedipkan kedua kelopak matanya.
"Kay..." Bima melepaskan tangannya dari pisau kemudian membalik tubuhnya penuh. Terdengar hembusan nafas pelan keluar dari mulut Bima saat melihat Kayla menatapnya dengan tepesona, menurut Bima.
Bima melangkahkan kaki mendekati Kayla yang hanya berjarak tiga langkah darinya.
Fyuhhh...
Hembusan nafas hangat dari mulut Bima membuat kedua bola mata Kayla mengerjap.
"Bbim_mma kenapa kamu..." Kayla tergagap saat menemukan wajah Bima tepat di depan wajahnya. Dengan segera Kayla memundurkan jarak wajahnya hingga membentur dinding dapur.
Auww... ringis Kayla dengan hendak mengayunkan tangan guna mengusap belakang kepala yang tidak seberapa sakit. Aksinya ia urungkan saat Bima lebih dulu mengusap belakang kepalanya yang tak seberapa sakit. Kemudian kedua manik hitamnya bergerak menatap Bima yang terlihat begitu khawatir.
"Bisa nggak sih lo itu hati hati, nggak bikin gue khawatir." gerutu Bima dengan tanpa menghentikan tangannya mengusap belakang kepala Kayla.
"Maaf." lirih Kayla dengan perasaan yang entah.
"Masih sakit?" Bima dengan menatap lekat Kayla.
Kayla menggeleng perlahan. Lagi lagi dadanya berdegub tak biasa. Apalagi saat ini wajah Bima semakin mendekat, mengikis jarak wajah keduanya.
"Gue nggak suka rasa khawatir ini Kay." Bima dengan tatapan lekat pada manik hitam Kayla.
"Bim jangan dekat dek..."
Cup...
Bibir Bima membungkam mulut Kayla dengan cepat. Membuat kedua mata bulat gadis itu semakin membulat sempurna.
Perlahan dan lembut Bima menyesap bibir kenyal Kayla, membuat kedua bola mata Kayla yang membola meredup dan akhirnya menutup dengan sempurna saat tanpa sadar menikmati cecapan dan sesapan lembut dari Bima.
__ADS_1
Luma tan lembut itu perlahan menjadi lebih liar saat merasakan mulut Kayla yang membuka, memberi akses pada lidah Bima untuk melesak semakin ke dalam.
Satu tangan Bima menahan tengkuk leher Kayla untuk mudahkan dirinya mengeksplore dan menjelajah setiap inchi manisnya rongga mulut gadis itu.
Satu tangannya yang lain bergerak menarik resleting gamis rumahan Kayla yang terletak di depan dada. Segera menyibak gamis tersebut hingga mempertontonkan dada putih mulus dengan lembah diantara dua bulatan yang setengah menonjol dari kain penutupnya.
Seperti menyadari, Kayla segera menahan pergerakan tangan Bima.
Meski Kayla tak menampik jika saat ini ia menikmati tautan bibirnya dengan Bima namun rasa di dalam hatinya berusaha mencegah aksi Bima yang mungkin bisa saja membuat keduamya kebablasan.
Seolah tak rela karena Kayla mencegah tangannya menikmati benda kenyal bulat tersebut, Bima memainkan bibir ranum Kayla dengan sedikit memberikan gigitan gigitan kecil yang mampu membuat tubuh gadis itu menggelinjang. Bergerak tak karuan.
Dengan cepat tanpa melepaskan tautan bibirnya, Bima membalik posisi keduanya hingga kini Kayla berada di atas pangkuannya.
Membuat Kayla terpekik kaget dan melepaskan bibirnya dari kuasa Bima.
"Bim..." Kayla menunduk menatap Bima dengan nafas tersengal.
Bima membuka mulutnya seolah memohon pada Kayla agar melabuhkan bibir pink ranumnya kembali kepada bibir tebalnya.
Kayla yang tengah merasakan gejolak tak biasa dari dalam tubuhnya, menggerakkan kepala menunduk perlahan kemudian menariknya cepat seperti tersadar dari kesalahan sebelum bibir punya berhasil mendarat pada mulut Bima.
Kemudian menggigit bibir bawahnya kuat sembari berusaha menetralkan degub jantungnya yang terdengar berlari berkejaran.
