
dokter menatap Raka tak percaya, pasalnya di buku KMS milik Wulan tertulis jika wanita ini baru hamil lima bulan
tapi saat melahirkan kenapa anaknya sudah seperti bayi sembilan bulan dan siap di lahirkan.
tapi dokter juga heran karena bentuk perut yang memang seperti hamil lima bulan.
"semua ini takdir Allah, saya tak mengerti, jadi selamat ya pak," kata dokter kandungan itu pada Raka.
"sama-sama dokter," jawab Raka.
kedua bayi itu di bawa ke kamar rawat Wulan, dan ternyata saat di lihat dengan seksama.
di dahi bayi satu ada tanda keris kecil, sedang di lengan bayi dua ada bekas gambar ular bermahkota.
"Ayah sepertinya putra kita istimewa," kata Wulan.
"iya Amma, dan sesuai pesan nyai, mereka akan menjadi pelindung untuk kerajaan ghaib, dan siapa ya nama yang bagus untuk kedua bayi kita?" gumam Raka.
"Arkan, dan Aryan," usul Rafa yang baru datang.
"nama yang bagus," kata Wulan.
"tunggu dulu, aku ayahnya? kamu siapa hei berani mengusulkan nama putraku," kata Raka tak terima.
"tutup mulut mu, jika bukan karena aku dan istrimu, mungkin kamu udah hilang entah kemana, belum lagi ini Wulan juga harus melahirkan secara prematur," kesal Rafa.
"iya aku tak bisa ingat saat aku tidur, dan tiba-tiba aku sudah bangun di lepas dua hari kemudian, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Raka.
Wulan pun terlihat sedih, Rafa mengangguk pada adik iparnya itu.
"aku akan menceritakan tentang semuanya, tolong dengarkan," kata Rafa.
beberapa hari yang lalu, saat Wulan dan Jasmin sedang sibuk mempersiapkan acara selapan baby Faraz.
Azizah datang guna mengantar kue yang sengaja di belikan oleh Luna, dan dia di minta mengantar karena Luna sedang sibuk dan akan datang sore nanti.
dengan senang hati Azizah mengantar kue itu ke rumah mak nur, semua orang juga tak curiga toh dia sudah berbaur dengan semua orang di rumah itu.
tapi mereka salah, ternyata azizah memiliki kecemburuan terhadap sepupu jauhnya itu, Wulan yang nampak begitu bahagia menjadi istri Raka.
berbanding terbalik dengan dirinya yang malah di ceraikan setelah beberapa hari menikah. karena sang suami merasa jijik pada dirinya karena Azizah di ketahui sudah tak suci lagi.
Azizah pun memiliki sebuah rencana jahat untuk memiliki Raka bagaimana pun caranya, atau setidaknya menjadi istri kedua dari pria itu karena dari awal dia yang sudah di persiapkan dulu bukan Wulan.
tapi Azizah membutuhkan pelet yang kuat untuk menjebak Raka, dan dia ingat pernah dengar dari salah satu temannya tentang dukun di daerah pedalaman.
tapi dukun itu biasanya akan meminta barang yang sering di gunakan. dan dengan kesempatan rumah yang ramai.
wanita itu berhasil mengambil sebuah ****** ***** kotor milik Raka, dan kebiasaan dari Rafa dan raka akan menamai ****** ***** milik mereka agar tidak tertukar.
beruntung tapi bagi Raka, karena Rania melihat itu semua karena sedang mengambil air, dan gadis kecil itu menghampiri Jasmin dan Wulan.
"mbak, aku tadi melihat Mbak Azizah ambil celana kotor, tapi tidak tau milik siapa?" kata gadis itu.
"tunggu dulu, di mesin cuci itu hanya ada baju mas Raka dan mas Rafa, di mengambil punya siapa?" tanya Jasmin bingung.
"mas Raka ..." lirih Wulan.
mendengarnya, Jasmin langsung mencoba menghubungi suaminya, sedang wulan mencoba menghubungi Luna yang masih di toko.
