Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
aku kembali


__ADS_3

Delia pun langsung memikirkan cara bagaimana memangsa janin Jasmin, dan satu-satunya cara yang dia pikirkan adalah harus belajar ilmu kuyang.


tapi itu tak mudah, tapi dia memiliki waktu setidaknya sampai perut Jasmin sembilan bulan.


dan itu cukup untuknya bisa menguasai ilmu kuyang dengan Sempurna.


keesokan harinya, Raka bangun dan karena jsmin membangunkannya, "mas Raka bangun, sudah waktunya untuk sholat subuh."


"ah benarkah, kesiangan lagi rupanya," kesal Raka yang langsung bergegas mandi.


sedang jamin membereskan semua berkas dan juga soal ulangan milik Raka.


dia juga menyiapkan dan memisahkan semuanya sesuai nama kelas.


Jasmin pun sholat di rumah, setelah selsai dia segera membantu Mak nur yang sedang memasak.


karena hari ini mereka harus membuat tumpeng untuk persiapan panen di sawah.


bahkan mereka masih memegang teguh acara wiwitan, karena rasa bersyukur atas hasil panen yang melimpah di tahun ini.


Jasmin pun sangat senang dengan semua tradisi yang tak pernah dua ketahui saat di kota.


tapi di desa ini, dia benar-benar bisa mengenal apa itu tradisi adat Jawa yang kental.


"ayo nak, ikut ke sawah untuk ikut panen, biar kamu tau," ajak Mak nur.


"iya Jasmin, dari pada di rumah sendirian," ajak Adri.


mereka pun menuju ke sawah milik keluarga, saat sampai ternyata begitu ramai.


bahkan keluarga pak Panji juga ada, dan yang tak terduga orang yang sudah lama pergi.


"assalamualaikum Mak, ya Allah akhirnya kita bertemu lagi," sapa Eko yang datang bersama Nita dan putra mereka.


Mak nur yang mendengar suara Eko langsung melepas sandalnya, dan memukuli pria itu di depan semua orang.


"dasar putra kampret, kaki pergi begitu saja tanpa mengucapkan selamat tinggal, apalagi saat kematian Vian dan Akira kamu bahkan tak datang, kamu tega Eko!"


Eko pun langsung memeluk wanita tua itu, dia juga sedih dan menangis bersama.


"mau bagaimana lagi Mak, aku juga disana sedang sakit, hampir tiga tahun aku hanya terbaring di atas kasur," jawab Eko


"ada orang yang tak suka melihat mas Eko sukses karena bantuan juragan Vian," tambah Nita.


"innalilahi wa innailaihi rojiun, semoga kita di jauhkan dari hal seperti itu, sudah ayo berkumpul bersama yang lain," ajak Mak nur.

__ADS_1


Jasmin menyalami Nita, "aduh siapa ini kok cantik banget," kata Nita melihat sosok Jasmin.


"dia itu istri dari Rafa, namanya Jasmin Kurnia Handoko," jawab nak Nur.


"wa ... aku tak mengira jika Rafa menikah muda, terus mana anaknya, kok mereka berdua tak kelihatan," tanya Nita.


"mas Rafa sedang berobat, sedang mas Raka ada kelas pagi ini," jawab Jasmin.


"wah tak ku sangka Jasmin bahkan sampai tau jadwal Raka, jangan-jangan kamu menggodanya saat suamimu tak disini ya," ejek Delia.


"hei nona, tutup mulutmu, atau perlu aku menjahitnya, bikin orang naik darah saja," marah Nita.


"cih, siapa kamu berani padaku," jawab Delia.


"cukup Delia, jangan di teruskan, kamu memuat malu ayah mu," bisik Bu Ningsih.


"tenang ya Jasmin, kami tau siapa kamu dan tak mungkin orang akan terpengaruh omongan gadis Urakan seperti dia," kata Luna menenangkan keponakannya itu.


acara kenduri pun di mulai, dan beberapa orang yang di anggap sesepuh desa berdiri sejajar dan mulai memotong padi sebagai simbol.


acara wiwitan di lanjutkan dengan acara makan bersama tumpeng yang tadi di bawa.


