Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
bahagia pada akhirnya.


__ADS_3

tiba-tiba tubuh ki Adhiyaksa seperti di remas dengan sangat kuat, bahkan raksasa itu bisa berubah bentuk.


tumenggung Wira Sanjaya menepuk bahu dari cucunya itu, "tidak nak, jangan memusnahkannya, di adalah pelindung Kalian,"


"aku tak butuh pelindung yang hanya di sumbangkan, kembalikan dia pada ayah Raka jika perlu pada Sarfaraz, karena aku bisa melindungi adikku sendiri," marah Aryan.


"maaf tuan, seharusnya saya tidak melakukan kesalahan," kata ki Adhiyaksa.


"aku tak pernah memberikan kesempatan kedua pada siapapun, jika kamu masih mu hidup kembali pada tuan mu!" bentak bocah kecil itu.


tiba-tiba tubuh ki Adhiyaksa terlempar jauh, Nyai Nawang dan tumenggung Wira Sanjaya kaget, mereka tak mengira jika kekuatan kedua bocah-bocah itu begitu besar.


bahkan Arkan tersenyum di balik tubuh kakaknya, "kami satu, dan kalian tak akan bisa melawan kami jika bersatu," kata keduanya.


tumenggung Wira Sanjaya melihat nyai Nawang, keduanya pun sepakat untuk mengembalikan sesuatu yang berharga untuk kedua bocah itu.


Suni mengantar keduanya kembali ke tubuhnya, ternyata sudah jam tiga sore, Aryan akan mengajak adiknya Arkan mandi.


Rafa yang menunggu keduanya bangun dan ingin bertanya pun bingung, pasalnya wajah Aryan tak bersahabat.


"Aryan, Arkan ayah boleh minta waktunya sebentar, ayah mu tanya," kata Rafa.


"silahkan ayah, kenapa harus meminta izin, tapi jika ingin bertanya tentang raksasa di belakang mu itu, aku tak tertarik dan pasti dia tak mengatakan apapun yang sebenarnya," kata Aryan melihat ki Adhiyaksa di belakang Rafa.


"dia itu tak suka dengan kami, jadi dia tak kan mau kami mengendalikannya, dia lebih menyukai kak Faraz, jadi berikan saja toh aku tak butuh dia, khodam pemberian, karena kami memiliki penjaga sendiri" jawab Arkan tersenyum tapi mata tajamnya menusuk.


Rafa terdiam, dia tak tau harus bagaimana, terlebih keduanya terlihat begitu terganggu.


"apa ayah boleh tanya, apa kalian yang mengajak Faraz main hingga hampir tersesat di dunia ghaib," tanya Rafa.


Aryan tanpa bicara langsung menyentuh wajah Rafa, dan pria itu pun melihat semua yang terjadi dari sudut pandang Aryan.


"yok..." ajak Faraz


meski masih tiga tahun ketiga bocah itu sudah sangat lancar dan pintar dalam segala hal.


"tidak nanti ayah marah," kata Arkan memegang tangan Aryan.


"kalian itu harus menurut padaku, lagi pula kita punya ki Adhiyaksa," kata Faraz.


"tidak mau, jangan paksa kami!" teriak Aryan.


"dasar ku adik tak berguna, lagi pula kita sudah di alam lain," kata Faraz yang memang bisa masuk dan sesuka hati main ke alam itu.


tiba-tiba begitu banyak orang yang datang menghampiri Arkan, karena mustika di tubuhnya.


tak terduga saat Ki Adhiyaksa menyelamatkan Faraz dan membawanya pergi, Aryan dan Arkan ketakutan tapi ada sebuah cahaya putih yang menyelamatkan kedua bocah itu dan mengembalikannya ke alam dunia.


dan itu saat keduanya di ketemukan setelah dua hari menghilang.


Rafa pun terlihat marah, dia tak pernah mengajari putranya Faraz begitu jahat pada kedua saudaranya.