"halo mbak, apa mbak Azizah di pulang? soalnya tadi dia mengambil sesuatu, tolong tanyakan ya," mohon Wulan.
"baiklah.." jawab Luna yang tak mengerti, tapi dasar memang luba yang memang pelupa, tak ingat dan mengurus ucapan dsti Wulan, hingga akhirnya dia pun melupakan begitu saja.
rafa pun meminta bantuan dari Ki item untuk menyelidiki apa yang terjadi.
tapi selama sehari itu tak terjadi apa-apa, tapi hati Wulan tak tenang, terlebih Suni juga tak terlihat seharian ini.
Ki Antaboga juga tak kelihatan, tapi Wulan terus berpikiran positif. tapi tak seperti biasa, Raka yang biasanya terbangun saat malam kini malah tidur dengan tenang, bahkan saat Wulan mencoba mendekatkan tangannya ke hidung Raka, dia tak merasakan hembusan nafas dari suaminya.
karena panik, Wulan mengetuk pintu kamar Rafa, dan pria itu keluar dengan pakaian rapi karena telah melakukan sholat malam.
Rafa kaget melihat wajah wulan yang sudah penuh air mata, bahkan wanita iyu tak bisa bicara karena syok.
Rafa pun langsung menghampiri saudaranya itu, ternyata ruh Raka sudah di tarik paksa saat dia tidur.
__ADS_1
semua orang panik, rafa pun mengendong saudaranya itu ke ruang tengah agar lebih mudah mengobati.
dia juga meminta Wulan meminta tolong Adri memanggil beberapa anak buah ustadz Arifin.
Wulan pun di minta membaca Alquran di sekitar sana, ustadz Arifin datang dan mulai membantu Rafa.
tapi mereka sangat kesulitan untuk menarik Raka, "kita tak bisa menariknya, kita harus mengirim salah seorang untuk menarik pria itu keluar, apalagi aku rasa mereka sudah akan mulai ikatan dan pernikahan ghaib, dan jika itu terjadi maka yang akan ingat oleh Raka adalah hanya istrinya yang melakukan ikatan ghaib bersamanya saat ini," kata Rafa panik.
"aku akan pergi, bagaimana pun aku isterinya, aku tak mau suamiku tak menginggat ku," kata Wulan.
"itu memang bagus, tapi kamu juga tak boleh sembarang, kamu itu sedang hamil, ingat bayi mu," kata Ra menginggatkan.
"aku pasrahkan hidup dan mati ku pada Allah, aku percaya dengan semua takdirnya," kata Wulan yakin.
Rafa pun mengangguk, dan meminta wulan berganti baju dengan jubah putih dan jilbab lebar, Jasmin sudah memberitahu orang tua Wulan.
kini dia juga Ngrogo Sukmo di bantu Rafa, Rafa pun menangis karena semua kemalangan selalu menimpa Raka dan Wulan.
"ini yang aku takutkan, karena Kita sama dan aku yang selalu beruntung, maka kemalangan selalu jadi milikmu, tapi beruntung kamu memiliki istri seperti Wulan Raka.." lirih Rafa.
Jasmin yang mengendong bayi Faraz pun menyentuh pundak Rafa, "ayah fokus, kami akan membantu," kata Jasmin.
ternyata cahaya berpendar terang, Faraz benar-benar menjadi cahaya untuk keluarga itu.
Raka diam dia tau kelanjutannya, dia pun melihat Rafa dan Wulan, "kenapa kalian mengorbankan nyawa demi diriku yang tak berguna ini," kata raka sedih.
"apa yang ku bicarakan, kamu tetap saudaranya terbaikku, oh ya nyai Nawang terluka karena menyelamatkan kalian, dan dengan bantuan beliau juga, bayi kalian juga selamat," kata Rafa
"aku tak tau lagi harus mengatakan apa, dia terus membantu kami," kata Raka.
