
Adri dan Rania pun cukup menyukai masakan Raka, meski sedikit asin. Jasmin pun membantu mencuci piring setelah semua sudah selesai.
"mbak Jasmin, aku berangkat dulu ya sama ayah, mbak gak papa sendiri?" tanya Rania
"iya sayang, mbak gak papa, lagi pula ruang juga cuma sebentar saja kok di rumah om Rizal, ya sudah berangkat gih," kata Jasmin pada adiknya itu.
Raka memberikan satu kresek coklat, Jasmin kaget melihat itu semua, "jangan sedihnya, makan itu saja, aku berangkat dulu, assalamualaikum," pamit Raka.
"mas ini bisa membuat sangat gemuk," kata Jasmin.
Raka hanya tersenyum dan pergi dengan mobil miliknya, sedang Adri dan Nurul malah terlihat malu-malu.
Rania juga makin dekat dengan Nurul, keduanya juga sudah saling menerima satu dan yang lain.
"em... maaf ya dek, bisakah nanti antar Rania ya, karena aku harus kirim beras ke luar kota, maaf merepotkan dirimu," kata Adri.
"tidak apa-apa mas, biar nanti aku mengantar Rania yang cantik ini, kebetulan aku juga ingin mengunjungi ibu dan Jasmin," jawab Nurul.
"baiklah. terima kasih ya ..."
Adri pun pamit, Rania tersenyum melambai pada Adri, "ayo nak, ikut bunda masuk."
"iya bunda," jawab Rania dengan begitu senang.
Adri pun kini tak lagi khawatir dengan putrinya, karena sekarang dia memiliki Nurul untuk menjaga putrinya.
dia pun sampai di pengilingan beras, mang no sudah siap dengan tiga truk berisi karungan beras.
karena hari ini akan ada pengiriman besar-besaran, itulah kenapa Adri tak bisa menjemput putrinya.
terlebih Rizal juga harus menjaga istrinya yang baru saja melahirkan, dan sekarang sedang tinggal di rumah mertuanya.
Adri bersiap akan berangkat tapi mang no melarangnya, karena dia tau jika dia akan kelelahan saat ikut kirim beras.
"sudahlah juragan, biar aku saja yang berangkat, terlebih anda harus terus menjaga pengilingan padi bukan," kata mang no.
"baiklah, tapi tolong cek lagi kendaraan mu mang no, karena aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan kalian bertiga," kata Adri menginggatkan.
"baik juragan, dan semua baik-baik saja," jawab Sunar.
"baiklah kalau begitu, kalian boleh berangkat tapi ingat jangan terlalu ngebut dan ugal-ugalan, ingat anak istri kalian ya," kata Adri
"iya juragan, kami ingat," jawab Sunar dan mang no bersama.
Adri melepas ketiga truk itu untuk berangkat ke tempat masing-masing.
__ADS_1
Adri pun melanjutkan pekerjaannya mengawasi dan membukukan semua beras dan padi yang masuk ke pengilingan.
di dalam perjalanan, mang no dan Sunar terus bercanda, sedang mang Bejo sedang tidur karena nanti dia harus menggantikan posisi Sunar untuk menyetir.
pasalnya mereka menuju ke daerah Wonogiri ke tempat langganan dari pengilingan beras milik Vian itu.
selama dalam perjalanan, mang Bejo yang tertidur pulas bermimpi melihat darah dan juga serpihan dari kaca pecah.
dia pun terbangun karena itu, dia pun bernafas ngos-ngosan, dan membuat mang no dan sinar kebingungan.
"tenang gok, onok opo to?" tanya mang no.
"aku mimpi buruk, dan itu sangat mengerikan," jawab mang Bejo
"makanya kalau tidur itu baca doa, sudah sebentar lagi dhuhur kita sholat dulu, ingat kata juragan muda, jangan melalaikan sholat," jawab mang no.
ketiganya pun berhenti, sedang Raka mengajar seperti biasa, Jinny sudah tak pernah terlihat lagi terlebih hantu itu sedang mengikuti pria tampan.
sedang di rumah Jasmin memilih membaca Al-Qur'an untuk mengisi waktu luangnya.
terlebih dia memang tak di izinkan untuk terlalu bekerja berat, terlebih Mak nur dan Raka begitu protektif pada mereka.
sedang Adri dan Rania, adalah orang yang terus memanjakan dirinya, terlebih mereka sering membawakan cemilan sekolah.