Jasmin bahkan tak perlu makan sendiri, karena semua orang berebut ingin menyuapi wanita itu.


toh dia lebih cantik dan kaya dari Jasmin, tapi semua warga begitu menyayangi Jasmin.


setelah acara itu, Jasmin berjalan pulang bersama Luna dan Nita, tapi tak di sangka.


Delia mengejar ketiganya, dia ingin melukai Jasmin dengan melemparkan sesuatu.


dia sudah siap, dia sudah mengenggam tanah yang sudah dia mantrai, dan tanah itu adalah sebuah tanah dari kuburan seorang pria yang mati bunuh diri.


"melok o, wong wedok seng kenek lemah kuburan Iki, dadekno Dee


edan sak lawas e, (ikutlah, perempuan yang kena tanah kuburan ini, jadikan dia gila selamanya)" lirih Delia ingin melemparkan tanah itu.


tapi Sesnag menangkis tangan Delia, hingga tanah itu malah berbalik mengenai dirinya sendiri.


"goblok!" teriak Delia marah ketika tanah kuburan itu masuk mata dan mengenai dirinya.


Suni mengeram marah melihat Delia, ingin rasanya harimau itu menerkam wanita itu dan mengoyak tubuh wanita itu.


yang sebenarnya sudah mulai busuk, karena ilmu hitam. Delia pun mengusir arwah pocong yang mulai mengikutinya.


dan tak terduga, dia melihat kucing hitam yang lewat di depannya, dan langsung menangkapnya.

__ADS_1


"keberuntungan ku ternyata, aku bisa bertahan dengan mu untuk beberapa bulan."


Delia langsung berlari pulang secepatnya, dia pun langsung menggigit kucing itu dan meminum darahnya sampai habis.


setelah itu, dia langsung menguliti dan mulai memasak daging kucing hitam itu.


tak lama ada seseorang yang mengantar ayam cemani ke rumahnya.


dia juga melakukan hal yang sama, dia benar-benar harus bertahan seperti itu.


setelah matang, dia pun mulai menikmati makanan yang di buatnya.


meski sedikit amis, tapi dia tak memperdulikan itu, semua asal tujuannya tercapai segera.


Jasmin sampai di rumah, "assalamualaikum ..." salam Jasmin saat akan masuk kedalam rumah.


Jasmin terkejut melihat pintu kamarnya terbuka, dia pun bergegas melihatnya.


tapi dia terpaku melihat sosok yang sedang berganti pakaian itu, luka dan juga tanda lahir itu.


"mas Rafa ...." lirih Jasmin.


Rafa menoleh dan tersenyum kearah Jasmin, "iya sayang," jawab Rafa.


Jasmin langsung menutup mata saat mendengar jawaban Rafa, dia mulai membaca ayat kursi.


tiba-tiba seseorang menariknya dan mendekapnya erat, "jangan berani menganggu istriku, dasar mahluk mesum, pergi atau aku hanguskan," kata Rafa asli.


genderuwo pun menunjukkan wujud aslinya sebelum pergi, Jasmin tak ingin nembuka matanya.


dia takut jika ini hanya mimpi yang dirinya inginkan, sosok Rafa yang sedang memeluknya.


"dek, buka matamu sayang, kamu tak ingin melihatku?" lirih Rafa.


Jasmin tetap tak bergeming, tapi dia mempererat pelukannya, Rafa pun mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Rafa juga berdoa dan meniup ubun-ubun Jasmin, dan membuat wanita itu pun pingsan.


Rafa mengendong istrinya dan menidurkannya di ranjang, "apa setakut itu kamu kehilangan diriku, kamu bahkan tak mau melihatku, tapi pelukan mu seakan berkata aku tak boleh pergi," lirih Rafa mengusap kepala istrinya.


"sudah Rafa, biarkan Jasmin beristirahat, kamu kesini dulu, ceritakan semuanya, eyang masih penasaran," kata Mak nur.


Rafa menaruh sebuah Al-Qur'an dan tasbih di atas kepala Jasmin untuk melindungi wanita itu.


Rafa mengecupnya kening jasmin sekilas, "dek aku kembali ..."

__ADS_1


__ADS_2