Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
pertolongan si kembar


__ADS_3

setelah pulang dari pernikahan Azizah, kini giliran Raka yang dapat ledekan dari semua orang.


"aduh pingin deh lihat Rafa menikah seperti tadi, uh .. kapan ya, habis punya cucu begini banget," kata Mak nur.


"aduh eyang, aku masih belum mau menikah," jawab Raka.


"iya Mak, nunggu calon istrinya lulus sekolah dulu, masak iya pemilik yayasan menikahi gadis muda masih sekolah kan gak lucu," ledek Adri


"omongan om yang gak lucu tau, bikin kesel saja," jawab Raka yang pergi.


sedang Mak nur, Jasmin dan Nurul sedang berunding untuk acara tujuh bulanan Jasmin.


sedang Rafa memilih bermain video game dengan Adri, sedang Rania tidur siang di temani Raka.


entahlah beberapa hari ini, suasana desa dan sekitar mereka begitu kondusif hingga sempat membuat terlena.


tapi itu tak boleh tejadi lagi, pasalnya itu bisa gawat kalau sampai ada mahluk yang ingin jail ke warga desa.


saat setelah shalat isya', keduanya sedang berdiri di jalan desa, tiba-tiba Ki item datang dan langsung berdiri dalam mode perang.


Rafa dan Raka yang mengerti juga langsung pulang dan berganti pakaian dan memakai sarung tangan.


Jasmin dan para wanita, di minta tidur dalam satu rumah dan tak di ijinkan untuk berpisah.


sedang Adri menjaga semua wanita di rumah, pukul delapan malam suasana desa yang biasanya ramai.


tiba-tiba begitu terasa sepi dan dingin, kedua saudara kembar itu pun memilih untuk berjalan menyusuri jalan desa.


tiba-tiba terdengar suara kentongan di pukul, padahal Rafa tau benar jika tidak ada tim ronda setelah kejadian teror.


"tunggu pak, anda siapa berani mencari mangsa di sini, pergi dari desa ini atau kami memusnahkan anda," kata Raka menahan dengan bambu kuning bertuliskan lafadz Allah.


"bukankah di desa ini adalah pengambilan tumbal, karena arwah mereka tergadai bukan, lihat saja," kata hantu hansip itu.


Rafa pun tak menyadari sesuatu, ternyata benar itulah kenapa Ki item datang dengan mode perang.


"tidak boleh!" teriak Rafa yang membuat hantu itu terpental menjauh.

__ADS_1


Rafa dan Raka langsung bersila di putukan yang ada di desa itu, dan mereka membantu Ki item mejaga desa.


bahkan Sesnag juga datang beserta pasukan, dan semalaman mereka mendapatkan serangan bertubi-tubi.


sampai saat subuh serangan berhenti, keduanya sudah kelelahan dan memutuskan pulang.


setelah shalat keduanya bahkan tertidur di mushola. kebetulan pak lurah yang ingin bertamu malah harus menemui keduanya di mushola.


"assalamualaikum nak Rafa dan nak Raka," sapa pak lurah.


"waalaikum salam, maaf apa kami ketiduran di Mushola," kata tak bangun dari tidurnya.


dia kaget melihat Rafa yang sudah Ngrogo Sukmo, dan langsung saja Raka menarik saudaranya itu kembali ke tubuhnya.


"kau gila, bukannya istirahat malah cari mati," kata Raka kesal


"maaf aku hanya penasaran siapa yang melakukan ini pada desa," kata Rafa.


"sebenarnya ada apa, saya kemari ada sesuatu ingin bertanya, di desa tetangga kita, banyak orang mati mendadak, sedang di desa kita juga mulai sakit-sakitan, dan di desa sebelah mulai banyak korban setelah pak Panji sering memberikan sembako," kata pak lurah.


"iya mas, di desa kita sudah dua kali dapat seperti itu," jawab pak lurah.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun," saut Rafa dan Raka.


