Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Hari Pertama


__ADS_3

Sherli adalah anak bungsu dari salah satu keluarga di kota xxx. Umurnya sekarang menginjak 17 tahun. Sherli merupakan gadis yang polos yang hanya memikirkan sekolah dibawah pengawasan para orang tuanya. Dia memiliki kakak yang bernama Afbi yang begitu menyayanginya.


Dia tidak pernah mengenal apa itu cinta lawan jenis, karena larangan dari orang tuanya. Dia baru diijinkan memiliki kekasih, paling tidak setelah lulus SMA.


Namun berjalannya waktu Sherli mempunyai teman lawan jenis. Dia begitu merasa aneh ketika bersama temannya ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari yang begitu cerah dengan angin yang berhembus kencang, menerpa kulit tangan Sherli yang terbuka karena tidak tertutup selimut.


"Duh dingin sekali, jam berapa ini?" Sherli meraih ponsel dan melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 5 pagi.


Sherli bergegas bangun, karena ini hari pertama dia masuk ke sekolah menengah atas. Sherli menghampiri ibunya yang sedang memasak, kemudian ia membantu sang ibu.


"Sayang! Nanti setelah sekolah langsung pulang kerumah ya!" tutur sang ibu Ruri.


Wanita paruh baya itu mengusap lembut puncak kepala putrinya.


"Iya Bu." Jawab Sherli tersenyum. Ia segera beranjak menyiapkan makanan di meja makan.


Sherli pun mandi dan bersiap, dia telah mengenakan baju putih abu-abunya, dan menuju ke meja makan.


"Cie yang udah gede masuk SMA, fokus sekolah ya, jangan cari pacar dulu!" Ledek Afbi kakak Sherli.


"Bener Sayang, belajar yang pintar ya!" imbuh sang ayah.


"Iya Ayah, Kakak."


Sherli pun berpamitan kepada orang tuannya, ia bergegas meninggalkan ayah dan ibunya berangkat kesekolah. Setibanya di sekolah, Sherli segera memarkirkan sepeda matiknya di perkiran.


"Semoga hariku baik-baik saja." Batin Sherli, ia menyelusuri area sekolah, mencari kelas 1 IPA 3.


Karena Sherli anak baru, dia belum mengetahui letak kelasnya dimana. Dengan gugup Sherli pun bertanya pada salah seorang siswa yang berlalu.


"Maaf, Kak! Dimana ya kelas 1 IPA 3 ?" tanya Sherli.


"Oh, dilantai 3 ruangan pertama." jawab sang siswi.


"Terimakasih."


Sherli bergegas menuju kekelasnya.


Karena Sherli cukup mengulur waktu saat menuju kekelas, ia mendapat bangku paling belakang.


"Huh, ya sudahlah." Sherli menghela nafas kecewa.


Tidak lama kemudian, ada seorang siswi yang baru datang menghampiri dirinya.


"Hai, apa bangku ini kosong?" tanya sang siswa.


"Iya silahkan duduk disini!" Sherli senyum tulus, menjawab gadis itu.


"Aku Nia, siapa namamu?" gadis itu mengulurkan tangan pada Sherli, untuk bersalaman.


"Aku Sherli salam kenal ...." Sherli menyambut uluran tangan Nia.


"Padahal baru pukul 6.30, kenapa sudah banyak siswa ya Sher? Untung saja aku masih dapat tempat duduk," ucap Nia.

__ADS_1


"Iya, aku tadi juga sempat kesulitan menemukan kelas ini. Seharusnya pihak sekolah memberikan denah pada kita sebelum sekolah mulai aktif," Sherli terkekeh.


"Iya kau benar hahaha" mereka pun tertawa bersama.


Tidak lama kemudian seorang guru datang dan para siswa pun terdiam seketika.


"Selamat pagi murid-murid, hari ini adalah hari pertama kalian masuk, jadi saya akan memberikan jadwal yang akan kita pelajari terlebih dahulu," ucap sang guru, kemudian membagikan lembaran kepada para siswa.


Setelah membagikan lembaran jadwal, sang guru menerangkan sedikit tentang materi yang akan di dipelajari, karena buku panduan belum dibagikan kepada para siswa.


Sherli sangat cermat, dan fokus ketika sang guru menerangkan.


"Duh kapan selesainya, sudah pukul sepuluh aku sangat lapar." Nia mengelus perutnya. Sherli hanya terseyum geli melihat gadis itu.


"Baiklah anak - anak, Ibu ingin kalian membuat ringkasan materi tentang apa yang telah saya sampaikan. Dengan mencari diberbagai sumber, minggu depan saya akan mengecek catatan kalian!"


Tet!


Bel istirahat berbunyi.


"Sher ayo kita ke kantin! Aku sangat lapar," ajak Nia.


"Baiklah ayo!"


"Sher, tadi kamu dengerin bu Reka kan? Nanti kalo kamu udah nyatet, aku tolong kirimin fotonya ya buat referensi! Soalnya aq tadi kurang dengerin Bu Reka," ucap Nia dengan raut sedih.


