
Pagi kembali menjumpa, sinar hangat sang surya menerpa plosok bumi memberikan rasa hangat dari dinginnya malam.
Sherli terbangun dari tidurnya, pandangan yang sedikit agak kabur ia tujukan pada jam dinding ditembok yang menunjukkan pukul enam. Ia bergegas bangkit dan bersiap untuk hari kedua ujian.
Pakaian telah melekat pada tubuhnya. Ia bergegas meraih tas dan menuju ke meja makan. Terlihat para orangtua Sherli telah memulai makan terlebih dahulu.
Sherli bergegas menyantap makanannya dan berangkat agar tidak telat mengikuti ujian.
"Ibu aku berangkat." Sherli berjalan cepat setelah barsalaman dengan sang ibu.
"Hati-hati, Nak!" teriak ayah Andre.
"Iya!" jawab Sherli berteriak.
Sherli segera menuntun motornya keluar dari garasi, ia segera melajukan motornya karena waktu ujian duapuluh menit lagi akan dimulai.
*
Setibanya di sekolah ia segera meletakkan motornya di parkiran dan masuk keruangan ujian.
"Huh, untung tepat waktu" gumamnya dengan nafas memburu.
Tidak lama kemudian penjaga ujian datang.
Sherli mengikuti ujian dengan hikmat dan fokus. Terasa sangat mudah baginya dan tidak membebaninya seperti hari lalu saat tubuhnya demam.
***
Bel telah berbunyi, menandakan waktu ujian telah usai. Sherli segera mengumpulkan hasil ujiannya dan keluar dari kelasnya.
Ia mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang terletak di depan ruangan. Tangannya sibuk mencari ponsel didalam tas untuk memeriksa pesan dari Felix.
"Kenapa tidak ada pesan?" gumamnya.
Sherli segera mengirimkan pesan pada Felix untuk menanyaan apakah mereka jadi pergi
atau tidak, karena ia juga tidak ingin menunggu terlalu lama.
"Kak jadi pergi?" ~ Sherli.
"Jadi lah, aku sudah didepan menunggumu, kemari!" ~ Felix.
Sherli beranjak dari duduknya menuju Felix berada. Felix yang melihat Sherli segera menghampirinya.
"Ayo, Sher!" Felix segera menarik tangan Sherli menuju mobilnya.
Ia membuka pintu mobil untuk Sherli, setelah Sherli masuk ia segera menutup pintu dan bergegas memutar menuju kursi kemudi.
Tanpa menunggu lama, Felix segera melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah.
"Demammu sudah pergi sayang," ucap Felix melirik Sherli tersenyum.
"Iya Kak, aku sudah sembuh kok," jawab Sherli.
Tidak lama kemudian Felix memberhentikan mobilnya di sebuah rumah makan.
__ADS_1
"Kenapa kesini, Kak?" tanya Sherli heran.
Ia segera melirik jam yang melingkar ditangannya yang masih menunjukkan pukul 9.30.
"Tentu saja makan."
Felix segera turun untuk membukakan Sherli pintu.
Ketika tangannya baru memegangi gagang pintu, Sherli membukanya terlebih dahulu sehingga Felix memundurkan tubuhnya beberapa langkah. Sherli segera menutup pintu mobil dan menghadap kearah Felix.
Felix berdecak kesal sambil mengerutkan keningnya melihat Sherli membuka pintunya sendiri.
"Kenapa, Kak?" tanya Sherli polos.
Felix memandang Sherli tajam dan berkata, "Aku tidak suka kau membuka pintu mobil sendiri. Jangan diulangi! Tunggu aku membukanya untukmu!" tegasnya.
Sherli hanya termenung memandang Felix, ia tidak menyangka hanya karena membuka pintu mobil sendiri Felix menjadi kesal kepadanya.
"Hanya hal sesepele itu dia marah? Sungguh keterlaluan" gerutu Sherli dalam hati.
"Iya Kak, tidak akan kuulangi lagi," jawab Sherli.
Ia memilih mengalah dari pada semakin panjang urusannya. Sherli tidak berinisiatif meminta maaf karena menurutnya ia tidak salah sama sekali.
"Baiklah!" Felix segera menggandeng tangan Sherli masuk kedalam rumah makan tersebut. Ia memilih bangku kosong di ujung ruangan. Mereka segera mendudukkan tubuh masing-masing.
Felix membuka buku menu diatas meja.
"Kamu mau makan apa, Sher?" tanya Felix menunjukkan daftar menu kepada Sherli.
Felix yang sedang melihat buku menu, sontak memandang kearah Sherli yang begitu antusias, ia tertawa kecil memandang gadis itu.
"Steak lagi?" tanya Felix. Sherli mengangguk cepat sebagai jawaban.
Bug!
Felix segera menutup buku menu, "Baiklah, mau minum apa?" tanya Felix lagi.
"Cocacola," jawab Sherli.
Felix segera melambai memanggil pelayan untuk memesan. Setelah mencatat pesanan, pelayan tersebut segera meninggalkan mereka.
Sambil menunggu makanan datang, Felix berbincang dengan Sherli.
