
mereka bertiga sudah sampai di Masjid, seorang pria bersorban putih menyambut ketiganya.
"saya sudah menunggu anda," katanya sambil tersenyum
"apa Adhiyaksa masih tertidur, bukankah harusnya dia menjaga tempat ini," kata Rafa berjalan masuk kesebuah ruangan.
"setelah kejadian anda yang hilang, beliau terus bersemedi, dan hanya anda yang bisa membangunkan beliau."
"Raka kemarilah," panggil Rafa.
"tuan, apa anda sudah merasakannya?" tanya penjaga masjid.
"iya pak, dan yang hanya bisa membangunkan beliau setelah ini hanya Raka," jawab Rafa tersenyum.
pria itu meneteskan air matanya, dia tak mengira jika Rafa akan bicara seperti itu.
Raka menaruh tangan Raka di sebuah batu besar hitam, kemudian Rafa mentransfer kekuatannya.pada Raka.
"Raka berdo'a, dan bangunkan penjaga desa ini, dia bernama Ki Ageng Adhiyaksa, dan sebentar lagi akan menjadi pelindungmu," kata Rafa.
Raka pun mengikuti perintah Rafa, dia mulai berdo'a, "Ki Ageng Adhiyaksa, tolong bangun dan bantu kami melindungi desa ini."
Rafa melepaskan tangannya dari punggung Raka, dan melihat tangannya memucat.
Sesnag tiba-tiba datang, Rafa mengangguk tersenyum, Sesnag pun menghormati semua keputusan Rafa.
"dalem sendiko dawuh," sesosok mahluk tinggi besar dengan dua tanduk besar.
dan gigi taring begitu besar, bahkan ukuran tubuh mahluk itu begitu besar.
"Ki Adhiyaksa, saya mohon tolong lindungi desa, karena beberapa hari ini mulai ada mahluk yang meresahkan warga desa," kata Raka sopan.
"inggeh prabu," jawab mahluk itu.
"sekarang ayo kita ikuti Ki Adhiyaksa, pasti sekarang beliau menuju ke rumah pelaku pesugihan," ajak Rafa.
benar saja, raksasa itu sudah berhasil menangkap tuyul yang berjumlah dua orang.
belum lagi ada bayi bajang yang juga tertangkap, tapi sepertinya mahluk itu sengaja di buang di desa.
"sejak kapan mahluk rendahan berani membuat kegaduhan di tempatku, kaloan cari mati," kata Ki Adhiyaksa.
ketiga mahluk itu di telannya tanpa ampun, kemudian pagar ghaib juga di perkuat.
Ki Adhiyaksa bahkan memastikan bahwa semua mahluk tidak bisa mengacau di desa itu.
__ADS_1
rafa tersenyum melihat Ki Adhiyaksa kembali duduk untuk semedi, "matur sembah nuwun Mbah, mantun Niki Kulo pasrahkan semua ke panjenengan,"
"Iyo le, istirahat yang tenang setelah ini,"
"apa sudah selesai?" tanya Alfin.
"mahluk sudah tidak ada, Sekarang kita akan segera tau siapa yang melakukan hal ini," jawab Rafa.
mereka pun melewati rumah pak RT, Raka melihat sesuatu yang mengejutkannya.
pasalnya pria itu memiliki ikatan pesugihan tapi dengan cara memiliki istri ghaib.
sedang ada dua orang yang belum di ketahui, yaitu pak polo dan juga pak Sugeng.
keduanya lewat rumah pak Sugeng ternyata ada sebuah serangan, dan Rafa menahannya untuk melindungi Raka.
sebuah bola api mengenai tubuh Rafa, ternyata itu perbuatan Antika yang membantu pak Sugeng dalam memberikan kekayaan.
Ki Adhiyaksa bangun lagi, Sesnag marah melihat itu, pasalnya Rafa berteriak kesakitan karena tubuhnya seakan terbakar.
Sesnag melawan Antika tapi tak bisa menang, akhirnya Ki Adhiyaksa memisahkan tubuh Antika dan mengambil inti ilmunya.
dan kemudian memberikannya pada Rafa, tapi pria itu tetap kesakitan, "bawa dia ke dunia mu dulu Sesnag, sembuhkan dia dengan batu ular milikmu," perintah Ki Adhiyaksa.