"Ok, Ya! Beres!" Sherli mengangkat jempolnya.


"Kamu rumahnya dimana ya?" tanya Sherli.


"Belakang sekolah ini Sher." Sherli membulatkan matanya terkejut.


"Hehehe enggak, aku kebiasaan bangun siang soalnya," jawab Nia menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Sherli hanya geleng - geleng kepala mendengar jawaban Nia.


Setelah setengah jam mereka makan, bel masuk pun berbunyi. Mereka pun bergegas kembali kedalam kelas.


"Ya! Aku kan belum ada nomor kamu, ngirim fotonya gimana nanti?" tanya Sherli pada Nia.


"Oh iya aku lupa, sebentar ..."


Nia segera mengeluarkah ponselnya, setelah mereka bertukar nomor ponsel, guru pun datang kedalam kelas mereka.


***


Jam telah menunjukan pukul satu siang waktu pulang pun tiba.


"Aku duluan ya Sher!" Nia melambaikan tangan, sambil sedikit berlari tanpa menengok Sherli.


"Hati-hati!" Sherli sedikit berteriak.


Setelah tidak melihat punggung temannya. Sherli beranjak pergi ke tempat parkir sepeda untuk mengambil sepedanya, dia bergegas pulang kerumah.


Setibanya dirumah gadis itu menelusuri rumah, menghampiri sang ibu yang ternyata berada di dapur.


"Ibu, Sherli sudah pulang." Sherli


segera meraih tangan sang ibu Ruri lalu menciumnya.

__ADS_1


"Bagaimana tadi disekolah sayang? Sudah dapat teman? Apa malah sudah dapat cowok?" goda ibu Ruri.


"Ibu! Sherli sudah punya teman namanya Nia, dia anak yang baik, Bu!" Sherli menjawab dengan wajah bahagia, pada Ibu Ruri.


"Baiklah sekarang kamu mandi, lalu ganti baju, kemudia makan!" titah Ibu Ruri.


"Baik Ibu."


Sherli bergegas menuju ke kamar untuk mengganti pakaiannya.


Sherli menganti baju sekolahnya dengan baju dress selutut, dengan lengan pendek berwarna merah maroon.


Sherli adalah gadis yang polos, dan feminim karena jarang bergaul dengan teman - teman sebayanya. Ketika SMP dia merupakan anak yang pendiam terlebih sang ayah, ibu juga sang kakak yang sangat mengawasinya karena takut sang bungsu akan masuk dalam dunia pergaulan yang bebas.


Setelah mengganti pakaian Sherli bergegas keluar dari kamarnya. Namun ketika hendak keluar dari kamar tiba-tiba.


Bug!


Boneka Lisa milik Sherli yang berada di atas lemari tiba - tiba terjatuh kebawah.


"Uh, aku sangat kaget! Kenapa Lisa yang berada di pojok lemari bisa jatuh?" batin Sherli.


Mengingat panjang lemari yang hampir satu meter, sangat tidak mungkin jika Lisa terjatuh, pikirnya.


"Ah .... ya sudah lah! Mungkin angin lalu." Gumam Sherli menenang kan diri.


Ia segera mengambil boneka Lisa, dan menaruhnya kembali ke tempat semula.


Setelah dirasa boneka Lisa terduduk rapi, Sherli berbalik manuju ke meja makan.


"Bu, Ibu sudah makan?" tanya Sherli.


"Sudah sayang, kamu dirumah sendiri tidak apa-apa kan? Ibu ada arisan di rumah bibi Gita."


"Iya, Bu! Sherli baik-baik saja dirumah sendiri," jawab Sherli.


Sejujurnya dia sangat takut mengingat kejadian boneka Lisa tadi, Sherli pun berencana mengechat atau menelfon Nia untuk menemaninya mengobrol.


Setelah ibu Ruri barpamitan untuk pergi arisan, Sherli bergegas menuju kekamar dan meraih ponselnya. Dia segera memanghubungi Nia temannya itu, karena akan sangat sepi jika dia mengechat.


Tut tut tut ...


"Halo?" suara Nia dari sebrang.


"Halo, Nia! Apa kamu sedang sibuk? Aku sedang dirumah sendirian, temani aku ngobrol sebentar ya!" Sherli terdiam menanti jawaban Nia.


"Baiklah, Sher! Tapi aku tidak bisa lama-lama, karena akan ada keluarga bibi ku yang datang."


"Baiklah tidak apa-apa! Hanya beberapa menit saja."


Setelah hampir setengah jam mereka bertelefon, Nia berpamitan karena keluarga bibinya sudah tiba didepan rumah.


Setelah panggilan berakhir Sherli meletakkan ponselnya, dan beralih pada tas sekolahnya. Gadis itu mencoba menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


.


.

__ADS_1


.


Mohon maaf jika masih terdapat typo atupun jalan cerita kurang menarikšŸ™. Terimakasih yang telah mempir ā¤


__ADS_2