Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
Ungkapan


__ADS_3

Sherli pulang terlambat karena berkunjung dikediaman Hongli. Saat dirumah, Sherli mendapat amarah dari sang ibu. Setelah mencari alasan untuk meredam amarah sang ibu. Sherli segera berlalu menuju kekamarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Afbi yang baru datang untuk makan malam. Melihat buah strawberry di atas meja. Dia pun mengambil salah satu, untuk mencicipi buah tersebut.


"Buah ini sangat manis tidak seperti yang dipasar, dan rasanya sangat segar seperti baru saja dipetik," ucapnya sambil memandang Sherli.


"Mana mungkin, Kak!" tukas Sherli yang memandang Kakaknya.


"Memang baru dipetik" batin Sherli lalu melanjutkan makannya.


Keluarga Sherli melanjutkan makannya. Setelah selesai, Sherli membantu ibunya untuk membersihkan piring kotor yang telah mereka kenakan.


"Sher, sekolahmu bagaimana? Ekstra yang kamu ikuti tidak mengganggu pelajaranmu kan? " tanya ibu Ruri sambil membersihkan meja.


"Semua baik, Bu! Ekstraku juga hanya ku ikuti sebisaku," jawab Sherli sambil mencuci piring kotor.


"Syukurlah kalo begitu ...."


Hening ....


Karena sudah selesai dengan pekerjaannya, Sherli pamit pada sang ibu untuk kembali kekamarnya.


"Bu, aku kekamar ya," pamit Sherli.


>>


Hari Minggupun datang. Selama beberapa hari ini, Sherli merasa bahagia dan sedih terhadap dua teman laki-lakinya. Dimana Hongli selalu rutin mengunjunginya, bahkan terkadang menemaninya belajar di kamarnya. Disisi lain, dia bingung pada Felix yang sedikit cuek padanya, bahkan saat ekstra berlangsung dia tidak banyak bicara, dia hanya mengatakan jika hari Minggu mereka jadi pergi. Entah mengapa hati Sherli sedikit sedih dengan sikap cuek Felix.


Waktu menunjukan pukul 9 pagi. Para orang tua Sherli dirumah sudah pergi untuk bekerja. Sherli berdiri di halaman rumahnya menunggu kedatangan Felix, yang beberapa saat lalu mengirimkan pesan jika dirinya sudah berada dijalan.


Beberapa menit menunggu. Sebuah mobil hitam berhenti didepan rumahnya. Seseorang keluar yang tidak lain adalah Felix. Felix menghampiri Sherli segera. Ketika sudah berada didepan Sherli, dia terpaku melihat penampilan Sherli.


Sherli memakai dress selutut model korea lengan panjang berwarna hitam. Dipadukan dengan tas slempang merah, dan sepatu slop warna senada dengan dressnya. Ditambah pita merah yang menghiasi rambutnya yang terurai, menambah kesan elegan namun feminim.


Sherli menggoyakan bahu Felix yang terpaku. "Kak, jadi pergi apa tidak? Kenapa Kakak memandangku seperti itu? " tanya Sherli.


"Ah tidak Sher, hanya kamu sangat cantik dengan dandanan seperti itu," ucap Felix dengan pandangan terpesona.


Dengan perasaan tersipu Sherli menunduk mencoba mengambil nafasnya, lalu memandang Felix.


"Terimakasih" ucapnya.


"Baiklah ayo berangkat!" Felix menarik tangan Sherli menuju mobilnya. Dia membukakan pintu untuk Sherli, lalu memutari mobilnya menuju kursi kemudi.

__ADS_1


"Kita mau kemana, Kak?" tanya Sherli, memandang Felix.


Karena sebelumnya, Felix hanya mengatakan jika dirinya akan mengajak pergi, tanpa memberi tahu tujuannya.


"Kita akan main hari ini...." jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.


"Tapi aku harus segera kembali sebelum jam enam sore, Kak! Atau ibu akan marah padaku" Sherli memandang Felix.


"Iya Sher, kita akan sampai rumah jam lima sore," jawab Felix.


Felix sekali-kali melirik kearah Sherli, untuk menikmati betapa cantiknya mahluk disampingnya saat ini.


"Aku benar-benar ingin memeluknya" batinnya sambil terus mengemudi.


***


Setelah dua puluh menit menempuh perjalanan. Mereka telah sampai di sebuah taman yang setiap sudutnya, terdapat rumah-rumah kecil yang bisa digunakan para pengunjung untuk bersantai.


Sebelum menuju kesalah satu rumah kecil ditaman. Felix membeli camilan untuk menemani mereka disana. " Bawa in, Sher! " sambil menyerahkan minuman dingin ditangan Sherli.


Sherli segera meraih minuman itu dari Felix. Mereka beranjak menuju salah satu rumah-rumah kecil itu.


