Kita Berbeda

Kita Berbeda
Hilang


__ADS_3

“Sus ... Kok kamar nya di rapiin? Pasien laki-laki yang dirawat disini kemana?? Kok gak ada? Jangan bilang suster usir!! Karena saya baru bayar DP!” Meida menatap tajam sang suster yang sedang merapikan ruang tersebut. Setelah tak menemukan keberadaan melvin di ruangan itu.


Ini orang soudzon mulu. Ujar suster dalam hati.


“Ohh ... mas yang disini udah pergi mbak.” Jawab suster itu menatap hangat mata meida.


“Serius sus udah pergi?? Pergi sama siapa? Kan dia lagi sakit? Gimana kalau dia di culik!” Ucap meida sambil jalan mondar mandir memegang kepalanya.


Hari ini benar-benar menguras emosinya.


“Udah gede mbak gak bakalan ada yang nyulik! Tadi mas yang disini di jemput sama perempuan mbak, katanya sih saudaranya.” Terang suster itu dengan tersenyum, walaupun dalam hati nya dongkol dengan pertanyaan tak berbobot meida.


“Kapan sus pergi nya?” Tanya meida melunak. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding kamar itu, berhadapan dengan sang suster.


“Tak lama setelah mbak pergi, mas nya juga pergi.” Terang suster itu sambil merapikan tempat tidur bekas melvin gunakan.


“Mas tadi cuman nitip ini buat di kasih ke mbak,” ucap suster itu mengambil lipatan kertas di atas nakas, dan memberikan nya kepada meida.


Flashback


“Sus boleh minta tolong?” ucap melvin ke arah suster yang mengecek keadaannya


“Minta tolong apa yah mas?” Tanya suster itu menatap lembut melvin.


“Boleh pinjem ponselnya sebentar? Saya mau menghubungi keluarga saya sus.” Ujar melvin dengan wajah memelas disertai lebam.


“Silahkan mas.” Suster itu menyondorkan ponsel ke arah melvin.


“Makasih sus, saya pinjem sebentar yah.” Ucap melvin setelah mendapat anggukan dari suster tersebut.


Melvin mengambil ponsel itu, ia langsung memasukkan berapa digit nomor untuk melakukan panggilan. Panggilan pertama ia tuju ke rumahnya.


“Hallo ... Selamat siang, dengan siapa?” Sahut suara perempuan di ujung sana


“Hallo ... lisa ini koko,” ujar melvin membalas ucapan adiknya dengan cepat.


“Koko dimana sekarang? Beli mie ayam sampai jam segini belum pulang! Lupa jalan pulang hah! Di telpon beberapa kali gak di angkat! Kata papih koko bosen hidup? Sampai jam segini gak ada kabar! Di cari di apartemen juga gak ada!” Omel sang adik dengan panjang lebar, dengan nafas sekali tarikan.


“Koko di rawat di rumah sakit! Ponsel koko ketinggalan di kamar! Makanya gak koko angkat telponnya! Kalau gak percaya cek sendiri di kamar koko!” Melvin menjelaskan keberadaannya dengan kesal, ia menjawab pertanyaan melisa sampai ngos-ngosan.


“Whatttt?? Di rawat?? Koko kenapa?? Rumah sakit mana?? Ini pake ponsel siapa??” Tanya khawatir melisa dengan memberondong banyak pertanyaan kepada melvin.


“Jangan banyak tanya dulu, koko bingung jawabnya! Kamu kesini sekarang! Ke rumah sakit Centre Internasional Hospital! Sekalian suruh dion handle meeting siang ini! Untuk 2 hari ke depan koko gak bisa masuk kantor! Jangan bilang papih sama mamih kalau koko di rawat. Sekalian tolong bawa ponsel sama dompet koko di kamar!” ujar melvin panjang lebar sambil memegang dadanya yang sesak karena terlalu cepat bicara.


“Baik ko, aku otw kesana,” ucap sang adik mengakhiri panggilan.


-


-


Meida membuka lipatan kertas itu, dan membacanya.


To : Wanita Perkasa

__ADS_1


Terima kasih sudah baik mengurus saya. Terima kasih untuk tumpangan tidur semalam, walaupun bantalnya keras, tidur saya nyenyak sampai pingsan. Terima kasih untuk telor negro nya, walaupun rupanya jelek tapi rasanya enak.


Untuk pakaian langka yang saya pakai, nanti akan saya kirim lewat paket.


Jangan ngutang, biaya administrasi nya sudah saya bayar.


Jangan kangen hahaha.


Maaf, saya pergi gak pamitan ...


Pertemuan pertama kita tak di sengaja, pertemuan kedua kita kebetulan, dan saya percaya pertemuan ketiga kita adalah takdir.


Dan bodohnya saya selama hampir 12 jam kita bersama, saya gak tau nama kamu. Tapi akan saya cari nanti di loket pendaftaran hahaha


Saya harap setelah kamu punya ponsel, kamu langsung menghubungi saya. Nomor nya sudah tertera di bawah. Saya menantikan pertemuan kita selanjutnya.


See you


Pangeran berkuda Putih (MN)


Gak aslinya gak suratnya, orang ini sangat menyebalkan. Gumam meida pelan sambil menyimpan surat itu ke tas selempangnya.


