Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
menunggu kekasih


__ADS_3

Jasmin pun mencium tasbih yang di pegangnya, "aku percaya dengan mu mas, aku akan menunggu mu kembali."


Suni pun pamit setelah itu, Raka baru pulang dengan keadaan yang cukup buruk.


tak sengaja Jasmin keluar dari kamarnya, Raka pun semakin merasa berdosa.


"tunggu Jasmin, kenapa wajahmu begitu pucat, jika butuh sesuatu tolong katakan padaku," kata Raka.


"hanya ingin minta tolong pada om, karena galon habis," jawab Jasmin.


"owh ... biar aku yang beli, untuk sementara kamu minum air dari kamarku saja, toh ini juga air baru," jawab Raka memberikan air mineral dalam botol.


Jasmin pun menerimanya, "Terima kasih mas, dan untuk kejadian mas Rafa, tak perlu merasa bersalah, itu semua sudah takdir dan aku menerima itu."


Jasmin pun tersenyum masuk kedalam kamar, Raka hanya bisa melihatnya saja.


hari berganti, Jasmin sudah sedikit bisa menerima semuanya. kini Raka yang mengantikan Rafa untuk menjaga wanita itu.


bahkan saat ke rumah sakit, Raka akan selalu siap sedia mengawal Jasmin dan Mak nur.


Raka bahkan akan mencarikan apapun yang di inginkan oleh Jasmin, seperti malam ini Jasmin sedang ingin makan nasi goreng langganannya.


keduanya pun pergi ke warung, saat sampai Raka bahkan di kenali sebagai Rafa.


tapi itu memang sengaja karena Raka juga tak ingin membuat Jasmin susah nantinya.


si Abang penjual pun hanya membuat satu porsi nasi goreng, dan Jasmin melihat Raka.


"kenapa? ayo di makan? atau perlu aku dinginkan dulu," tanya Raka sopan.


"tidak perlu mas, aku hanya takut jika aku tak bisa menghabiskan nasinya," jawab Jasmin.


"tenang saja, aku yang akan memakannya, jadi sekarang makanlah," jawab Raka.


Jasmin pun meminta satu piring lagi, setidaknya Raka tidak akan makan dari piring bekasnya.


si Abang penjual keheranan, pasalnya kebiasaan Rafa akan makan berbagi dengan Jasmin dengan satu piring.


tapi dua memaklumi karena mungkin Jasmin sedang tak ingin melakukannya.


kini keduanya akan menuju rumah, apalagi ini sudah hampir pukul sembilan malam.


dan sesuatu terlihat nampak dari jauh, Raka langsung memakaikan sorban yang kebetulan tadi siang di pakai untuk jumatan.


"ada apa mas?" tanya Jasmin.


"tidak ada apa-apa, Sekarang sebaiknya kita memutar, karena di sana terlalu gelap."

__ADS_1


Raka tak bisa mengatakan apa yang dia lihat pada Jasmin, mereka pun memutar cukup jauh.


saat sampai rumah, Mak nur sudah menunggu dengan cemas, "ada apa eyang?"


"tidak ada nak, eyang hanya khawatir pada kalian, ayo cepat masuk yuk, gak baik lama-lama kena angin malam," kata Mak nur.


Raka pun menoleh dan melihat sosok yang tak biasa, yaitu Linggo dengan wujud burung elang dalam keadaan siaga.


Raka pun masuk dan melihat Mak nur menemani Jasmin di kamar, Raka pun keluar dengan pelan-pelan.


dia pun melihat hal yang tak pernah terjadi, entah kenapa desanya kini malah mendapat kejadian mistis ini.


"kenapa?"


"akan ada teror, dan ini akan berlangsung cukup lama," jawab Linggo.


"bagaimana bisa, dan siapa yang melakukan hal itu?" tanya Raka.


Linggo pun melindungi Raka dari pandangan arwah yang tengah berjalan itu.


Raka pun mengerti kenapa beberapa hari ini suasana desa begitu mencekam, bahkan suara jangkrik pun tak ada.


Raka pun mencuci tangan dan kaki, saat masuk dia melihat Adri yang berdiri di depannya.


"ist... om bikin kaget aja," seru Raka.


