
Hongli mengajak Sherli untuk pergi bermain. Sherli banyak memberikan pertanyaan karena merasa sedikit aneh dengan Hongli. Saat mereka pergi bermain, Sherli membawa buku PRnya dengan niat mau meminta bantuan pada Hongli untuk mengerjakan PRnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah Sherli selesai menyelesaikan PRnya yang dibantu oleh Hongli. Sherli segera memasukan bukunya kedalam tas. Dan mereka pun kembali berbincang - bincang.
"Sher? Kamu di sekolah banyak dekat sama anak laki-laki?" tanya Hongli.
"Enggak, Kak! Aku kurang pandai bergaul. Teman dekatku selama di sekolah pun hanya Nia sama Dea teman silatku" jawab Sherli sambil meresletingkan tasnya, lalu beralih memandang kearah Hongli.
"Oh begitu. Nagus deh! Jangan terlalu bergaul sama anak laki-laki ya!" ucap Hongli memandang Sherli dengan serius.
"Kenapa, Kak?"
"Aku enggak suka kamu dekat anak laki-laki, karena aku tau anak laki-laki suka merusak anak perempuan" ucap Hongli.
Meskipun benar adanya. Namun ditelinga Sherli, ia merasa Hongli sedikit posesif padanya. Sherli segera menepis pemikiran itu.
"Baiklah, Kak! Aku akan berhati-hati" jawab Sherli terseyum kepada Hongli.
Setelah Hongli memberi pengertian tentang untuk tidak bergaul dengan lawan jenis kepada Sherli. Hongli mengajak Sherli untuk berjalan-jalan di area sekitar, yang banyak sekali ditumbuhi bunga-bunga.
"Wah... Banyak sekali bunganya, ada bunga kenanga juga" Sherli terkagum-kagum, dengan berlarian kecil ia menghampiri bunga kenanga yang ia lihat.
"Jangan jauh-jauh, Sher!" teriak Hongli. Ia mengkawatirkan Sherli bak seorang Ayah yang menghawatirkan putrinya. Hongli pun segera menghampiri Sherli.
"Kamu jangan tiba-tiba berlari seperti itu!" ucap Hongli cemas sambil memegang pipi Sherli. Sherli pun merasa sangat malu dan merona saat Hongli memengang pipinya.
"Iya, Kak! Aku hanya sangat bahagia melihat bunga-bunga ini" jawab Sherli yang menunjuk bunga-bunga disekitarnya.
Hongli duduk disamping pohon kenanga. Ia menemani Sherli yang sibuk dengan bunga kenanga yang tergantung. Hongli yang melihat begitu banyak bunga disampingnya memikirkan sesuatu. Lalu tangannya segera meraih bunga-bunga itu.
Sherli yang masih sibuk dengan bunga kenanganya, tiba-tiba merasakan sesuatu dikepalanya.
"Kak, Hongli! Kakak sedang apa?" pekik Sherli. Hongli sedang memasangkan mahkota bunga yang dia buat dari bunga-bunga yang ia lihat tadi.
"Diamlah sebentar! Kamu pasti sangat cantik memakai ini " ujar Hongli pada Sherli.
Sherli pun mengeluarkan ponselnya, dan segera mengaca pada foto ponsel.
"Wah ... indah sekali" ucap Sherli yang kagum melihat pantulan dirinya dikamera ponsel.
"Ayo, Kak! Kita ambil beberapa foto selfi!" ajak Sherli.
"Duh bagaimana ini? Nanti jika dia sadar, dia akan menghindariku" batin Hongli.
Ia mencoba untuk menolak halus ajakan Sherli.
"Jangan, Sher! Aku tidak bisa bergaya, kamu saja ya sendiri!" ucap Hongli beralasan.
"Yah, Kakak! Enggak asik."
__ADS_1
Akhirnya Sherli pun berfoto ria sendiri. Dan ketika Hongli tidak melihatnya, Sherli diam-diam berfoto dengan Hongli disampingnya.
"Dapat! Aku tidak akan memberi tahukan dia, agar dia tidak marah" batin Sherli senyum-senyum sendiri.
***
Tidak terasa mereka menghabiskan waktu, Sherli pun tersadar sudah pukul 3 sore. Dia ingat sebentar lagi sang ibu akan pulang dari kerjanya, dan dia harus segera kembali ke rumah sebelum itu.
"Kak! Sudah pukul tiga, sebentar lagi ibuku akan pulang, aku harus segera kembali" ucap Sherli melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Yah... Padahal aku masih ingin mersamamu" ucap Hongli. Ia menundukan kepalanya sedih.
