
Raka melihat Wulan yang nampak begitu syok, dia pun bergegas menghampiri wanita yang begitu dia cintai itu.
"aku, Aliandra Rakasya Noviant bin Noviant Juan, bersumpah dan berjanji dengan hidupku dan di saksikan semua orang, akan melindungi dan mencintai gadis bernama Mayang Wulansari binti Suyatno, ini janji yang ku berikan pada mu," kata Raka sambil menyentuh kepala Wulan.
tiba-tiba terdengar gemuruh langit terdengar, Rafa yang tau pun langsung berhenti melakukan aktifitasnya.
"kau sampai bertindak sejauh itu Raka," gumam Rafa.
Rafa pun keluar rumah dan melihat ki Adhiyaksa dan Suni yang datang ke rumah.
"hormat prabu," kata keduanya.
"iya, waalaikum salam ... ada apa? kenapa kalian nampak begitu khawatir, dia tak akan meninggal, dia hanya menunjukkan keseriusannya pda gadis itu, bukan memuja nyai Nawang," jawab Rafa yang tau kenapa keduanya datang.
"kami hanya takut Nyai Nawang memanfaatkan tuan raka," jawab ki Adhiyaksa.
"aku bersamanya, dan aku akan melakukan apapun untuk melindungi saudaraku itu, jadi kalian berdua tenanglah, dan akan tau apa yang bisa aku lakukan demi pria itu," kata Rafa.
keduanya pun pamit undur diri, sedang rafa tersenyum sambil mulai membaca dzikir lagi.
sedang di depn semua orang, Alfin memiliki ide gila, "kalau begitu nikahi dia, dan jadikan dia istrimu agar kau bisa menjaganya, karena usianya juga sudah delapan belas tahun,"
"tapi Wulan masih sekolah juragan," kata Bu mut.
"dia akan lanjut sekolah di sekolah milik keluarga Noviant," kata Raka melihat gadis di depannya itu.
"apa kamu mau menikah dengan ku? insyaallah aku akan membahagiakan mu," kata Raka pda gadis itu.
dia hanya tak ingin pria manapun akan mengnghu istrinya, terlebih ada pusaka sakti yang masih tertanam di tubuh gadis itu.
"iya mas," jawab Wulan.
__ADS_1
Rafa sedang duduk bersila di kamar yang biasa menjadi tempat sholat, dia pergi ke kerajaan jin.
dia pun di sambut oleh para penjaga kerajaan indah itu, bahkan kerajaan Sesnag saja tak sebanding dengan kerajaan itu.
Ki item dan Ki Adhiyaksa mengawal rafa, keduanya bahkan langsung bersujud saat melihat Nyai Nawang yang duduk di singgasana.
"assalamualaikum...." kata Rafa tanpa mau tunduk.
"selamat datang, apa kamu ingin meminta ku meninggalkan cucuku, kamu tau apa yang harus di lakukan oleh saudara mu itu?" kata Nyai Nawang.
"insyaallah dia siap Nyai, tapi bagaimana mengeluarkan dua pusaka di tubuh Wulan, itu akan sangat sulit," kata Rafa.
"kamu punya Tuhan, minta pertolongan Tuhan mu, dan pasti akan di berikan petunjuk, dan untuk mustika keluarga, tidak bisa di ambil sampai Wulan memiliki anak laki-laki, dia akan mewarisi kekuatan ku, dan jika wanita, dia akan kembali di jaga oleh ku, sampai ada orang yang benar-benar tulus meminangnya," kata Nyai Nawang.
"baiklah nyai, terima kasih atas kebaikannya untuk memberikan jawaban ats semua pertanyaan saya," kata Rafa sopan.
"tentu anak muda, tapi apa kamu tak ingin mampir dan bersenang-senang?" tawar Ki Nawang membuka tirai dengan selendangnya.
Rafa langsung menutup mata dan menunduk agar tak melihat apa yang da di baliknya.
"baiklah anak muda, aku tak masalah tentang itu, tapi ingat jika saudara mu berani melukai cucuku, maka aku sendiri yang akan mengikatnya dan menjadikan budak ku di istana ini," kata nyai Nawang.
"terima kasih nyai, kalau begitu saya pamit dulu, wassalamu'alaikum ..."
kata Rafa yang kembali ke raganya. dan ternyata Jasmin sedang mengaji di depannya.
"assalamualaikum mas..."
"waalaikum salam bidadari surga ku," jawab rafa memeluk istrinya yang memakai mukena.
"mas, tadi ayah pamit pulang, karena kamu sedang pergi ke sebelah, jadi aku yang mengantarnya, dan kata mbak Aira, mas Raka ingin menikahi Wulan, jadi menunggu keputusan mas rafa, untuk kapan pernikahan itu dilangsungkan," kata Jasmin menerangkan segalanya.
__ADS_1
"iya sayang ku, aku sudah tau kapan tapi aku harus tetap sholat untuk minta petunjuk pada Allah, tentang sesuatu, jadi kamu harus jaga diri yang baik ya," kata Rafa.
Jasmin pun mengangguk dan tersenyum mendengar suaminya itu.
sedang Raka pulang debgan wajah sumringah, sedang Alfin dan Adri ingin sekali mengetok kepala pria itu agar normal lagi.
nak nur yang menyapa pun langsung mendapat pelukan hangat dari Raka, bahkan pria itu langsung tertawa senang.
"Mak, aku mau nikah Mak!" teriak Raka begitu senang.
Rafa yang keluar dari kamar pun, langsung mengambil kopyah yang di gunakan dan langsung mengeplak kepala rakaagar sadar
"jangan senang dulu, kamu harus puasa mutih empat puluh hari, dan shalat malam jangan putus, kemudian kaku harus membaca surat ad-jin sebanyak seratus kali sehari," kata Rafa.
"siap pak ustadz, kakak ku tercinta," kata Raka.
"dan ingat, saat kalian sudah menikah, jangan sampai melukai hati gadis itu, atau kamu yang akan bertemu Nyai Nawang," kata Rafa menginggatkan.
"iya Rafa, aku akan menginggat semuanya, dan tolong bantu aku melewati semua ujian ini," kata Raka.
Rafa mengangguk, dia pun meminta keluarga pak Suyatno datang untuk membicarakan hal penting.
karena hanya pria itu harus mengetahui sesuatu, dan itu hanya pak Suyatno dan Bu mut yang mengetahui kejadian itu.
keduanya datang saat setelah shalat ashar, Wulan pun juga ikut tapi di ajak Aira dan Nurul untuk membicarakan hantaran.
"assalamualaikum bapak, ibu ..." sapa Rafa dan Raka yang baru datang.
"waalaikum salam nak, bagaimana nak, cerita apa uang ingin anda ketahui, apa tentang putri kami yang istimewa, atau yang sering di sebut anak jin," kata pak Suyatno dengan suara yang tertahan.
pria itu bahkan terlihat begitu sedih, begitu pun Bu mut, wanita itu bahkan meneteskan air mata sebelum menceritakan semua kejadian yang sudah di pendam selama ini.
__ADS_1
mereka juga ingin putri mereka bahagia bersama cintanya, dan mereka harus jujur akan segalanya.
termasuk tentang Putri mereka yang sebenarnya sebuah titisan dan juga janin istimewa titipan dari nyai Nawang.