Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Jalan-jalan


__ADS_3

Sherli yang telah usai bersekolah segera bergegas untuk pulang. Namun saat dia baru menaiki motornya di parkiran, dia melihat Felix didepan gerbang sekolah. Felix pun menghampiri Sherli, dan mengajaknya ke suatu tempat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah beberapa saat, pesanan mereka datang. Dua porsi steak, dan dua gelas jumbo jus Alpukat.


"Aku tidak tahu makanan kesukaanmu, semoga kamu suka yang aku pesan," ucap Felix memandang Sherli.


"Terimakasih, Kak! Aku memang sangat suka steak" jawab Sherli tersenyum.


"Syukurlah... Makanlah dan habiskan!"


Felix tersenyum. Ia mengelus puncak kepala Sherli sejenak, kemudian mereka melanjutkan makan.


Berbeda dengan sebelumnya yang merasa canggung karena elusan Felix. Kali ini melihat perhatian Felix padanya, Sherli merasa sejuk dihatinya. Sherli pun membiarkan Felix mengelus puncak kepalanya. Entah perasaan apa yang sedang melandanya.


"Iya, Kak!"


"Kamu ada alergi makanan Sher?" Tanya Felix.


"Ada, Kak! Aku alergi telur! Aku pernah di rawat dirumah sakit karena tidak sengaja makan telur di isian makananku. Karena tidak tahu!" jawab Sherli.


"Benarkah? Lain kali hati-hati ya Sher!" tutur Felix. Ia sedih mendengar cerita Sherli. Felix memandang Sherli makan dengan sangat rapi.


"Gadis ini sangat manis, dan juga polos, entah mengapa aku senang saat bersamanya" batin Felix.


"Kak, ada apa?" tanya Sherli, namun Felix tak bergeming.


"Kak, Kakak kenapa?" ucap Sherli sambil menggoyangkan tangan Felix. Felix pun tersadar dari lamunannya.


"Ah, tidak! Makan lah lagi, aku hanya teringat sesuatu." ujar Felix mencari alasan.


Mereka lalu melanjutkan makannya. Sherli hanya mengangguk paham, dan kembali menyantap makannya.


Setelah mereka selesai makan, Felix beranjak untuk membayar tagihan. Mereka bergegas pergi, Felix mengajak Sherli pergi kesuatu tempat.


"Kak kita mau kemana lagi?" tanya Sherli. Ia melihat jalan yang mereka lewati, ternyata tidak menuju ke area sekolah.


"Aku akan mengajakmu kesuatu tempat." Sherli menoleh kepada Felix.


"Tapi jangan lama-lama ya, Kak! Aku harus segera pulang. Nanti ibuku cemas." Ucap Sherli khawatir.


"Iya, Sher! Hanya sebentar kok!" jawab Felix .


"Gadis ini sungguh imut, begitu ketakutannya aku mengajaknya pergi. Padahal gadis lain seumurnya aku lihat bebas kemanapun..." batin Felix. Ia tersenyum sambil mengendarai.


Merekapun sampai di suatu mall yang cukup besar. Felix segera memarkirkan mobilnya, dan mengajak Sherli masuk.


"Kita kenapa kesin, Kak?" tanya Sherli heran.

__ADS_1


"Kita akan bermain disini, ayo!" Felix segera menarik tangan Sherli.


Saat mereka masuk, para pengunjung memandang kearah mereka. Tidak bisa dipungkiri, karena sosok Felix yang begitu tampan, dan juga tinggi. gaya rambutnya yang jabrik namun rapi dengan setelan baju kasual, semakin menambah daya tariknya.


"Kak, kenapa mereka semua memandang kita?" tanya Sherli polos, karena dia tidak pernah menilai karakter seseorang pada penampilannya.


"Sudah biarkan saja!" jawab Felix. Ia sudah merasa biasa dengan tatapan orang-orang terhadapnya.


***


Mereka bermain bermacam-macam permainan, dan tertawa lepas bersama. Sherli terlihat sangat bahagia ketika bermain, hingga lupa waktu. Tiba - tiba mereka behenti di salah satu permainan.


"Wahhh" Sherli terkagum. Ia melihat sebuah permainan capit. Felix yang melihat Sherli tersenyum, lalu menariknya menuju permainan capit.


" Kamu mau yang mana Sher? " tanya Felix.


"Beruang ungu, Kak!" ucap Sherli berbinar.


