Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
tim rempong


__ADS_3

Raka merasa malu dengan kelakuan dari dua pria yang ikut bersamanya itu.


bahkan Raka memeluk Aira saking malunya, "ya Allah, dosa apa aku punya dua saudara tukang kepo begini," lirih Raka.


"hei, kepo-kepo gitu, mbak cinta loh, udah kamu disini saja, mbak juga tenang kok, soalnya Rafa yang jaga di kembar," kata Aira.


"ya Allah ... makin hancur tuh tingkah keponakan di pegang Rafa," kata Raka tak habis pikir.


mendengar ucapan dari Raka, Aira memukul pria itu pelan, sedang Bu mut dan yang lain tertawa.


Adri, Alfin dan pak Suyatno datang menghampiri rumah pak Prapto, ternyata ada penagih hutang.


pak Suyatno pun menolong pria yang sudah babak belur itu, "kalian ini selalu, apa tidak bisa di bicarakan baik-baik," kata pak Suyatno.


"wah supir ini ternyata sudah pulang, Kenapa mau melunasi hutang teman mu itu hah, hutangnya lima puluh juta," kata juragan Gatot


"apa, kenapa kamu bisa berhutang sebanyak itu, kan aku sudah bilang jika butuh sesuatu kamu bisa menemui ku," kata pak Suyatno.


"awalnya tidak sebanyak itu, tapi bunga hutang itu yang terus bertambah," jawab pak Prapto.


"ayah," panggil Irma yang datang.


Alfin dan Adri yang ingin membantu pun mengurungkan niatnya, pasalnya gadis itu tadi melukai hati Wulan.


"wah wah ... lihatlah siapa yang datang, gadis Urakan ini, sayangnya aku tak tertarik padanya, jika kamu bisa membuatku menikah dengan putri Suyatno, aku menganggap semua hutang mu lunas Prapto, ha-ha-ha," kata Gatot di depan semua orang.


"hei!!!" teriak Adri dan Alfin bersamaan.


para centeng juragan Gatot menahan kedua pria itu, "jangan berani menyebut nama calon adik ipar kami," kata Alfin menunjuk pada juragan Gatot.


"apa? dia sudah memiliki calon suami, memang kenapa karena aku ingin menikahinya, dan siapapun tak bisa melarangku," kata juragan Gatot.


"tutup mulut mu, apa kau tak tau siapa aku!" teriak Adri.


"kau hanya pemilik pengilingan kecil, jadi diamlah," kata juragan Gatot angkuh.


"Yatno, tolong aku, penuhi saja permintaan pria itu, anggap saja kamu membalas Budi pada kami," kata Prapto.

__ADS_1


pak Suyatno melepaskan tangan sahabatnya itu, "kau bisa dengan mudah mengatakan itu Prapto, aku tau aku dulu berhutang Budi, tapi tidak dengan menyerahkan putriku untuk membayar hutang mu, kau gila!" teriak pak Suyatno.


"tapi bagaimana aku harus melunasinya sekarang, istriku dan dua putraku di bawa sebagai jaminan, dan hanya putrimu yang bisa membantu kami," kata Prapto memohon sambil menyentuh kaki Suyatno.


"kau tau, bagaimana aku dan istriku begitu merindukan momongan dulu, dan sekarang kau begitu mudah meminta putriku jadi pembayar hutang, kau gila, tidak akan pernah aku lakukan," kata pak Suyatno.


"aku mohon paklek, hanya Wulan yang juragan Gatot inginkan, seandainya aku bisa aku sudah membayar hutang ayahku," kata Irma yang ikut memohon.


"kamu juga, tidak akan pernah, jangan harap itu, dan budi yang kau berikan dulu tak sebanding dengan kehidupan putriku yang ingin kau hancurkan," kata pak Suyatno yang sudah marah.


"sudahlah, kenapa kalian malah berdrama di sini, jadi kapan hutang akan kalian lunasi, jika tidak besok satu persatu kamu akan menerima mayat istri dan dua putramu," kata juragan Gatot.


"Yatno!!!" panggil pak Prapto.