"Ki Adhiyaksa, aku akan menghukum mu lagi, dan kau tak akan bisa keluar dengan wujud mu lagi seakan desa aman, atau saat salah satu dari kedua bocah ini membuka dan memaafkan mu dari semua kesalahan mu karena kamu itu khodam mereka, bukan putraku!" bentak Rafa.


"maafkan saya prabu, Karena saya lebih menyukai Aden Faraz," jawab Ki Adhiyaksa yang langsung di ubah menjadi keris dan langsung di tanam ke bumi oleh Rafa.


"sudah ayah, kami ingin ke Mushola," kata keduanya yang pergi bergandengan tangan.


Rafa pun sedih, di tak mengira Putranya bisa melakukan ini pada saudaranya sendiri.


Jasmin mencari dua bocah kecil itu, tapi tak menemukannya, "mas mana Aryan dan Arkan?"


"sudah di mushola, dan mana putranya, bukankah di seharusnya berangkat ke mushola untuk mengaji juga?" tanya Rafa.


"dia bilang jika badannya tak enak," jawab Jasmin berbohong


dia tau jika suaminya sudah tau segalanya, dan dia tak mau Rafa memarahi anaknya.


jika Rafa mengajarkan ketegasan dan kasih sayang antara saudara, tapi Jasmin begitu memanjakan putranya itu.

__ADS_1


"dek, jika kamu masih membeda-bedakan antara mereka bertiga, aku akan membuatmu dan putramu dalam hukuman, karena kita dapat amanah itu juga perlu tanggung jawab, tapi kamu begitu menyepelekan amanah itu," kata Rafa.


"karena aku tak ingin Putra ku selalu kalah dari mereka," kata jasmin.


tanpa keduanya sadari jika pak Suyatno mendengar semuanya, "kalau begitu kenapa tidak di kembalikan pada kami, aku masih kuat jika harus menghidupi kedua cucuku, jadi biarkan aku membawanya," kata pria itu geram.


"tidak pak, karena keduanya adalah amanah kami," kata Rafa.


"tidak baik jika kalian memaksakan diri, terlebih mereka masih punya kakeknya, jadi terima kasih sudah membesarkan mereka selama ini, tapi aku tak bisa kehilangan cucuku lagi setelah semua yang merenggut putri dan menantuku, dan kamu Jasmin aku tak mengira jika kamu memiliki pemikiran sepicik ini, padahal mereka hanya anak berusia tiga tahun, memang apa yang mereka bisa lakukan, toh mereka selalu mandiri," jawab pak Suyatno.


Suni memberitahu dua bocah itu jika kakeknya datang, dan keduanya pun berlari dan memeluk pak Suyatno dengan erat.


"Mbah kung..." terbaik Keduanya.


"iya le, Saiki Aryan dan Arkan ikut Mbah kung ya, kita, tinggal bareng Mbah uti," ajak pak Suyatno.


"tunggu pak, mereka adalah putra ku," jawab Rafa menahan Arkan.


"apa istrimu itu juga mengakuinya," kata psk Suyatno.


"tidak aku bukan putra ayah, kami putra dari kembaran ayah, semua orang dan mahkluk yang kami temui berbisik begitu, dan menyalahkan kami yang selalu menjadi perebut kasih sayang ayah pada kak Faraz, kami mau ikut Mbah kung..." tangis Arkan melepaskan tangan Rafa dari lengannya.


Rafa pun tak bisa berbuat apa-apa, dia tak mengira jika keistimewaan ini akan memecah Putra-putra nya.


"oh ya nak Rafa, jangan lupa nanti malam kirim doa untuk Wulan dan Raka, datang ke rumah kami, dan juga tolong bawa semua baju dan keperluan milik si kembar, biar kami yang merawatnya," kata pak Suyatno.


"baik pak," jawab Rafa pasrah.


saat mereka semua pergi, Rafa langsung masuk ke rumah, dan Jasmin mengikuti suaminya itu.