"Baiklah, aku coba ya." Felix mencoba mengarahkan capit pada boneka yang diinginkan Sherli. Ketika capit sudah mengenai bonekanya, dan diangkat, bonekanya terjatuh.


"Yah..." Ucap Sherli kecewa.


"Kita coba lagi ya" ucap Felix. Ia kembali mengarakkan capitnya, namun gagal lagi. Felix telah mencoba lagi sebanyak empat kali.


"Yah, Kak! Susah ya? Batal saja deh! Ayo kita pergi!" ucap Sherli, karena wajah Felix yang sudah terlihat agak kesal.


"Tidak-tidak, satu kali lagi koin kita masih ada satu, jika gagal aku akan membeli benda ini untukmu, tenang saja!" ucap Felix kesal.


"Dapat, dapat, dapat!" gumam Sherli sambil menyatukan tangannya.


Dan saat boneka sudah terangkat oleh capit, Felix memandang dengan serius kearah bonekanya, dan bug.


"You win" suara alat capit.


Sherli segera membuka matanya.


"Ye! Dapat." Ucap mereka serentak, tiba-tiba Felix memeluk Sherli. Sherli pun terkejut.


"Kak!" ucap Sherli kesal. Ia segera mendorong tubuh Felix hingga Felix berubah posisi.


"Ah maaf-maaf, aku terlalu senang" sesal Felix. Sherli yang masih kesal, memandang kearah samping.


"Sher, maafkan aku! Aku benar-benar tidak sengaja memelukmu, aku hanya merasa sangat bahagia karena berhasil mendapatkan bonekanya" ucap Felix yang berusaha menjelaskan sambil memegang pundak Sherli.


Sherli menghela nafas.


"Baiklah!" Ia memandang kearah Felix.


Felix tersenyum mendengar permintaan maafnya diterima Sherli, dan segera mengambil boneka yang didapatnya kemudian diberikan pada Sherli.

__ADS_1


"Ini boneka yang kamu mau..." Felix menyodorkan boneka beruang kepada Sherli. Sherli menerima dengan tersenyum bahagia.


"Maafkan aku ya!" Ucap Felix sekali lagi sambil membelai kepala Sherli.


Sherli tersenyum padanya.


"Iya, Kak."


Setelah yakin Sherli telah memaafkan dirinya, Felix segera mengajak Sherli untuk kembali kearea parkiran mobil. karena waktu sudah menunjukan pukul lima sore.


"Kamu senang Sher aku ajak main?" tanya Felix. Sherli yang memeluk boneka beruangnya seketika menoleh, ia tersenyum pada Felix.


"Iy, Kak. Aku sangat senang! terimakasih ya, Kak! Untuk hari ini..."


"Iya! Aku senang jika kamu senang, kapan-kapan kita main lagi ya!" Ucap Felix, sambil mengelus puncak kepala Sherli, dengan tangan satunya sibuk menyetir mobil. Sherli hanya mengangguk sambil tersenyum menjawab Felix.


Setelah mereka sampai di area sekolah, Felix dan Sherli turun dari mobil. Felix mengantarkan Sherli menuju motornya.


"Aku pulang dulu ya, Kak." Ucap Sherli.


"Iya hati-hati ya!" jawab Felix. Sherli segera melajukan motornya untuk pulang.


***


Sherli telah sampai dirumah, dia segera masuk kedalam rumah, dan mencari ibunya.


"Ibu aku pulang" ucap Sherli sambil meraih tangan ibu Ruri, dan menciumnya.


"Kenapa kamu pulang telat?" tanya ibu Ruri tegas.


"Aku ada kerja kelompok bu dirumah teman" jawab Sherli berbohong.


Ia takut ibunya marah, jika tau dia telat karena telah pergi main dengan teman laki-lakinya. Karena orang tua Sherli pernah bilang jika dia tidak boleh berpacaran sebelum lulus SMA.


"Ya sudah, cepat ganti pakaianmu dan makan!" ucap ibu Ruri pada Sherli.


"Baik, Bu!" Sherli segera masuk kekamar, lalu membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai, Sherli segera mengeluarkan boneka beruangnya dari Felix yang disembunyikan didalam tas.


"Lisa, kamu punya teman baru." Ucap Sherli. Ia meletakkan boneka beruangnya di samping boneka Lisa diatas ranjang.


Apakah Sherli mulai jatuh hati dengan Felix? Ataukah malah merindukan sosok Hongli?


.


.


.

__ADS_1


Ikuti terus ya teman - teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment , dan vote :).


Terimakasih dukungannya❤.


__ADS_2