Kita Berbeda Alam

Kita Berbeda Alam
kerjaan mahluk itu lagi.


__ADS_3

Rafa diam, pasalnya ini terjadi karena ulah dari Windi sendiri yang mengunakan wewangian yang bisa menggoda lawan jenis.


dan sayangnya bukan hanya manusia, tapi juga lawan jenis dari dimensi lain yang terus menempel dan ingin memiliki gadis itu.


"mas sebenarnya apa yang terjadi, kenapa ini bisa terjadi pada Windi?" tanya Jasmin sedih melihat sang ayah.


"maaf dek, tapi ini juga karena ulah adikmu sendiri, dia ingin memikat Raka, tapi sayang ilmunya tak berpengaruh tapi sayang itu malah membuat mahluk lain yang tertarik padanya," jawab Rafa.


"berarti yang berhubungan dengan Windi itu ..." kata Jasmin tak percaya


"itu sayang, dia itu mahluk ghaib penunggu pohon aren di samping kuburan desa, dan itu terjadi karena mahluk itu menyamar sebagai Raka dan menggoda Windi," jawab Rafa.


sedang pak Handoko pun bingung harus bagaimana, Windi tetap dalam pendiriannya jika dia berhubungan badan dengan Raka.


"nak Rafa, bagaimana dengan Windi, apa tidak ada yang bisa di lakukan, tolong nak, dia bisa gila jika terus seperti ini," kata pak Handoko.


"ada satu hal pak, tapi kita harus melepas susuk yang di gunakan Windi, apa dia dan ibu mengizinkan?" tanya Rafa.


"lakukan, karena aku tak mau putriku terus seperti ini, dan di ganggu mahluk halus," kata pak Handoko.


Rafa pun mengiyakan, Rafa mengambil air rendaman daun kelor dan memberikannya pada pak Handoko.


pria itu memberikan air itu untuk di minum oleh Windi, dan benar saja tak butuh waktu lama dari persatu susuk itu keluar.


terlebih air itu juga sudah di doakan oleh Rafa, dan saat ini Windi terus berteriak kesakitan saat susuk-susuk itu keluar.


tak butuh waktu lama akhirnya semua susuk habis dan keluar dari tubuh Windi, dan terlihat sekali perbedaan dari gadis itu.


"ayah apa yang kau lakukan, lihat putrimu kembali seperti dulu, kamu tega, dia akan sakit hati lagi karena di hina orang-orang karena tak secantik jasmin," kata Bu Diah.


"kamu lebih memilih putrimu di ganggu mahluk halus, di banding putrimu di hina orang," kata pak Handoko marah.


"kamu tak tau bagaimana kesedihan dari Windi, jadi kamu dengan mudah bilang seperti itu," kata Bu Diah.


Bu Diah pun mengurung dirinya dan putrinya di kamar, dia pun menelpon dukun yang membantu memasang susuk pada Windi.


tapi sayangnya mereka harus menunggu empat puluh hari sebelum bisa memasang susuk lagi.

__ADS_1


karena pengaruh air dan doa Rafa akan hilang setelah empat puluh hari, dan itu akan sempurna tapi Bu Diah harus menginap bersama Windi.


Bu Diah pun menyetujui hal itu, dan akan melakukan apapun demi putrinya itu.


sedang Raka masih di rumah Wulan, mereka sedang menikmati singkong rebus di belakang rumah sambil melihat hamparan sawah yang mulai hijau.


"nak Raka, kalau boleh bapak tau, pekerjaan mu ini apa ya, kok kelihatannya bukan orang sembarangan," tanya pak Suyatno.


"saya mewarisi yayasan milik kelurga ayah, terus ada beberapa usaha kecil, tapi pak, seandainya Wulan setelah menikah saya boyong ke Jepang karena harus mengambil S3 di san boleh?" tanya Raka.


"tentu nak, dia sudah menjadi tanggung jawab mu, dan kewajibannya untuk mengikuti mu kemana pun," kata pak Suyatno.


