
“ Perjuangkan sesuatu yang akan membuat mu jadi berhargaa. Itulah kata yang saya pegang selama ini. Asal kamu tahu dulu hidup saya tak seperti ini, hidup saya sangat menderita, zyan saksi kunci betapa pahitnya hidup yang saya alami. Walaupun saya keturunan seorang konglomerat ternama di negeri ini, tapi saya tak pernah merasakan hidup didalamnya, saya hanya tinggal disebuah kontrakan dipinggiran kota. Masa kecil saya habis digunakan untuk berjuang melawan kerasnya hidup. Walaupun menantu keluarga kaya ibu saya bekerja sebagai cuci gosok untuk bertahan hidup, saya harus menjual koran untuk membantu perekonomian ibu saya.. mungkin keluarga ayah saya hidup enak, hidup mewah... Tapi saya.. saya harus bertahan dengan keadaan yang tak saya harapkan. Mungkin mereka bisa tidur nyaman, kami hanya tidur di ditikar dan berpelukan untuk menghalau rasa dingin. Setiap hari mereka makan-makanan enak, makanan bergizi, tapi kami.. sering tak makan karena tak ada makanan.. Lilyhan adalah mimpi ibu saya.. Lilyhan....” Louis tak sanggup melanjutkan cerita hidupnya, suaranya bergetar.. ia menangis.. Pria paruh banyak itu terluka..
“Sudah jangan kau ingat penderitaan hidupmu dulu, yang ada akan semakin menyakiti perasaanmu. Bukankah kau sudah buka lembaran baru ?? jangan di ingat, yang ada akan menambah luka hati mu johan..” Zyan menepikan mobilnya dipinggir jalan, ia menoleh kearah louis tangannya menepuk bahu louis, menenangkan louis, walaupun terlihat tegar, ia tahu hatinya rapuh, karena ia tahu luka bathin yang dialami sahabatnya itu.
“ Jangan kau panggil aku dengan sebutan johan, nama itu mengingatkan pada penderitaanku dulu.. itu mengingatkan aku pada ibuku, ibu yang membesarkan ku dengan tangannya sendiri. Dan si brengsek itu, sampai kapan pun aku tak akan memaafkan nya!! aku membencinya zyan, sangat membencinya!!” Louis menangis tergugu, dia tak memperdulikan keberadaan meida.
Mata meida pun turut berkabut, ia hanya bisa melihat louis dengan perasaan yang sama-sama terluka. Kisah hidup louis seakan mengingatkan kisah tentang hidupnya.
“Maafkan aku membuka luka lama mu louis, aku tak bermaksud...” zyan mengelus pelan tangan louis, dengan tatapan mata yang sendu.
“ It's ok zyan.. aku terlalu cengeng, mungkin faktor umur mempengaruhi emosiku, akhir-akhir ini perasaanku sangat sensitif” potong louis tersenyum, mengusap air mata dipipinya.
“ Jangan pura-pura kuat, aku tahu hatimu sangat rapuh! Jangan sungkan, aku siap jadi pendengar setiamu” Zyan mulai merubah posisi, ia membalikan badan, dan kondisinya sekarang menghadap stir mobil
“Kau sudah tenang sekarang? Kalau sudah, aku akan melanjutkan perjalanan”
“ Lanjut saja zyan aku sudah tenang, perasaanku lapang sekarang. Beban dalam hatiku sedikit berkurang” Jawab luois menyeka sisa air mata di sudut matanya
“ Yang ada aku malu sekarang pada kalian, kalian menyaksikan lelaki tua bangka menangis, tak sadar umur, seperti anak kecil" Louis terkekeh melihat kearah zyan dan meida bergantian
“ Tidak masalah pak, bukan kan dengan menangis bisa mengurangi sesak dihati kita, apalagi ketika kita tidak punya tempat untuk berkeluh kesah. Saya juga sama seperti bapak.. Jika saya lelah dengan keadaan, ketika saya tak tahu berbuat apa-apa saya juga menangis pak. Menangis itu manusiawi. Jadi jangan malu pak, karena setiap manusia pasti pernah menangis” Hibur meida kepada louis
“ Iya yah.. tapi saya susah nangis nda, apa efek dari gak ada masalah hehe” Kelakar zyan menyindir louis
“ Nanti aku colok mata mu zyan biar bisa nangis haha” Louis tertawa, suasana sedih itu berubah menjadi tawa.
“ Janganlah louis, jangan colok mataku. Nanti kau susah cari orang seperti ku, aku jenis orang langka yang kebal dengan umpatan mu.... Aku yakin tak akan ada orang yang tahan bekerja menjadi tangan kanan mu, selain aku. Apalagi menghadapi sikap mu itu, yang sangat sangat menyeramkan haha” sahut zyan yang malah mengejek louis
“Ckck.. jangan mengumpat zyan, aku dibelakangmu. Mau ku potong gajimu?” Ucap louis dengan wajah yang pura-pura sangar.
“ Saya kita tak ada orang nya, maafkan saya pak bos hahaha” Tawa zyan meledak menular ke yang lain.
“ Pak berhenti di depan” Tunjuk meida kearah persimpangan jalan di depan, meida mengusap air mata di wajahnya, akibat terlalu lama tertawa.
“ Di gang itu?” Tunjuk louis melihat gapura kecil yang cukup masuk 1 mobil saja.