"puas kamu Jasmin, puas... kamu menghancurkan kepercayaan dari saudara ku, mereka berdua percaya pada kita lebih dari siapapun, dan kamu malah menghasut putra mu untuk membenci mereka, jangan kamu jadi wanita tamak Jasmin dengan apa yang kau miliki, jika Allah mau, semua yang kita miliki bisa diambil-Nya kembali," kata Rafa marah besar.


bahkan Adri dan Nurul sampai datang karena mendengar gaduh di rumah Rafa.


"hentikan pertengkaran kalian, suara mu terdengar sampai keluar," marah adri.


semua orang kaget, bahkan tubuh Jasmin lemas,dia tak mengira jika suaminya itu sampai harus mengatakan talak itu Padanya.


"Rafa kamu menjatuhkan talak," kata Adri.


"ya itu benar, karena aku sudah tak usah mendidiknya lebih baik ku pulangkan ke rumah ayahnya," kata Rafa


"mas kamu mau menceraikan aku karena kedua bocah itu? kamu keterlaluan mas!" kata Jasmin tak terima.


"jika bukan karena orang tua bocah-bocah yang kau benci, kamu sudah jadi janda sejak dari lama, kau kira aku bisa bertahan karena siapa, hanya karena Raka dan Wulan, kamu bahkan tak sadar itu," kata Rafa yang kemudian pergi begitu saja


nyai Nawang dan tumenggung Wira Sanjaya yang melihat dari jauh tak mengira jika akan terjadi hal seburuk itu.


Nurul pun menenangkan Jasmin, sedang Rafa memilih datang ke tempat lain untuk menenangkan dirinya.


Faraz pun memeluk sang bunda yang menangis, dia tak mengira jika dia dan ibunya di hukum berat.


"bunda.." kata Faraz.


"ini salah bunda sayang, seharusnya ibu tak cemburu pada kedua putra adikku sendiri, kenapa aku begitu buta dengan semuanya, hanya karena mereka lebih istimewa," lirih Jasmin.


"maafkan Faraz juga bunda, seandainya Faraz tak melakukan itu.." kata Faraz.


rafa sedang duduk di makam sang eyang, dia hanya bisa kesana saat ini, "Rafa sebenarnya ada apa, kenapa kamu begitu marah pada Jasmin terlebih kalian sudah punya Faraz, kita bisa membicarakan ini baik-baik Rafa," tegur Adri dengan suara rendah


"aku harus apa, disaat saudara ku dan istrinya berjuang untuk kembali agar bisa bersama putra-putranya, tapi Jasmin malah memperlakukan mereka dengan begitu berbeda," kata Rafa.


"kamu yakin, dia tetap seorang ibu Rafa, kamu menyalahkannya begitu saja, kamu ingat jika ketiganya sakit dia akan jadi orang pertama yang tak akan bisa mkan dan tidur demi menjaga Putranya, yang om tau dia hanya ingin jika putranya tak tertinggal dari di kembar, ya mereka terlalu pintar dan berbakat di usianya," kata Adri.


Rafa pun ingat bagaimana perkembangan ketiganya, meski putranya memiliki kemampuan yang mirip, tapi si kembar lebih dominan.


Rafa pun langsung berlari ke rumah tapi langkahnya terhenti saat melihat kehadiran di orang yang begitu dia rindukan.


Adri juga terkejut, pasalnya kedua orang ini, yang sudah hilang tiga tahun kini sudah kembali.

__ADS_1


"kamu melakukan apa Rafa, kenapa kamu menjatuhkan talak, kami tau semuanya," kata Raka pad saudaranya itu.


Wulan sedang memeluk Jasmin dan menenangkan wanita itu, dia tau mengasuh putra mereka memang tak akan semudah itu.


"kalian sudah kembali," kata Rafa yang langsung memeluk Raka.


"iya, kami sudah sehat dan Alhamdulillah semua berjalan baik, bahkan dokter mengatakan jika kami bisa pulang," kata Raka.