"Yah, Kak! Jangan sedih, besok kalau aku libur sekolah, kita main lagi..." Ucap Sherli yang berusaha menenangkan Hongli.
"Benarkah?"
"Emmm" Sherli tersenyum seraya menganggukkan kepala sebagai hawaban.
"Baiklah! Ayo! Aku antar kamu pulang" ucap Hongli.
***
Mereka telah sampai di belakang rumah Sherli. Hongli menyuruh Sherli untuk segera masuk kedalam rumah.
"Masuklah dan istirahatlah!"
"Baiklah, kak! Terimakasih untuk hari ini" ucap Sherli tersenyum pada Hongli. Sherli segera masuk ke dalam rumahnya.
***
Jam menunjukan pukul tujuh malam. Sherli beserta ayah, ibu, dan kakaknya makan malam seperti biasanya.
"Kamu, ekstra silatnya berapa kali seminggu, Dek?" tanya Afbi memecahkan keheningan.
"Hanya dua kali, Kak! Hari kamis dan hari Senin" jawab Sherli.
"Syukurlah hanya dua kali, jika lebih dari tiga kali berhenti saja! Nanti jika kamu kecapek an akan mengganggu konsentrasimu disekolah." Ujar Afbi.
"Iya, Sayang! Kakak kamu benar jika lebih dari tiga kali kamu izin saja! Biar bisa tetap konsentrasi pada pelajaranmu" sambung ayah Sherli memandangnya.
"Baik, Ayah." Jawab Sherli.
Mereka kembali melanjutkan makan malamnya.
***
Pukul sembilan malam, ketika Sherli berkumpul dengan keluarganya diruang tengah.
Sherli berpamitan pada ayah, dan ibunya untuk kembali kekamar karena sudah merasa mengantuk. Ketika itu Afbi tidak ikut bergabung, karena pekerjaannya sangat banyak.
Setelah sampai dikamar. Sherli segera mengemasi bukunya sesuai jadwal besok. Karena telah usai memasukan bukunya, Sherli segera menuju ketempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
"Aku mau melihat hasil fotoku tadi" batin Sherli. Ia meraih posel di atas nakas, kemudian membuka ponselnya.
"Wah bagus-bagus sekali, aku benar-benar tidak tau jika tempat itu benar ada. Terlebih kak Hongli melarangku membicarakan acara main tadi kepada orang lain" ia mencebikan mulutnya yang masih melihat-lihat fotonya.
Flasback
Hongli mengantarkan Sherli untuk pulang kerumah, tiba-tiba dia berhenti dan memandang Sherli.
"Sher! tentang hari ini tolong jangan beri tahu siapapun ya! Termasuk orang tuamu." Ucap Hongli yang memandang serius kepada Sherli.
"Kenapa, Kak?" tanya Sherli.
"Sudahlah menurut saja!" ucap Hongli. Ia sedikit meninggikan suaranya agar Sherli menurut.
"Baiklah, Kak."
"Anak pintar" ucap Hongli. Ia tersenyum sambil membelai kepala Sherli sejenak. Kemudian Hongli kembali menggandeng tangan Sherli, dan lanjut mengantarkannya pulang.
Flasback end
"Aku tidak mengerti mengapa kak Hongli melarangku membicarakan hal tadi kepada orang lain" batin Sherli yang masih menggeser-geserkan fotonya.
"Loh tadi foto ini kan Kak Hongli ada disampingku. Kenapa disini tidak ada?" gumam Sherli, saat berhenti di salah satu foto yang dia ambil ketika Hongli tidak mengetahuinya.
"Kenapa aneh sekali? Tadi jelas-jelas Kak Hongli ada" gumam Sherli. Ia merasa sedikit takut. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri.
"Kak Hongli... Kenapa bisa begini?" tanya Sherli di dalam batinnya.
"Lis! Kenapa kak Hongli tidak ada di foto ya?" tanya Sherli sambil mengelus boneka Lisa, yang ia raih disampingnya.
Karena merasa takut Sherli mencoba berfikir positif, dan meletakkan ponselnya.
"Mungkin aku yang salah lihat tadi, mungkin memang Kak Hongli sedang tidak disampingku" batin Sherli menenangkan hati dari rasa takutnya.
"Baiklah! Aku harus segera tidur, atau aku akan telat besok"
Sherli bergegas meraih selimut untuk menutupi dirinya.
Siapakah sebenarnya Hongli?
Mengapa Hongli melarang Sherli untuk memberi tahukan kepada orang lain?
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan like, coment, vote dan rate.
Terimakasih atas dukungannya ❤.
__ADS_1