
Rafa sudahdi kelilingi oleh semua orang, pasalnya mereka ingin mendengar cerita Rafa tentang apa yang di alaminya saat pengobatan hingga bisa sembuh.
"ada apa? jangan melihatku seperti itu, aku seakan ingin di terkam oleh kaloan semua," kata Rafa tertawa ngeri.
"sudah cepat cerita," kesal Adri memukul pundak keponakannya itu.
Rafa pun tertawa, "maaf om, aku hanya berangkat ke Singapura untuk berobat, tak ada apa-apa kok, lihatlah sekarang aku sudah bisa berjalan normal seperti dulu," jawab Rafa.
"terserah kamu saja, karena aku yakin jika ini semua adalah rahasia Allah, terutama kesembuhan mu yang seakan tak masuk akal itu," kata Adri.
Mak nur pun langsung meneluk Rafa, wanita itu sadar jika kutukan untuk keluarga mereka juga sudah patah.
Rafa pun memeluk erat Mak Nur, "eyang, aku baik-baik saja, jangan sedih seperti ini, aku juga sudah menyelesaikan semua kutukan tujuh turunan itu," bisik Rafa.
"kamu memang pelindung keluarga ini," gumam Mak nur.
"bukan Mak, pelindung dan cahaya yang sesungguhnya belum hadir, dia masih di dalam perut Jasmin," jawab Rafa.
sebenarnya kedatangan Rafa adalah demi melindungi istri dan calon anaknya.
terlebih Delia yang memiliki ilmu hitam yang mencari janin untuk menyempurnakan ilmu itu.
dan janin Jasmin adalah target utama untuk puncak ilmu hitam wanita itu.
itulah kenapa saat dia sembuh langsung bergegas pulang, terlebih desanya dalam masalah besar saat ini.
Delia sudah mulai belajar semua ilmu tentang kuyang dari sebuah potongan daun lontar.
itu adalah mantra yang begitu lama, itu terdapat dari seorang wanita yang pernah menjadi kuyang sakti.
dia sedang melakukan ritual dengan berdiam bersemedi di sebuah gua, dia membohongi orang tuanya.
pak Panji sebenarnya tau apa yang di lakukan putrinya itu, karena dia juga memantau Delia dari seorang dukun.
Delia adalah dirinya yang selalu gadis bisa memiliki apapun yang di inginkan, tak peduli itu barang atau orang.
dan jika Delia bersama Rafa itu akan sempurna, apalagi jika Rafa mau mengikuti ilmu milik Delia.
bisa di pastikan jika keduanya akan menjadi pasangan dukun paling hebat dalam ilmu hitam.
Jasmin bangun dan tak mendapati rafa di sekitarnya, dia pun terdiam sedih.
__ADS_1
"apa semuanya hanya mimpi," lirih Jasmin sedih.
"apanya yang mimpi dek?" tanya Rafa yang datang membawa nampan berisi susu ibu hamil.
Jasmin mencubit tangannya dan terasa sakit, kemudian dia mencubit Rafa.
"sakit dek..." kata Rafa mengusap bekas cubitan Jasmin.
"aku tak mimpi mas," kata Jasmin menangis.
"iya dek, ini bukan mimpi," bisik Rafa.
Jasmin pun memeluk tubuh suaminya, dan Rafa membalas pelukan itu.
"sudah-sudah, jangan nangis gini dong, nanti cantiknya luntur loh," goda Rafa.
"gak papa, sebelum aku puas memeluk mas Rafa, karena kamu terlalu lama meninggalkan aku," lirih Jasmin.
Rafa pun diam menerima pelukan itu, tak lama terdengar suara perut dari Jasmin yang cukup keras.
Rafa ingin tertawa tapi di tahan, kalau tidak bisa terjadi perang dunia lagi mungkin.
"sudah yuk, nanti malam di lanjutkan lagi pelukannya, sekarang minum susu dulu yuk," ajak Rafa.