"terima kasih pak," jawab Raka.


sebenarnya dia akan kuliah di sini, tapi kebetulan usahanya di luar negri butuh pemimpin.


jadi setelah menikah dia memutuskan untuk pergi, terlebih Rafa memilih tinggal di desa dan menyerahkan semuanya pada Raka.


saat hari mulai menjelang magrib, Windi mulai tenang dan tak histeris lagi.


menjelang malam, Linggo dan Suni kembali mengawasi makhluk hitam itu.


sedang Rafa juga sudah tau jika mahluk itu masih mengincar Windi untuk di bawa ke alamnya.


"pergi ..." lirih Rafa


"kenapa, aku sedang menikmati gadis itu, dia milikku, kau bukan siapa-siapa yang bisa melarang ku, jika gadis itu menginginkan ku,," jawab mahluk itu


"kamu tak kapok rupanya, saat rumah ku terbakar, apa kamu ingin aku musnahkan," ancam Rafa.


"kau selalu menganggu kami, padahal kami hanya melakukan apa yang menjadi kegiatan kami, kamu itu terlalu ikut campur, ingatlah kau ini bukan Tuhan," jawab mahluk itu.


raja dari mahluk itu pun datang dan langsung menyeretnya kembali, karena mahluk itu tak tau jika ucapannya bisa membahayakan semua bangsanya.


"Raja kenapa menarik ku kembali, aku ingin membawa gadis itu dan menjadikannya istriku," jawab mahluk itu.


"tenanglah anakku, kau lupa jika ki item pelindung mereka, dan kita bukan tandingannya, kamu pangeran bangsa kita, dan dukun yang bersekutu dengan kita menjanjikan gadis itu bisa kau miliki seutuhnya, jadi tenanglah," kata raja genderuwo itu.

__ADS_1


Windi pun sudah tidak mendapatkan gangguan, semua mulai berjalan lancar sesuai keseharian.


Wulan juga sudah mulai kembali praktek kerja lapangan, tapi kini dia hanya membantu Nurul.


dan Zuzun begitu perhatian pada temannya itu, dia bahkan sering membelikan makanan karena tak ingin Wulan berjalan jauh.


sedang Irma melihat Wulan yang begitu manja, "Zuzun, Wulan sedang istirahat, ini saya bawa makan siang, tapi dimana Irma?" tanya Nurul.


"dia sedang keluar Bu, seperti biasanya, akan makan di rumah karena rumahnya dekat dengan sekolah," jawab Zuzun.


"baiklah, sekarang kita makan bareng yuk, kebetulan saya tadi bawa banyak tadi, soalnya yang masak itu saudara dari Surabaya," jawab Nurul.


"owh ... keluarga dari mbak Jasmin ya Bu," tebak Nurul


"ya kamu benar," jawab Nurul.


tapi saat Nurul membuka kotak nasinya, Wulan langsung mual bukan main, pasalnya masakan itu berubah menjijikkan.


"innalilahi wa innailaihi rojiun, jangan di makan Bu," kata Wulan menahan Nurul dan Zuzun.


"memang kenapa Wulan, kamu kenapa?" kaget Nurul


"tolong baca Alfatihah dsn kemudian lihat makanan itu," kata Wulan.


Nurul dan Zuzun melakukan apa yang di perintahkan Wulan, tiba-tiba saat mereka melihat makanan itu berubah menjadi cacing, belatung dan tanah.


Nurul langsung berlari ke toilet di ruang guru dan memuntahkan semua isi perutnya.


Nuril pun sadar kenapa Rania yang tak mau sarapan di rumah, Nurul pun buru-buru menelpon Adri dan mengatakan apa yang dia saksikan.


Adri pun juga langsung muntah karena mendengar perkataan Nurul, sedang di rumah ada Rafa yang melindungi keluarganya.


beruntung Rafa datang ke tempat pengilingan dan langsung mendoakan Adri, dia sedikit lengah tadi.


sedang Raka datang karena di panggil Wulan, dan juga langsung mendoakan Nurul yang terus muntah tanpa henti.


sedang Wulan pun membuang makanan itu, tapi saat di tinggal makanan itu terbakar hingga tak bersisa.

__ADS_1


__ADS_2