“ Iya pak.. kosan saya masuk gang itu, tinggal lurus aja” Terang meida sambil membereskan tasnya
“ Takut jauh.. saya anterin sampai kosan kamu. Gak baik wanita jalan sendiri malem-malem”
__ADS_1
“ Gak usah pak, lagian deket.. udah berhenti disini aja. Makasih pak atas tumpangannya, saya duluan. Hati-hati di jalan pak” ucap meida berpamitan sambil membuka pintu
“Selamat malam pak” ucap meida sambil menutup pintu
“Selamat malam ” Sapa mereka bersamaan.
-
-
“ Bisa hati-hati gak sih! lihat jas saya kotor kena jus yang kamu bawa!” Pria setengah baya itu marah, memandang tajam wajah meida.
Mereka pun jadi pusat perhatian.
“ Maaf pak saya gak sengaja” Ujar meida sambil menundukkan kepala, dia takut sekaligus malu.
“ Gak sengaja gak sengaja! Bisa kerja gak sih? Lihat jas mahal saya kotor!” Pria paruh itu menunjuk noda jus di lengan bajunya.
Padahal hanya noda kecil, kenapa dipermasalahkan, di cuci air juga bersih, apa seperti ini sifat orang kaya..Batin meida
“ Maaf pak, lagian bukan salah saya sepenuhnya, bapak yang nyenggol tangan saya, ketika saya meletakan jus di meja bapak. Kalau gak bapak senggol, gak bakalan jusnya tumpah ke lengan bapak” Ucap meida menegakkan kepala, melihat sekilas wajah pria tersebut
Pandangan mata meida mulai buram, pertahanannya jebol, air mata lolos dipipinya. Mendengar penghinaan dari pria paruh baya pada dirinya, yang jelas harga diri meida terkoyak-koyak.
“ Bapak orang kaya, jas mahal bapak banyak kan! Kenapa mempermasalahkan noda kecil dilengan jas bapak! Banyak gantinya kan! Gampang kan.. mau bersih tinggal diloundry! Buat ngeloundry satu jas gak bakal bikin bapak bangkrut, jika bapak takut bangkrut biar saya yang bayar! Mentang-mentang bapak kaya, bapak bisa seenaknya menghina saya.. begini kah kelakuan orang kaya hah? Hobi menginjak-injak harga diri orang kecil!! Apa begini didikan orang kaya??.. Kaya harta tapi minim adab!” Meida berkata lantang dengan mata memerah, dia meninggalkan pria sombong itu, tak perduli dengan pandangan mata orang-orang terhadap dirinya.
“ Kamu!!!” Tunjuk pria itu sambil mengepalkan tangan
“ Mohon maaf pak atas ke tidak nyamanan nya, mohon maaf atas perilaku karyawan kami. Kami akan mengganti kerugian yang bapak alami” Supervisor datang terpogoh-pogoh menghadap pria paruh baya itu, untuk meminta maaf.
“ Tidak perlu! Tindak lanjut gadis itu! jika kafe ini masih ingin berdiri disini!” Ancam pria itu menatap tajam mata yang supervisor
“ Panggil gadis itu, suruh minta maaf bersimpuh di kaki saya!” Tunjuk pria itu, tak peduli banyak orang yang membicarakannya
“ Sudahlah Gilbert.. jangan memperpanjang masalah ini, lagian gadis tadi tak sengaja, tadi dia sudah minta maaf. Sudahlah... malu dilihat orang! Kau mau wibawamu tercoreng gara-gara gadis itu! Kau jadi pusat perhatian! Lihatlah” Sahut teman Gilbert kearahnya, ia menyuruh Gilbert untuk mengalah, ia kesal karena gilbert memperpanjang hal yang sangat sepele.
“ Tapi ini tak bisa dibiarkan! Gadis itu keterlaluan” Sungut gilbert dengan wajah kesal
__ADS_1
“ Sudah...sudah.. malu dilihat orang! Masalah sepele jangan diperpanjang, ayoo kita pergi dari sini, malu dilihat orang! Bill nya sudah tadi saya bayar” Ucap lelaki itu melangkah lebih dulu menuju pintu keluar.
-
Bersimbing
Udah tahu kan siapa Louis johan, ia yang menculik jaslin waktu bayi, dia pamannya andress.
Hayoo apakah meida adalah jaslin ??
Dan untuk gilbert jawaban nya ada di part lalu, part pas meida pindah ke Surabaya.
Hayoo diinget-inget lagi..
Andai Gilbert tau gadis yang dihinanya adalah putri yang selama ini dicarinya..
Bagaimana perasaan meida bahwa pria yang menghinanya adalah orang tua yang dicari nya...
Pasti nyesek banget yah..
Kesan pertemuan pertamanya aja bikin meida nangis.. Sanggupkah meida menerima kenyataan ???
Biar kisah meida lanjut terus jangan lupa vote, like, comment.. biar author semangat up nya🤗
Makasih buat reader-reader yang selalu setia menunggu cerita meida. Makasih banget buat support nya...
Pokoknya love u so much buat reader-reader semua🥰 Tanpa kalian apalah arti novel receh ini🤭
-
Jangan lupa mampir di karya author yang baru yah.
Judulnya Cinta beda Dimensi
Cerita ini mengisahkan Naima pemeran utama wanita yang menolak perjodohan dan malah tersesat ke alam ghaib.. Alur ceritanya maju mundur, karena menceritakan masa lalu dan masa sekarang.
Author gak bikin sinopsisnya, cerita apa adanya, yang terpenting intinya seperti itu..
__ADS_1
Jangan lupa like, subscribe, comment, dan tinggalkan jejak😘
Hatur nuhun