Kita Berbeda

Kita Berbeda
Temui Om malam ini


__ADS_3

Diruang kerja yang di dominasi warna abu-abu. Dua lelaki berbeda generasi sedang duduk berhadapan dengan raut wajah serius. Ditemani dua cangkir kopi yang asapnya mengepul di udara.


“Melvin kenapa sekarang papih susah sekali menghubungi mu? Setiap kali papih butuh kamu, kamu selalu tidak ada! Kamu sekarang sering tinggal di apartemen, itu bukan kebiasaan mu!” Tanya lelaki paruh baya itu mendelik kearah melvin dengan wajah kesal.


“Maaf pih, melvin sedang sibuk banget akhir-akhir ini. Pulang kerumah kejauhan, makanya melvin memilih pulang ke apartemen.” Melvin berkelit dengan alasan yang masuk logika. Padahal sebenarnya ia tak bisa jauh dari jonathan dan meida.


Melvin langsung meminum kopi yang ada dihadapannya untuk menetralisir kegugupannya, karena mata sang papih terus menyelidik kearahnya.


“Papih sengaja menyuruh kamu pulang malam ini. Ada sesuatu yang ingin papih diskusikan dengan mu mengenai perusahaan kita. Sebentar lagi anniversary perusahaan, kira-kira konsep apa yang harus kita pakai? Papih percayakan semuanya pada mu ko. Selera kamu jauh lebih baik daripada papih,” ujar lelaki paruh baya itu sambil menyeruput kopi.


“Waduhh 10 hari lagi yah pih? Pilihan nya cuman dua sih pih. Kita mengusung tema indoor atau outdoor. Tapi menurut melvin, karena sekarang musim hujan mending kita pilih tema yang indoor aja, karena itu lebih aman. Untuk dekorasi nya nanti melvin yang rancang sendiri," ucap melvin serius sambil menggaruk dagunya.


“Yah, itu terserah kamu! Yang penting papih terima beres.”


“Gak bisa gitu dong pih. Papih harus bantu melvin, melvin butuh masukan dari papih selaku komisaris dari perusahaan nya. Kan yang punya hajat papih, bukan melvin."


“Kamu juga! Kan kamu penerus papih, lagian sebentar lagi papih pensiun." Lelaki paruh baya itu menjeda ucapannya


"Baiklah. Nanti papih bantu kamu, tapi cuman ngarahin, selebihnya itu terserah kamu.”


-


Mereka bercengkrama dengan asik, sampai tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Melihat jonathan yang sudah menguap, meida berinisiatif mengantar jonathan ke kamar tamu, yang berada di lantai satu.  


“Jo, tidurlah disini! Tuan melvin sepertinya bermalam dirumahnya. Ini sudah pukul 11. Tidurlah!” ucap meida sambil membalut selimut sampai ke dada jonathan. Jonathan hanya terdiam menatap meida dengan senyum hangat.


Beginikah rasanya punya kakak perempuan? Menyenangkan sekali. Ci, sampai kapanpun, seburuk apapun keadaan kedepan, jonathan tidak akan pernah meninggalkan cici. Jonathan akan tetap disamping ci, suka tidak suka jonathan akan tetap melakukannya. Jonathan ingin menjadi pelindung cici, jonathan tak ingin melihat cici terluka lagi. Karena jonathan menyayangi cici, selama nyawa masih bersemayam di raga jonathan. Batin jonathan memperhatikan setiap gerak-gerik yang meida lakukan. Ia memalingkan wajahnya keatas, guna mencegah air matanya agar tidak menetes. Setelah dirasa cukup tenang, jonathan kembali memalingkan wajahnya kearah meida.


“Ci, boleh jo pinjam Al-Qur’an? Jo janji akan menjaganya dengan baik. Jo ingin mempelajarinya, agar semakin meneguhkan keyakinani jo,” ujar jonathan sambil memegang tangan meida.


“Nanti cici berikan pada mu. Sekarang tidurlah! Sudah malam. Jangan sampe besok kamu berangkat sekolah kesiangan.” Meida tersenyum hangat sambil mengelus kepala jonathan. Perasaan meida dibuat nyaman ketika membelai rambut jonathan.


“Baik ci. Jo mau minta bantuan cici boleh?” Tanya jonathan kemudian. Sambil menatap lembut mata meida.


“Bantuan apa jo? Jika cici mampu, cici akan membantu mu.” Senyum lebar meida yang mampu menggetarkan hati jonathan. Ia sangat bersyukur bisa melihat senyum lebar meida lagi, setelah hilang semenjak kepergian adib.


