
Sherli berjumpa kembali dengan sosok yang dia lihat hari lalu, anak itu bernama Hongli. Akhirnya mereka memulai sebuah hubungan pertemanan. Namun ketika mereka hendak berpisah dan Hongli berpamitan kepada Sherli, Hongli berbalik ke arah rawa. Siapa sebenarnya Hongli?.
****
Pagi yang cerah menghampiri semua insan manusia di pelosok bumi. Sherli terbangun saat alarm ponselnya berbunyi. Dia bangkit, dan meraih ponselnya untuk melihat jam berapa sekarang.
"Pukul 5 pagi. Dingin sekali aku ingin berbaring saja rasanya," gumamnya. Ia kembali merebahkan tubuhnya dan menarik selimut.
Kamar Sherli yang tidak ditutup rapat, tiba-tiba terbuka menampakkan kepala Afbi yang sedang lalu.
"Dek, sudah jam lima pagi jangan tidur terus! Telat nanti!" tegas Afbi yang melihat Sherli kembali meringkuk di atas tempat tidur.
"Iya kak! Aku bangun."
Sherli segera bangkit dan merapikan tempat tidurnya. Setelah melihat sang adik benar-benar bangun, Afbi barlalu dari depan kamar sang adik.
Sherli bergegas mandi dan meraih seragam putih abu-abunya. Seragam sekolahnya telah melekat rapi ditubuhnya, Ia beralih mengambil sisi, dan menyisir rambutnya didepan cermin.
Bugg!
"Huh?" Sherli terkejut mendengar boneka Lisa terjatuh kembali.
"Lisa? Kenapa kamu terus saja terjatuh? Apa kamu tidak suka berada diatas lemari?" tanyanya seolah bonekanya bisa mendengar. Sherli segera memungut boneka lisa dan mengelusnya.
"Baiklah, aku akan memindahkan kamu di tempat tidur saja ya?"
Sherli menuju tempat tidur.
Direbahkannya boneka Lisa dengan pelan. Setelah bonekanya terlihat rapi, ia berbalik kambali menyisiri rambut, dan segera mengambil tasnya menuju meja makan.
"Pagi, Ayah, Ibu, Kakak?" sapa Sherli pada keluarganya.
"Pagi Sayang" jawab Ayah Andre.
"Cepatlah sarapan! Nanti kamu telat!" sahut ibu Ruri.
"Iya, Ibu."
Mereka memulai sarapan pagi, tidak ada suara dan hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Hingga Sherli membuka pembicaraan karena teringat sesuatu.
"Bu, hari ini aku memulai ekstrakulikuler. Jadi pulang agak telat" ucap Sherli.
"Iya, nanti langsung pulang kerumah ya!" Ibu Ruri memandang putrinya.
Sherli mengangguk menjawab ibunya. Ia segera melanjutkan makannya.
Setelah selesai sarapan. Sherli berpamitan pada ibu Ruri untuk berangkat kesekolah.
Ketika sudah menaiki motornya, dan baru saja sampai di depan rumah. Sherli teringat buku paket biologinya tertinggal diatas meja.
Gadis itu bergegas mengambil buku dan kembali ke motornya, hendak berangkat.
Saat hendak melajukan motornya, Sherli melihat Hongli disekitar pohon bambu rawa yang terlihat dari jalan raya. Karena terdapat celah sekitar satu meter diantara rumah, jadi area belakang rumah Sherli dapat terlihat.
"Itu kan Hongli, kenapa dia ada disana? Apakah dia tidak sekolah? " batin Sherli bertanya-tanya.
__ADS_1
"Baiklah jika bertemu lagi aku akan bertanya, sekarang aku harus segera berangkat" gumam Sherli sambil melajukan motornya.
****
Setibanya di ruang kelas Sherli berbincang pada Nia, sambil menunggu kehadiran guru yang akan mengajar mereka. Beberapa saat kemudian guru biologi pun datang.
"Selamat pagi anak - anak?" sapa sang guru pada para murid.
"Pagi pak" jawab mereka serentak.
"Hari ini kita akan belajar mengenai evolusi" ucap sang guru.
Sang guru pun menjelaskan tentang beberapa evolusi dari spesies binatang. Sherli pun fokus mendengarkan.
"Baik anak - anak, saya ingin ada salah satu anak yang maju untuk menerangkan dengan singkat salah satu evolusi, setahu kalian saja, siapa yang berminat?"
Para siswa pun terdiam seketika. Dan karena sudah cukup lama, Sherli pun berinisiatif maju untuk menjelaskan, karena semalam sebelum tidur dia menyempatkan membaca sedikit buku pelajarannya.
"Saya pak" ucap Sherli sambil mengangkat tangannya.