"tidak, putriku adalah kebanggaan ku, nama baikku dan hidupku, lebih baik kau membunuhku saat kau ingin menjual putriku, kenapa harus putriku!" teriak pak Suyatno.


saat semua masih tegang menyaksikan dua pria itu, tiba-tiba juragan Gatot muntah darah bercampur kelabang.


perut pria itu juga membesar, kemudian memuntahkan cairan hitam pekat berbau busuk.


"itu hukuman untuk bandot tua seperti mu, kau tak akan bisa mati selama kamu tak bisa menemukan teluh yang sudah ku tanam," gumam seorang wanita tertawa melengking.


istri dan dua putra pak Prapto pun berhasil bebas berkat bantuan istri ketiga dari pak Gatot.


wanita itu nampak biasa melihat kondisi suaminya, "kamu cari naas mu sendiri mas, kalian semua bawa juragan pulang,"perintah wanita muda itu.


"Indra, terima kasih," kata pak Prapto.


"kau pria buruk Prapto, kau bahkan tega ingin menjual putri teman mu, hanya agar bisa mendapat uang dari pria tua itu," kata wanita yang pergi begitu saja.


semua orang pun mulai bergunjing, sedang Irma dan ibunya saling berpelukan.


"mulai saat ini, kita tak punya hubungan apapun Prapto, dan Budi yang kau ungkit, sudah lama aku bayar dengan semua bantuan yang aku berikan, jadi mulai saat ini keluarga ku tak kenal dan tak punya hubungan dengan kalian semua, hari ini aku Suyatno bin Ruslan. memutuskan hubungan kekeluargaan kita!"


semua orang kaget, pasalnya dua keluarga itu begitu harmonis, dan karena keserakahan Sekarang semua hancur.


pak Suyatno pulang bersama Adri dan Alfin, keduanya pun tak mengira akan melihatnya lagi.

__ADS_1


setelah putrinya yang menghina Wulan, dan sekarang pak Suyatno di buat kecewa oleh keluarga itu.


ketiganya berjalan kaki, pak Suyatno tiba-tiba terjatuh sambil terisak-isak, Adri pun membantu pak Suyatno.


"tenang pak, tolong jangan seperti ini, bapak orang yang kuat," kata Adri memberikan semangat.


"apa salah saya juragan, saya terus membantunya tanpa menghitungnya, tapi kenapa dia tega ingin menjual putriku pda juragan Gatot yang sudah memiliki empat istri, memang apa salah putriku," ucap lirih pak Suyatno begitu menyayat hati


Alfin pun menghapus air matanya, bagaimana pun dia juga seorang ayah dari seorang putri.


"pak Allah telah menunjukkan semuanya pada kita, dan bapak sekarang harus lebih waspada, dalam menjaga putri anda," kata Alfin.


pak Suyatno mengangguk, dia pun bangun dan melanjutkan perjalanan pulang.


saat sampai di rumah, ketiga pria itu menunjukkan raut wajah yang tak enak.


Raka yang melihatnya langsung menghampiri ketiganya, Raka menyentuh tangan pak Suyatno.


tiba-tiba Raka marah dan ingin pergi, Alfin berhasil menangkap adik iparnya itu agar tak membuat onar.


"berhenti Raka, semua sudah berakhir," tahan alfin.


"tidak, dia berani ingin melukai Wulan, itu tak bisa di biarkan, dia belum tau siapa aku," kata Raka yang tetap dalam keadaan marah.


"nak Raka tenanglah, semua sudah selesai, kami sudah tak ada hubungan apapun dengan mereka," kata pak Suyatno.


"sebenarnya ada apa pak?" tanya Bu mut melihat wajah sedih suaminya.


"Bu, mulai hari ini kita tak punya hubungan lagi dengan keluarga Prapto, karena bapak sudah memutuskan semua ikatan kita," kata pak Suyatno.


"tapi kenapa pak?" tanya Bu mut terkejut.


"karena dia ingin menjadikan putri kita pelunas hutangnya di juragan Gatot," kata pak Suyatno sambil terisak.


Bu mut langsung terduduk syok mendengar ucapan suaminya, putri yang dulu begitu di impikan.


ternyata tega seseorang yang sudah di anggap Keluarga ingin menjual putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2