"Kay sebentar saja, nggak akan lama. Gue janji." Bima dengan tatapan memohon, degub jantungnya tak kalah memburu. Bahkan degub jantung rancak itu sangat terdengar oleh Kayla.
Kayla hanya diam, tidak menolak maupun menyetujuu keinginan Bima. Gadis itu hanya menatap Bima dengan pandangan entah, hanya dia yang tahu.
Bima pun mendorong punggung Kayla menggunakan kedua tangannya agar mendekat dan memudahkan aksinya. Tak ada penolakan dari Kayla terbukti, perlahan tubuh itu bergerak maju.
Namun karena posisi Bima yang duduk memangku Kayla, membuat posisinya lebih rendah dari Kayla. Bima terpaksa mendongakkan wajah untuk mengincar bibir pink ranum Kayla yang telah terlihat membengkak. Akibat keganasan Bima beberapa saat lalu.
Cup...
__ADS_1
Akhirnya kedua benda kenyal itu kembali bertaut. Bima pun langsung meraup rakus bibir Kayla tanpa memberikan celah pada gadis itu untuk menarik mundur bibirnya.
Bima semakin menekan punggung Kayla kuat saat merasakan gadis itu mulai menikmati ciuman bibirnya dengan Bima. Terbukti bahwa saat ini Kayla mengalungkan kedua tangan pada leher Bima, sesekali belajar membalas menye sap dan melu mat kecil bibir kenyal Bima.
Dengan tanpa menghentikan kegiatannya bertukar saliva, tangan Bima bergerak menurunkan gamis rumahan yang Kayla kenakan hingga turun melewati bahu. Dengan gerakan cepat, Bima juga membuka kaitan penutup gunung kembar Kayla tanpa gadis itu sadari.
Meski dalam hati Bima terselip ketakutan akan reaksi Kayla nanti, Bima tak ambil pusing. Yang terpenting saat ini Bima tak bisa lagi mundur untuk menghentikan aksinya. Hasrat yang bergejolak dari dalam tubuhnya tak dapat ia mendung lagi.
Gadis yang tengah berada di atas pangkuannya itu telah membuat otak polosnya terbuai dan menikmati sensasi terbang ke atas nirwana tanpa peduli apa yang akan ia hadapi setelahnya.
Saat merasakan Kayla kehabisan nafas, Bima pun segera melepas kuasanya dari bibir Kayla. Mengusap lembut sudut bibir Kayla yang basah akibat ulahnya dengan tersenyum.
"Mulai sekarang elo milik gue." Bima kembali melabuhkan bibirnya pada bibir Kayla sesaat. Kemudian kedua manik hitamnya beralih pada dua buah jeruk bali yang menggantung tepat di depan matanya.
Bima menelan salivanya kasar saat melihat permukaan kulit kenyal itu bergerak menyentuh hidungnya.
Kayla yang belum menyadari jika tubuh atasnya telah terbuka, mengikuti arah pandangan mata Bima. Kedua matanya terbelalak, lalu segera menyilangkan kedua tangan menutupi depan dadanya.
"Jangan ditutup, gue nggak bisa liat Kay." Bima dengan santai saat berucap kata. Tangannya bergerak menarik kedua tangan Kayla yang menutupi tubuh setengah nakednya.
"Kay..." mohon Bima seolah ia sedang menginginkan sesuatu hal yang biasa dilakukan seorang suami pada isterinya. Tangan Bima bahkan menarik kuat tangan Kayla agar terlepas.
Melihat Kayla yang tetap bertahan, Bima menegakkan tubuhnya kemudian melepaskan kaos pink hello kitty milik Kayla dari tubuhnya.
"Sekarang lepasin tangan lo, kita sama."
Dengan gerakan cepat Kayla menarik kedua tangannya dari depan dada dan menangkup wajahnya untuk menutupi kedua matanya dari tubuh polos Bima.
Membuat Bima terkekeh senang.
Bagaimana tidak, jika posisi kedua tangan Kayla yang beralih menutup mata membuat dua jeruk balinya terpampang jelas di depan mata Bima.
🌷🌷🌷
__ADS_1