"dia hanya ingin melihat kita bahagia bersama anak-anak," jawab Wulan yang samar melihat sosok nyai Nawang menyentuh kedua putranya.
"Arkan ... Aryan..." kata nyai Nawang.
"baiklah, aku setuju nama pemberian dari abang ku ini, oh ya maaf jika aku terus merepotkan dirimu," kata Raka tertawa.
"dasar aneh, kamu itu saudaraku, jadi bagaimana pun kita akan tetap saling membantu," kata Rafa.
"mas Rafa, jika kami tak berumur panjang, aku titip kedua putraku ya, karena kami hanya memiliki dirimu yang bisa membimbing mereka, dan menunjukkan jalan dan tujuan kelahiran mereka," kata wulan tersenyum.
"umur tidak ada yang tau Rafa, aku titip anak-anakku jika terjadi sesuatu pada kami ya..." kata Raka merangkul Rafa.
"iya-iya aku akan menjadi ayahnya, sesuai permintaan kalian berdua," jawab rafa pasrah.
sebenarnya wulan sadar jika usianya tidak akan lama, karena tugasnya hanya tinggal satu lagi.
Raka pun melihat sang istri yang tersenyum kearahnya dengan teduh, raka mengangguk.
rafa pun pamit pulang setelah puas berbincang, mustika di tubuh Wulan juga sudah di pindahkan pada tubuh bayi mereka.
begitupun dengan pusaka keris yang di miliki oleh Raka sudah berpindah pada putranya.
"selanjutnya giliran kalian berdua yang berjuang nak, dan kalian akan kuat bersama Sarfaraz," kata raka.
sedang di tempat lain azizah yang sudah memiliki ikatan dengan iblis tak bisa kembali ke dalam raganya.
karena raga wanita itu sudah di kuasai sepenuhnya oleh sing bahu rekso.
iblis itu kembali Ingin membalas dendam pada raka dan Wulan yang sudah mengalahkannya.
dulu dia bukan musnah, tapi sengaja melarikan diri untuk menambah kekuatan, dan dengan memakan ratusan tumbal Suryo dan di tambah tubuh yang sempurna milik Azizah dia pun Kini bisa kembali ke dunia.
"tunggu pembalasan ku, ha-ha-ha" kata sing bahu rekso.
dukun yang membantu pun merasa senang, karena dia mengira bisa mengendalikan iblis paling jahat.
"Saiki awakmu kudu nurut aku," kata dukun itu.
"sopo awakmu seng wani dadi jeragan ku, pingin bongko," jawab Azizah dingin.
akhirnya Azizah pun mencekik dukun itu dan melafalkan mantra, dan pria itu pun menjadi abu dalam sekejap.
wanita itu tertawa sebelum berjalan keluar, dia sedang membutuhkan tenaga dari menyerap ruh orang-orang.
malam itu Azizah berjalan menyusuri jalan setapak, dan dia berhenti saat melihat ada beberapa pria yang memancing.
__ADS_1
dia pun menggoda pria-pria itu, akhirat satu persatu pria itu terjebak dan mengikuti Azizah
dan saat di tempat sepi, Azizah langsung menyerap semua sumber kehidupan pria-pria itu.
Ki Adhiyaksa menyadari tentang ilmu besar yang siap membuat peperangan besar.
Ki item bahkan juga bersiap untuk menghadapi kemungkinan apapun.
terlebih setelah kelahiran dari tiga orang bayi yang diramalkan akan menjadi ujung tombak dari kebajikan.
bayi Sarfaraz tak ingin di taruh sedikitpun, jadilah Jasmin tidur sambil mengendong bayinya
Rafa yang sedang sholat pun merasakan energi gelap yang begitu pekat.
dia pun menyelesaikan shalatnya dan mengantikan Jasmin. agar bisa beristirahat
tapi tiba-tiba aura itu menghilang, dan kini giliran di rumah sakit terasa hawa yang begitu tak mengenakkan.
tapi itu terjadi tak lama, keesokan harinya banyak orang yang mencari saudaranya.
bahkan ada yang lapor polisi tapi Ternyata menemukan jasad apapun jika mereka mati, ini aneh kenapa yang meninggal dunia itu semuanya pria
Rafa terpaksa ikut sidang musyawarah tentang di jalankan lagi ronda di desa itu.