"baik Ki," jawab Sesnag membelit tubuh Rafa dan membawanya pergi.
sedang tiba-tiba Raka pingsan setelah musnahnya Antika, Ki Adhiyaksa mengambil aura yang tertinggal dan membuat kerajaan kera ghaib itu terbakar juga.
malam itu Alfin bergegas membawa Raka menjauh, keesokan paginya semua orang kaget melihat rumah pak Sugeng sudah hangus tak bersisa.
tak ada satu orang pun yang tau tentang kebakaran itu, bahkan Raka juga belum sadar setelah kejadian semalam.
Jasmin masih terdiam di kamarnya, pasalnya semalam Rafa berpamitan dengan kata-kata yang aneh menurut dirinya.
"Jasmin, bak ayo sarapan," panggil Mak nur.
"inggeh eyang, sekedap," jawab Jasmin yang bangun dari ranjangnya.
tapi tiba-tiba kepalanya pusing bukan main, akhirnya Jasmin pun tak sadarkan diri.
Mak nur yang mendengar suara keras pun langsung masuk, dan kaget melihat Jasmin pingsan.
"Adri nak, tolong Jasmin pingsan!" panggil Mak nur.
Adri datang dan kaget, dia pun bergegas mengendong Jasmin dan membawanya ke puskemas.
__ADS_1
Jasmin kembali kesebuah istana, dia melihat sosok Rafa yang terbaring di atas sebuah batu.
Sesnag menghampiri Jasmin yang kebingungan, "maafkan kami tak bisa melindunginya, dan untuk beberapa waktu mungkin dia harus di sini terlebih dahulu," kata Sesnag.
"kenapa? terus bagaimana dengan kami," lirih Jasmin.
"untuk sementara tuan Raka yang akan menjaga anda," jawab Sesnag.
"tidak mau, aku lebih baik pulang ke rumah orang tuaku saat suamiku tak di sisiku," jawab Jasmin sedih.
"tapi anda bisa dalam bahaya karena bayi anda memiliki sesuatu yang menjadi incaran para mahluk yang ingin menambah kekuatan," jawab Sesnag.
"tapi aku membutuhkan suamiku ..."
Suni datang dan menjilat kaki Jasmin, "biar hamba yang melindungi anda dan calon bayi anda," kata Suni.
"tapi bagaimana bisa, aku bahkan tak bis melihat mu," kata Jasmin mengusap kepala Suni.
Sesnag membuka nya batin milik Jasmin, "mulai sekarang anda akan bisa melihat kami, dan akan bis datang saat anda merindukan suami anda," kata Sesnag.
Suni kemudian mengantar Jasmin kembali ke tubuhnya, dan dia sadar sudah di sebuah klinik.
Mak nur pun tersenyum saat melihat Jasmin sadar, tapi Jasmin malah menangis memeluk Mak nur.
Raka baru sadar, dan langsung mandi dan menuju ke rumah pak Sugeng yang sudah ramai orang.
jenazah pak Sugeng sudah di bawa polisi untuk di otopsi, dan juga di lakukan olah TKP.
dan polisi menyatakan bahwa kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik.
karena terjadi pas dini hari maka tak ada orang yang mengetahui kejadian itu, terlebih rumah pak sugeng terletak di ujung desa.
Raka melihat ada arwah pak Sugeng yang sudah berubah menjadi berbulu menyerupai seekor kera.
Raka tak melihat saudaranya Raka, dia pun menghampiri Alfin, tapi saat menyentuh pundak Alfin.
bayangan kejadian semalam terlintas kembali, bahkan Raka langsung terduduk lemas saat tau dan ingat apa yang terjadi.
Alfin pun buru-buru memapah Raka ke tempat teduh dan memberikan minum.
"tenanglah, Rafa baik-baik saja, di sedang dalam kondisi pemulihan," kata Alfin.
"tapi dia harus sampai seperti ini karena melindungi ku, aku ini pembawa sial ya kak, bahkan Rafa harus berkali-kali terluka, terlebih sekarang dia memiliki Jasmin dan calon anak mereka," lirih Raka.
"Jasmin pasti sudah tau, dan lagi sekarang itu tugas mu untuk menjaga mereka selagi Rafa pemulihan," kata Alfin.
__ADS_1
Raka pun mengangguk setuju, dia akan menjaga istri dan calon anak Rafa.