Felix memilih rumah yang berada paling ujung, karena cukup sepi. Dia tidak berniat macam-macam pada Sherli, hanya saja pemandangan disana sangatlah indah. Dengan danau tepat dibelakangnya. Juga karena Felix ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.


Mereka segera duduk dan menata makanan, yang telah mereka beli sebelumnya.


***


Karena sudah cukup lama mereka saling diam. Felix berinisiatif membuka obrolan.


"Kamu suka tempat ini, Sher?" tanyanya memandang Sherli, yang sedari tadi memandang danau.


"Iya, Kak! Aku suka," tanpa mengalihkan pandangannya.


Felix diam sejenak, karena mendadak lupa akan tujuannya membawa Sherli kesana.


"Kalungmu bagus Sher, sebelumnya aku tidak melihatmu memakai itu?" ucap Felix yang tidak sengaja melihat kearah leher jenjang Sherli.


Sherli mendadak gugup sambil menundukan kepalanya. Dia tidak ingin siapapun tau mengenai Hongli, meskipun itu keluarganya sekalipun. Karena dia takut dikatakan aneh mengingat Hongli tidak bisa dilihat sembarang orang.


"Oh ini, aku membelinya kemaren," jawab Sherli sambil memegang kalungnya.


"Oh begitu." Felix mengangguk paham.


"Kak, boleh aku bertanya?" Sherli memandang Felix.

__ADS_1


"Silahkan!" jawan Felix sambil mengambil makanan dan mengarahkan kemulutnya.


"Kenapa beberapa hari ini Kakak bersikap beda padaku," ucapnya penasaran memandang Felix.


Seketika Felix terdiam menghentikan makannya. Dia memandang Sherli dalam.


"Sher aku ingin jujur padamu,"


"Tentang apa, Kak?" tanyanya.


Seketika Sherli berdebar hatinya seakan tahu apa yang akan Felix katakan.


Felix memegang tangan Sherli, dan berusaha mengungkapkan isi hatinya.


"Sher, mungkin ini terlalu cepat tapi aku ingin kamu tahu. Aku menyukaimu Sher! Aku ingin kita lebih dari teman. Tapi aku tidak akan memaksakan perasaanmu padaku," tukas Felix memandang dalam Sherli.


Sherli terdiam mendengarkan ucapan Felix. Dia merasa senang, juga bingung mendengar ungkapan Felix. Sebenarnya dia juga memiliki perasaan padanya. Namun dia bingung dengan perasaannya.


Bahkan saat dengan Hongli perasaannya tidak seperti ini. Ia berkecamuk dengan Hongli namun segera menepisnya, karena ia menganggap Hongli memberikan perhatian kepadanya sebagai seorang adik.


Sherli terdiam cukup lama, dia bingung harus mengatakan apa, karena ini pertama kalinya ada seseorang mengutarakan perasaannya padanya.


"Apa Kakak serius? Tapi kita baru kenal beberapa minggu, Kak," ucap Sherli.


"Aku bahkan belum faham dengan perasaanku," imbuhnya.


Felix mencoba menanyakan pertanyaan kepada Sherli, untuk mengetahui bagaimana hatinya terhadap dirinya.


"Sher sekarang aku mau tau perasaanmu. Apa kamu berdebar saat bersamaku? Sherli mengangguk.


"Apa kamu ada perasaan cemas saat aku tidak menghubungimu?" Sherli kembali mengangguk, namun dengan wajah sedikit sendu.


"Aku tidak akan menemuimu lagi jika kamu menolakku gimana?" ucap Felix sedikit mengancam, dia sejujurnya takut Sherli akan mengatakan tidak apa-apa. Karena jika itu terjadi, dia benar-benar tidak akan bertemu lagi dengan pujaan hatinya.


Mendengar ucapan terakhir Felix. Sherli sontak melepaskan tangannya yang digenggam Felix.


"Jangan, Kak! Aku tidak bisa jika Kakak tidak menemuiku lagi, beberapa hari ini Kakak sedikit cuek sudah membuatku gusar. Tapi aku juga bingung dengan perasaanku sebenarnya, karena ini pertama kalinya untukku," ucap Sherli meloloskan airmata.


Felix yang mendengarkan ungkapan Sherli mengembangkan senyumannya. Ia, segera beranjak menghampiri Sherli untuk menenangkan dirinya.


"Baiklah, aku tidak akan meninggalkan dirimu! Ingatlah mulai detik ini kau adalah kekasihku," tegas Felix, ia segera menyeka airmata Sherli.


Sherli pun mengangguk pelan menjawab Felix, dan membiarkan perasaannya meluap didekapan Felix.


Jika menerima Felix bagaimana dengan Hongli?

__ADS_1


Dan apakan Felix tulus?


Ikuti terus ya teman-teman! Jangan lupa tinggalkan like, coment , vote dan views :). Karena dukungan kalian sangat memberikan semangat author, terimakasih.


__ADS_2