“Jo ingin belajar tata cara shalat dan membaca Al-Qur’an. Bisa cici membantu jo? Jadi pembimbing jo selama belajar?” Tanya parau jonathan memegang lembut tangan meida.


“Insya Allah jo, cici akan membantu mu. Nanti sebelum magrib kamu datanglah kesini. Kita belajar sama-sama disini.” Senyum meida mengelus lembut pipi jo.

__ADS_1


“Siap ci.”


“Sekarang kamu tidurlah! Cici juga mau tidur, ini udah tengah malam. Cici ke kamar dulu yah. Selamat malam jo,” ucap meida sambil mematikan lampu, kemudian menggantinya dengan lampu tidur. Ia lalu keluar sambil menutup pintu. Jonathan dibuat berkaca-kaca dengan perlakuan meida.


Beginikah rasanya hidup dihargai? Beginikah rasanya hidup dicintai? Aku belum pernah menerima perlakuan sehangat ini dari keluarga ku sendiri, terutama dari mommy ataupun daddy. Dulu ketika kecil, aku ingin sekali jika sebelum tidur dibacakan dongeng pengantar tidur oleh mereka sambil mengelus kepala ku. Tapi nyatanya tak pernah, mimpiku tak kesampaian. Aku baru merasakannya ketika bersama mu ci. Terima kasih karena cici orang pertama yang memberi ku kesan tentang kasih sayang tulus yang sesungguhnya. Ci, aku janji! Apapun yang terjadi, aku akan mengikuti kemanapun cici pergi. Aku tak ingin hidup jauh dari mu lagi, sudah terlalu lama hidup kita dipisahkan. Aku tak ingin menyia-nyiakan waktu ku ketika bersama mu.


Tuhan aku mohon jangan pernah pisahkan aku dengan cici ku lagi. Aku tak butuh apapun, yang ku butuhkan cici selalu ada disisiku. Aku rela kau mengambil apapun yang aku punya, asal kau jangan pisahkan kami lagi. Lirih jonathan sambil mengusap air matanya, lalu tertidur.


-


Ning nong ning nong


Melvin beberapa kali menekan bel pintu apartemen meida, ia tak mempedulikan keadaan sekelilingnya. Ia sengaja ke apartemen meida untuk menjemput jonathan yang masih berada disana.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu dibuka oleh media dengan wajah bantalnya.


Melvin tersenyum kearah meida dengan wajah tak bersalah, padahal ia sudah mengganggu jam tidur nya.


“Selamat malam. Maaf menggangu tidur mu meida. Jonathan nya mana yah?” Tanya melvin sambil matanya menelisik kearah ruang tamu. Meida dibuat aneh dengan tingkah melvin.


“Jonathan sudah tidur tuan di kamar tamu. Ia ketiduran karena kelamaan menunggu tuan pulang. Biarkan dia menginap disini! Jangan ganggu dia, kasihan tidurnya nyenyak sekali,” ucap meida sambil menutup mulut dengan tangannya karena ia sedang menguap.


“Silahkan tuan,” ucap meida mempersilahkan melvin untuk masuk ke apartemennya. Ia berjalan dibelakang melvin.


“Meida karena jonathan sudah tidur, boleh saya menginap disini? Saya janji, saya akan bangun pagi-pagi,” ujar melvin sambil menghentikan langkahnya. Ia memutar tubuhnya untuk melihat kearah meida. Walaupun itu apartemen nya, melvin dengan sopan meminta persetujuan dari media. Karena meida sekarang tuan rumah dari apartemen yang dimilikinya.


Meida dibuat bingung dengan permintaan melvin. Sebenarnya ia tak mengizinkan melvin untuk bermalam ditempatnya, tapi meida tak enak menolak permintaan melvib, karena sudah banyak jasa melvin dalam membantunya.


“Ya sudah terserah tuan. Tuan bisa tidur satu kamar dengan jonathan,” ucap pasrah meida sambil menunjuk kearah kamar tamu.


“Siap meida. Saya akan tidur bersama jonathan, saya sudah terbiasa berbagi tempat tidur.” Jawab santai melvin yang langsung membuat meida shock. Meida langsung berpikir keras atas apa yang melvin ucapkan barusan.


Berarti lelaki rese ini sering tidur dengan wanita. Entah sudah berapa banyak wanita yang sudah ditidurinya? Batin meida sambil menatap ngeri kearah melvin.