"tapi maaf pak RW, kalau menurut saya, lebih baik kita diam di rumah, jika tidak, maka kita akan sama saja setor nyawa padanya."
"iya iya setuju, Kami juga tak mau mati konyol juga," jawab semua orang.
"terus kita harus bagaimana, jika tidak ada yang Ronda, pasti akan banyak lagi korban yang berjatuhan, tolong nak Rafa," mohon pak RW.
Rafa juga sedang memikirkan sesuatu,dia juga kebingungan tentang rencana yang akan dia gunakan terlebih Raka dan Wulan juga baru jadi orang tua, dan tak mungkin dia mengusik kedua saudaranya itu.
"untuk sementara saya dan ustadz Arifin akan memperkuat pagar ghaib di seluruh desa, dan saya mohon di atas jam delapan malam sudah tidak ada orang yang keluar," kata Rafa.
"baik kami setuju," kata semua orang.
Azizah tertawa, pasalnya dia sudah membunuh begitu banyak orang dan kini kekuatannya hampir sempurna.
dan tinggal mencari bayi yang baru lahir untuk di minum darahnya.
"ha-ha-ha tunggu kedatangan ku, kalian pasangan goblok, dan ku pastikan akan membunuh kalian," kata Azizah.
Wulan pun melihat Raka yang ketiduran di sofa, Wulan pun bisa merasakan kehadiran dari sosok yang terus membantunya.
"nyai.." lirih Wulan.
"iya nduk, aku datang untuk bertanya padamu, apa kamu siap melakukan tugas terakhir mu," tanya wanita itu
"tentu nyai, saya siap, terlebih aku ingin melindungi semua orang agar tak di ganggu oleh iblis itu," jawab Wulan.
"tapi bagaimana bayi-bayi kalian, Mereka akan tumbuh tanpa dirimu," kata nyai Nawang.
"aku yakin mas raka akan bisa membesarkan mereka, nyai tenang saja, aku percaya hal itu," jawab Wulan.
nyai Nawang melirik Raka, sebenarnya dia tau jika pria itu mendengar Semuanya.
tapi nyai nawang memilih diam, dan kemudian pergi dari sana, sedang Wulan memilih turun dan mengambil bayinya untuk di berikan ASI.
bahkan wanita itu terlihat begitu sedih sambil menciumi tangan munggil Arkan, "sayang Amma, Arkan harus jadi kakak yang baik untuk Aryan ya sayang," lirih Wulan.
entahlah dekapan hari ini tdrasa begitu berat, pasalnya dia tau apa yang akan dia lewati.
"kamu bangun sayang," kata raka melihat istrinya.
"iya mas, kasihan anak-anak lapar," jawab Wulan.
"sini biar sama mas kalau sudah kenyang, putra ayah bau susu sekarang," kata raka menciumi pipi Arkan.
sedang saat akan mengendong Aryan, bayi itu malah menangis, tapi Wulan berhasil menimangnya dan kemudian memberikan asi.
tak lama rombongan keluar besar datang, terlihat keluarga dari bu mut dan pak Suyatno.
Wulan senang melihat kedatangan dari keluarganya, terlebih mereka datang untuk mendoakan putranya.
setelah tiga hari, Wulan dan para baby di persilahkan pulang, Wulan dan Raka memilih pulang ke rumah keluarga Mak nur.
__ADS_1
karena menurut mereka itu adalah rumah yang cukup baik untuk berlindung, bukan rumah orang tua Wulan tidak, tapi mereka tak ingin jika Keluarga Wulan dakam masalah nantinya.