"ada apa mas?" tanya pak lurah.


"itu kalian menjual diri untuk tumbal, itu sebabnya tetangga desa kita banyak yang meninggal setelah dapat sembako," kata Raka.


"terus kita harus apa mas, kita tak mungkin membuat warga meninggal beruntun kan," kata pak lurah.


"ada satu hal yang bisa di lakukan, kita ruqyah massal, dan mulai sekarang larang dan jangan di terima lagi, jika tidak kami maupun penjaga (Danyang) desa ini juga tak bisa membantu apapun," kata Rafa tegas.


"baik mas, besok kita adakan ruqyah, butuh apa lagi sebagai persiapan?" tanya pak lurah.


Raka pun memberi tahu apa saja yang harus di bawa, dan masalah itu juga di umumkan melalui masjid dan mushola.


ustadz Yusuf datang bersama ustadz Salahuddin, tak lupa ustadz Hasan dan seluruh anak muridnya besok.

__ADS_1


hari ini suasana desa cukup Keos, bahkan Rafa harus mendoakan empat galon air untuk sementara.


karena banyak yang mulai merasakan hal yang buruk dalam tubuh mereka, bahkan dalam mengajar keduanya juga kurang bisa fokus.


tak lupa besok akan di bawa daun Bidara dan daun kelor dalam jumlah besar.


saat sedang shalat Dhuha, Raka me dengar sesuatu dan dia pun tersadar, dan tak menyadari ada orang di dalam masjid selain dirinya.


seharian ini Keduanya tak bisa konsen, tapi tetap harus melaksanakan tugas dan kewajiban mereka mengajar.


bahkan malam hari, Raka terpaksa pergi ke desa Aira untuk membantu ki Adhiyaksa mengusir semua mahluk yang mengincar desa itu.


"tolong di siarkan, jangan ada yang berani mengambil sembako yang di berikan percuma, apalagi dari orang yang tidak di kenal, jika tak ingin mati," ucap Raka.


pak lurah pun langsung menyebar orang, mereka semua percaya pada Raka.


ternyata pak Satyo juga mengiyakan apa yang di katakan pemuda itu, kini mereka saling membantu, di Masjid dan musholla-musholla terdengar alunan suara bacaan Al-Qur'an semalam suntuk.


begitupun di desa yang di jaga Rafa, bahkan banyak warga yang mulai muntah dari semalam, bahkan Yasin dan ayat kursi wajib di baca setiap rumah.


sedang di desa tempat tinggal Wulan, gadis itu berjalan sudah menakuti semua arwah, "sopo seng ngongkon awakmu mrene, ngolek mati, nyingkreh o ...." usir Wulan yang sudah kerasukan sosok wanita berpakaian kerajaan berwarna merah.


ternyata yang berada di tubuh Wulan adalah Danyang desa itu, kini Wulan juga sudah memagari desa itu dengan pagar ghaib.


pak Suyatno menjaga putrinya agar tak terluka, pak lurah desa Wulan yang tau, juga langsung melakukan apa yang di lakukan tetangga desa mereka.


Delia marah, karena rencananya kembali di gagalkan oleh ulah Rafa dan Raka, bahkan dia juga dapat serangan dari orang baru.


dia tak bisa terus seperti ini, tubuhnya bisa busuk dan di gerogoti oleh ilmunya yang belum sempurna.


"brengsek, Panji bodoh bagaimana bisa ketahuan, ilmu tak bisa sempurna kalau tak mendapatkan tumbal!" teriaknya marah.


keesokan paginya, acara ruqyah di bagi sampai tiga sesi, karena banyak orang yang ingin ikut.


tapi ada hal yang terduga saat Delia berani datang berbaur dengan masyarakat umum.


tanpa di duga sesuatu terjadi dan menjadi kebenaran tentang siapa gadis yang di cintai oleh Raka.

__ADS_1


__ADS_2