Setelah membaca surat dari melvin, perasaan meida terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang dari hatinya, tapi tak tahu apa ...


Kenapa hari ini diliputi kesedihan?? Kenapa hatiku terasa kosong?? Batin meida dalam hati


-


“Mom pulang nya sama daddy yah. Maaf andres gak bisa antar, soalnya sekarang jadwal andres visit ke ruang pasien,” ucap andres sambil mengantar mommy dan daddy nya menuju lift.


“Iya mom, hati-hati di jalan. Nanti kalau sudah sampai rumah, jangan lupa calling andres,” ucap andres sebelum lift yang membawa orang tuanya tertutup.


-


“Sayang kamu tunggu di lobby yah, aku mau ke toilet dulu sebentar.” Ucap Gilbert mencium pelipis sang istri. Ia meninggalkan istrinya sendiri di sebuah kursi panjang di ruang lobby tersebut.


Walaupun di luar ia terkenal dingin dan arrogant, tapi sikap dia hangat kepada anak dan istrinya.


“Iya ... jangan lama-lama dad,” ujar zaina tersenyum ke arah sang suami.


Setelah gilbert pergi, zaina berjalan keluar lobby rumah sakit, ia mengikuti kemana kakinya melangkah, tanpa di sengaja ia menabrak wanita muda, yang sedang mengomel dengan deraian air mata.


“Kerja kaya kuda, gajinya cuman segini,” omel wanita itu memasukan uang kedalam amplop coklat, setelah menghitung nya.


Brugghh


“Awww.” Meida terjatuh.


Ia langsung melihat ke belakang, ingin tau siapa yang menabraknya.


“Ibu gak papa kan? Ibu hati-hati kalau jalan jangan sambil bengong kayak gitu.” Ujar meida menatap lembut wanita yang menabraknya, ia membantu wanita itu berdiri.


Wanita itu tak menjawab ucapan meida, malah menatap dalam wajah meida.

__ADS_1


Kenapa tatapan wanita itu membuat jantungku berdebar-debar. ucap meida dalam hati.


“Hello ... Hello bu, ibu gak papa kan?” Tanya ulang meida mengibas-ngibas tangannya ke arah wanita itu.


Tatapan kosong wanita itu, kenapa membuatku iba yah. Ingat meida dia bukan siapa-siapa kamu! Tapi kenapa aku tak tega meninggalkan nya sendiri! Apa aku harus menemaninya sampai keluarga nya datang? Yahh ... aku harus menemaninya. Batin meida.


“Ibu mari ikut saya, kita ke taman yah.” Ajak meida sambil menuntun wanita itu menuju taman rumah sakit yang berada di belakang ruang inap, yang berlawanan arah dengan lobby. Lobby terletak di sebelah utara, taman rumah sakit terletak di sebelah selatan.


Wanita itu hanya menganggukkan kepala, mengikuti ajakan meida. Mata nya tak lepas menatap wajah meida.


Wanita itu tak lain adalah zaina.


Meida merasa kikuk di tatap zaina dengan mata seperti itu.


“Ibu mau kemana, kok tadi jalan sendiri.” Tanya meida setelah sampai di taman, dan menuntun zaina duduk di kursi taman itu.


Zaina mulai sadar dari lamunan panjangnya, ia tak menyadari bahwa sedari tadi ia menatap meida.


“Saya habis kontrol mbak” jawab wanita itu dengan senyum hangat dibibirnya.


Zaina tak ingat bahwa ia meninggalkan suaminya di lobby sendiri.


Sementara Gilbert di lobby dibuat panik, karena hilangnya keberadaan sang istri. Dia mencari di setiap sudut lobby rumah sakit, tapi tak menemukan istri nya.


“Andress mommy mu hilang!” Gilbert langsung menghubungi sang anak melalui ponsel seluler nya.


“Kok bisa dad, mommy kan sama daddy! Mommy hilang dimana?” Tanya sang anak tak kalah panik. Padahal saat ini andres sedang berada di kamar pasien.


“Mommy hilang di lobby rumah sakit! Padahal tadi daddy cuman pergi sebentar ke toilet!” Ucap Gilbert memijit pelipis karena panik.


“Coba daddy telpon mommy dulu!”


“Mommy mu tak pernah bawa ponsel kemana-mana, makanya daddy dibuat kelabakan seperti ini! Kamu cek keberadaan mommy di ruang CCTV!” Perintah gilbert sambil berteriak, ia di buat kalut dengan hilangnya keberadaan sang istri.


“Ok dad, andress ke ruang CCTV sekarang!” Andress keluar dari kamar pasien, ia berlari menuju ruang operator di lantai 5 yang bersebelahan dengan ruangannya. Karena ruang CCTV berada di ruang operator.


“Oke! Daddy susul kesana sekarang!" Ujar gilbert sambil berlari ke arah lift menuju ruang operator yang berada di lantai 5.


-


-


Bersimbing


Hayoo.. gimana kelanjutannya ...


Apa mereka akan bertemu??


Kuyyy lah vote, like sama hadiahnya biar tau kelanjutannya 🤗


Love buat reader yang masih stay di novel receh ini♥️


Sukses selalu buat kalian💪

__ADS_1


Hatur nuhun😘


__ADS_2