"sekarang ayo mandi yuk dek, kita belum sholat dhuhur loh, ayo sayang, jangan males dong nanti baby nya ikut males nih," kata Rafa.
"sabar atuh mas," jawab Jasmin cemberut.
Rafa pun membantu Jasmin, setelah mandi mereka pun melakukan sholat berjamaah di rumah.
sedang Raka masih sibuk mengoreksi hasil ulangan semua muridnya, bahkan dia tak mengira jika banyak yang mendapat nilai yang cukup buruk.
"ah ... ini anak-anak bisa-bisanya nilainya jeblok semua," kesal Raka.
dia pun memutuskan pulang untuk minta bantuan Jasmin, karena dia sudah pusing.
tapi sebelum pulang, dia membelikan kue untuk kakak iparnya biru, ya itung-itung hadiah minta tolong.
tapi saat sampai di rumah, dia kaget melihat pria yang sedang menyapu, Raka langsung berlari dan memeluk saudara kembarnya yang sedang di emperan rumah.
"aduh Raka, jangan peluk kayak gini, jijik tau," dorong Rafa.
__ADS_1
"gak peduli, kamu keterlaluan kamu bisa-bisanya melakukan hal gila seperti dulu, aku hampir gila di buatnya, aku binggung menghadapi istrimu,"kata Raka.
"tapi kamu berhasil mengantikan aku menjaganya, dan yang parah kamu malah gagal ta'aruf gara-gara aku," kata Rafa.
"tutup mulutmu, aku sedang tak ingin membahas masalah itu, jadi jangan membahasnya," marah Raka.
"kenapa? bukankah kamu menyukai azizah?" tanya Rafa.
"tidak, aku hanya kasihan dengan keluarganya, dan bukan perasaan seperti yang kau maksud," jawab Raka.
sedang adri pulang bersama Rania dan Nurul, Rafa dan Raka tersenyum melihat makin akrabnya om dan calon istrinya itu.
"aduh ... makin so sweet aja, tapi cepet halalin lah om, jangan di ajak main dan jalan-jalan Bae, biar gak ada fitnah," kata Raka.
"itu sih mudah, asalkan Nurul mau, sekarang pun bisa, benar tidak Nurul?" kata Adri.
"baiklah, lusa Mbak Nurul tolong bersiap, kami akan datang melamar dan sekalian ijab Kabul, apa anda sudah siap?" tanya Rafa tegas.
"insyaallah, apalagi saya juga sudah yakin dengan mas Adri, dan ibu juga sudah setuju," jawab Nurul.
"Alhamdulillah ..." kata semua orang.
"yey .... Rania akan punya bunda Nurul." teriak bocah itu begitu senang sampai melompat-lompat.
Adri terdiam, dia tak mengira jika nurul bisa memberikan jawaban ini setelan tiga Minggu.
tapi Adri yakin mereka akan mengarungi kehidupan rumah tangga dengan baik.
apalagi setelah kegagalan Nurul, dan masa lalu Adri yang juga pernah hancur, maka mereka bersiap untuk memulai dengan bismilah.
tiba-tiba rumah Mak nur begitu sibuk dengan persiapan untuk lamaran antara Adri dan Nurul.
Jasmin juga memilihkan beberapa baju dan juga hantaran, sedang Luna memilih perhiasan.
sedang si dua pria kembar, sudah heboh di kantor desa untuk menyiapkan pernikahan Adri.
bahkan pernikahan itu disiapkan hanya dalam waktu dua setengah hati saja.
karena mereka tak ingin menunda hal baik, dan sekarang hanya tinggal Raka yang belum memiliki kekasih.
apalagi setelah pria itu menolak perjodohan dengan Azizah, karena alasan yang tak masuk akal.
__ADS_1
tapi Rafa juga tak bisa memaksa saudaranya itu, terlebih Raka sudah dewasa dan sudah bisa memilih sendiri.
sedang hanya Rizal dan Aira yang bisa membujuk Raka, karena keduanya adalah orang yang bisa menekan Raka.