"Bagaimana temanmu itu, apa dia kemarin mendatangimu lagi?" tanya Felix.
Sherli terdiam sejenak, ia takut Felix akan marah lagi kepadanya. Sherli hanya mengangguk tanpa berucap.
Felix menyadari jika Sherli tidak nyaman dengan obrolannya. Ia segera memegang tangan Sherli seraya berkata, "Sayang, aku mohon mulai saat ini apapun yang kamu lalui dengannya ceritakan kepadaku! Aku berjanji tidak akan memarahimu, aku akan mendukungmu dan membantumu agar terlepas dari ini semua, tolong jangan menderita sendiri!" ucap Felix lembut.
Sherli tersentuh dengan perkataan Felix, tak bisa dipungkiri ia begitu sesak selama Hongli berubah, ia pun tidak berani menceritakan hal ini kepada keluarganya.
Sherli takut jika bercerita kepada keluarganya, mereka tidak akan percaya. Dan jikapun percaya mereka akan melarang Sherli untuk menemuinya secara sepihak tanpa menyelesaikan masalah yang ada dan akan berakhir pada kehancuran keluarganya.
Airmata mengalir begitu saja dipipi Sherli, "Terimakasih ya Kak, aku sangat senang Kakak mendukungku," ucapnya lembut.
__ADS_1
Felix segera menyeka airmata Sherli. Melihat responnya seperti itu Felix sungguh merasa menyesal telah mengatakan hal yang menyinggungnya hari lalu. Padahal dia membutuhkan seseorang untuk disampingnya.
"Iya Sayang, maafkan aku sekali lagi, aku sangat menyesal kemarin" ucap Felix dalam.
"Sekarang coba ceritakan kepadaku apa yang ia katakan?" tanya Felix.
"Kak dia ingin aku datang dikediamamannya haru Sabtu sampai Minggu sore, aku sangat bingung meminta izin pada ayah dan ibu. Aku sudah menolaknya tapi dia memarahiku," ucap Sherli.
Terselip perasaan cemburu dalam relung hati Felix, namun ia berusaha mungkin untuk menepis itu semua.
"Lalu bagaimana jika kamu tidak dikembalikanya, Sher? Apa yang dikatakannya saat kamu menolaknya?" ucap Felix cemas. Ia takut jika tidak bisa bertemu lagi dengan sang kekasih.
"Aku juga tidak tahu pasti Kak, tapi aku akan selembut mungkin menghadapinya agar dia tidak marah dan aku bisa dikembalikan. Ia mengancamku jika aku tidak menurut keluargaku yang akan disakiti," ucap Sherli sedih.
Felix menghela nafas mendengar jawaban Sherli.
"Sher .... jujur saja, aku sangat cemburu kau bersikap lembut pada pria lain, namun akupun tidak bisa melakukan apapun karena keluargamu yang akan terkena imbasnya. Aku hanya ingin kau menjaga hatimu untukku! Langsung hubungi aku ya jika kau sudah kembali!" ucap Felix.
"Iya Kak, aku faham bagaimana perasaanmu, aku akan menata hatiku dan berusaha menjaga diriku," jawab Sherli.
Tidak lama kemudiaan pelayan datang menghampiri meja Felix dan Sherli membawakan pesanan mereka.
"Baiklah makanlah dulu," titah Felix. Sherli dan Felix segera menyantap makananya, dan terbuai dalam fikiran masing-masing beberapa saat.
"Sher, besok aku kerja keluar kota menemui klien sampai hari Senin, jadi kita tidak bisa bertemu" ucap Felix menghentikan makannya.
Sherli mengangguk paham.
"Iya, Kak, tidak apa-apa fokuslah bekerja!" jawab Sherli.
Felix melanjutkan makannya, dia kesal dengan respon Sherli yang tidak sesuai dengan harapannya. Padahal ia ingin Sherli sedikit kesal dan menahannya agar tidak pergi.
"Apa-apaan ini, dia sangat tenang aku pergi. Padahal aku malas sekali berangkat karena tidak bisa bertemu dengannya. Jika bukan demi papa aku tidak akan berangkat" gerutu Felix dalam hati.
Mereka telah melesaikan makannya, Felix segera membayar tagihan dan meninggalkan tempat itu bersama Sherli. Felix segera melajukan mobilnya meninggalkan area tersebut.
"Kita mau kemana lagi, Kak?" tanya Sherli.
"Aku akan mengantarmu kembali ke sekolah, satu jam lagi aku harus kembali bekerja, jadi aku harus pergi." Ucap Felix tanpa menoleh.
"Baiklah, Kak." Sherli langsung terdiam.
Felix kembali berdengus kesal. "Sebenarnya dia mencintaiku atau tidak sih?" batinnya kesal.
*
Setibanya di area sekolah, Sherli segera pamit kepada Felix dan turun dari mobil. Setelah mobil Felix tidak terjangkau oleh pandangannya, ia segera masuk kedalam sekolah dan mengambil motornya lalu bergegas untuk pulang.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views.
__ADS_1
Terimakasih yang telah membaca :).