"dan mas Rafa tolong gugurkan talak mu, dan aku minta maaf pada kalian sudah merepotkan karena Putra-putra kami," kata Wulan tersenyum ke arah Jasmin.


"maafkan aku yang sempat cemburu pada putra kalian yang begitu genius di usianya," kata Jasmin menangis sesenggukan.


"iya mbak, dan aku yakin jika kak Sarfaraz akan sukses juga suatu saat nanti, karena memiliki orang tua seperti kalian," kata Wulan.


Rafa pun menghampiri Jasmin, dan Wulan berdiri bersama Raka, keduanya pun saling memaafkan, sedang Raka melihat istrinya.


dia ingat saat dia dan Wulan akan mati karena jantung Keduanya yang terluka parah, Rafa berusaha menyembuhkan dengan kekuatan yang dia punya.


setelah luka itu sedikit membaik Rafa pingsan, dan nyai Nawang dan tumenggung Wira Sanjaya membawa mereka pergi untuk berobat.


mereka di bawa jauh ke belahan dunia lain, dan selama tiga tahun ini Keduanya menjalani pengobatan.


malam hari, semua orang sudah berkumpul di rumah pak Suyatno guna mendoakan keduanya.


pak Suyatno yakin jika putrinya dan menantunya belum meninggal terlebih mereka tak melihat jenazah dari Keduanya saat itu.


jadi doa itu di lakukan untuk keduanya agar segera kembali jika masih hidup, dan semoga bisa di ketemukan jenazahnya jika memang sudah meninggal dunia.


rombongan keluarga Rafa datang, pak Suyatno dan yang lain menyambutnya.


"pak ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda," kata Rafa dan Jasmin yang membuka jalan.


pak Suyatno begitu bahagia melihat dia orang yang sudah di nantikannya itu.


"ayah... mama..." kata dua bocah itu yang langsung berlari memeluk kedua orang tuanya.


Bu mut, Fahri dan psk Suyatno juga menghampiri keduanya, pak Suyatno langsung memeluk keduanya sambil mencium keduanya.


"anak dan menantu bapak pulang ..." kata pak Suyatno.


"iya pak.." jawab Wulan yang juga bergantian memeluk ibu dan adiknya.


akhirnya dia pun di lanjutkan, semua orang kaget pasalnya mereka mengira jika keduanya meninggal karena kejadian buruk lalu.


acara pun berubah menjadi penuh syukur dan Kebahagiaan, bahkan Aryan terus di pelukan sang mama.


begitupun Arkan yang tak mau lepas dari ayahnya. "terima kasih ayah Rafa..."


Rafa pun mengacak rambut putra angkatnya itu. sedang Aryan mencium tangan Jasmin, "maafkan Aryan bunda, Aryan tadi pagi jahat sama bunda dan kak Faraz," kata bocah kecil itu.


keduanya telah di beri beri pengertian oleh tumenggung Wira Sanjaya dan keduanya pun sadar jika tingkah mereka itu buruk.


kini semua pun kembali berkumpul dengan bahagia, Aryan dan Arkan kini akan berada di pengasuhan dari orang tuanya.


dan juga semu khodam yang di miliki oleh mereka bahkan ada dua mahluk sakti yang juga akan menjadi pembimbing mereka yaitu nyai Nawang dan juga Ki tumenggung Wira Sanjaya.


keduanya akan menjadi pelindung sekaligus, terlebih dua bocah itu akan menghadapi dunia yang mungkin akan lebih gelap di banding orang tua mereka.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธtamat๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


terima kasih atas semua dukungan dari kalian semua, semoga terhibur dan maaf jika ada nama yang sama dan latar.


semua hanya murni ide author, dan tunggu kisah kedua bocah nakal itu ya...


dan selamat tahun baru untuk semuanya...


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA TAK LUPA JUGA SEMUA KRITIK DAN SARAN....


love you all......

__ADS_1


__ADS_2