Para siswa lain ada yang bergumam syukur karena Sherli telah mengajukan diri.
"Baik Sherli silahkan!" ucap sang guru.
Para siswa lainnya pun memandang Sherli untuk mendengarkan. Dengan sedikit gugup, Sherli mencoba menjelaskan yang dia ketahui.
"Saya akan menjelaskan evolusi kuda.
Evolusi kuda berawal dari :
Hyracotherium yang memiliki 22 gigi, dan 4 kaki, dimana kaki depan terdiri dari 4 jari dan 1 rudimen, sedangkan kaki belakan 3 jari dan 2 rudimen, evolusi pertama ini memiliki tinggi 0,4 meter.
Mesohippus, yang memiliki tinggi 0,6 meter, memiliki gigi gerahan depan yang sama dengan geraham belakang, dan memiliki 4 kaki dimana setiap jarinya 3 yang tengah telih besar.
Ke tiga
Merycippus dengan tinggi 1 meter. Dan memiliki kaki yang panjang dengan 3 jari depan, 4 jari belakang. Juga gigi geraham yang bergerigi.
Yang ke empat
Pliohippus dengan tinggi 1.25 meter, dan memiliki tunggal jari atau tracak.
Dan yang terakhir adalah
Ecus caballus atau kuda sekarang yang memiliki tinggi 1,6 meter dan bertracak tunggal dengan kuku yang keras." Jelas Sherli.
"Baik Sherli terimakasih." Ucap sang guru.
Prok prok prok!
Semua siswa memberi tepuk tangan pada Sherli. Sherli pun beranjak kembali duduk dibangkunya.
Meskipun Sherli anak yang lugu dan pemalu, dia berusaha mengondisikan rasa malunya jika itu menyangkut dengan pendidikannya.
"Kau sangat keren, Sher" ucap Nia tersenyum pada Sherli.
__ADS_1
"Hehe, enggak juga aku masih terbata mengatakannya karena malu," jawabnya cengengesan.
****
Jam pulang sekolah telah tiba, Sherli yang mendapat pesan dari Dea. Ia segera mengambil ponsel yang terselip saku diroknya.
"Sher, aku di kantin kesini lah!" ~ Dea.
"Oke, aku kesana." ~ Sherli.
Sherli beranjak pergi menuju ke kantin sekolah menyusul Dea.
"Udah lama, De?" Sherli duduk disamping Dea yang sedang makan siang.
"Sudah! Tadi aku jam kosong yang terakhir, jadi aku duduk disini dari tadi," Dea menjelaskan.
Sherli meraih bekalnya ditas, lalu membuka bekal itu yang telah dibawakan Ibunya, kemudian makan mengikuti Dea.
****
Aula yang cukup luas menjadi tempat kegiatan berlangsung. Sudah terdapat beberapa siswa meskipun belum lengkap.
Sherli dan Dea segera mengganti pakaian dengan pakaian silatnya kemudian kembali menuju aula. Tidak lama kemudian guru pengajar pun datang.
"Selamat siang anak - anak dan selamat datang, mari kita mulai ekstranya dengan membaca doa, dan pemanasan," ucap sang guru.
Sang guru pun memimpin untuk berdoa, kemudian melakukan pemanasan. Setelah itu, sang guru memberi gerakan - gerakan yang harus diikuti oleh para siswa.
"Baiklah anak-anak sekarang saya akan mengambil paching bad, saya ingin kalian memperagakan gerakan Harimau Membuka Jalan," ucap sang guru.
Pak guru beranjak mengambil peaching bad, kemudian di tahannya dengan kedua tangan.
Waktu terus berjalan, anak-anak terus bergilir memperagakan gerakan. Dan tiba saatnya giliran Sherli. Sherli mengambil ancang-ancang dan mengayunkan kakinya menendang peaching bad yang dibawa sang guru.
"Bagus sekali, pertahankan!" ujar sang guru yang berpindah posisi 2 langkah kebelakang karena tendangan Sherli.
"Baik, Pak," Sherli berlalu, dan berganti giliran anak selanjutnya.
"Baik anak-anak cukup untuk hari ini, hari Senin kita akan lanjut. Akan ada kakak alumni yang akan mengajar kalian."
"Baik pak!" Jawab siswa serentak.
Ekstrakulikuler sudah usai, Sherli segera menuju ke parkiran untuk mengambil sepedahnya dan pulang. Setibanya rumah, Sherli menemui, ibunya, lalu berpamitan untuk membersihkan diri.
****
Pukul 10 malam, karena tidak bisa tidur, Sherli berjalan-jalan di depan rumahya.
"Hongli ...?"
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views.
Terimakasih atas dukungannya ❤.