Padahal kenyataannya, melvin tidak pernah tidur dengan satu wanita pun. Kecuali dulu ketika melvin masih kecil, ia sering tidur dengan melisa, ia sudah terbiasa berbagi tempat tidur dengan adiknya. Karena sifat penakut melisa, hingga ia tidak bisa tidur jauh dari melvin. Karena sering bersama dari dulu hingga sekarang, mereka memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.


Setelah mendapat persetujuan dari meida, melvin langsung masuk ke kamar tamu yang didalamnya ada Jonathan. Melvin sengaja duduk disamping jonathan, menatap dalam wajah jonathan diantara temaramnya cahaya.


“Jo malang sekali nasib mu. Karena kekurangan kasih sayang dari keluarga mu, sampai kau tidur di apartemen ini, bukan dirumah mu. Kau pergi dari rumah mu, meninggalkan hidup mewah, demi mencari sebuah kenyamanan, dan kau mendapatkannya disini. Kau selalu menampilkan wajah ceria, hanya untuk menutupi rasa kesepian mu, menutupi luka hatimu,” lirih pelan melvin agar tidak membangunkan jonathan. Tangannya dengan setia mengusap lembut kepala jonathan.

__ADS_1


“Tapi kau beruntung jo. Sekarang kau hidup di tengah-tengah orang yang menyayangi mu. Koko menyayangi mu jo, begitupun meida dan bi ina, mereka menyayangi mu dengan tulus. Doakan koko semoga koko cepat menemukan cici mu. Semoga dion segera memberi kabar tentang penyelidikannya beberapa hari ini. Koko berharap meida adalah cici jaslin mu yang hilang jo. Koko ingin hidup mu bahagia jo, tidak sendirian dan kesepian lagi seperti ini.” Melvin menghapus air mata dengan sebelah tangannya. Karena sebelahnya ia gunakan untuk mengelus kepala jonathan.


Tuhan bantu aku! Mudahkanlah pencarian ku. Dalam mencari keluarga dari orang yang kucintai, semoga kau mempersatukan mereka Tuhan. Doa melvin sambil menatap jo dalam.


-


Jo temui om malam ini jam 8 di cafe Lilyhan. Om sekarang sudah persiapkan pulang kesana. Pesawat om take off siang ini. Doakan semoga om selamat sampai sana. Om sangat merindukan mu keponakan tampan.


Jonathan membaca pesan itu dengan wajah yang berbinar, senyum tak lekang dibibir merah alaminya. Ia sampai tak sadar melompat-lompat seperti anak kecil. Untung diperpustakaan sekolah itu sedang tak banyak orang, sehingga tak ada yang melihat kelakuan konyolnya.


Yaa Tuhan akhirnya om johan pulang juga, aku sudah lama menunggu pertemuan ini. Yaa Tuhan aku berharap, semoga pertemuan kami tidak ada kendala sama sekali. Om, Jonathan juga merindukan om. Gumam pelan jonathan sambil memeluk erat ponsel itu didadanya.


-


“Zyan jam ini sangat bagus kan? Semoga keponakan ku menyukainya," ucap johan memperlihatkan jam rolex warna hitam kearah zyan.


“Itu sangat bagus louis. Aku yakin anaknya Gilbert itu pasti suka,” ucap zyan dengan sinis. Ia sangat tak menyukai keluarga Atmaja, karena telah menelantarkan sahabat baiknya.


“Jangan begitu! Anaknya tak bersalah, orang tuanya lah yang bersalah. Dia juga korban keegoisan keluarganya seperti ku.” Jawab johan sambil menepuk bahu temannya.


“Walaupun aku sangat membenci kelakuan keluarganya! Tapi aku sangat menyayangi anak itu!”


-


-


Maaf otor telat up🙏 Pahemm haapppuuu


Hampir 12 jam hujan melanda sukabumi tempat otor tinggal. Jika didataran rendah, mungkin sudah terjadi banjir bandang, untungnya tempat otor didataran tinggi.


Listrik padam dari pukul 8 pagi, baru nya jam 4 sore😥 Lama banget guys🥺


Kalau kata orang sunda mah "Parem lampu ngadoreksakeun sagala na" Otor gak bisa apa-apa, hanya bisa bersyukur dan menikmatinya.


Maaf jika banyak yang typo soalnya belum otor edit🙏 Palingan nanti otor revisi ulang🤗


Jangan lupa tinggalkan jejak♥️


Hatur nuhun🥰♥️

__ADS_1


__ADS_2