
"Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah...."
~QS. An-Naml ayat 65~
...****************...
Tidak ada yang tau takdir kita kedepannya seperti apa, bahkan peramal yang katanya tau pun bisa jadi salah. Karena yang benar-benar tau hanyalah Yang Maha Kuasa.
Banyak yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, tapi mereka percaya jodoh dan maut sudah ada yang atur. Konyol nggak sih pernyataan seperti itu ?.
*****
Sore harinya, setelah pekerjaannya selesai Nanta tidak langsung pulang melainkan ke rumah Keysha. Sebulan tidak melihat anaknya membuatnya sangat merindukan mereka.
Bukan tanpa sebab Nanta tidak datang menemui mereka tapi Nanta berpikir dia harus memantaskan diri terlebih dahulu. Dan sekarang dia sudah bertekad untuk mengikuti apa yang diyakini Keysha dan anaknya.
Sesampainya disana, seperti biasa pengunjung sangat ramai di sore menjelang magrib. Nanta memilih duduk di tempat biasa yang menurutnya sangat nyaman dengan pohon yang rindang.
" Maaf, mau pesan apa Mas ?" bukan Keysha tapi Aira yang belum melihat jelas wajah sang pelanggan.
" Sore Mba Aira " seru Nanta menongak menatap Aira yang sedikit kaget.
" Nan..ta " Aira terbata
Hemm
" Kamu mau pesan apa, Nan ? " tanya Aira setelah menetralkan diri.
" Boleh ketemu Keysha, Kak ? " tanya Nanta yang malah bukan menjawab pertanyaan Aira.
" Ada. Sebentar kakak panggilkan " pamit Aira
Aira sendiri sadar, masalah antara Keysha dan Nanta bukan perkara kecil dan harus segera di selesaikan. Aira pergi ke arah dapur dimana Keysha sedang berada dan memberitahukan keberadaan Nanta.
__ADS_1
Eza yang baru pulang setelah mengantarkan pesan online orang dan melihat Nanta yang duduk di tempat yang kemarin membuatnya marah tapi sebisa mungkin dia coba untuk menahannya, seperti yang dikatakan Keysha malam itu ia ingin berdamai dengan masa lalu dan memberikan kejelasan akan status Reya dan Yasmin.
Eza juga seorang Ayah, dia tau bagaimana seorang Ayah terhadap anaknya begitu juga sebaliknya. Eza bisa merasakan bagaimana Aisyah sangat menginginkannya dan sangat manja padanya. Eza langsung masuk kedalam setelah memarkirkan motornya.
" Assalamualaikum Keysha ". salam Nanta yang melihat Keysha sudah didepannya.
" Waalaikumsalam Mas ". jawab Keysha senyum
" Kamu apa kabar ". tanya Nanta
" Baik Mas ". jawab Keysha singkat
" Hm.. Reya dimana ? ". tanya Nanta
" Ada di dalem, lagi sama Yasmin dan Aisyah. Sebentar aku panggilkan dulu ". jawab Keysha lembut yang dibalas anggukan oleh Nanta.
" Sebentar Key ". tahan Nanta
" Hm.. Aku siap untuk mengikuti apa yang kamu 'yakini' bersama keluargamu ". kata Nanta membuat Keysha sedikit terkejut dan terdiam.
" Tapi maaf, saya tidak menginginkan hal itu terjadi. Saya tidak ingin Mas Nanta melakukan itu hanya karena anak-anak atau pun saya. Saya ingin berdamai dengan masa lalu saya dan saya mengizinkan Mas untuk bertemu dengan mereka kapan pun tanpa harus mengorbankan apa yang sudah menjadi keyakinan Mas hingga detik ini. Mas tidak perlu mengorbankan hal itu". jelas Keysha tersenyum.
" Tapi ak.. "
" Saya hanya ingin anak-anak saya bahagia, hampir setiap hari anak-anak menanyakan tentang Ayahnya terutama Yasmin membuat saya sadar, saya tidak bisa terus - terusan membohongi mereka. Dan Saya harus berdamai dengan masa lalu saya dan menurunkan ego demi anak-anak. " jelasnya lagi, air mata tak bisa ditahannya.
" Dan saya tidak ingin Mas Nanta berpindah keyakinan hanya karena anak-anak atau pun saya. Mas Nanta boleh bertemu mereka kapan pun Mas Nanta mau. Dan maaf selama ini saya merahasiakan keberadaan mereka dari Mas Nanta. " ucap Keysha tulus mengusap air matanya.
" Seharusnya aku yang minta maaf sudah membuat kamu kecewa dan menderita selama ini. Maafkan aku Keysha dan terima kasih telah mengandung serta melahirkan anak aku ". tulus Nanta.
" Boleh aku menemuinya ? ". tanya Nanta yang dibalas anggukan Keysha.
" Sebentar saya panggilkan mereka dulu ". pamit Keysha
__ADS_1
" Reya Yasmin sini... ". seru Keysha yang melihat anak-anaknya keluar bersamaan dengan Aisyah.
Kedua twins yang dipanggil segera menghampiri Bundanya.
" ada apa, Bunda ? ". tanya Yasmin yang memang tidak tau apa-apa, berbeda dengan Reya yang sudah tau yang sebenarnya.
" Ayok kalian salim dulu sama Ayah ". perintah Keysha membuat Yasmin terkejut mendengar pernyataan sang Bunda.
" Ay..ah ? ". Yasmin terbata.
" Mereka kembar ? ". tanya Nanta yang juga terkejut mengetahui hal tersebut. Keysha yang menjelaskan panjang kali lebar dari tadi ternyata tidak terlalu didengarkannya, padahal Keysha sudah berkali-kali bilang 'anak-anak' sebut nama 'Yasmin' tapi.. ya sudahlah.
Keysha hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab mereka.
" Yasmin, dengerin Bunda. Kenalin ini Ayah Ananta, Ayah Yasmin dan Reya. Maafin Bunda yang tidak pernah jujur sama kalian berdua. Sekarang Yasmin sama Reya salim sama Ayah " jelas Keysha.
" Benarkah ? ". tanya Yasmin yang diangguki Keysha.
" Huaaa Yasmin syekalang punya Ayah.. Huaaa ". seru Yasmin nangis bahagia.
Berbeda dengan Reya yang hanya memasang wajah datar.
"Shuuusss sayang jangan nangis. Sekarang ayok salim sama Ayah dulu, kasian loh Ayahnya dicuekin kayak gitu ". kata Keysha
" Ayah.. " seru Yasmin sesegukan merentangkan tangannya ingin digendong.
" Reyaa... ! ". tekan Keysha yang melihat Reya hanya berdiam disampingnya.
" Maaf Bunda ". tunduk Reya dan berjalan kearah Ayahnya kemudian mencium tangan Ayahnya dengan lembut. Reya berjalan kembali kearah Bundanya dan masuk kepelukan Keysha. Air mata yang Reya tahan dari tadi tak terbendung lagi, dalam pelukan Bundanya Reya menumpahkan air matanya tanpa suara.
Rasa bahagia meliputi jiwa dan raga anak kembar tersebut mengetahui perihal Ayah mereka. Meski Reya terlihat cuek dengan keadaan yang sekarang tapi jauh di dalam hatinya, dia begitu bahagia. Berbeda dengan Reya yang terlihat cuek, Yasmin justru menangis sesegukan tidak ingin lepas dari pelukan sang Ayah.
*****
__ADS_1