"apa susah menurut pada eyang mu, jangan terus membantah, cepat masuk dan tidur Raka, pergi," suara Adri setengah marah.


dia pun melihat kearah ruang tamu, dan melihat sosok Adri dengan mata merah dan melotot.


kemudian menghilang, "maaf eyang buyut..."


Raka sampai tak menginggat eyangnya, Raka kemudian mengirimkan doa untuk sang eyang buyut.


dia pun bersiap tidur, tapi ternyata dia malah melakukan perjalanan ke istana.


ternyata sudah ada Jasmin yang menunggui Rafa, "aku yakin dia akan sembuh," kata Raka.


"iya mas, lihat saja, kaki mas Rafa sepertinya juga perlahan juga sembuh," lirih Jasmin.


"Alhamdulillah Jasmin, jadi kamu harus sehat bersama bayimu juga, jadi saat dia kembali di bisa bahagia melihat kalian."


Jasmin hanya mengangguk, "ayo kembali Jasmin, waktu kita sangat berbeda disini,"


Jasmin melihat uluran tangan Raka, Jasmin pun menggapai tangan Raka dan bangun berdiri berdampingan.


"Rafa segera bangun, dan untuk istri dan calon anak ku tenang saja karena aku akan tetap menjaga keduanya selamanya,"

__ADS_1


Raka dan Jasmin pun kembali ke tubuh masing-masing, dan Rafa mengawasi keduanya dari jauh.


Rafa tersenyum melihat kebaikan Raka pada Jasmin, bahkan pria itu begitu memanjakan istrinya.


"tuan, apa tidak sebaiknya anda kembali, saya takut keduanya bisa terjebak cinta terlarang," lirih Sesnag.


"takdir siapa yang tau, kau juga tau bagaimana dengan hidupku juga itu rahasia Allah," jawab Rafa tersenyum simpul.


Sesnag tak tau bagaimana harus menghadapi Rafa, pasalnya pria itu terus berbaik sangka.


itulah yang membuat pria itu sering salah memilih orang, tapi beruntung Sesnag selalu meminta anak buahnya menyeleksi orang.


"tuan di desa Anda sekarang ada fenomena mistis, apa anda tak khawatir?"


"tentu tidak, Suni dan Linggo bersama mereka, lagi pula kamu tak akan membiarkan putraku nantinya terluka,"


Sesnag pun tak bisa bicara lagi, pasalnya janin itu sudah memiliki pelindung dan khodam sangat besar.


dan itu sudah bisa melindungi semua keluarga Rafa, "terserah anda saja tuan, aku hanya bisa menurut perintah anda," jawab Sesnag.


Rafa tersenyum dan kemudian kembali untuk penyembuhan dan memusnahkan semua kutukan terakhir untuk keluarga Wasisto.


Raka sudah bersiap di dapur, dia sedang membuat omelette untuk sarapan.


Jasmin pun kaget melihat Raka yang sibuk, "mas Raka sedang apa? sini biar saya yang masak,"


"tidak Jasmin, duduk dan tunggu saja, oh ya Rania mana?" tanya Raka yang sibuk dengan teflon.


"Rania dan ayah disini, kok kakak Raka yang masak," kaget bocah cantik itu.


"iya nih tumben Raka, memang kamu gak ngajar?" tanya Adri mendudukkan putrinya di samping Jasmin.


"nanti siang, ini omelette dan nasi goreng, tolong di beri nilai ya, maklum masakan perdana," kata Raka dengan penuh harap.


Adri, Jasmin dan Rania tak yakin, tapi Jasmin tak tega melihat wajah Raka yang begitu semangat.


"Jasmin coba ya, semoga tak pedas, karena dokter tak memperbolehkan aku makan pedas,"


"tidak kok Jasmin, itu sebabnya aku menaruh cabai di mangkuk itu jika kurang pedas," jawab Raka


Jasmin pun menyiapkan nasi goreng itu, meski sedikit asin tapi masih bisa tertolong dengan telur omelette yang hambar.


------


maaf ya teman-teman, author libur karena banyak kegiatan di dunia nyata🤧🤧🤧🤧


Mai dari libur untuk ide yang lebih fresh and ada nikahan juga ya, jadi mohon maklum ya.

__ADS_1


salam dari author dan terima kasih atas dukungannya selama ini, jangan lupa vote, like dan komen ya...



__ADS_2