Jasmin merasa lapar tiba-tiba, dia pun mencari cemilan di dapur tapi hanya mendapati buah di kulkas.
"seandainya mas ada di sini," lirih Jasmin sedih.
tak terduga, Raka datang dari sekolah hanya ingin mengantarkan sesuatu pada Jasmin.
"assalamualaikum Jasmin, kamu dimana?" panggil Raka.
"waalaikum salam, ada apa mas Raka?" tanya Jasmin yang bersikap biasa.
"ini aku bawakan somay, kebetulan tadi ada murid yang jual di sekolah, katanya jualan ibunya, saat tadi di cicipin enak, tiba-tiba aku teringat kamu, jadi aku belikan buat kamu khusus dengan pare yang banyak, dan tak pedas tentunya," jawab Raka.
"wah terima kasih ya mas, tau aja lagi lapar," gumam Jasmin.
"kalau begitu aku pamit kembali ya, karena masih ada beberapa kali jam ngajar lagi," pamit Raka.
"baiklah mas, terima kasih atas kirimannya," jawab Jasmin.
dia pun bergegas membuka bawaan dari Raka. dia bahkan begitu senang melihat bungkusan itu.
"ah ... terima kasih mas, atas makanannya, aku tak mengira jika kamu bisa sebegitu pengertian," kata Jasmin yang menuang makanan di piring.
__ADS_1
dia begitu menikmati cemilan yang dia inginkan, sedang Raka melihat Suni di kursi belakang.
"terima kasih, kamu sudah memberitahu aku jika Jasmin menginginkan sesuatu, setidaknya dia tak merasa sendiri saat ini," lirih Raka.
"tentu tuan, dan tolong terus jaga dia, karena sebentar lagi akan ada kejadian buruk,"
"iya aku tau itu, karena semalam linggo mengatakan itu padaku," jawab Raka.
Suni pun menghilang, Raka sampai di sekolah ternyata pas dengan jam masuk sekolah.
dia pun bergegas menuju ke kelas yang harus belajar di bawah pembimbingan dirinya.
Adri juga masih sibuk dan belum bisa memeriksa sudah sampai mna para pengirim beras.
tapi entahlah dia merasa ada sesuatu yang tak beres, karena dia merasa akan terjadi sesuatu yang fatal.
di truk mang Bejo juga menyadari ada sesuatu dengan truk yang dia jalankan.
"gok, Iki mau gak mok cek ta?, kok rasane truk e gak penak blas," tanya mang Bejo.
"tak cek kok, meski kayaknya ban e sedikit halus," jawab Sunar santai.
"kamu ini kok ceroboh se, ini bisa membahayakan kita tau, apalagi kita bawa muatan begitu banyak," kesal mang Bejo.
"tak apa-apa yakin deh, ini juga sudah sampai Ponorogo," jawab Sunar.
mang Bejo tak bisa berdebat lagi, jadi dia hanya terus berdoa untuk keselamatan ketiganya.
beruntung ketiganya sampai di kota Wonogiri dengan selamat hingga toko tujuan.
mereka pun bongkar semua beras yang di bawa, mang Bejo memeriksa ban truk dan ternyata begitu tipis.
"apa ada yang aneh?" tanya mang no.
"sepertinya kita ngeban dulu aja pak, takut jika ban meletus saat di jalan," jawab mang Bejo.
"ya sudah, ayo tak bantu, tapi lihat dulu ban serepnya," perintah mang no.
mang Bejo terkejut melihat ban serep yang malah bocor, terpaksa mereka pun pulang dengan hati-hati.
tapi saat Sunar yang membawa trik, pria itu sedikit lelah dan tak sengaja saat di tol.
kecepatan truk tak terkendali, dan trik pun menabrak pembatas jalan dan membuat mobil truk itu hancur.
karena kecelakaan pada saat malam hari, mang Bejo dan mang no terus mencoba untuk keluar.
__ADS_1
tapi tubuh keduanya terjepit, sedang Sunar sudah terlempar ke jalan bahkan tubuhnya di lindas truk lain dan kabur.
akhirnya ada beberapa orang yang menolong mang Bejo dan mang no, dan para penolong itu terlihat tersenyum dan begitu mudah menyelamatkan mereka.